DILARANG BOOM LIKE,
Ling wei adalah salah satu tokoh pendukung yang harus diperankan lea. Ling wei lemah, tidak berani melawan, pendiam dan penurut.
sejak lea yang memerangkannya, dia mengubah nasib ling wei menjadi karakter utama dalam novel. Bahaya dan hambatan selalu membuat lea terjatuh, demi bisa mengubah dirinya dalam novel, lea bangit dan memulainya lagi.
kerja keras dan usaha lea tidak sia-sia. Dia berhasil menjadi tokoh utama dalam cerita.
ig: wahyuniunit2
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UNI NANNI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi baru
Ling wei terus memperhatikan clara, dia meresa sesuatu yang janggal. Ling wei mendegar suara aneh kembali. Terdengar begitu keras, membuat ling wei menutup kuping telinga.
"Apa apa dengan ling wei, dia bertingkah aneh?" Ejek teman-teman.
"Ling wei orang aneh, tidak perlu di perhatikan" timpah yang lain ketika melihat ling wei menutup telinga dengan ekspresi ketakutan.
Clara melihat sekilas, dia tidak peduli. Fui man tiba-tiba datang, di iringi suara aneh menghilang. Ling wei membuka tangannya perlahan mencoba mendengar suara aneh, tetapi sudah tidak ada.
Fui man yang baru masuk ke kelas, melempar tasnya di meja. Semua orang memandang ke arahnya. Clara yang duduk di dekatnya, hanya memandang sekilas.
Ling wei melihat fui man yang kesal, tetapi sesuatu menarik perhatian ling wei. Tangan fui man seperti buram di mata ling wei. Ling wei menggosok matanya untuk memastikannya, tetapi tangan fui mam hilang beberapa saat dan muncul kembali.
Ling wei heran dan terkejut, dia menghampiri fui man. Ling wei memegang tangan fui man. Fui man melepas tangannya dari gengaman ling wei.
"Kau kenapa lagi? Aku tidak mau di ganggu" fui man begitu kesal, sampai mendorong ling wei mundur.
Ling wei tidak peduli ocehan fui man, dia terus memperhatikan tangan fui man.
"Apa yang terjadi? Apa hanya aku yang bisa melihatnya?" Guman ling wei dengan kebingungan.
Suara aneh muncul ketika ling wei melamun. Ling wei terkejut dan berteriak sambil menutup kuping telinganya.
"Aaaa..." ling wei menutup erat-erat telinganya tetapi dirinya masih bisa mendegar suara aneh dengan keras.
Semua orang yang berada di kelas mengira jika ling wei gila. Mereka menertawakan, sementara fui man heran melihat ling wei di depannya.
Clara sempat melirik kemudian fokus membaca buku kembali. Dia begitu tidak peduli.
Ling wei berlari ke luar kelas, menghindari suara aneh yang tidak tau dari mana asalnya. Ling wei menabrak beberapa siswa lain yang berjalan di lorong.
Suara aneh menghilang ketika ling wei berada di taman. Ling wei bernapas lega, mengatur nafasnya yang hampir hilang.
Cahaya muncul dari danau, pacarannya membuat mata ling wei silau sesaat. Ling wei penasaran, apa yang terjadi di danau.
Ling wei melangkah ke danau untuk memastikannya. Jangtung ling wei berdetak kencang, suatu akan terjadi.
Tidak ada siapapun di danau, pacaran cahaya berasal dari danau, tetapi ling wei tidak menemukan seseorang di sini.
Di saat ling wei ingin kembali, suara yang ling wei kenal memanggilnya.
"Lea...." orang tersebut memanggil ling wei dengan nama yang tidak pernah di ketahui semua orang di dalam novel.
Ling wei mencari, tidak menemukan siapapun. Sampai akhirnya ling wei melihat ke arah danau, ling wei terkejut. Melihat dirinya bersama soo hee di pancaran danau yang jernih.
"Aku mungkin bermimpi" kata ling wei memukul wajahnya berusaha keluar dari mimpi. Tetapi ling wei hanya merasa sakit dan bayangan dalam danau belum hilang.
"Soo hee..." kata ling wei perlahan yang di balas senyuman oleh bayangan soo hee.
Ling wei mundur, merasa ketakutan dengan dilihatnya. Dia tidak pernah bertemu hantu dan sekarang di dalam novel dia bertwmu hantu dan bisa berbicara dengannya.
"Jangan takut lea, aku soo hee, sahabatmu. Aku datang membawa kabar padamu" kata soo hee yang semakin membuat ling wei heran. Soo hee memanggil dirinya sebagai lea, bagaimana bisa?
Sebelum melangkah maju, ling wei alias lea mengatur nafas. Berusaha melawan ketakutannya.
Ling wei mengintip ke dalam danau sebelum melihat seutuhnya.
"Soo hee, kau mengetahui jika aku bukan ling wei tetapi lea?" Ling wei bertanya walau dirinya masih gemetar ketakutan.
"Aku tau, di dekatku adalah ling wei yang asli"
Ling wei melihat orang yang mirip dengan dirinya di dekat soo hee, dia berpikir jika bayangan itu adalah dirinya yang terpantul ke dalam danau. Jadi dia adalah ling wei yang asli pemilik tubuh yang saat ini di tempati lea.
"Aku mengerti, katakan apa yang ingin kau beritahu padaku?" Tanya ling wei yang sudah merasa tenang. Walau kaki dan tanganya maaih bergemetar, ling wei sudah mulai berani.
"Dunia novel ini akan berakhir, kau harus menyelamatkannya lea" kata soo hee dengan wajah sedih. Ling wei bisa melihatnya, walau di dalam bayangan.
"Akan berakhir? Apa maksudnya?" Ling wei tidak mengerti, dia tidak pernah membaca di dalam novel jika dunia novel akan hancur.
Ling wei berpikir, mencoba mengingat. Tetapi semua kejadian, dia tidak merasa pernah membaca jika cerita dalam novel akan segera berakhir.
Ling wei teringat dengan perkataan fita, novel yang dia baca masih ada kelanjutannya.
"Lea, pendatang baru, dia adalah temanmu fita yang masuk ke dalam novel juga. Kau harus menyadarkannya agar bisa kembali ke duniamu. Misi clara adalah mengoceh jalan cerita novel dan membuatnya hancur. Kau tidak boleh membiarkannya, hentikan atau tidak sama sekali" kata soo hee sebelum menghilang.
Ling wei bingung, otaknya belum menagkap apa yang di katakan soo hee. Yang jelas, soo hee menyebutkan nama fita.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
"jika clara adalah fita, berarti fita sudah mengetahui jalan cerita di novel ini juga. pantes saja, semua kejadian yang menimpah woobin, clara bisa mengetahuinya"
Ling wei harus mencari cara untuk bisa menyadarkan fita. Dia tidak punya pilihan, ling wei sudah tidak betah berada di novel. jika misinya selesai, maka dia sudah bisa kembali ke dunianya.
"Baik, misi ini aku terima" kata ling wei dengan yakin.
Ling wei begitu yakin bisa menyadarkan fita, jika yang di katakan soo hee benar, jika clara adalah fita, maka mudah bagi lea untuk menyadarkannya. Fita sahabat lea, maka mudah bagi ling wei untuk membuatnya sadar. Dengan begitu, ling wei dan clara bisa kembali menjadi lea dan fita.
"Aku sangat merindukan bunda, sebentar lagi pasti akan bertemu" kata ling wei penuh harapan.
Rasa rindu semakin hari semakin berat, lea tidak bisa memeluk bunda. Rasanya sangat sulit untuk mejalani sehari-hari tanpa ocehan dari bunda rani.
udah dibuat penasaran 😕
Authornya gemar banget buat pembacanya penasaran 😂😂😂
Auto ngebut 😈😈
Panggung, tokoh pendukung, dan lain-lain! Yang kutangkep, So-hee ini udah sadar ya?
My Ice girl saranghae mampir ksih dkungan..
semangat ya..
klo smpat mampir jg..