Langsung baca saja.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Askaori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32
Melihat anaknya yang gemetar ketakutan, Danzo memaki dalam Hati.
"Sial dasar anak tak berguna"
"Jangan membuatku malu, Sai! "
"Ha'i papa"
Sai pun ikut maju menyerang musuh-musuhnya.
Naruto tengah tertawa bahagia
"Ahahahaha datanglah kemari sayang, akan kuhabisi kalian"
Jraaash
Jraaassh
Tebasan Naruto tak beraturan saking senangnya.
Karena tebasan yang tak beraturan tersebut membuat usus para musuh keluar dari perut mereka, beberapa yang kepalanya hampir putus.
Naruto menyerang menebas dengan membabi buta. Pakaian yang awalnya rapi dan bersih, kini berlumuran darah musuhnya.. cipratan-cipratan darah juga mengenai wajah cantiknya
"Rasanya aku tak mau berhenti, ini..ini.. sangat menyenangkan tebayyyoooooo" teriaknya semangat
"Hyaaaa mati kalian semua hahahaha"
Naruto terus saja membunuh musuh hingga dia melihat Sakura yang kini menyeringai senang saat mencapai tempat Kizashi
"Habisi dia Sakura, dia yang membuat Mommy dan Aunty meninggal." teriaknya dan kembali membunuh para musuh.
Teriakan kesakitan terus saja menggema bagai nyanyian merdu di telinga Naruto dkk
"Aaaaaarrrrrggh"
"Teruslah berteriak ahahahaha"
Tawa Naruto kesetanan
"Hisashiburi Papa" sapa Sakura dengan senyum mengerikan, kini semua badannya dipenuhi darah dari korbannya.
Kizashi menegang.
Buagh
Sakura langsung meninju perut Kizashi. Kizashi langsung terpelanting ke belakang. qqq
Duagh
Jrassh
Sakura mendekati Kizashi yang tersungkur, kemudian meninjunya dan menggoreskan pedang di kulit Kizashi.
"Aaaaaarggh"
"Gimana papa, apa rasanya sakit?"
Sreeek
Sakura kembali menggores kulit Kizashi
"Aaaargggh"
"Rasa sakit yang kau rasakan tak sebanding dengan rasa sakit ku dan Naruto papa, karena kau telah membunuh Mama dan Aunty."
Sakura kemudian menarik lidah Kisazhi.
Jraaashh
Dan langsung memotongnya
"Ahahahaha, lihatlah mama, papa tak berdaya ahahahaha"
Jraaaash
Sakura kemudian memotong tangan kanan Kizashi
"Aaaarrrgggh" teriak Kizashi dia tak bisa melakukan apa-apa badannya serasa ada yang menahan, hingga tak sanggup melawan Sakura dia hanya memandang Sakura penuh penyesalan.
Jraaash
Sakura kembali memotong tangan kanan Kizashi.
Sakura terus menyiksa Kizashi dan Air matanya juga terus mengalir.
"Gomenne papa, Sayonara"
Cup
Sakura mengecup kening Kizashi
Jraaasssh
Kemudian menebas kepala sang Ayah
"Semoga kau bertemu dengan mama"
Sakura kemudian meninggalkan jasad Kizashi dan kembali membunuh musuh yang hanya bisa dihitung dengan jari.
Semua bawahan Orochimaru dan Danzo telah mereka habisi dengan kejam
Meninggalkan Orochimaru, Danzo, Sai dan orang-orang kepercayaan Orochimaru..
Melihat pemandangan di depannya, mereka semua gemetar ketakutan. Mereka juga tidak sengaja melihat penyiksaan yang dilakukan Sakura pada Kizashi.
"Ne Hime, kita habisi saja mereka semua" ujar Kisame
"Hm lakukan, sisahkan Danzo dan Orochimaru untuk ku"
"Ha'i"
Mereka semua maju menghabisi orang-orang kepercayaan Orochimaru termasuk Sai.
Mereka langsung saja berlutut minta ampun
"Tolong ampuni kami"
"Ahahahaha ampun katamu? setelah kalian menghabisi Mommy ku dengan kejam, tidak akan" murka Naruto
Duagh
Buuugh
Naruto menendang Orochimaru hingga membuatnya terpental cukup jauh.
"Kalian tahu betapa berharganya Mommy untukku, dan kalian dengan teganya menabrak mobil yang dikendarai Mommy."
Jraaaash
"Aaaaarrrrrgg" raung kesakitan Orochimaru saat kakinya di potong oleh Naruto
"Sampah masyarakat seperti kalian harus dimusnahkan."
Jraaaaashhh
"Nee-san, si tua Danzo kuserahkan padamu" ujar Naruto
Naruko menyeringai saat mendapatkan mainan baru.
"Khukhukhu"
"Ja..jangan mendekat"
"Oh ayolah paman, ini tak akan sakit"
Sreeek
Naruko menggoreskan Daggernya pada kulit keriput Danzo
"Cih kulit kendor begini, mana bagus di jadikan mainan"
Sreeek
Staab
Naruko langsung saja menusuk jantung Danzo dan pastinya Danzo akan meninggal.
Sai pun yang tengah sekarat tak bisa berkata apa-apa saat melihat ayahnya dibunuh oleh Naruko.
Orochimaru yang telah kehilangan sebelah kakinya saat melihat Danzo mati di tangan Naruko, dia menjadi bertambah gemetar.
Anggota Akatsuki, Hinata, Sasuke, Gaara, Shikamaru, Sakura dan Ino hanya menonton penyiksaan Orochimaru yang dilakukan Naruto.
"Kau yang perjaka tua mana mengerti tentang rasa kehilangan"
Jraaassssh
Dan akhirnya kepala Orochimaru terpisah dari badannya.
Shikamaru mendekat ke arah Naruto dan langsung memeluknya.
"Semuanya sudah berakhir Hime, kau bisa istirahat sekarang"
Akhirnya Naruto pun tak sadarkan diri di pelukan Shikamaru. Shikamaru langsung saja mengendong Naruto ke arah kendaraan yang mereka tumpangi untuk sampai ke markas Orochimaru.
Begitu pula dengan anggota akatsuki dan 6 remaja lainnya, serta bawahan Hamura yang masih tersisa.
...
Hamura, Indra dan Ashura menatap puas pemandangan di depannya
"Ayo kita kembali ke markas dan kita sambut mereka."
"Ha'i Daddy" jawab keduanya serempak.
tapi suka aja ma ceritanya hehe...