NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:162k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Inara Khadeeja Prameswari menikah dengan Mahesa Dirgantara. Mereka menikah sudah satu tahun, pernikahan perjodohan yang di lakukan dua keluarga. Saat itu Mahesa berstatus duda. Sedangkan Inara baru saja lulus kuliah.

Selama pernikahan, tak pernah ada percekcokan apapun. Dua tahun pernikahan mereka terasa dingin. Tak ada panggilan sayang atau apapun yang romantis dari Mahesa. Inara tahu jika dalam hati suaminya masih ada mantan istri yang pergi entah kemana. Clarissa

Inara berusaha menjadi istri yang baik walau tak pernah di anggap oleh suaminya. Dia berharap dengan kesabaran dan ketulusannya, akan membuat Mahesa jatuh cinta padanya. Melihatnya sebagai seorang wanita, sebagai istrinya. Bukan sebagai teman satu rumah. Bahkan Mahesa tak segan bersikap kasar padanya. Seolah Inara tak ada artinya untuk Mahesa.

Namun, akhirnya Inara menyerah setelah Clarissa kembali dengan cerita sedih dan penyakitnya. Pakah setelah ini Mahesa akan menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inara 23

Mahesa menarik napas panjang, sebuah embusan yang terasa berat dan dingin. Ia tidak lagi menatap Inara dengan tatapan penuh penyesalan seperti tadi. Sebaliknya, dia menegakkan tubuhnya, kembali ke balik topeng ketenangan yang kaku dan angkuh.

Ia mengabaikan tangan Inara, menarik tangannya kembali ke dalam saku celana.

"Inara," suara Mahesa rendah, terdengar seperti peringatan yang tajam.

"Jangan terlalu banyak berharap atas apa yang terjadi hari ini. Aku melakukan ini bukan karena aku ingin berubah, tapi karena aku tidak ingin ada keributan lebih lanjut di rumah ini, terutama yang melibatkan Mama."

Inara yang tadinya sempat merasa ada secercah harapan, mendadak membeku. Matanya membulat, menatap suaminya dengan rasa tidak percaya.

"Jadi... semua ini hanya sandiwara agar Mama tidak marah?" tanya Inara, suaranya tercekat.

Mahesa menatapnya lurus, tidak ada keraguan di matanya.

"Kita harus hadir di acara rekanan Papa tiga hari lagi. Aku mohon kerjasama dari kamu!."

Mahesa melangkah lebih dekat, menunduk hingga wajahnya tepat di depan telinga Inara. Suaranya berbisik, namun terdengar sangat kejam.

"Clarissa adalah bagian dari duniaku yang tidak akan bisa digantikan oleh siapa pun, termasuk kamu, Inara. Posisi itu sudah terkunci rapat. Aku minta kamu bersikap manis selama tiga hari ke depan, layani aku dengan baik, dan jangan coba-coba mengeluh atau membuat Mama curiga. Jika kamu bisa melakukan itu, aku akan tetap membiarkanmu tinggal di rumah ini dengan nyaman dan ku pastikan ibumu tinggal nama."

Inara merasa dunianya seolah runtuh untuk kedua kalinya dalam satu jam. Ternyata, kelembutan yang ia lihat beberapa saat lalu hanyalah fasad untuk meredam kemarahan sang ibu.

"Kamu benar-benar egois, Mas," bisik Inara dengan air mata yang mulai jatuh tanpa permisi.

"Kamu membiarkanku merasa sedikit tenang, hanya untuk menghancurkanku kembali dengan kenyataan ini?"

Mahesa tidak menunjukkan tanda-tanda simpati. Ia hanya menatap Inara dingin, seolah wanita di depannya adalah rekan bisnis yang tidak memuaskan kinerjanya.

"Ini adalah kesepakatan terbaik yang bisa aku berikan padamu," ucap Mahesa datar.

Tepat saat itu, langkah kaki Mama Karina terdengar kembali mendekat dari arah ruang tamu. Mahesa dengan sigap mengubah ekspresi wajahnya. Dia kembali meraih tangan Inara kali ini dengan sentuhan yang dipaksakan dan meletakkan jemarinya dengan lembut di punggung tangan Inara seolah sedang memberikan afeksi.

"Istirahatlah, Sayang," ujar Mahesa dengan nada yang berubah drastis menjadi penuh perhatian tepat saat Mama Karina muncul di ambang pintu.

Mama Karina berhenti, menatap mereka dengan penuh selidik.

"Apa yang kalian bicarakan?"

Mahesa tersenyum tipis sebuah senyum yang tidak mencapai matanya.

"Hanya tentang rencana acara nanti, Ma. Inara sudah setuju untuk menemani saya. Dia akan menjaga kesehatannya."

Mama Karina menyipitkan mata, menatap Inara yang hanya bisa menunduk dalam diam. Ada kecurigaan di mata sang mertua, namun melihat Mahesa yang tampak "patuh", ia hanya menghela napas.

"Bagus kalau begitu. Ingat janjimu, Mahesa. Jangan sampai kamu menyesal karena menyakiti Inara kembali. Mama pastikan kamu akan menyesal seumur hidupmu!," ujar Mama Karina sebelum berbalik pergi.

Sepeninggal sang ibu, Mahesa melepaskan genggamannya dengan kasar. Dia menatap Inara sekali lagi sebelum berbalik membelakangi istrinya.

"Ingat kata-kataku tadi. Jangan pernah coba-coba memintaku meninggalkan Clarissa, atau kamu sendiri yang akan menyesal karena sudah mencoba ikut campur," ucap Mahesa dingin, lalu melangkah pergi meninggalkan Inara yang terpaku sendirian di meja makan, tenggelam dalam kesadaran bahwa pernikahan ini memang tidak memiliki jalan keluar.

Inara tetap terpaku di kursinya, jemarinya meremas kain meja hingga buku-buku jarinya memutih. Ucapan Mahesa masih menggema di kepalanya, sebuah pengingat bahwa posisinya hanyalah pajangan sebuah properti yang harus dijaga agar terlihat "layak" di depan publik dan keluarga besar.

Mahesa sudah melangkah jauh menuju ruang kerjanya, meninggalkan Inara dalam keheningan yang menyesakkan. Namun, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang berat kembali mendekat. Itu bukan langkah Mahesa.

Mama Karina muncul kembali. Ia tidak langsung menghampiri Inara, melainkan berdiri di balik pilar ruang makan, mengawasi arah kepergian putranya dengan tatapan yang menyiratkan kekecewaan yang sangat dalam.

"Anak itu... dia memang keras kepala dan sudah kehilangan akal sehatnya karena wanita itu," lanjut Mama Karina, nadanya rendah namun sarat akan kekecewaan.

"Dia pikir dia bisa mempermainkanku, mempermainkan rumah tangganya sendiri, dan berpikir bahwa sebuah pesta bisa menutupi borok yang dia ciptakan. Demi wanita ja-lang itu!"

Mama Karina kesal bukan main. Apalagi melihat keadaan Inara yang sangat lemah. Bahkan sikap manis anaknya itu hanya di lakukan di depannya.

"Apa mungkin bahkan mereka sebenarnya belum pernah? Sehingga Inara tak kunjung hamil?" Mama Karina membe-kap mulutnya sendiri. Pikiran buruknya benar-benar tak bisa di bendung.

"Aku harus memastikannya! Dan akan aku laporkan pada Papanya! Awas saja kamu Dirga! Berani sekali kamu menyakiti anak sahabat papamu! Tunggu murkanya untukmu dan wanita sun-dal itu! Di kasih berlian malah milih lagi batu kali! Dasar anak bo-doh! Kalau saja punya anak laki-laki lain akan aku nikahkan Inara dengannya! Biar kamu menyesal!" kesal Mama Karina kemudian benar-benar pergi dari rumah Dirga dan Inara.

1
Rahmawati Amma
cuma sampai di sinilah ceritanya thor 😭
Yam_zhie: sebenarnya mau panjang lagi. tapi 😭😭😭
total 1 replies
~Ni Inda~
Akhir yg sedih 😭😭
Baru kali ini ada novel berakhir di puncak emosi yg membuat readers berimajinasi sendiri bgmn akhir kisah tokoh utama yaitu Inara meski sdh ada petunjuk arahnya
Good Thor...tulisanmu beda dg yg lain
Semangat trs berkarya 💪💪
~Ni Inda~
'Sedikit' kebaikanmu thd Inara adalah tdk mau menyentuhnya shg Inara msh terjaga kesuciannya utk lelaki baik yg kelak menjadi suaminya sbg jackpot
Dan semoga itu Gavin....sbg hadiah atas kesabaran.. kebaikan & ketulusan hatinya thd Inara
~Ni Inda~
Lelaki limited edition
~Ni Inda~
Bersyukurlah Inara....kesucianmu utk suami yg menghargaimu kelak
Heny
Smg inara dapat pengganti dan bahagia
Yamah Yamaah
kok tamat cuman gitu
Heny
Thor jng sakiti inara lepas kan dia dr mahesa
~Ni Inda~
Bekukan hatimu Inara...belajar cerdas...usahakan utk merekam sikap & perkataan Mahesa utk buktii kejahatannya dihadapan orangtuanya termasuk ancamannya utkmu & Mamamu
Jadikan keberpihakan mertuamu sbg senjata utk balik menghancurkan Mahesa & Clarissa
Yuni Ngsih
Authooor ceritramu bgs banget ,apa ada bouncapnya Inara & Mahesa kembali untuk membimbing Arkha ...supaya ku ngga kecewa nih ....ok mksh & tetap semangat buat Author ...👍
Yam_zhie: pengen bikin kak. tapi nanti aku coba takutnya di tolak sama NT
total 1 replies
Yuni Ngsih
Authooooor ku ngenes baca ceritramu Thor baru aja bahagia bersama Gavin .......ko Inara mau ditinggal kan ini ceritra Thor bikin ku sediiiiih knp tdk dirobah alur ceritranya kasian Inara ......ih ko ngeyel ya kan ini mah cuma ceritra.....karena ceritramu baguuus banget ....ok
Yam_zhie: huaaaa maaf kak 🙈🙈🙈
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
😩😭😭😭😭
nely_48
sedih banget baca bab akhir ini,, 😭😭
Ilfa Yarni
aaaaa sedih amat sampe nangis aku bacanya
Muft Smoker
kaaak koq udh tamat aj ,, gx da bonchap ny kah????

gantuuung looo kak ,,
6690
kok gantung kak tamatnya
Arin
Ini beneran udah tamat?
Rahmawati Amma
seru ceritanya thor bagus🥰👍
Yam_zhie: makasih kak 😘
total 1 replies
Rahmawati Amma
di tunggu bab barunya kak😁✌️
Adi sudiro Dero
mau komen apa soal Kinara bingung!...jadi orang kok ya tolol n goblok ibarat suruh makan tapi ya pasti di makan la wong gak ada otak🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!