Ading Karja merupakan anak pertama dari keluarga yang cukup terpandang. Tapi walaupun begitu, ading karja selalu hidup sederhana.
Dan karna kesederhanaan itu, ading selalu menerima dan berusaha menerima juga mengikhlaskan apapun yang terjadi terjadi.
Karna baginya, segala sesuatu itu akan terjadi jika tuhan sudah berkehendak. Apapun itu, segala sesuatu yang ada di bumi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iis dahlia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33
" kakak mau ke mana? " ucap alexsandra yang melihat ading duduk
" ya duduk dong dek, kakak kan juga pengan duduk. " ucap ading dengan santai
" kakak keluar aja! ade mau bicara sama kakak ipar? ini soal cewe? cowo ngga boleh ikutan. jadi kakak keluar aja " ucap alexsandra dengan sanati
" baiklah. tapi jangan bicara yang aneh aneh ya? " ucap ading
" ok " ucap alexsandra sambil mengunggukan kepalanya
adingpun keluar dari kamar alexsandra dan pergi ke kamarnya.
sementara adi duduk di samping Alexsandra.
" kakak tenang aja, ade akan bantu kakak buat meluluhkan hatinya kak ading. " ucap alexsandra sambil menurunkan sedikit volume suaranya
" maksudnya? " ucap adi yang tidak mengerti ucapnya Alexsandra
" ade tau, di awal awal kakak akan susah mendapatkan hatinya kak ading. tapi jika lama kelamaan, kak ading pasti akan luluh juga. " ucap Alexsandra
" lagian ade jamin, biarpun kak belum punya perasaan sama kakak ipar? tapi kak ading ngga akan pernah sakiti kak, apalagi secara sengaja " lanjut ucap Alexsandra
" apa " ucap Adi yang kaget
" iya kak. itulah salah satu kebanggaan nya ade sama kak ading. " uacp Alexsandra dengan santai
" karna kakak itu ngga bisa marah sama cewe, kalau sama cowo bisa " lanjut ucap alexsandra
" kak ading ngga bisa marah sama wanita? " ucap adi dengan nada bertanya
" iya kak. ade udah coba berapa kali buat kesalahan yang di sengaja dan ngga di sengaja, tapi reaksi kak ading biasa aja! bahkan malah khawatir sama ade bukan sama masalah yang ade buat " ucap Alexsandra dengan ekspresi wajah yang serius
" kalau sama adenya aja ngga bisa marah? terus gimana dengan sama aku? apa ini artinya aku ngga bisa berpisah sama ading? " ucap suara hati Adi sambil melihat Alexsandra
" bagai mana ini. aku ngga bisa hidup bersama ading? aku cuman mau sama Rio " lanjut ucap suara hati Adi
" ngga. nggaaaaa! pokoknya aku harus bisa berpisah sama ading apapun caranya? aku ngga mau, pengorbanan aku dan juga Rio sia sia " lanjut ucap suara hati Adi sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
Alexsandra yang melihat adi diam seperti sedang berpikir, membuatnya penasaran dan bertanya.
" kakak ipar kok diam? kenapa? " ucap Alexsandra dengan nada bertanya
" ngga papah! kakak hanya sedang berpikir aja " ucap Adi dengan santai
" ngga usah di pikirkan kakak. udah santai aja. kalau ada sesuatu, kakak bisa bilang ke ade " ucap Alexsandra dengan santai
" ok. kakak akan bilang ke ade? " ucap Adi sambil tersenyum
" ok. pokoknya kakak ipar bebas mau bilang apa aja yang pengen kakak ipar ceritakan atau inginkan. ok " ucap Alexsandra sambil sambil tersenyum
" ok "
" ya udah, kakak pamit keluar ya " ucap Adi yang kemudian ke luar kamar Alexsandra
saat jalan masuk kamar ading, adi memikirkan perkataan Alexsandra yang mengatakan kalau Ading ngga bisa marah.
setelah masuk kamar, adi duduk di sopa dan melihat ke arah ading yang kebetulan habis mandi yang sedang menyisir rambutnya.
adi yang mengingat kalau emang dari awal ading selalu bersikap baik dan bicara yang selalu nada yang rendah, itu seakan udah membuktikan kalau emang ading orangnya baik dan tidak gampang marah.
" kamu bisa mandi sekarang, bentar lagi adzan magrib. setelah solat, kita makan malam bersama ade dan ayah bunda " ucap ading dengan suara yang rendah sambil minat ke arah adi
adi yang sedang berpikir, tidak menjawab perkataan ading. hanya melakukan apa yang di ucapanya ading.
saat di kamar mandi adi tampak masih memikirkannya samapi keluar dari kamar mandi.
tak lama setelah adi keluar dari kamar mandi, suara adzan magrib pun terdengar.
ading segara mengambil air hudhu dan mengajak adi untuk solat magrib berjamah.
namun adi menolaknya, yang membuat ading semakin yakin kalau ada sesuatu yang adi sembunyikan.
namun ading tetap berusaha berpikir baik, walaupun rasanya ading ingin sekali menayakanya.
yang pada akhirnya ading dan adi solat magrib sendiri sendiri.
setelah solat magrib, ading mengajak adi untuk turun ke bawah untuk makan malam. sekaligus silaturahmi kepada ayah bunda.
ading dan adi duduk di ruangan keluarga yang di temenin bi yanti untuk menunggu pak karja dan bunda alda.
adi cukup menikmati obrolan bersama bi yanti. begitu pun ading yang senang bisa melihat adi tampak asik berbicara.
tak lama dari itu bunda alda dan pak karja pulang yang jarak waktunya ngga beda jauh.
adi merasa kaget karna ternyata pak karja dan bunda alda begitu sibuk dengan pekerjaan nya masing masing hingga baru pulang setelah kurang dari jam tujuh malam.
saat makan malam, adi meras ngga nyaman karna belum terbiasa diam saat makan.
setelah selesai makan malam. adi yang udah duluan selesai makannya berencana buat pergi duluan, namun terhalang sama ading yang langsung memegang tanganya adi. adingpun secepatnya menghabiskan makan nya.
di ruangan keluarga, adi tampak canggung dan grogi.
" maapin ayah dan bunda ya, tadi ngga nyambut kakak sama ibu sinta " ucap pak karja
" ngga papah yah, bun. ini salah ading juga karna ngga kasih tau ke ayah dan bunda " ucap ading dengan suara yang rendah
" iya nih kak. kalau tau kakak hari ini datang? ade pasti ngga akan sekolah " ucap Alexsandra
" dan ade akan buat kejutan buat kakak ipar sama kakak yang bagus. seperti hotel bintang lima " anjut ucap Alexsandra dengan nada bercanda
" makasih ya, udah berencana seperti itu. " uacp ading dengan suara yang rendah
" terus kakak berencana besok ke mana aja? " ucap pak karja dengan santai
" besok berencana mau ke Cafe yah. ading mau ngenalin adi sama teman ading dan mau nunjukin Cafe " ucap ading dengan santai
" bagus tuh, terus kapan rencana buat kalian liburanya? " ucap bunda alda
" ke luar negri aja kak? " ucap alexsandra dengan semangat
" kakak sih terserah adi aja. dan adi juga lagi cari-cari tempat liburan yang bagus bun " ucap ading dengan suara yang rendah
" kakak ipar kalau butuh rekomendasi tempat liburan yang bagus, kakak bilang aja ke ade " ucap alexsandra sambil melihat ke arah adi
adi hanya tersenyum menanggapi ucapanya Alexsandra pak karja dan bunda alda.
" kakak istirahat duluan, kasian adi. dari tadi hanya diam yang maungkin malu dan belum terbiasa dengan kita. " uacp bunda alda dengan santai
" iya kak. ayo, kak bereng ade aja ke atasnya " ucap Alexsandra sambil beranjak dari sopa
" baik bun. kami duluan ya " ucap ading sambil bernjak dari sopa dan berjalan ke lantai dua.
Adi dan Alexsandra berjalan bersama, sementara Ading berjalan di belakang nya.
setelah di atas Alexsandra masuk ke kamarnya, Adi masuk ke kamar Ading.
di dalam kamar, adi langsung solat isa. dan langsung tidur tanpa berbicara kepada ading.
ading yang merasa adi dari ke marin terus diam tanpa bicara , membuatnya ingin bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. belum lagi, ading yang merasa adi selalu menjaga jarak darinya.
melihat adi yang udah tidur, adingpun tidur di samping adi yang terhalang bantal guling setelah melaksanakan solat isa.
Jam 03.00 pagi pun tiba, ading seperti biasa bangun dan melakukan rutunitas nya seperti biasa.
namun di waktu ini, ading tampak berbeda. setelah solat tahajud ading berdoa menita petunjuk terkait hubungan pernikahan bersama adi yang sampai saat ini belum kelihatan seperti pasangan seperti pada umumnya.
sampai ading ngga sadar udah mentesakn air mata nya saat berdoa.
setelah selesai berdoa, ading kemudian zikir dan melaksanakan solat subuh.
setelah solat subuh, ading membangun kan adi yang masih tertidur.
adi yang merasa nyaman tidur di kasur yang sangat nyaman yang tak pernah sebelumnya adi rasakan, membuatnya sulit ,untuk bangun.
" adi bangun "
" adi bangun "
" ayo bangun "
" ayo " lanjut ucap ading sambil menggerkan pundak adi sambil melihat ke arah wajah adi
" ayo bangun " lanjut ucap ading
" apa " ucap adi dengan suara yang pelan yang masih menutup matanya
" bangun lah, ini waktunya solat subuh " ucap ading dengan suara yang rendah sambil tersenyum melihat adi yang tampak manis ketika berkata dengan nada yang pelan
" baiklah, aku akan bangun " ucap adi matanya sedikit dan jalan ke arah kamar mandi
setelah membangunkan adi, ading pergi ke ruangan olahraga untuk berolahraga.
sementara adi setelah solat duduk di sopa untuk menelepon Rio untuk memberi tahukan tentang keberadaannya yang berada di rumah mertuanya pak karja.
setelah satu jam lebih ading berolahraga, ading mandi bersiap untuk pergi.
adi yang masih tanpa bicara, membuat ading semakin bingung untuk bersikap kepada adi. terlebih lagi, ading tidak tau apa yang menjadi masalah penyebab adi yang bersikap cuek dan menjaga jarak dengan ading.
setelah siap dan rapih, ading mengajak adi untuk sarapan.
adi dan ading duduk di kursi meja makan, yang hanya diam tanpa bicara.
alexsandra yang baru turun merasa aneh melihat adi dan ading yang hanya diam.
" kok diam sih " ucap Alexsandra sambil jalan menghampiri ading dan adi
...
jgn lpa mampir d karyaku jg