Seorang prajurit sudah selayaknya setia dan tegas dalam setiap tindakan, lalu bagaimana jika seorang prajurit muda memiliki dua pacar sekaligus? Dan tak bisa melepaskan salah satu pacarnya karena sumpah yang tak mungkin dilanggar? baca selengkapnya hanya di noveltoon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 33
22.03 WIB , PARKIRAN MOBIL
Rian kembali ke mobilnya , berpikir bagaimana cara untuk menjemput Dwi tanpa bertemu Salma . Serta mempertimbangkan apakah dia memberitahu Bagas sekarang atau tetap menyembunyikannya sendiri.
"Ahh ! Bagaimana bisa urusannya makin rumit . Berita ini sangat penting apa sebaiknya aku menelepon Bagas ?" memutar-mutar ponselnya, bingung antara menelepon Bagas atau tidak .
Saking paniknya , Rian sampai melupakan Dwi .
Nada panggilan khusus untuk Dwi semakin jelas dan keras , secepat mungkin dia menerimanya dan meminta Dwi untuk langsung ke parkiran .
"Iya sayang ! Aku baru sampai tadi agak macet . Aku udah di parkiran kamu langsung kesini aja !"
Dwi berpisah dengan keduanya menuju ke parkiran mobil , Rian yang telah menunggunya langsung membukakan pintu dan melesat pulang .
Sepanjang jalan Rian tampak bingung dan cemas , tetapi setiap kali ditanya mengapa selalu mengelak . Dwi mengira marah dengannya atau bisnisnya bermasalah ,
"Sayang ! Kamu mengapa tegang gitu ? Kamu marah atau ada masalah ?" tanya Dwi mengiba .
Rian menatap Dwi sejenak dan mengatakan "Tak ada masalah , aku hanya lelah." Kemudian kembali fokus ke jalanan yang masih ramai .
Tak banyak yang bisa Dwi lakukan , dia tau Rian bukanlah orang yang pandai berbohong dan memilih diam saat bermasalah .
23.29 WIB , RUMAH RIAN
Satu jam setelah pulang , Rian tak jua bisa tidur .
Otaknya bercabang ke mana-mana "Aku tak pandai menyimpan rahasia perlahan mereka semua akan tau , tetapi..."
Note : ayo guys dukung author dengan donasi like kalian , satu like dari kalian membantu banyak untuk author..
"tetapi Bagas akan sulit menjauh dari Salma jika tidak aku beritahu." Keputusan terakhirnya sebelum dia benar-benar insomnia hanyalah memberitahu Bagas .
Tanpa mempedulikan sinyal Bagas dia langsung meneleponnya , cukup lama Bagas untuk mengangkat telepon darinya .
Mungkin di barak malam ini dia tertidur nyenyak hingga tak mendengar panggilan dari kawannya .
"Hallo Ian ! Ada apa malam-malam gini telepon ?" Samar terdengar Bagas menguap dan merontokkan tulang-tulangnya . "Ini berita penting ! Kamu harus mendengarnya baik-baik."
Bagas keluar dari baraknya menuju sebuah menara jaga di sebelah , meski Rian mengucapkan dengan tegas di sana hanyalah potongan kata . Satu-satunya tempat paling cocok menerima telepon menara itu ,
"Baik ! Aku telah mendapatkan sinyal yang lebih baik tetapi katakan perlahan , aku masih mengantuk." Pinta Bagas dari puncak menara jaga .
Sambil menatap langit malam yang dipenuhi awan gelap Bagas mendengarkan cerita Rian , sekali dua kali sinyal melemah namun tak sampai memutus teleponnya .
Mendengar cerita Rian , Bagas tak terdengar kaget dan cemas karena tiada cukup tenaga untuk mengungkap emosi itu . "Kau tak kagetkah ? Atau kau sudah tau ?"
Dengan sisa kesadarannya Bagas membalas Rian "Belum ! Aku belum tau tetapi tenagaku tak cukup tuk kaget."
"Besok aku pikirkan , kalau tak ada yang penting lagi aku balik tidur , dah !" pungkas Bagas dan turun dari menara jaga .
Rian akhirnya bisa menutup hari ini dengan lega meskipun respons Bagas tak seperti yang dia bayangkan . Hitungan detik kesadarannya sudah hilang sepenuhnya di atas ranjangnya yang nyaman.
Malah Bagas yang amat lelah dan menahan kantuk itu yang tak bisa tidur . Mata dan seluruh tubuhnya telah berisitirahat kecuali otaknya , cerita Rian rupanya telah masuk terlalu dalam dan membuatnya terjaga .
Bagas masih bisa mendengarkan dengkuran teman-teman satu baraknya karena otaknya tak jua mau berhenti memikirkan tentang pertemuan salma dan Siwi . Bagas sedang mengambang di antara sadar dan tidak .
Note: ayo dukung author dengan like , komentar terbaik kalian untuk cerita ini , jika kalian suka silakan tinggalkan vote , dan rate 5..thx😄
happy ending donk
huffffft
smg buruan ketemu jodohnya
dah runyam ne mslh Lo
kabuuuuuur
gw jg mo bantu lo
jgn buka malu Bagas donk sayang!!!!!!
biarlah dicintai dr pd mencintai
biar Salma gak di PHP in
Seringkali bikin resah. Gundah tak berakhir.
Dan ketika semua pada titik akhir dari kerinduan.....namun....
Benar, perempuan tak mungkin menghubungi duluan. Rasanya tabu
saling dukung yuuu dengan novel terbaru ku "Love Winter"
Terimakasih