Belum selesai Revisi
Bagaimana rasanya jika dijodohkan dengan orang yang tidak kita Cintai? Bisakah Kita menerima perjodohan dengan menunggu kepastian masa lalu yang menghilang tanpa kabar?
Siapakah yang akan Muti pilih? Renald atau Rizky?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi
Suasana di meja makan mansion Rizky kini tampak menegangkan bagi Sheila, ia merasa canggung karena pertama kalinya makan malam bersama keluarga Rizky.
"Siapa namamu?" Pratama Ayah Rizky membuka pembicaraan seusai makan malam, ia menatap Sheila.
"Sheila Om... " Sheila menjawabnya dengan tersenyum kaku.
"Kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian," ucap pratama mengintimidasi.
Deg.
"Maksud Om?" Sheila terkejut.
"Yah... ayah apaan sih, jangan menatap Sheila seperti itu, ayah menakutinya tau," bunda Rizky memegang tangan Pratama.
"Bukankah kalian ini pasangan? jadi wajar kan? jika ayah menanyakan kapan kalian akan menikah? dan memang alasan ini juga kan yg memjadi alasan Rizky menolak di jodohkan?" Pratama menatap Rizky.
"Apa? jadi ini alasan pak Rizky mengajakku makan malam, ia sengaja memperkenalkanku sebagai kekasihnya agar pak Rizky tidak di jodohkan, andaikan ini kenyataan, bukan karena alasan pak Rizky ingin di jodohkan dengan orang lain, mungkin aku akan menjadi orang yg paling bahagia di dunia ini," batin Sheila.
"Kami masih butuh waktu Yah..."
"Pernikahan bukanlah sebuah permainan, jadi kita masih butuh waktu untuk menuju ke jenjang yg lebih serius?
"Sampai kapan Nak?" bunda Rizky menatap putranya kecewa.
"Rizky masih belum tahu."
Sheila yg tak mengerti dengan apa yg terjadi, ia hanya diam dan mendengarkan saja.
"Kalau kamu Nak? apakah kamu juga belum siap menikah dengan anak tante?" bunda Rizky memegang tangan Sheila dan menatapnya sendu, membuat hati Sheila tak tega melihatnya.
"Kalau Sheila, terserah Mas Rizky saja Tan... " Sheila tersenyum, membalas memegang tangan bundanya Rizky yg sedang memegang tangannya.
"Rizky... Sheila saja mau menikah denganmu Nak? Apa yg masih kau pikirkan?" bundanya Rizky menatap putranya sendu.
"Baiklah, tapi aku masih butuh waktu paling tidak minimal 6 bulan, aku akan menikahinya nanti."
Seketika wajah orang tua Rizky berbinar mendengar putranya akan segera menikah, tapi berbeda dengan Sheila, gadis itu masih bingung dg apa yg terjadi, benarkah 6 bulan lagi ia akan menikah? atau Rizky hanya akan ber sandiwara, yg di sebut dg kawin kontrak dalam cerita novel, atau memang karna Rizky menyukainya, namun tak bisa di pungkiri, bahwa Syeila saat ini sedang bahagia.
"Mimpi apa aku semalam ya? Benarkah aku akan menikah dg pak Rizky 6 bulan lagi? Ahhh... jika ini memang benar, bolehkah aku bahagia, tapi bagaimana kalau nanti pak Rizky hanya mengajakku kawin kontrak?" batin Syeila.
Syeila menatap Rizky, namun Rizky tak menunjukkan ekspresi apapun, ia masih tetap sama tak menunjukkan kebahagiaan ataupun kesedihan, wajahnya pun tetap datar.
"Ya sudah... ini sudah malam, aku mau mengantar Syeila dulu," pamit Rizky pada kedua orang tuanya.
"Hati-hati di jalan sayang... jaga calon menantu bunda," ucap bunda Rizky tersenyum.
Rizky melangkahkan kakinya meninggalkan Mansion orang tuanya, ia mengantar Syeila pulang.
Dalam perjalanan hanya ada keheningan sampai pada akhirnya Rizky membuka pembicaraan.
"Syeila, maafkan aku. Aku membawamu ke dalam masalahku, kau tidak perlu khawatir aku akan segera bicara jujur pada kedua orang tuaku, tapi saat ini aku tak punya pilihan selain ber sandiwara," Rizky menatap arah jalanan tanpa menoleh sedikitpun pada Syeila.
Deg.
"Jadi ini benar hanya sandiwara saja, kenapa hatiku begitu sakit, padahal aku sudah menduganya sejak awal," batin Syeila.
"Ia pak tak masalah kok." Syeila tersenyum terpaksa.
"Terima kasih."
Setelah sampai, Syeila langsung turun dari mobil Rizky, ia menatap mobil Rizky yg pergi menjauh.
Syeila yg hatinya kecewa ia langsung pergi ke Bar untuk menghilangkan segala kesedihannya. Syeila minum sepuasnya sampai kesadarannya menghilang, dan paginya entah apa yg terjadi Syeila berada di kamar hotel yg cukup mewah ia tidur tanpa sehelai benangpun, ia mencoba untuk mengingatnya apa yg telah terjadi, tapi nihil, ia tetap tak bisa mengingatnya sama sekali, ia hanya bisa menangis setelah melihat bercak merah di sprai kasur yg ia tiduri, dan ia hanya bisa menyesali kebodohannya.
"Kenapa semua ini terjadi padaku, kenapa? hiks... hiks... "
"Tidak...! aku harus menjauh dari pak Rizky, aku akan pergi dari dari sini, aku nggak mau hidupku semakin hancur karna terus memikirkannya, ia tak pernah mencintaiku, penantianku hanya akan sia-sia saja, aku harus pergi, aku harus pergi."
Syeila yg hatinya kacau, ia mengirimi Rizky surat, dan pergi meninggalkan jakarta, dengan alasan ia akan segera menikah dengan orang lain di Surabaya.
Rizky yg menerima surat tersebut langsung menyusul Syeila ke apartemennya, namun Syeila sudah pergi, tetapi Rizky tak mempercayai surat tersebut, karna setahu Rizky, Syeila tak pernah mempunyai seorang kekasih. Rizky merasa bersalah pada Syeila karna telah mengenalkan Syeila ke pada orang tuanya sebagai kekasih, tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
Flashback Off
...🍁🍁🍁🍁🍁...
^^^Bersambung...^^^
sukses
semngat
mksh
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa