NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Ambil Saja Suamiku, Mbak Mantan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:81.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Inara Khadeeja Prameswari menikah dengan Mahesa Dirgantara. Mereka menikah sudah satu tahun, pernikahan perjodohan yang di lakukan dua keluarga. Saat itu Mahesa berstatus duda. Sedangkan Inara baru saja lulus kuliah.

Selama pernikahan, tak pernah ada percekcokan apapun. Dua tahun pernikahan mereka terasa dingin. Tak ada panggilan sayang atau apapun yang romantis dari Mahesa. Inara tahu jika dalam hati suaminya masih ada mantan istri yang pergi entah kemana. Clarissa

Inara berusaha menjadi istri yang baik walau tak pernah di anggap oleh suaminya. Dia berharap dengan kesabaran dan ketulusannya, akan membuat Mahesa jatuh cinta padanya. Melihatnya sebagai seorang wanita, sebagai istrinya. Bukan sebagai teman satu rumah. Bahkan Mahesa tak segan bersikap kasar padanya. Seolah Inara tak ada artinya untuk Mahesa.

Namun, akhirnya Inara menyerah setelah Clarissa kembali dengan cerita sedih dan penyakitnya. Pakah setelah ini Mahesa akan menyesal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Inara 23

Mahesa menarik napas panjang, sebuah embusan yang terasa berat dan dingin. Ia tidak lagi menatap Inara dengan tatapan penuh penyesalan seperti tadi. Sebaliknya, dia menegakkan tubuhnya, kembali ke balik topeng ketenangan yang kaku dan angkuh.

Ia mengabaikan tangan Inara, menarik tangannya kembali ke dalam saku celana.

"Inara," suara Mahesa rendah, terdengar seperti peringatan yang tajam.

"Jangan terlalu banyak berharap atas apa yang terjadi hari ini. Aku melakukan ini bukan karena aku ingin berubah, tapi karena aku tidak ingin ada keributan lebih lanjut di rumah ini, terutama yang melibatkan Mama."

Inara yang tadinya sempat merasa ada secercah harapan, mendadak membeku. Matanya membulat, menatap suaminya dengan rasa tidak percaya.

"Jadi... semua ini hanya sandiwara agar Mama tidak marah?" tanya Inara, suaranya tercekat.

Mahesa menatapnya lurus, tidak ada keraguan di matanya.

"Kita harus hadir di acara rekanan Papa tiga hari lagi. Aku mohon kerjasama dari kamu!."

Mahesa melangkah lebih dekat, menunduk hingga wajahnya tepat di depan telinga Inara. Suaranya berbisik, namun terdengar sangat kejam.

"Clarissa adalah bagian dari duniaku yang tidak akan bisa digantikan oleh siapa pun, termasuk kamu, Inara. Posisi itu sudah terkunci rapat. Aku minta kamu bersikap manis selama tiga hari ke depan, layani aku dengan baik, dan jangan coba-coba mengeluh atau membuat Mama curiga. Jika kamu bisa melakukan itu, aku akan tetap membiarkanmu tinggal di rumah ini dengan nyaman dan ku pastikan ibumu tinggal nama."

Inara merasa dunianya seolah runtuh untuk kedua kalinya dalam satu jam. Ternyata, kelembutan yang ia lihat beberapa saat lalu hanyalah fasad untuk meredam kemarahan sang ibu.

"Kamu benar-benar egois, Mas," bisik Inara dengan air mata yang mulai jatuh tanpa permisi.

"Kamu membiarkanku merasa sedikit tenang, hanya untuk menghancurkanku kembali dengan kenyataan ini?"

Mahesa tidak menunjukkan tanda-tanda simpati. Ia hanya menatap Inara dingin, seolah wanita di depannya adalah rekan bisnis yang tidak memuaskan kinerjanya.

"Ini adalah kesepakatan terbaik yang bisa aku berikan padamu," ucap Mahesa datar.

Tepat saat itu, langkah kaki Mama Karina terdengar kembali mendekat dari arah ruang tamu. Mahesa dengan sigap mengubah ekspresi wajahnya. Dia kembali meraih tangan Inara kali ini dengan sentuhan yang dipaksakan dan meletakkan jemarinya dengan lembut di punggung tangan Inara seolah sedang memberikan afeksi.

"Istirahatlah, Sayang," ujar Mahesa dengan nada yang berubah drastis menjadi penuh perhatian tepat saat Mama Karina muncul di ambang pintu.

Mama Karina berhenti, menatap mereka dengan penuh selidik.

"Apa yang kalian bicarakan?"

Mahesa tersenyum tipis sebuah senyum yang tidak mencapai matanya.

"Hanya tentang rencana acara nanti, Ma. Inara sudah setuju untuk menemani saya. Dia akan menjaga kesehatannya."

Mama Karina menyipitkan mata, menatap Inara yang hanya bisa menunduk dalam diam. Ada kecurigaan di mata sang mertua, namun melihat Mahesa yang tampak "patuh", ia hanya menghela napas.

"Bagus kalau begitu. Ingat janjimu, Mahesa. Jangan sampai kamu menyesal karena menyakiti Inara kembali. Mama pastikan kamu akan menyesal seumur hidupmu!," ujar Mama Karina sebelum berbalik pergi.

Sepeninggal sang ibu, Mahesa melepaskan genggamannya dengan kasar. Dia menatap Inara sekali lagi sebelum berbalik membelakangi istrinya.

"Ingat kata-kataku tadi. Jangan pernah coba-coba memintaku meninggalkan Clarissa, atau kamu sendiri yang akan menyesal karena sudah mencoba ikut campur," ucap Mahesa dingin, lalu melangkah pergi meninggalkan Inara yang terpaku sendirian di meja makan, tenggelam dalam kesadaran bahwa pernikahan ini memang tidak memiliki jalan keluar.

Inara tetap terpaku di kursinya, jemarinya meremas kain meja hingga buku-buku jarinya memutih. Ucapan Mahesa masih menggema di kepalanya, sebuah pengingat bahwa posisinya hanyalah pajangan sebuah properti yang harus dijaga agar terlihat "layak" di depan publik dan keluarga besar.

Mahesa sudah melangkah jauh menuju ruang kerjanya, meninggalkan Inara dalam keheningan yang menyesakkan. Namun, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang berat kembali mendekat. Itu bukan langkah Mahesa.

Mama Karina muncul kembali. Ia tidak langsung menghampiri Inara, melainkan berdiri di balik pilar ruang makan, mengawasi arah kepergian putranya dengan tatapan yang menyiratkan kekecewaan yang sangat dalam.

"Anak itu... dia memang keras kepala dan sudah kehilangan akal sehatnya karena wanita itu," lanjut Mama Karina, nadanya rendah namun sarat akan kekecewaan.

"Dia pikir dia bisa mempermainkanku, mempermainkan rumah tangganya sendiri, dan berpikir bahwa sebuah pesta bisa menutupi borok yang dia ciptakan. Demi wanita ja-lang itu!"

Mama Karina kesal bukan main. Apalagi melihat keadaan Inara yang sangat lemah. Bahkan sikap manis anaknya itu hanya di lakukan di depannya.

"Apa mungkin bahkan mereka sebenarnya belum pernah? Sehingga Inara tak kunjung hamil?" Mama Karina membe-kap mulutnya sendiri. Pikiran buruknya benar-benar tak bisa di bendung.

"Aku harus memastikannya! Dan akan aku laporkan pada Papanya! Awas saja kamu Dirga! Berani sekali kamu menyakiti anak sahabat papamu! Tunggu murkanya untukmu dan wanita sun-dal itu! Di kasih berlian malah milih lagi batu kali! Dasar anak bo-doh! Kalau saja punya anak laki-laki lain akan aku nikahkan Inara dengannya! Biar kamu menyesal!" kesal Mama Karina kemudian benar-benar pergi dari rumah Dirga dan Inara.

1
Muft Smoker
seneng kan liat mereka ,, inara Dan mahesa udh bnr2 berdamai ,,
inara udh memiliki pendamping yg tepat ,, begitu pun mahesa nanti ,,
Muft Smoker
inara udh bahagia dg keluarga kecil ny ,,
sedangkan mahesa msh menata hidup ny di luar pulau ,,
kak kabar si Clarissa gmn ,, Masih sehat kah????
Ilfa Yarni
semoga disana mahesa menemukan jodoh seorang perempuan yg sama baiknya seperti inara biar bayangan inara dlm hatinya menghilang sepenuhnya
Oma Gavin
akhirnya mahesa jadi diri sendiri dan lebih baik
Ilfa Yarni
inara udah bahagia mahesa gmn kabarnya
nely_48
halo arka, udh gede az
nely_48
menepi dl,, siapa tau dgn tinggal d pulau Kalimantan mereka bs ketemu dgn gadis Dayak yg terkenal cancik n baik hati
Muft Smoker
inara tu arka apa nangka mateng di kebun tetangga ,, bunyi ny mantap pisan😁😁😁😁😁😁
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,

yx sypa tau kak si arka jatuh pas bareng nangka tetangga juga pas kebetulan jatuh juga ,🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Muft Smoker
untung si Gavin gx minta di gendong si inara 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁😁 ,,
sypa tau aj kak 😁😁😁
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
ko lucu ya bayangin nya 🤭😁
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
Ilfa Yarni
inara udah bahagia tinggal mahesa beri doa bahagia jg tjor
Muft Smoker
berdamai itu indah kan ,, meski terlambaat tp itu lebih baik Dari pada tdak sama sekali kn mahesa ,,
skrang tinggal km yg menata dirimu menjadi lebih baik mahesaa ,,
Ambu Rinddiany Thea
🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Ilfa Yarni
syukurlah kalian berdua udah berdamai dgn diri sendiri semoga jdpnnya kalian sama2 bahagia aku paling g suka laki2 yg. mengakui kesalahan dan berubah kpd yg lbh baik
Soraya
mampir thor
Ilfa Yarni
berjuang dan berdamailah dgn dirimu sendiri mahesa
Muft Smoker
mungkin inara hanya satu mahesa ,, tp di luar sana mungkin msh ad yg seperti inara ,, yg bisa nerima km apa adany ,, tanpa dy melihat dirgantara ad di belakang mu ,, tanpa melihat masa lalu mu ,,
Muft Smoker
pergi jauh bukan hanya tuk menghindar ,, tp tuk menenangkan hati ,mmenyembuhkkan diri , membentuk diri menjadi pribadii yg lebih baik ,,
masa lalu mungkin gx kan hilang mahesa ,, tp gx perlu juga selalu di ingat yg dmna akan mempersulit dirimu untuk menemukan jati dirimu yg hilang ,,
Ilfa Yarni
inara perempuan yg naik dan tulus tidak mgkn dia mengabaikanmu ha ya u tuk mi ta maaf tuk yg terakhir kalinya
Ilfa Yarni
pergilah mahesa sembuhkan dirimu semoga disana km udah bisa melupakan masa lalu dan berdamai dgn dirimu sendiri semoga jg ada pengganti inara km temukan disana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!