Aderson yang sering dipanggil Derson adalah laki-laki yang sangat kejam, suka kekerasan dan juga sangat membenci yang namanya perempuan.
Olivia yang kerap disebut Via datang kekehidupan Derson, Via mampu mengobrak abrik hati Aderson yang dingin dan sangat susah untuk dijangkau.
Jangan lupa dukung karya ini dengan tinggalkam jejak kalian ya, cukup dengan like, komen, vote, kasih hadiah mawarnya.
Terimakasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linasolin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Hay semua jangan lupa dukung aku ya
Kasih vote ya untuk author
makasih 😍😍😍
🌛🌛🌛
Seperti ucapan zderson tadi sebelum pergi, kalau Via sudah ngantuk maka Via akan duluan tidur, setelah merasa ngantuk Via berjalan kearah kasur milik Derson.
Bug.... Via menjatuhkan badannya dengan kuat keatas kasur, untung kasur itu tidak keras kalau tidak sudah dipastikan badan Via akan remuk.
"Wahhh... kasurnya lembut dan empuk sekali berbeda dengan kasurku dibawah walau sudah terbilang mewah" Batin Via sambil mengguling-gulingkan badannya karena senag sampai Via terjatuh kelantai.
Auu... Via meringis kala merakan benturan dikepalanya mengenai lantai.
"Kamu kenapa dilantai aku sudah bilang tidur dikasur" ucap Derson yang baru masuk kedalaman kamar.
"Kamu sih ngasihnya nggak iklas, makannya aku jatuh ke lantai" omel Via padahal dirinya yang terlalu mengagumi kasur milik Derson.
Derson langsung mendekati Via lalu berjongkok 2 detik kemudia Via merasa badannya melayang ternyata Derson telah menggedongnya dan meletakkannya kembali kekasur.
"Aku yang tidak iklas atau kamu yang terlalu senang diatas kasurku sehingga kamu sampai guling-guling?".
"Kamu yang nggk iklas" jawan Via lagi membuat Derson terkekeh.
"Aku melihat semua kelakuan kamu dari ruang kerja ku, saat aku pergi tadi aku hanya untuk menonton kekonyolanmu".
Mendengar ucapan Derson, entah dari mana datang keberanian Via, Via langsung menutup mulut Derson dengan telapak tangannya.
"Sudah jangan diperpanjang lagi, aku malu".
Derson mengangkat dagu Via, saat Via menunduk malu karena ketahuan mengagumi kasur Derson.
"Lihatlah keningmu! terluka kan, makannya jangan terlalu kuno" omel Derson lalu berjalan kearah lemari mengambil betadine.
Dengan lembut dan sabar Derson mengobati luka Via dikeningnya, Via hanya bisa memandangi wajah serius Derson yang sedang fokus pada lukanya.
"Udah siap, nggak usah pandang-pandang aku nanti kamu jatuh cinta secara aku ini kan tampan, kaya lagi baik pula" Derson memuji dirinya dengan percaya diri.
"Tampan sih iya, kaya juga iya, tapi kalau kamu bilang baik kurang cocok deh kayaknya" ucap Via sambil merebahkan dirinya.
"Aku baik kepada orang didekat ku, tapi tidak dengan musuhku dan juga orang yang berani melawaku" jawab Derson sambil mengikuti Via untuk merembahkan badan.
"Pantas saja kamu baik banget sama Lily dan James ya? mereka orang yang paling dekat denganmu".
"Tapi mulai hari ini dan selamanya kamu yang akan menjadi orang terdekatku setiap saat, seperti saat ini aku tidak perlu menjaga batasan denganmu aku bisa memelukmu setiap saat, berbincang denganmu dalan suka maupun duka. kamu yang akan menjadi alasanku untuk pulang kerumah" ucap Derson sambil memeluk tubuh mungil itu.
"Apa maksudmu?".
"Jadilah istriku yang sesungguhnya, aku mau belajar jadi laki-laki baik untukmu dan anak kita nanti, jadi mulai malam ini aku suamimu yang akan selalu menjagamu setiap saat" ucap Derson lagi tanpa mengeluarkan kata-kata cinta.
"Apa kamu mencintai ku?".
"Aku tidak tau, jadi apa kamu mencintaiku?" tanya Derson penasaran.
"Tidak, aku tidak mencintai mu tapi aku membenci mu, kau menyeretku datang kerumahnya ini dan aku selalu mendapatkan perlakuan yang tidak sepantasnya kamu berikan padaku" Via mengelurakan unek-unek dalam hatinya.
"Beberapa kali kamu main tangan denganku yang belum pernah aku rasakan mulai lahir, orang tua ku membesarkan aku dengan kasih sayang walau hidup dalam paspasan, berbeda dengan kamu yang menghidupi ku dengan harta yang bergelamor tapi tidak ada yang namanya kasih sayang, hanya sakit lahir dan bantin yang aku rasakan, aku jadi wanita lemah didepanmu yang tidak bisa berkutik sedikit pun. bahkan ruang gerakku pun terbatas dirumah ini, hanya kamarlah yang menjadi tempat ku berkeluh kesah" kali ini Via benar-benar plog karena mengeluarkan semuanya yang terganjal dihatinya, Via menagis tersedu-sedu dalam dada bidang Derson.
Derson melepaskan pelukannya lalu memegang pipi Via dengan lembut dan menatap mata Via dengan dalam, ada rasa sesak yang dirasakan Derson saat melihat mata teduh itu mulai lagi mengeluarkan airnya.
"Maafkan aku, aku berjanji untuk tidak berbuat kasar lagi padamu, aku akan mencoba menjadi laki-laki yang baik untumu dan berusaha untuk selalu memberi mu kasih sayang yang dulu kamau dapatkan dari alm mama dan papa kamu" ucap Derson lalu kembali memeluk Via yang masik terisak.
"Maafkan aku sayang, aku benar-benar minta maaf telah membuat mu menderita selama ini" kali ini Derson melepaskan pelukannya lalu menc*um bibir ranum milik Via dengan lembut tidak ada nafsu hanya c*uaman biasa dengan kasih sayang.
Lama Derson mencicipi b*bir itu, Derson melemaskannya kala melihat Via sudah mulai ngosngosan, Derson meng-lap bi*ir Via yang sedikit basah dengan jarinya.
"Aku berencana akan memindahkan Lily kembali kekota ini dan melanjutkan studynya dikota ini, dan juga biar kamu punya teman dirumah ini sekalian aku bisa menjaga kalian" ucap Derson Via hanya bisa mengangguk.
🌛🌛🌛
Ditempat lain di sebuah kamar hotel sepasang wanita dan laki-laki sudah mulai mengerjap-erjapkan matanya, James yang satu malam ini habis digempur oleh Lily merasa capek dan langsung tidur begitu saja tanpa pakaian sehelaipun, begitu juga dengan Lily saat obat yang ia konsumsi sudah mulai hilang ia merasa capek dan langsung istirahat disamping James.
"Aaaa..... kak James ngapain disini. kenapa kakak dan aku nggak pake baju? tanya Lily ingin menangis.
"Apa kamu tidak ingat anak kecil, satu malam ini kamu memperk*saku sekuat tenaga mu sampai aku kelehahan begini, lihatlah kelakuanmu" James memperlihatkan badannya yang penuh dengan kissmark yang diberikan Lily kepadanya.
"Astaga kenapa bisa kak, jadi aku nggak.....?"
"Ya... kamu nggak p*rawan lagi, dan aku juga tidak perj*ka lagi akibat ulahmu yang sepele dan sembrono".
"Hiks... Hiks.... aku nggak mau kak, aku udah mempunyai cowok idaman yang mau aku jadikan suami" Lily yang salah malah Lily yang menangis tidak rela karena sudah tidur dengan James.
"Yaudah kamu bisa menjadikannya suami" jawab James cuek karena malas membahas yang tidak penting baginya.
"Tapi pasti dia tidak mau sama wanita yang achhh...." Lily mengajak rambutnya prustasi membayangkan dirinya telah menghabiskan malam bersama James.
"Kalau dia mencintaimu dia akan menerima kekurangan mu, ini juga karena ulahmu kalau kamu pintar jaga diri nggak bakal begini" omel James.
"Kamu mandi sana dulu habis itu kita pulang ke apartemen mu, kita akan menunggu telfon dari kakak mu" ucap James lagi.
"Jadi kakak tau hal ini?" Lily sangat syok saat tau kakaknya mengetahui kelakuannya, Lily kembali merebahkan badannya kekasur.
"Pasti kakak kecewa padaku, kak maafkan Lily nggak bisa jaga diri baik-baik" batin Lily sambil menghpus airmatanya karena sedih telah mengecewakan kakaknya.
🌛🌛🌛
Jangan lupa tinggalkan jejak ya