NovelToon NovelToon
Kekasih Palsu Si Culun

Kekasih Palsu Si Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Dosen / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Perubahan Hidup
Popularitas:67.2k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

Salahkah jika aku lebih cerdas dan cantik dari kalian?
Hingga aku harus bersembunyi dan menjadi gadis jelek dan tersika sebagai korban bullying.

Salahkah jika sifatku naif?
Hingga aku sangat mudah percaya dan berakhir tertipu oleh pria jahat sepertimu.

Salahkah jika aku tidak percaya diri?
Hingga aku mejadi penakut dan akhirnya kehilangan orang yang aku cintai untuk selamanya.

Untuk kalian yang menyakitiku, aku akan kembali lagi dengan segala kesempurnaanku.

“Aku Sherina, akan kurebut kembali keadilan yang kalian jadikan permainan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Suka, Cinta, Jatuh hati, dan Obsesi

Kamu pernah pergi membawa seluruh cinta yang tak pernah sempat kuungkapkan. Hingga aku bahkan tak punya cinta yang tersisa untukku sendiri.

Mungkin salahku yang menggenggammu sangat erat, hingga saat kamu lelah dan aku lengah, saat itu lah aku kehilanganmu.

Saat kamu pergi, aku menangis lalu aku bahagia lagi saat kembali teringat dirimu.

Saat kamu pergi, aku jatuh lalu aku bangkit lagi saat kembali teringat dirimu.

Saat kamu pergi, aku patah hati lalu aku jatuh cinta lagi saat kembali teringat dirimu.

Apa aku lelah? Tidak.

Aku akan menunggu saat Tuhan menjawab doaku.

Mempertemukan aku denganmu, cintaku yang belum terungkap, cinta terakhirku.

Kuharap kamu sabar menunggu, hingga aku menemukanmu dan kembali menggenggammu erat dan tak lagi lengah menjagamu.

🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸

{FLASHBACK ON}

# GIBRAN POV #

“Apa sebaiknya anda kembali menemui dokter lagi?” ucap Reynand dengan ragu padaku.

Aku membalasnya dengan menatapnya tajam.

Memang benar jika sejak melihat Sherina dan Rafie berpelukan di dalam mobil, emosiku kembali memuncak.

Baru saja aku hendak menurunkan egoku dan meminta maaf pada Sherina atas sikap posesif dan cemburuku semalam, pagi ini aku malah disuguhkan dengan pemandangan yang kembali memancing amarahku.

Ingin rasanya kuhancurkan apa saja yang mengganggu pandanganku.

Dan yang mengganggu pandanganku saat ini adalah Rey, asistenku.

Apa dia pikir aku kembali di masa-masa saat aku kesulitan mengontrol emosiku? Batinku.

“Rey, asal kamu tahu saya tidak butuh ke dokter!” tekanku.

“Yang saya butuh kan hanya She-Ri-Na!” Ujarku.

“Jadi tugasmu adalah pikirkan cara agar Sherina bisa kembali dalam genggamanku.”

Rey mengangguk, “Baiklah Tuan akan segera saya laksanakan, saya permisi.”

Keningku mengernyit. “Permisi? Masalahku belum selesai dan kau sudah mau pergi?” tanyaku dengan raut wajah kesal.

“Bukannya Tuan yang memintaku mencari cara agar nona Sherina bisa menjadi milik anda kembali?” tanya Rey memastikan.

“Benar, tapi sebelum itu kau harus memberitahuku apa rencanamu,” balasku.

Rey mengangguk sekali lagi dan kembali mendekat ke arahku.

Dasar ... manusia robot, Batinku.

“Saya akan mencari tahu apa yang terjadi pada nona Sherina selama 7 tahun terakhir. Semoga saja ada celah yang bisa kutemukan untuk menjadikannya milik anda lagi,” ujar Rey.

“Kau benar, cari semua kelebihan dan kelemahan Sherina. Meski harus dengan cara licik, aku harus segera memiliki Sherina kembali hanya untukku,” ucapku bertekad.

“Baik Tuan,” ucap Rey sebelum akhirnya berlalu meninggalkan ruangan kerjaku.

🌸🌼🌸🌼🌸🌼

Aku sudah memperingatkan pada Rey jika hari ini aku sedang tidak ingin diganggu.

Lantas mengapa wanita ular ini bisa masuk ke dalam ruanganku. Sungguh aku yang sudah emosi, makin emosi melihat tingkah menyebalkannya.

“Gibran, apa kamu sibuk?” tanyanya dengan gaya sok manja yang dibuat-buat.

“Bagaimana lu bisa masuk? Bukannya sudah kuberitahu jika tidak ingin bertemu siapa pun!” bentakku.

Soraya tak bergeming. Sepertinya dia tak terpengaruh dengan bentakanku barusan.

Entah mungkin dia sudah terbiasa dibentak, atau memang urat malunya sudah putus semua.

“Aku bukan orang lain, aku calon tunanganmu.”

“Dan asal kamu tahu, asistenmu itu sedang keluyuran. Dia tak berada di tempatnya sekarang.” Jelas Soraya.

Aku sontak tertawa. Hanya orang bodoh yang tak menyadari jika tawaku ini adalah tawa meremehkan.

“Teruslah bermimpi Soraya,” Ujarku.

“Satu-satunya wanita yang akan menjadi tunanganku dan kelak menjadi pendamping hidupku hanyalah Sherina,” sambungku.

Soraya tampak memberengut sebal, namun wanita itu masih tak bergeming dari tempatnya.

“Cepat katakan apa tujuan lu temuin gue? Dan setelah itu silakan lu pergi, gue lagi sibuk!”

Meski sempat mendengus, Soraya lantas mengeluarkan selembar undangan.

Dari yang kubaca, isinya adalah undangan pembukaan butik baru milik bibi Laila yang bertempat di Bali.

Keningku mengernyit, “Maksud lu apa?”

“Aku mau ajak kamu pergi bareng ke acara opening butik bibi Laila,” jawabnya tanpa ragu.

Sekali lagi Soraya membuatku tertawa.

“Yakin banget lu ... Kalau saja lu pintar, harusnya lu tahu siapa yang bakal dampingin gue ke acara itu,” balasku.

Mendengar ucapanku, Soraya sontak tertawa. Kini ganti aku yang mendengus sebal dibuatnya.

“Sepertinya kamu yang yakin banget,” ucapnya.

“Dari yang kudengar, bibi Laila sudah sesumbar mengenai Rafie yang akan membawa teman dekat wanitanya di acara pembukaan itu.”

Meski aku mulai gusar, namun sengaja aku berusaha agar nampak tak terpengaruh.

“Memangnya hanya Sherina teman dekat wanita Rafie?”

“Jika pun memang Sherina bukan masalah bagiku, sebab mereka tetap hanya teman baginya,” lanjutku.

Sebelum Soraya hendak menyahuti ucapanku, aku segera mengusirnya.

“Dan lu, mau pergi sendiri atau perlu gue panggil keamanan?”

Syukurlah Soraya masih percaya dengan ancamanku, jadi cukup mudah bagiku mengusirnya.

🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸

Sesaat sebelum aku meninggalkan perusahaan untuk pulang ke rumah, Reynand datang menemuimuku dan memberi berkas-bekas mengenai kehidupan Sherina selama 7 tahun terkahir.

Rey memang paling bisa kuandalkan untuk urusan menguak masa lalu orang lain, batinku.

Setelah membersihkan tubuhku, aku menuju ruang kerja yang berada tepat di samping kamarku. Sengaja kubuat berdekatan agar lebih mudah jika ingin beristirahat setelah bekerja.

Lembaran demi lembaran mulai kubaca.

Baru di awal saja aku sudah di buat tercengang dengan kenyataan jika ayah dan adik Sherina tewas dalam kecelakaan tunggal.

“Tapi mengapa Sherina sempat mengajukan penyelidikan ulang berkali-kali?” gumamku.

“Apa mungkin dia curiga jika keluarganya bukan kecelakaan tunggal?” lanjutku.

Terlebih saat aku mengetahui fakta jika ibunya berakhir depresi hingga saat ini harus tinggal terpisah dengan Sherina.

Membaca kisah masa lalu Sherina sama seperti membaca novel best seller yang tokoh protagonis nya memiliki kisah hidup bak roller coaster.

Aku sampai tak menyadari jika sebentar lagi dini hari dan aku masih terjaga.

Aku semakin cemburu pada Harsya dan Rafie, tak ada pria selain mereka berdua yang menghiasi kehidupan Sherina selama ini.

Sudah sedekat apa hubungan mereka bertiga? Dan sebenarnya siapa yang menjadi ancaman bagiku? Rafie? Atau Harsya? Batinku.

Aku jadi memikirkan ulang mengenai semua yang terjadi. Bagaimana bisa tiba-tiba Sherina yang muncul sendiri di hadapanku, bahkan berada sangat dekat denganku setelah 7 tahun dia bertahan di tempat yang cukup jauh.

Apa tujuannya? pertanyaan dalam batinku.

Sosok Rafie lalu terlintas di benakku.

Meski harus menurunkan ego, akhirnya aku menghubungi Rafie lewat sambungan telepon.

“Apa alasan lu merekomendasikan Sherina untuk bekerja sebagai dosen di El-fatih?” tanyaku tanpa basa-basi.

Entah bagaimana, namun mulai saat ini jika menyangkut Sherina seperti ada sekat yang membatasi antara aku dan Rafie.

“Lu masih gak ngerti ? Atau pura-pura gak ngerti?” balas Rafie di seberang telepon.

“Apa ada hubungannya dengan kecelakaan ayah dan adiknya?” tanyaku.

“Itu lu tahu jawabannya. Sudah jangan gangguin gue,” ujar Rafie.

“Sebaiknya lu bertindak sekarang, sebelum akhirnya gue yang ambil alih. Gue udah bantu bawa Sherina berada di dekat lu."

"Sebelum Pasha menyadari satu hal penting ... saran gue lu harus cepat bertindak.”

“Itu pun kalau lu benar-benar cinta pada Sherina, sama seperti yang sering lu akuin dulu,” sambung Rafie sebelum mengakhiri panggilan telepon kami.

🌸🌼🌸🌼🌸🌼🌸🌼

Si*l ... Si*l ... umpatku dalam hati.

Menghubungi Rafie bukannya menghilangkan kegelisahanku, namun aku makin dibuat berpikir keras.

Apa hubungan Pasha dengan Sherina? Batinku.

Lalu kembali aku bertanya-tanya pada diriku sendiri, mengapa sampai saat ini aku tak bisa mengakui jika posisi Sherina masih tetap sama di hatiku? Batinku.

“Ada apa dengan diriku? Apa aku suka? Jatuh cinta? Jatuh hati? Atau hanya obsesi padanya?” gumamku sambil merebahkan tubuhku di tempat tidur.

“Jika suka, namun mengapa rasa ini terus bertahan hingga bertahun-tahun. Bahkan setelah aku sempat membencinya.”

“Wanita lain yang lebih dari dirinya juga banyak yang silih berganti mencoba memasuki kehidupanku.”

Aku menghela napas panjang. Mencoba memejamkan mataku yang terus menolak untuk kuajak berkelana ke alam mimpi.

“Jika aku benar jatuh cinta untuk ke sekian kali padanya, apa aku harus menyatakannya sekarang?” gumamku lagi.

Aku tak ingin seperti dulu lagi, mencintainya dalam diam. Membuatnya terluka dan berakhir pergi, batinku.

Aku harus segera bertindak seperti kata Rafie.

Aku mulai takut jika lama kelamaan aku tak hanya jatuh cinta ... tapi juga jatuh hati padanya, lanjutku membatin.

Yah, bisa saja aku telah jatuh hati .... sebab rasanya aku telah mengunci hatiku untuknya.

Semuanya menjadi rumit ketika dengan mudahnya aku bisa mengalihkan perhatianku saat dia datang kembali ke dalam hidupku.

Kuakui hanya dia, hanya dirinya yang bisa memiliki tempat tersendiri di hatiku.

Namun bagaimana jika jawaban yang benar dari semua rasaku ini adalah dia yang hanya obsesiku semata?

Bagaimana jika aku hanya penasaran, ingin tahu rasanya jika kita berdua menjalin kasih? Apakah hal itu termasuk obsesiku saja?

Arrrgghhhh ... masa bodoh! Yang terpenting sekarang, aku menginginkan dirinya hanya untukku seorang, batinku bertekad.

{FLASHBACK OFF}

🌼🌼To be Continued 🌸🌸

1
Fenti
aku mampir
Nur Adam
ljut
Renita Reynaldi
udh berbulan2 kok g d lanjut lgi Thor
orang ilang
aq ikut terharu jadinya 😍😍😍😍
orang ilang
gimana reaksi nya gibran ya, kalo tau sahabatnya sendiri adalah pelakunya😱😱
orang ilang
ayo temui kalau rindu jangan malu malu, ntar malah anu jadinya💃💃
orang ilang
pasha pintar amat bersilat lidah😌😌
orang ilang
begitulah kalau lagi kasmaran, semua fokus akan hilang🤭🤣
Tiya
achhh momen yang sangat dirindukan Sherina ,, akhirnya diwujudkan Gibran dengan suprise ultah untuk bunda dan menyatukan kembali ibu dan anak yang sudah lama terpisah karena depresinya si bunda ..uuuuhhhh Gibran kamu beneran sudah berubah menjadi hangat penuh kasih .
Renita Reynaldi
sebulan sekali yh Thor up nya
💋ShasaVinta💋: Maaf yah kak,
semoga bisa lebih sering yah Kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Tiya
ceritanya sangat bagus thor dan keeereeeeen banget aku sangat suka dengan cerita ini,,,tapi sayang update terlalu lama banget 🤭🤭🤭✌️✌️✌️✌️😘😘😘🥰🥰🥰🥰🥰🥰🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃🏃
Tiya
akhirnya yang ditunggu-tunggu update juga thor,,aku sangat berharap bisa update lancar setiap hari 🤭🤭🤭✌️✌️🥰😘😘😘😘
yeeeeeee detik-detik Gibran akan mengetahui dalang kecelakaan orang tua nya Sherina,,,pasti Gibran syok jika tahu pelakunya adalah sahabatnya sendiri🤔🤔🤔
Tiya
kenapa lama sekali thor update nya,,
Radiah Ayarin
kk mampir nih
💋ShasaVinta💋: makasih kak... 🙏🙏
total 1 replies
Bryand 😎🎤🎧
rate 5 untuk milly 😘😘😘
El Tin
baru mampir lagi
Renita Reynaldi
akhirnya up juga Thor,aku menunggu sekian abad🤭💪KK othor
💋ShasaVinta💋: makasih kak.... smoga BS UP rutin LG di NT 🙏🙏
total 1 replies
Andropist
tulisannya rapi keren. Diksinya bagus
🦋⃟💎⃞⃟𝘼𝙇𝚏𝚒𝐞𝐞𝐫𝐚.༄㉿ᶻ⋆ ❤
baru...hadirr thorr
Sani Norine
lanjut dong
💋ShasaVinta💋: soon ... 🙏🙏🙏 makasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!