NovelToon NovelToon
THE NEXT GOOD BOYS

THE NEXT GOOD BOYS

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 5
Nama Author: Qolbie

Ikutin ig qolbie_90 ya guys... untuk mengetahui judul semua novel karya Qolbie 🙏🥰🥰🥰



Karakter dari yang super dingin cuek dan sinis, serta cool riang dan suka menghibur, ada pula yang playboy dan tampanya nggak ketulungan, namun ke empat sahabat itu semua tampanya memang di atas rata rata, jadi seperti apakah jika ke empatnya jadi idola para gadis gadis? simak terus gaes ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qolbie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Personil baru

Hingga Arga usai dengan mandinya dan perlahan lahan keluar dari dalam kamar mandi, nampak semua badanya tertutup pakaian handuk yang di kenakanya, namun terlihat terbuka di bagian dadanya, air masih sedikit menetes dari sana, dan dari ujung ujung rambutnya yang masih sedikit basah, karena belum kering sempurna, Arga hanya menggosok gosoknya dengan handuk yang tengah mengalung di lehernya.

Tiba tiba langkah kakinya terhenti dan aktivitas tanganya yang menggosok rambutnya dengan handuk pun ikut terhenti sejenak.

Arga menatap sang istri yang belum mandi itu pun tengah tertidur dengan lelapnya, tanda ia benar benar kelelahan sangat.

"Akh...sayang sayang! udah di bilangin jangan sampai kecapekan....ngeyel sih...!" Ucap Arga dengan gerutunya, lalu mengambil minyak kayu putih dari kotak obat P3K di dalam laci kecil samping tempat tidurnya.

Arga lalu duduk di samping kaki sang istri, di tepian tempat tidur yang tengah Nindi tempati, memgambil satu kaki sang istri disana lalu mengoles minyak kayu putih di betis Nindi, mengolesnya perlahan lahan dan sesekali memijitnya dengan lembut, bahkan Nindi hampir tidak terbangun saking menikmati pijitan sang suami.

Hingga semua kaki sang istri sudah di pijitinya dan terbalur minyak kayu putih yang membuat kakinya terasa hangat.

"Sayang...mamamu suka bandel kalau papa bilangi, suka nggak nurut...jadi...kamu yang pengertian ya...jangan tambahin mama kamu dengan yang aneh aneh...ntar papa juga yang kena." Ucap Arga dengan bisikan lirihnya di atas perut buncit sang istri, kemudian Arga menarik selimut yang ada di bawah kaki Nindi, dan menyelimutinya sampai dada sang istri.

Lalu Arga pun berganti pakaian, kemudian berjalan menuju ke arah dapur, hari sudah petang saat itu dan sudah hampir malam.

Arga teringat bahwa sang istri belum makan malam tadi, dan bibi pun sudah pulang dari pukul empat sore, nampak masih ada sayur di atas meja makan dengan berbagai lauk yang sudah tersaji disana, namun Arga entah kenapa ingin sekali nasi goreng.

Lalu ia pun mengambil dua piring nasi dari tempat nasi, sengaja ia lebihkan jika sang istri mungkin mau nanti saat bangun.

Dengan sosis dan daging ayam yang di cincangnya, tak lupa bakso yang jadi pelengkapnya, Arga mulai menggoreng nasinya sampai matang, di tambah selada segar yang di tata di atas piringnya, nampak begitu lezat saat di pandang mata.

"Apa yang kurang ya?" Ucap Arga yang melihat dua piring nasi goreng yang ada di atas meja makan dan terkesan kurang suatu pelengkap.

"Akh...telur ceplok nya belum!" Ucap Arga seketika saat ia tahu telur ceplok kesukaan sang istri belum ada.

Lalu Arga pun segera meletakan teflon yang berukuran kecil ke atas tungku kompornya lagi, teflon yang pas hanya untuk satu ceplok telur saja, ia pun membuat dua telur ceplok untuknya dan sang istri.

Pas sekali, terlihat Nindi baru keluar dari kamarnya, sudah rapi, wangi, dan terlihat sangat segar.

"Sayang...buat apa sih baunya enak banget..." Ucap Nindi sembari berlalu duduk di tempat duduk yang sengaja Arga tarikan dari kolong meja untuk sang istri.

"Masak nasi goreng sayang...kamu mau? atau...mau makan masakan bibi saja?" Ucap Arga sembari tanganya membuka penutup makanan yang ada di meja depan Nindi.

"Aku mau nasi goreng buatanmu sayang..." Ucap Nindi sembari menutup kembali penutup makanan yang Arga buka.

Lalu Arga pun memberikan satu piring yang berisi nasi goreng itu untuk sang istri dan keduanya menikmati makan malam berdua dan begitu hangat.

Namun saat keduanya masih belum menghabiskan makananya, nampak ponsel Nindi bergetar lalu berdering, segera saja Nindi menatap layar ponselnya, sebelum ia putuskan untuk mengangkatnya.

"Yura!" Ucap Nindi seketika, sembari menatap sang suami yang ada di depanya, hingga Arga mengangguk, barulah Nindi mengangkat panggilanya.

"Halo Yura...apa kabar...ada apa?" Tanya Nindi pada Yura yang terlihat begitu penasaran.

"Halo Nindi...kabar baik lah...kamu gimana? sehat kan pastinya? jagoanya juga sehat kan di dalam kandungan?" Ucap Yura dengan antusiasnya yang ingin tahu kabar sahabatnya, meski satu minggu yang lalu keduanya susah saling memberi kabar saat Ifa tengah melahirkan, dan satu bulan kemari, tepatnya saat setelah Yura melahirkan pula...keduanya pun tak lupa memberi kabar satu sama lain.

"Ya baik lah ra...ada apa?" Tanya Nindi lagi yang masih penasaran.

"Gini loh Nindi...harusnya kan kita pindahnya ke sana masih satu tahunan lagi...lah terus ini karena Satria ternyata dalam waktu dekat ini di pindah ke sana...jadi mau nggak mau kita juga ikut pindah..." Ucap Yura menerangkan, dan Nindi masih setia menjadi pendengar.

"Terus..." Ucap Nindi lagi yang penasaran dengan kelanjutan cerita yang sahabatnya utarakan.

"Gini...bisa minta tong nggak...? selagi nyari lahan untuk bangun rumah...sementari carikan apartemen buat kami Nindi? kami butuhnya bulan depan, karena kami sudah mulai pindah...!" Ucap Yura yang membuat Nindi berpikir seketika.

"Bentar ya ra...!" Ucap Nindi pada Yura agar tidak mematikan panggilan telephonenya.

"Ga...apartemen kita nganggur kan?" Tanya Nindi pada sang suamu, dan Arga hanya mengangguk perlahan, tanda ia mengiyakan ucapan sang istri.

"Kalau di tempati Satria dan Yura serta bayinya untuk sementara boleh nggak? sampai mereka dapat lahan untuk bangun rumah? kamu nggak keberatan kan sayang?" Tanya Nindi pada sang suami.

"Tentu tidak sayang...silahkan saja...nggak apa apa kok...toh nganggur juga...!" Ucap Arga dengan senyuman hangat yang tersungging di bibirnya.

"Makasih ya sayang..." Bisik Nindi lirih untuk Arga, lalu kembali lagi pada percakapanya dengan Yura.

"Kamu tenang aja deh ra...ntar pakai aja apartemen suamiku dulu deh..." Ucap Nindi yang di sambut suka cita sahabatnya, lalu percakapan keduanya di akhiri bersama sama.

"Pasti makin rame ya ga, saat Yura disini...bisa kumpul bertiga lagi seperti dulu, dan lagi...personilnya sudah tambah...si Evan paling tua, lalu Eric, dan terakhir Syahreza." Ucap Nindi yang menghitung jumlah personil tambahan dalam grup rumpinya.

Lalu tawa sang suami pecah seketika saat mendengarkanya.

"Sayang...personil kayak grup band aja sih...kamu ini lucu deh..." Ucap Arga yang masih tertawa geli di buatnya.

"Beneran personil baru kan sayang...lucu lucu imut imut...la mau di kata apa coba selain personil?" Tanya Nindi pada Arga yang membuat Arga seketika menghentikan tawanya.

"Iya...iya personil deh...nggak ada kata lain yang bisa menggambarkanya sayang...!" Ucap Arga yang menyerah pada pernyataan sang istri, ia mengalah dan tidak ingin berdebat hal sepele yang bisa membuat sang istri sampai tidak nyaman.

"Sudah enakan kakinya? mau aku pijit lagi?" Tanya Arga pada sang istri setelah keduanya usai makan malam.

"Pantas saja kakiku terasa sangat enteng saat bangun tidur tadi ga...kamu yang pijitin ya ternyata, makasih ya sayang...beneran enak banget loh..." Ucap Nindi dengan senangnya, lalu Arga pun segera bangkit dari duduknya dan menggaandeng Nindi menuju sofa ruang keluarga.

"Sinih...sambil nunggu nasi gorengnya di cerna..aku pijitin lagi sayang..." Ucap Arga yang sudah duduk dengan posisinya, dan Nindi dengan senang hanya bisa membiarkanya, nyatanya Nindi begitu menikmatinya.

1
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
season 2 ada dimana ini y, udah 2th aku tungguin/Drowsy//Chuckle/
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░: kuda poni tuh yg mana min/Grin/
total 3 replies
Ani Sri Wahyuni
ceritanya menarik dari generasi ke generasi dr Rendi Anin sampe Gandhi Keyra
lanjut season berikut....👍👍
debby harahap
lanjutannya mana othor..baguss
Qaisaa Nazarudin
Key SOMBONG BODOH,
Qaisaa Nazarudin
Aneh udah bertahun2 nikah Dion gak pernah nyentuh Vanya, Padahal dia sudah banyak menolong keluarga Vanya, dia juga selalu memanggil Vanya dgn lembut, jadi ada apa dgn Dion? dia juga gak marah saat liat leher Vanya ada tanda merah,,🤫🤫
Qaisaa Nazarudin
Dulu masa skolah aja di cuekin Vanya nya,Eh skarang udah jd istri org malah di kejar2..
Qaisaa Nazarudin
Baru juga 2 tahun masa iya Keyra lupa wajah Gandi,Cowok kan gak banyak banget berubah,Kalo cewek pastinya iya,Tambah kinclong gitu..😂
Qaisaa Nazarudin
Udah 2 tahun berlalu kan?? Pasti saat ini Keyra udah berubah sangat cantik dan gak gendut lg,Percaya deh 😃😃😃😜😜
Qaisaa Nazarudin
Ntar di JODOHIN nih mereka berdua 😆😆😜
Qaisaa Nazarudin
Anak jaman now mengeri kan,Baru juga klas1 SMP umur 13 tahun,Payudara juga baru tumbuh,Udah gencar aja gencar aja ngejar2 cowok,Bukannya skolah yg benar,Malah sibuk cari pacar 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Ntat saat udah gede pasti si gendut ini akan jdi incaran para cowok,,Dia akan cantik dan menjelma jd bidadari,Awas kamu saat itu Gandi,Jgn sampai kamu bucin sama dia 😆😆
Meva Febrina
mendingan pake koma ga si? klw pke titik2 banyak kesannya bicaranya lambat, dan juga pemborosan
Siti Aminah
nyesek ples kasian sama gandi😭😭
Siti Aminah
emang lelaki idaman Arga tuh
Siti Aminah
sumpah ngakak seru🤣🤣🤣🤣
Nagita salsabila
agama nya apa kakakk🤔
Alfi Sahrin
suka bnget
Alfi Sahrin
suka
Kurnianovi
lanjutan ne judule opo yo thooooooor
Qolbie: ada di kuda poni ungu ya kak... maap n malasih banyak kak... big lop2 kak...
total 2 replies
Kurnianovi
trus lanjutan nya judul nya apa yak
Qolbie: ada di kuda poni ungu ya kak... maap n makasih banyak.... big lop kak...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!