NovelToon NovelToon
Tentang Bintang & Galaksi

Tentang Bintang & Galaksi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Romantis / Tamat
Popularitas:29.2k
Nilai: 5
Nama Author: Chika Ssi

"Kamu itu nggak pantas ikut lomba! Berkacalah! Lihat wajahmu yang buruk itu! Dipenuhi bercak putih yang tak jelas! Kurasa itu salah satu alasan, kenapa kamu dicampakkan sama keluargamu sendiri!" ~ Bulan Purnama

"Jika bisa memilih, aku juga ingin memiliki wajah cantik sepertimu, Bulan. Mengenai lomba ini, aku hanya mengikuti lomba baca puisi. Bukan lomba kecantikan. Apa orang sepertiku tidak pantas memiliki prestasi walau hanya secuil?" ~ Bintang Kejora.

"Kamu itu unik! Nggak usah dengerin apa kata orang! Pura-pura tuli dan buta, terkadang bisa jadi alternatif terbaik dalam hidup! Ingat, setiap orang itu dilahirkan spesial! Dan kamu adalah salah satunya!" ~Galaksi Milkyway.

(Kisah ini berdasarkan pengalaman pribadi author yang didramatisir 😂😂😂)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika Ssi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemulihan Mental Bintang

Keringat dingin mengucur di balik piyama yang dipakai oleh Bintang. Tubuhnya menggigil karena kembali teringat dengan kelinci berlumuran darah dengan leher yang hampir putus. Area bawah mata gadis cantik itu kian menghitam. Tubuh rampingnya terlihat semakin kurus dan tak terawat.

Seminggu sudah Bintang mengalami trauma yang lumayan berat. Dia benar-benar enggan hanya untuk sekedar keluar rumah. Jangankan keluar rumah, dia bahkan melarang sang ibu jika hendak membuka tirai kamarnya.

"Bintang," ucap Bu Pelangi lirih. Kedua tangannya sibuk membawa nampan berisi semangkuk bubur ayam dan segelas susu coklat.

Bintang hanya menggeser tubuhnya hingga kini menghadap ke arah pintu. Dia tetap bergelung di dalam selimut dan enggan keluar dari kenyamanannya itu. Bu Pelangi mulai mendekat, meletakkan nampan ke atas nakas, kemudian mendudukkan dirinya ke atas ranjang. Dia mengusap lembut puncak kepala Bintang sambil tersenyum lembut.

"Ayo, makan. Hari ini abang pulang buat bantu kamu. Bukankah kamu selalu merasa nyaman jika sudah menceritakan beban hatimu kepada abang?"

"Aku sedang tidak ingin membicarakan hal itu, Bun. Rasanya kelinci itu masih terus berada di depanku ketika membuka mata." Tubuh Bintang kembali bergetar ketika mengingat lagi bingkisan terburuk sepanjang karirnya itu.

"Kalau begitu, makan dulu, ya? Bunda suapin. Kasihan tubuhmu jika tidak diberi asupan makanan. Bukankah kamu ingin bertemu para fans dan menyapa mereka ketika pemutaran perdana film?"

Kata 'fans' membuat sedikit semangat Bintang kembali. Gadis itu menyingkap selimut dan duduk bersandar pada kepala ranjang. Bu Pelangi mengambil mangkuk berisi bubur beras, yang di atasnya penuh dengan suwiran ayam, kacang goreng, kentang goreng, seledri, dan disiram dengan kuah santan berwarna kuning. Dia mulai menyuapkan bubur itu ke dalam mulut Bintang.

Setelah menghabiskan semangkuk penuh bubur ayam dan segelas susu, Bintang merasa kembali bertenaga. Wajahnya yang pucat pasi kini berubah menjadi sedikit lebih merona. Bu Pelangi tersenyum lembut kemudian beranjak meninggalkan Bintang.

"Bunda ke dapur dulu, ya?"

"Iya, Bunda." Bintang tersenyum lebar.

Hati Bu Pelangi seakan diguyur air es melihat Bintang yang kembali bersemangat. Dia menuruni anak tangga satu per satu untuk menuju dapur. Setelah sampai dapur, Bu Pelangi langsung mencuci mangkuk dan gelas bekas makan Bintang. Tak lama kemudian, terdengar suara dentingan bel. Bu Pelangi mengernyitkan dahi.

"Siapa jam segini bertamu?" Bu Pelangi melirik arloji yang melingkar di tangannya. Jarum pendek menunjukkan angka tujuh. Dia melangkah menuju pintu dan memutar tuas. Setelah pintu terbuka lebar, sosok gagah Gala sudah berdiri di depan pintu.

"Ka-kamu kenapa ke sini?"

"Bunda, apa kabar?" tanya Gala lesu.

Bu Pelangi meneliti setiap inci wajah tampan Gala. Ada gurat kelelahan di sana. Area bawah matanya menghitam menandakan kurang tidur. Beberapa jerawat menghiasi pipi. Rambut lelaki itu terlihat acak-acakan dan kusut.

"Kamu kenapa berantakan begini? Kenapa ke sini sepagi ini?" cecar Bu Pelangi.

"Aku ingin bertemu Bintang, Bun. Boleh?"

"Bintang sedang tidak ada di sini. Dia sedang berlibur. Pergilah!" Bu Pelangi mencoba mengusir Gala, ia kembali teringat ancaman si pengirim kelinci misterius.

"Bintang ada di sini 'kan, Bun?" Bahu Gala merosot dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Bu Pelangi yang tidak tega akhirnya mengalah. Dia menghembuskan napas kasar kemudian mengajak Gala masuk. Perempuan itu langsung mengiring Gala menuju kamar Bintang. Bu Pelanginmengetuk pintu, dan masuk ke kamar sang putri setelah mendapatkan ijin.

Di dalam kamar, Bintang sedang berdiri di dekat jendela sambil menatap pepohonan rimbun yang tertiup lembut oleh angin pagi. Senyum tipis terukir di wajah cantiknya. Melihat Bintang baik-baik saja membuat mata Gala kembali berbinar.

"Bintang ...."

Bintang menoleh ke arah Gala dan menelan kembali senyumnya. Perasaan cemas mulai merayap ke hati gadis itu. Dia kembali teringat dwengan ancaman si pengirim bingkisan misterius. Bintang mundur sat langkah ketika Gala mendekatinya.

"Gala, tolong jangan mendekati aku. Aku takut." Tubuh Bintang mulai bergetar hebat karena rasa takut yang kembali menguasai dirinya.

"Aku sudah mengetahui semuanya dari Mentari. Aku akan ikut membantu mencari orang yang sudah membuatmu menjadi seperti ini." Gala menatap nanar ke arah Bintang.

"Gala, tolong jangan temui Bintang sementara waktu. Dia butuh ruang untuk kembali pulih dari traumanya. Awan hari ini akan pulang untuk membantunya sembuh." Bu Pelangi menepuk pelan bahu Gala, berharap lelaki di depannya itu memahami kondisi Bintang.

"Baiklah, kalau begitu Gala pulang dulu, Bun." Gala balik badan dan berjalan gontai meninggalkan Bintang dan Bu Pelangi. Melihat kondisi Bintang yang terlihat sangat trauma membuat Gala kehilangan harapan untuk bisa bersama Bintang. Dia kelar dari kediaman dokter langit dengan hati gamang.

***

"Bintang, dengarkan Abang. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Kami akan selalu melindungimu. Mentari bahkan tak melepaskan pandangannya kepadamu hampir 24 jam sehari. Kami semua sangat menyayangimu, dan berusaha sebisa mungkin untuk membantumu terhindar dari hal-ha yang tidak diinginkan."

Awan berbicara pada Bintang yang sedang berbaring di atas ranjangnya. Mata Bintang tertutup, napasnya teratur dan terlihat rileks, irama jantung perempuan itu pun sangat tenang. Ini adalah hari ketiga Bintang menjalani terapi untuk memulihkan kondisi psikisnya, pasca teror dari orang asing itu. Kondisi mental Bintang jauh lebih baik. Dia juga berencana kan memulai kembali ikut serta promosi pekan depan.

Setelah melakukan terapi selama setengah jam. Bintang membuka matanya perlahan. Hatinya merasa jauh lebih ringan dari sebelumnya. Kekhawatiran yang menumpuk di hati perlahan sirna. Dia tersenyum lebar ketika menatap Awan yang duduk di sampingnya.

"Bagaimana perasaanmu?"

"Jauh lebih baik, Bang. Terima kasih, ya!" Bintang menyingkap selimut yang menutupi kaki kemudian mulai beranjak turun dari ranjang. Mata perempuan itu berbinar.

"Baiklah, Abang akan kembali ke Surabaya siang ini. Jika apa-apa katakan saja kepadaku. Ceritakan semuanya kepada Mentari. Dia sebenarnya juga ahli di bidang ini. Hanya saja dia itu pemalas, dan malah sibuk mengurusi wajah orang lain!" Awan terkekeh ketika mengingat Mentari, mahasiswi yang lulus dari jurusan psikologi dengan predikat Cumlaude, tetapi lebih memilih untuk mengembangkan bisnis skincare.

"Iya, Abang. Hati-hati di jalan, ya? Bintang pamit dulu. Senja sudah menunggu di bawah." Bintang memeluk tubuh tegap sang kakak kemudian keluar dari kamar dan menuruni anak tangga untuk segera menemui Senja.

Awan menatap punggung Bintang yang menghilang di balik pintu sambil tersenyum tipis. Dia menghela napas panjang dan mengembuskannya kasar.

"Bintang, aku rasa kamu terlalu baik. Biarkan waktu yang menunjukkan semuanya kepadamu. Aku yakin kamu sudah jauh lebih kuat dan bijak, ketika mengetahui semuanya."

1
🌹🪴eiv🪴🌹
aku.marah Sama author

kok bulan di matiin,bikin cacat dong,,
😭😭😭😭


terimakasih untuk tulisan indah mu thor 💜
Bisa Pesan Cover di Saya: ampuunnnn 😭😭😭
total 1 replies
🌹🪴eiv🪴🌹
py ceritane bulan hamil bayi gala,,
gala di kasi obat tidur bukan obat perangsang
🌹🪴eiv🪴🌹
otak halu aku kenapa nggak bisa menerima ya kalo ada perundungan bersifat kriminal

ini kriminal ,,ih sebel sama otakku padahal tahu cuma cerita 🙈
Bisa Pesan Cover di Saya: Kriminal bgt sebenernya😭😭😭
total 1 replies
🌹🪴eiv🪴🌹
aku disini 🤗


bulan kau itu bersinar karena cahaya matahari jadi jangan belagu,, aslinya Lo itu item butem 🤣
🌹🪴eiv🪴🌹: terhura ya 🥺
total 2 replies
Bisa Pesan Cover di Saya
Haiii Semua...

Apa kabar?

Chika mau rilis novel baru awal bulan besok loh...

Judulnya TKI (Tenaga Kerja Indehoy)

Jangan lupa mampir dan kasih dukungan yaa❤❤❤
Leli Darwika
semangat terus ya Thor 💪💪💪🌹🌹🌹🌹
Leli Darwika
semoga saja ada dewa penolong.
Leli Darwika
😭😭😭😭
Leli Darwika
jahatnya kamu bulan...😡😡😡😡
Leli Darwika
bagus bintang.
Leli Darwika
duh, sungguh. kembaran yang bertolak belakang. baik n buruk.
Leli Darwika
😱😱😱😱
Leli Darwika
bunda yg penyabar.
Leli Darwika
hatimu sungguh mulia bunda.
Leli Darwika
yang sabar ya bintang.....
Leli Darwika
aku padamu bintang.
Leli Darwika
bagus bintang, pertahankan sikapmu itu.
Leli Darwika
tetap semangat ya bintang....
semoga kebahagiaan yg sebenarnya cepat menghampiri mu.
Leli Darwika
bintang sudah tau kebohongan gala. tp berharap bintangnya, sabar n menunggu galanya berkata jujur ajj.
Leli Darwika
masih berbohong ajj kamu gala.
kapan kamu jd lelaki sejati. yg bisa jujur sama pasangannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!