Apakah hal tentang spiritual dan keabadian berasal dari kultivasi benar-benar nyata?
Menceritakan tentang seorang pria yang menjalani kehidupan keduanya di dunia berbeda dan menjelajah dimensi hingga sampai ke dunia spiritual.
Cerita ini berlatarkan sebuah Kekaisaran dan memiliki tema kultivasi. Alur ceritanya sendiri bisa dibilang cukup santai dan tidak terburu-buru. Semua karakter dicerita ini hanyalah fiktif belaka dan tidak ada didunia nyata.
Jika kalian suka novel ini tekan tombol like disetiap chapter dan klik juga tombol favorit agar kalian tidak tertinggal informasi update dari novel THE EMPEROR. Kalian juga bisa membantu author dengan membagikan novel ini keteman kalian, terima kasih dan selamat membaca~
~UP 2 Chapter perhari kecuali hari sabtu dan minggu dan dimulai pada 12 Oktober 2021. Setiap bab memiliki jumlah 2000 kalimat.
Genre : Action, Thriller, Millitary, Time Travel, Cultivation, Fantasy, Drama, Overpower.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aji Nugroho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menaruh Harapan
Saat tengah hari karavan yang membawa bibit-bibit untuk diseleksi kini sudah memasuki kota Wuxi dan memutuskan singgah sejenak.
Merasa ketika mengisi perbekalan akan memakan waktu cukup lama, Hou Yu dan Xia Yueyin meminta ijin kepada seorang prajurit untuk berkeliling.
Untung prajurit tersebut tidak memiliki tempramen yang buruk sehingga mengijinkan Hou Yu dan Xia Yueyin berkeliling dengan catatan hanya sebentar saja.
Akhirnya dengan dibimbing oleh Xia Yueyin yang sudah beberapa kali mengunjungi kota tersebut, Elan kemudian berkeliling bersamanya.
Xia Yueyin terlihat seperti seorang tour gaet pribadi dan menjelaskan tentang apa saja yang ia ketahui di kota Wuxi kepada Hou Yu.
Hingga akhrinya langkah Hou Yu terhenti saat melihat salah satu toko yang menjual pernak-pernik khas dari kota Wuxi.
Saat Xia Yueyin yang tengah berjalan sambil menjelaskan berbagai hal kepada Hou Yu, ia tanpa sadar meninggalkan pria tersebut dibelakang.
Xia Yueyin baru sadar setelah ia menoleh kesamping dan tidak menemukan keberadaan Hou Yu disana. Dengan panik ia menoleh kesana-kemari tapi tidak kunjung juga mendapati keberadaan Hou Yu.
Ditengah keramaian seperti itu Xia Yueyin akan kesulitan mencari aroma tubuh Hou Yu dan lagipula ia juga tidak ingin melakukannya mengingat bahwa bau menyengat ada di mana-mana.
Ini adalah salah satu kelemahan dari kemampuan mencium yang dimiliki oleh Xia Yueyin.
Ditengah kepanikan yang tengah melanda Xia Yueyin karena khawatir jika Hou Yu tersesat di kota Wuxi. Tiba-tiba Xia Yueyin merasakan ada seseorang yang ingin menyentuh dirinya.
Secara spontan Xia Yueyin menarik belati kecil miliknya dan melakukan serangan kearah belakang.
"Whoaaa... Hei tenanglah ini aku..." Hou Yu ingin mengagetkan Xia Yueyin justru dirinyalah yang dikagetkan dengan reflex gadis tersebut.
Xia Yueyin yang melihat jika orang tersebut adalah Hou Yu segera menghentikan serangannya dimana hampir mengenai leher pria tersebut.
"Kamu ini kemana saja, aku mencarimu dari tadi!" Xia Yueyin tampak kesal sekaligus khawatir terhadap Hou Yu.
Hou Yu terkekeh dan menggaruk kepala bagian belakangnya. "Aku tadi habis membeli sesuatu disana. Ayo kembali sebentar lagi karavan akan melanjutkan perjalanan."
Dengan inisiatifnya sendiri Hou Yu menarik tangan Xia Yueyin untuk segera kembali menuju karavan yang sebentar lagi akan berangkat.
Tetapi masalah tiba-tiba muncul ketika Xia Yueyin yang terlihat sedang marah tidak mau bergerak dan menepis tangan Hou Yu.
Melihat gadis tersebut merajuk Hou Yu tidak ambil pusing dan langsung menggendongnya dibelakang untuk dibawa secara paksa.
Xia Yueyin hanya bisa menggerutu dan diam-diam menikmati momen yang mungkin langka untuk dirinya.
Tak berselang lama Hou Yu dan Xia Yueyin akhirnya sampai disaat karavan tersebut hampir jalan meninggalkan keduannya.
Keduanya lantas naik ke kereta kuda paling belakang seperti sebelumnya dan disana ketegangan masih terasa di antara mereka.
"Hei... Apa kamu masih marah saat aku tinggal tadi?" Hou Yu bertanya kepada Xia Yueyin yang sedang merajuk kepadanya.
"Hum!" Xia Yueyin memalingkan pandangannya sambil menyilang kan kedua tangan nya seolah ia berkata kepada Hou Yu 'pikir saja sendiri!'.
Hou Yu yang melihat reaksi dari Xia Yueyin segera mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya dan memainkannya ditangan.
"Sayang sekali sepertinya aku akan memberikan gelang yang tadi kubeli kepada orang lain. Shhh... Mungkin aku akan memberikannya kepada gadis di kereta kuda yang ada didepan saja..." Hou Yu berusaha untuk memancing Xia Yueyin.
Umpan yang ditaruh oleh Hou Yu ternyata sukses dengan Xia Yueyin menyambar gelang tali ditangannya secepat kilat.
Xia Yueyin lantas memakai gelang tali berwarna merah tersebut di lengan nya dan dengan sikap yang dibuat seolah-olah anggun untuk menjaga citranya dihadapan Hou Yu.
"Ekhem! Kamu harusnya merasa bangga karena aku memakai gelang ini. Jangan salah paham aku hanya kasihan kepadamu." Xia Yueyin berbicara dengan nada angkuh kepada Hou Yu, meski begitu ia sebenarnya hanya mencoba menutupi rasa cemburu dan perasaan bahagia.
Hou Yu terkekeh dan menepuk-nepuk kepala Xia Yueyin. "Ya aku merasa bangga karena kamu mau memakai barang murahan yang aku berikan, nona kecil..."
Wajah Xia Yueyin seketika memerah saat melihat senyuman dari Hou Yu yang sangat jarang sekali terjadi dan senyuman kali ini terlihat sangat natural dan tidak dibuat-buat sama sekali.
Pertahanan Xia Yueyin untuk tetap terlihat seolah dirinya marah dan angkuh segera jebol di hadapan senyuman yang kini terpampang diwajah Hou Yu.
Setelah pertahanan tempurnya jebol, Xia Yueyin tiba-tiba memeluk erat Hou Yu dan menyembunyikan wajah malunya di dada pria tersebut.
"Syukurlah... Aku khawatir terjadi apa-apa saat kamu menghilang begitu saja sebelumnya... Jangan pernah tinggalkan aku sendiri tanpa sebab, kamu satu-satu nya orang yang sekarang aku miliki didunia ini..." Ujar Xia Yueyin yang mulai menangis terisak didalam dekapan Hou Yu.
Hou Yu yang mendengarnya hanya bisa menepuk-nepuk punggung Xia Yueyin agar gadis tersebut merasa tenang dan tidak tenggelam dalam kesedihan.
Ia tentu tidak bisa menjanjikan apa yang diminta oleh Xia Yueyin saat ini kepada dirinya, bagaimanapun juga jika Xia Yueyin mengikuti jalan nya untuk saat ini hanya akan menyebabkan gadis tersebut dalam bahaya.
"Jika kamu pergi meninggalkan ku tanpa sebab suatu hari nanti, aku akan mencarimu dan saat itu kamu bisa merasakan sendiri akibatnya!" Imbuh Xia Yueyin yang sudah menanamkan rasa percaya terhadap Hou Yu.
Hou Yu yang mendengar hal ini seakan seperti sebuah peringatan dimana jika dilanggar tamatlah sudah riwayat hidup nya.
Apalagi saat ia melihat spirit Xia Yueyin yang tiba-tiba muncul dan menatap dirinya dengan tajam seolah mengatakan untuk tidak membuat tuanya kecewa.
Namun rasa keingintahuan Hou Yu tentang sejarah Kekaisaran Han tidak menyurutkan tekadnya dan siap menerima resiko terburuk suatu saat nanti.
Hou Yu yakin dalam sepuluh tahun lagi Xia Yueyin pasti akan menjadi salah satu orang yang paling disegani di Kekaisaran Zhou bahkan sampai empat Kekaisaran lainnya.
Untuk itulah Hou Yu ingin membuat Xia Yueyin agar fokus terlebih dahulu terhadap dirinya sendiri dan ia tidak ingin kehadirannya mengganggu gadis tersebut dalam perkembangan nya kedepan.
Hou Yu ingin membuat kepergiaan nya nanti bisa membuat Xia Yueyin termotivasi agar bisa berkembang lebih jauh lagi sebelum akhirnya mereka bertemu kembali.
"Aku tidak bisa menjanjikan hal yang belum pasti, kita lihat saja nanti kedepannya..." Ucap Hou Yu yang dibalas anggukan oleh Xia Yueyin.
Bagi Xia Yueyin sendiri ia sangat yakin meskipun mereka kedepannya dipisahkan oleh keadaan, keduanya kelak pasti akan bisa bersatu kembali hingga pada saat itu ia tidak ingin memikirkan apapun dan hanya fokus pada kehidupan mereka berdua saja.
Setelah itupun Xia Yueyin akhirnya terlelap di dekapan Hou Yu karena merasa lelah setelah berkeliling kota sebelumnya.
blom puya kekuatan udh byk tingkah hihieee autor pantes klurga d bantai pdhal jendral
sekarang mau mulai tanpa kekuatan dan mngajak anak2 bahkn blom kultivasi ap gk bodoh sampe urat2 wkkwkkwk
benar nggk sih tulisan ny🤣🤣