NovelToon NovelToon
Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Dijual oleh keluarganya sendiri sejak kecil, Viona Lin tumbuh sebagai pembantu keluarga Jiang. Hidupnya berubah ketika ia dipaksa mendonorkan ginjalnya untuk menyelamatkan Dylan Jiang, pewaris keluarga yang berkuasa.

Mengetahui pengorbanan itu, Dylan membawa Viona pergi dari keluarga Jiang. Namun alih-alih mendapatkan kebebasan, Viona justru terjebak dalam perhatian dan obsesi Dylan yang semakin sulit ia hindari.

Ketika seorang pria bertekad menjadikan dirinya miliknya selamanya, masih bisakah Viona menemukan jalan untuk bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Dylan telah selesai menjalani pemeriksaan lanjutan terhadap ginjal yang baru ia terima.

“Tuan Jiang, kondisi Anda sangat baik,” ucap Dokter Xu sambil menatap layar hasil pemeriksaan lalu mencatat sesuatu di lembar laporan. “Proses adaptasi ginjal berjalan cepat. Tidak ada tanda penolakan, dan sejauh ini tidak ditemukan efek samping berarti.”

Namun Dylan tidak terlihat lega.

Tatapannya justru semakin tajam.

“Beritahu siapa pendonornya,” ucapnya tegas, tanpa basa-basi.

Dokter Xu langsung berhenti menulis. “Maaf, Tuan… mengenai identitas pasien itu, pihak rumah sakit tidak bisa memberitahukan.”

“Aku adalah penerima ginjal ini,” suara Dylan mulai dingin, dan aku rasa aku berhak mengetahui siapa pemiliknya.”

Dokter Xu menghela napas pelan, mencoba tetap tenang.

“Tuan Jiang, sesuai prosedur dan permintaan keluarga pendonor, identitas tidak boleh dibuka dalam kondisi apa pun. Kami hanya menjalankan aturan—”

“Berapa lama lagi kalian mau bersembunyi di balik kata aturan?” potong Dylan tajam.

“Aku tidak peduli prosedur,” ucapnya rendah namun tegas. “Aku hanya ingin jawaban. Wanita atau pria? Tinggal di mana? Dan apakah dia masih hidup?”

Dokter Xu terdiam.

“Tuan Jiang…” suara dokter itu melemah, “kami benar-benar tidak memiliki akses ke identitas lengkapnya. Yang kami tahu hanya kode pasien anonim dan status kritis saat operasi dilakukan.”

Dylan mengepalkan tangannya perlahan.

“Jadi kalian ingin aku percaya aku menerima organ dari seseorang yang bahkan kalian sendiri tidak bisa jelaskan keberadaannya?”

Dokter Xu tidak menjawab.

Dylan menarik napas pelan, lalu tersenyum tipis—bukan senyum hangat, tapi dingin dan penuh keputusan.

“Kalau kalian tidak bisa memberitahuku lewat cara baik,” ucapnya pelan, “maka aku akan mencari cara lain.”

“Apa maksud Anda, Tuan?” tanya Dokter Xu, suaranya mulai bergetar.

“Memindahkanmu ke tempat terpencil dan menjadikanmu dokter di sana selamanya,” jawab Dylan dingin, penuh tekanan.

“Tuan Jiang, ini… kami benar-benar tidak tahu siapa dia,” ucap Dokter Xu dengan wajah cemas.

“Tidak tahu?” Dylan menyipitkan mata. “Aku bukan anak kecil. Pikirkan baik-baik sebelum kau terus berbohong padaku.”

“Tuan Jiang,” Dokter Xu mencoba menjelaskan, “pihak rumah sakit memang tidak diberi identitas lengkap gadis itu. Saat itu… keluarga Anda sendiri yang membawanya ke sini.”

“Dokter Xu,” Jay langsung menyela, “maksud Anda Tuan Besar Jiang dan Nyonya?”

“Iya,” jawab Dokter Xu cepat. “Gadis itu dibawa dalam kondisi… tidak sepenuhnya sukarela. Dia menolak. Bahkan memohon agar tidak diambil apa pun dari tubuhnya. Tapi Tuan Besar Jiang dan Nyonya tetap memaksa. Kami hanya bisa menjalankan prosedur yang sudah mereka tanda tangani.”

Jay menatap Dylan dengan tegang.

“Siapa gadis itu sebenarnya?” tanya Dylan akhirnya, suaranya rendah.

Sebelum Dokter Xu sempat menjawab, ia melanjutkan dengan cepat, seolah ingat sesuatu.

“Suster pernah mendengar percakapan waktu itu. Gadis itu… seperti ‘dibeli’ oleh keluarga Jiang. Jadi dia diwajibkan memenuhi apa pun yang diminta keluarga Jiang.”

Jay mengerutkan kening.

“Apakah keluarga Jiang pernah membeli seseorang gadis sebelumnya?” gumamnya pelan.

Dylan menjawab tanpa menoleh, suaranya datar.

“Aku tidak pernah pulang sejak keluar negeri sampai sekarang. Jadi aku tidak tahu apa yang terjadi di rumah ini.”

“Dokter Xu,” tanya Jay, “siapa nama gadis itu?”

Dokter itu tampak ragu, mengingat-ingat dengan serius.

“Kalau tidak salah dengar… namanya Vi… Viona.”

Nama itu jatuh seperti beban di tengah ruangan.

“Viona?” Dylan mengulang pelan.

Matanya sedikit menyipit, seperti mencoba menggali ingatan yang tersembunyi.

“Nama ini… tidak asing.”

Jay mengangguk pelan, berpikir keras.

“Viona… aku juga merasa pernah mendengarnya,” gumamnya. “Tapi di mana…”

“Selain itu, apa lagi yang mereka bicarakan?” tanya Dylan, suaranya makin rendah.

Dokter Xu menelan ludah sebelum menjawab.

“Gadis itu… menerima ancaman dari Tuan Besar Jiang. Jika dia menolak, maka biaya pengobatan adiknya akan dihentikan.”

Jay menoleh cepat ke Dylan, sementara tangan Dylan yang tadi di sisi tubuhnya perlahan mengepal.

“Adik?” ulang Dylan pelan.

“Iya,” lanjut Dokter Xu. “Itu satu-satunya kelemahan yang digunakan. Kami mendengar dia sangat bergantung pada biaya pengobatan adiknya.”

Dylan mengalihkan pandangannya, tajam.

“Bagaimana kondisi tubuhnya saat itu?” tanyanya.

Dokter Xu ragu sejenak, lalu menjawab jujur.

“Buruk. Tidak bergizi, sangat kurus. Dia seperti mengalami kekerasan fisik dan mental dalam waktu lama. Tapi kami… hanya dokter. Kami tidak punya kuasa untuk menghentikan keluarga Jiang.”

“Lanjutkan,” kata Dylan dingin.

“Setelah operasi,” lanjut Dokter Xu, “dia tidak pernah kembali untuk kontrol lanjutan. Hanya mengandalkan obat yang kami sarankan sebelumnya. Padahal dalam kondisi seperti itu, dia seharusnya dirawat lagi. Luka operasi masih belum sepenuhnya pulih. Tubuhnya masih sangat lemah. Jika tidak dijaga dengan benar, kondisinya bisa sangat berbahaya.”

Dylan terdiam lama.

“Jadi dia pergi dalam kondisi seperti itu,” ucapnya pelan

“Benar, Tuan Jiang.”

Dylan kemudian beranjak dari ruangan tanpa basa-basi.

Langkahnya cepat, tegas, dan tidak menyisakan ruang untuk siapa pun menghentikannya.

Jay segera mengikuti dari belakang.

“Tuan, kita mau ke mana?” tanya Jay.

“Pulang ke rumah,” jawab Dylan singkat.

“Ke rumah Tuan Besar?” Jay memastikan.

Dylan tidak langsung menjawab sampai mereka masuk ke lorong rumah sakit yang dingin.

“Aku penasaran,” ucapnya akhirnya, suaranya rendah dan tajam, “Viona itu siapa… dan sejak kapan papaku yang ‘baik’ itu membeli seorang gadis untuk dikorbankan.”

1
erviana erastus
sujud syukur aku....selamat atas kehancuran kalian, 👏🏻👏🏻👏🏻
merry
kejam nuga dilan wkkkk adik se ayah pun gk peduli krn perbuatan orgtua yg jdi penghianat dan pelakor,, mntp dil
merry
bnr tu Jay 😆😆klo bls budi cukup ksh uang yg bnykk beres knn ksh saham juga bisa,,, in dr segala bju pun di atur in mah menlebhin seorg suami yg syg bgtt sm istrinya,, pdhl tau sndri bis mu dan vio bukn pasutri pcr juga buknn
erviana erastus
senangnya aku lihat 3 orang ini hancur lebur 🤭
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
sekali kali di buat tersadar krn selama ini g sadar sadar
erviana erastus
sujud syukur aku 🤭 hancur kalian bertiga manusia2 zholim dan serakah
merry
ngs bls perbuatan Bpk mu yg selingkuh buang kmu demi selingkuhn ya,,, blm lg viona dijadiin babu dan gaji
Henny Syafrida Rani
up terus Thor 😍 lagi seru banget ini
erviana erastus
habis kau delvin .... puas aku 🤭
erviana erastus
langsung eksekusi aza dylan terutama si moly ular
erviana erastus
cuma gtu doang mana ngepek buat dua orang ini 😏 lakukan tindakan tegas semisal blokir semua pendonor biar tau rasa tuh plakor....
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah dylan masih ada di rumah
erviana erastus
asyik semoga mereka berdua di eksekusi dylan ya setidaknya jual ginjal sama hati mereka 🤣
erviana erastus
habis kau pak tua ... beruntung dokternya langsung tlp dylan
merry
penghianat mati matian berjuang demi ank perselingkuhan y sdgk ank kandung y di lwan,,, emng kamprett tu delvin blm tentu sani itu ank mu x bisa jdi dh hamil tu moly
Maria Mariati
delvin masuk jebakan Dylan😁😁😁
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
ooo jelas tidak bisa, dylan sudah mempersiapkan semuanya. viona g bakalan tersentuh lagi sama kalian
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lapor ke dylan dokter Xu
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
yaAllah jajaran bgt jd orang, semoga dylan bisa mencegah kekejaman keluarga nya ibu tirinya
erviana erastus
kirain bunting ternyata lbh parah moga cepat kealam baka, kau sentuh viona pak tua siap2 umurmu bakalan pendek ayo dylan sikat habis 3 iblis ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!