Novel ini bisa di baca untuk semua usia.
Beratus-ratus tahun yang lampau, hiduplah seorang putri yang bernama Gu Fang Yin. Dia adalah keturunan Kaisar Benua Timur yang selamat dari sebuah pemberontakan. Dia menyembunyikan identitasnya dan berjuang menjadi lebih kuat untuk membalas dendam dan membersihkan nama baik keluarganya.
Sebenarnya jiwa Fang Yin telah mati dan terganti oleh jiwa seorang dari dunia modern yang bernama Agata Moen. Jiwanya terkunci di dalam tubuh Fang Yin setelah Dokter Agata mengalami kecelakaan dan mati. Semua itu terjadi karena mereka mempelajari kitab yang sama yaitu Kitab Sembilan Naga.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Cerita ini murni imajinasi penulis dan tidak ada hubungannya dengan kisah atau imajinasi penulis lain. Mohon maaf jika banyak memiliki perbedaan tingkatan kultivasi dan lain sebagainya.
Terima kasih atas dukungan reader setiaku, tanpa kalian semua aku bukanlah apa-apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ria aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Ingatan Palsu
Di dalam dunia ilusi, Fang Yin merasa dirinya sedang berada di istana kekaisaran Gu. Dia melihat ayahnya, keempat ibunya dan kedua kakaknya. Mereka tampak bergembira menikmati makan malam di sebuah ruang perjamuan.
Fang Yin melangkah memasuki ruangan itu ditemani oleh dua orang dayang yang selalu melayaninya.
"Oh, putriku sudah datang rupanya. Kemarilah, Sayang!" Kaisar Gu melambaikan tangannya meminta Fang Yin untuk mendekat kepadanya.
Fang Yin pun berjalan menghampiri ayahnya lalu duduk bersimpuh di sampingnya.
"Ayah!" panggil Fang Yin berkaca-kaca.
"Hei! Kenapa putri kesayangan ayah bersedih? Siapa yang menyakitimu?" Kaisar Gu memeluk Fang Yin dan mencoba menenangkannya.
"Aku merindukanmu, Ayah!" bisik Fang Yin lirih.
Semua anggota keluarganya menyapa Fang Yin satu persatu. Mereka mengambilkan makanan kesukaan Fang Yin dan meletakkannya di depannya. Selir kedua yang biasanya acuh pun terlihat perhatian padanya.
'Tidak ... tidak! Ini bukan kehidupanku. Ini adalah impianku yang tidak pernah terwujud karena mereka semua telah mati, begitu juga dengan diriku. Saat ini aku adalah Agata Moen. Kami sekeluarga telah dibantai habis dan aku tidak tahu selir Ning dan ibu masih hidup atau tidak.'
"Sayang, kenapa kamu melamun? Makanlah!" Kaisar Gu membimbing Fang Yin untuk menghadap ke meja makan dan mengambil makanannya.
Fang Yin tidak bergeming. Dia terus menatap Kaisar Gu dengan pandangan yang sulit di mengerti. Fang Yin melihat ketidakberesan dalam perhatian sang ayah. Meskipun dahulu dia sangat menyayanginya tapi tidak pernah merendahkan wibawanya sebagai seorang kaisar untuk melayaninya mengambil makanan untuknya.
Diam-diam Fang Yin mengeluarkan Qi Awan Salju dan Qi Cahaya Emas dari kedua telapak tangannya dan membentuk sebuah teratai es.
Setelah terbentuk dengan sempurna, Fang Yin melepaskan teratai es itu dan menekannya ke dada Kaisar Gu.
"Aarrgh!" pekik Kaisar Gu saat tubuhnya terdorong mundur beberapa meter.
"Yin'er! Apa yang kamu lakukan?!" teriak semua orang yang ada di ruangan itu.
Boomm! Boom!
Fang Yin melepaskan bola-bola energi ke arah keluarganya yang lain. Mereka menghilang tak berbekas dan ruang perjamuan itu berubah menjadi sebuah tempat yang dipenuhi kabut tebal. Fang Yin berjalan mendekat menghampiri sosok Kaisar Gu yang sedang terluka.
"Siapa kamu sebenarnya?!" pekik Fang Yin dengan teratai es yang lebih besar dari sebelumnya.
"Yin'er! Ini ayah! Apa yang kamu lakukan? Kamu ingin membunuh ayahmu sendiri?" pekik Kaisar Gu dalam ilusi Fang Yin.
"Ayahku memang sudah mati! Kamu siapa, berani-beraninya menyamar sebagai ayahku!" Fang Yin berada dalam jarak kurang dari satu depa dari Kaisar Gu.
Saat Fang Yin melemparkan teratai es miliknya, Kaisar Gu palsu itu melompat ke atas dan menghindari serangan Fang Yin.
Tubuhnya berangsur-angsur berubah menjadi seekor naga emas. Naga yang sama dengan naga yang menemui Jian Heng. Sebenarnya naga itu berwujud fana dan bisa membagi dirinya menjadi beberapa ekor sebanyak kultivator yang hadir di Telaga Bias Pelangi.
"Gadis cerdik! Kamu sangat pemberani. Aura membunuhmu sangat mengerikan!" Naga itu mengeluarkan suara seperti layaknya manusia.
"Sudah aku duga. Aku tidak akan tertipu olehmu! Kamu menyamar menjadi orang yang salah!" Fang Yin tersenyum di balik cadarnya.
"Aku salut padamu! Kamu orang pertama yang berhasil mengecohku dengan ingatan palsu." Naga itu terlihat mengeluarkan energi berwarna putih menyerupai Qi Awan Salju milik Fang Yin.
"Apa kamu ingin menyerangku dengan Qi dasar yang aku miliki?" tanya Fang Yin menatap Naga itu curiga.
"Kamu terlalu waspada! Aku hanya ingin memberikan apa yang sudah aku janjikan pada siapa saja yang berhasil melalui dunia ilusi ini." Qi Naga Suci yang terkumpul di tangannya mulai mencapai jumlah maksimal.
"Baiklah! Aku telah siap menerimanya!" Fang Yin membuka seluruh titik meridiannya untuk meminimalisir tekanan besar dari Qi Naga Suci yang begitu menyakitkan.
Naga emas terkejut merasakan aura binatang roh naga yang menyelimuti tubuh Fang Yin. Kedua binatang roh itu memberi tatapan peringatan pada naga emas di luar kendali Fang Yin. Hanya naga emas saja yang bisa melihat tatapan mengintimidasi kedua roh naga itu.
****
Bersambung .....