Update : Tidak pasti
Seorang Wanita mengalami koma dan pergi ke dunia masa lalu. Menghadapi banyak intrik di kediaman keluarganya maupun diluar....
sarana dan kritik bisa ditulis dibawah.
saya pemula harap dimaklumi maka saran dan kritik bisa membantu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yovita Fendi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 33
(Sambil menyeret dengan paksa keluar, Xiang berteriak sehingga membuat semua orang yang berada disana bisa mendengarnya)
" Lepaskan Saya, Suamiku aku dijebak, Buat apa aku menuduh putri pertama " Ujarnya sambil meronta ronta dan berusaha melepaskan gengaman para pelayan yang sedang menyeret keluar dari tempat itu. Hui hanya memandang ke arah Xiang dengan tatapan penuh kemenangan.
" Hah" Hui pun menghela napasnya. Setidaknya orang yang menjebak bisa dihukum. Walapun memandang dengan penuh kemenangan Hui pun juga merasa sedikit kasihan kepada Xiang.
"Putri" Ujar pelayan itu dan memegang kaki Hui. Sekarang pelayan yang menuduhnya langsung berlutut ke arahnya dan berkata kepada Hui.
" Putri , Tolong selamatkan aku ?" Ujar Pelayan itu sambil menangis.
" Pelayan " Ujar Tuan Besar yang berteriak dan memanggil para pelayan yang berada disana
" Hukum gantung pelayan dan keluarganya " Ujarnya sambil berteriak dan mengajukan tanganya ke arah pelayan itu dan keluarganya. Hui tersentak kaget akan pernyataan kakeknya .Semarah marahnya dia, Dia tidak berpikir pelayan itu dan keluarganya harus di hukum mati. Rasa kasihan lebih besar dibanding kebencianya
" Kakek, Sudahlah Dari pada dia dihukum mati lebih baik dia mendapatkan pukulan dan Di usir keluar " Ujar Hui yang berusaha menenangkan Kakeknya yang sedang marah. Kakek yang mendengar perkataan Hui langsung menghela napas
" Cucuku, Apa kamu kasihan sama mereka ". Hui tidak menjawab pertanyaan kakeknya dan sebentar memandang ke arah mereka dan dia pun menganguk kepada Kakeknya
" Ya, Setidaknya dalangnya sudah ketangkap, biarkan dia dihukum cambuk dan diusir keluar " Ujar Hui dengan tersenyum. Tuan besar itu hanya bisa menghela napas. Dan pergi meninggalkan tempat kejadian Itu. Hui pun memandang ke arah pelayan itu dan keluargnya yang dimana mereka memeluk satu sama lain. Hui pun pergi meninggalkan mereka.
*******
Di sisi tempat kejadian Ling memandang semua dengan tatapan bingung berbanding balik dengan apa yang dikatakan oleh Xi dan beberapa informasi yang di dapatkan sebelum masuk ke kediaman ini
" Putrimu, Cukup kuat " Ujar Ling dengan tatapan bingung memandang ke arah Xi. Xi hanya terdiam dan memandang apa yang sedang terjadi. Tanpa sengaja Xi mengucapkan sesuatu.
" Ah , Aku belum membuat kan teh ginseng," Ujarnya sambil tersentak kaget sebelum pergi meninggalkan tempat itu.
" Ling kalau kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa meminta tolong kepada para pelayan itu " Ujarnya sambil berlari meninggalkan Ling sendirian.
" eh tunggu" Belum sempat menyelesaikan perkataanya Xi sudah pergi jauh meninggalkan tempat itu. Tidak membutuhkan waktu yang lama sebuah pohon bergerak dengan sendirinya. Ling yang menyadari akan sesuatu, Dia pun langsung memandang ke arah pohon itu dan berujar kepada dirinya sendiri
" Apa kediaman ini engak ada penjaga sedikit pun, Kenapa banyak orang bisa berlalu lalang bebas meninggalkan tempat ini"
*******
(Seseorang berbisik kepadanya , Dan Liang hanya berujar dan mengangguk)
" Apa ada masalah ?" Ujar Wang sambil meminum tehnya.
" Dugaanku memang benar " Ujar Liang yang mengambil gelas tehnya dan meniupnya
" Kurasa Hui, Tidak bisa menjadi pion kita lagi, Sekarang Hui berbeda dengan dulu " Ujar Liang yang melanjutkan perkataan dan meminum tehnya
"Benarkah , Kenapa dia berubah secepat itu," Ujar Wang memandang ke arah Liang. Liang cuma hanya memandang ke arah Wang. Akhirnya mereka berdua hanya memandang satu sama lain dalam keheninganya tidak tau mau mengucapkan apa lagi.
tapi makasih kak
eh, dokter apa suster sih ? au ah gelap
sekian saran dan masukan aq
cemungut Thor💪😊👍