Kisah seorang gadis yang demi menyelamatkan orang lain harus rela kehilangan ingatannya termasuk identitas dirinya namun justru membuatnya mendapatkan identitas baru yang kemudian merubah hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipik sukirno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 32
"Nyonya Wang, mengapa anda sangat pelit? Kita sudah lama tidak bertemu, tidakkah anda melihat tubuhku sangat kurus sekarang? Berikan lebih banyak lagi, tolong.." Rengek Dani pada nyonya Wang, sebagai kepala pelayan dan juga juru masak dikediaman Lin Fengyin.
Putri yang baru keluar dari kamar setelah menyelesaikan mandinya menuruni anak tangga satu persatu. Dengan mengenakan pakaian yang casual Putri terlihat lebih segar dan manis.
"Anak nakal! Saya memasak 'sanbeiji'* ini untuk nona muda, bukan untukmu." Omel nyonya Wang kesal sambil memukul kepala Dani.
"Ouch, nyonya, anda sungguh telah berubah, saya menganggap anda seperti orang tua saya sendiri, tapi anda sekarang.. (hiks) sudah tidak menyayangiku lagi." Keluh Dani mengiba.
Mendengar suara keributan dari arah dapur, Putri mempercepat langkahnya untuk melihat apa yang sedang terjadi disana.
"What happen there (Apa yang terjadi disana)?" Tanya Putri dari kejauhan.
"Ny.Wang so stingy, she doesn't want to let me eat this sanbeiji. I love that so much, but she didn't give it (Ny.Wang pelit sekali, dia tidak mengijinkan aku memakan sanbeiji ini. Saya suka sekali masakan ini, tapi dia tidak mau memberikannya)." Adu Dani pada Putri.
"Is this for me (Apakah ini untuk saya)?" Tanya Putri pada Ny.Wang.
"Yes, young lady (Iya, nona muda)." Jawab Ny.Wang menginyakan.
"Hey, this is, for me. Just for me. Don't you try (Hai, ini untuk untukku. Cuma buat aku. Kamu jangan coba-coba). " Ledek Putri sambil mengambil mangkuk berisi masakan sanbeiji itu.
Putri langsung mengambil sendok untuk mencicipi masakan yang sangat disukai Dani itu.
"Uwaaaaa... Enak banget. So delicious!" Seru Putri saking sukanya.
"Of course delicious. So, let me eat it too (Tentu saja enak. Jadi, biarkan saya memakannya juga)." Sahut Dani mendekat.
Karena merasa makanan itu sangat enak, Putri tidak berniat membaginya kepada Dani. Putri pun segera menjauh menghindari Dani agar ia dapat memikiki makanan itu untuk dirinya sendiri. Namun Dani terus mengejar kemanapun Putri pergi.
"Daging ayamnya, so soft, tasty, and have a smell good (Lembut, gurih, dan sangat wangi)." Ujar Putri sambil terus melahap sanbeiji itu untuk menggoda Dani.
"Of course. The chicken is cooked with three cups of seasoning. Then add other spices and cook until completely tender (Tentu saja. Ayam itu dimasak dengan tiga cangkir bumbu. Lalu ditambahkan bumbu-bumbu lain dan dimasak sampai benar-benar empuk)." Jawab Dani bersungut. "And don't miss the pork oil which makes it more delicious (Dan tidak ketinggalan minyak b*bi yang membuatnya semakin lezat)." Tambahnya.
"What?! Try calling it clearly again (Apa?! Coba sebut lagi dengan jelas)!!" Pekik Putri seketika.
"Pork oil (Minyak b*bi)." Jawab Dani.
"Oh gosh!! It's forbidden to consume, right? (Ya tuhan!! Itu dilarang untuk dikonsumsi, kan)?" Tanya Putri panik sendiri.
"Nope. We used to use it for cooking (Nggak lah. Kami biasa menggunakannya untuk memasak)." Sangkal Dani.
"Is not it (Iya kah)?" Gumam Putri.
"Yeah, pork oil, babk legs, pork, what's wrong with that? They are very delicious (Iya, minyak b*bi, kaki b*bi, daging b*bi, apa yang salah dari itu? mereka sangat lezat)." Jawab Dani.
"No, I feel that they should not be consumed (Tidak, saya merasa bahwa mereka tidak seharusnya dikonsumsi)." Jawab Putri bingung.
"If you If you feel it's not good to eat it, don't eat it again. And because you don't want it anymore, then let me eat it (Kalau anda merasa tidak baik untuk memakannya, makan jangan memakannya lagi. Dan karena anda tidak mau lagi, maka biarkan saya yang memakannya)." Jawab Dani mencoba mengambil kesempatan
"Maafkan saya nona muda, seharusnya saya tidak memasak menu ini. Saya sungguh tidak tau bahwa anda tidak nyaman dengan masakan saya. Saya tidak akan memasaknya lagi lain kali." Kata Ny.Wang membungkukkan badan karena merasa bersalah.
Nyonya Wang memangntidak dapat berbahasa Inggris, namun ia dapat mengerti apa maksudnya.
"No, it's okay Mrs. Wang, I'm really not sure whether this is good or not. But this food is very delicious and I like it. I will still eat it. Do not feel guilty. You really don't know. It is okay (Tidak, tak apa nyonya Wang, saya memang tidak yakin apakah ini baik atau tidak. Tapi makanan ini sangat enak dan saya suka. Saya akan tetap memakannya. Jangan merasa bersalah. Anda memang tidak tau. Tidak apa)." Jawab Putri yang justru tidak enak sendiri.
""This girl, really doesn't let me eat it, huh (Anak ini, benar-benar tidak membiarkan aku memakannya, ya)?" Gerutu Dani.
Dengan cepat dia meraih mangkuk yang sedari tadi dibawa-bawa putri. Namun gerakan Putri untuk menghindar tak kalah cepatnya.
"Bleeekkk" Goda Putri dengan memainkan mata dan lidahnya.
"Come here, little greedy pig (Kemari kau, **** rakus kecil)!" Teriak Dani tersulut emosi.
"Come here, little greedy pig (Hahahahaa, Kejar kalau bisa)!" Sahut Putri menghindar.
"Awas kau ya (Watch you)!"
Aksi saling berebutpun terulang kembali. Putri berlari sampai keruang tamu, dan Dani terus saja mengejarnya. Sampai pada akhirnya mereka kelelahan dan merebahkan tubuh mereka di sofa.
"I'm full. This is for you only (Aku sudah kenyang. Ini untukmu saja)." Kata Putri sambil menyodorkan mangkuk sanbeiji ditangannya.
"No, I don't want anymore. You spend it (Tidak, saya sudah tidak mau lagi. Kau saja yang menghabiskannya)." Tolak Dani yang masih kelelahan.
"You said you really like this. So, with this kindness I have, I give it to you willingly (Katamu, kau sangat suka ini. Jadi, dengan kebaikan hati yang kumiliki ini, aku memberikannya untukmu dengan suka rela)." Ujar Putri memasang wajah bersungguh-sungguh.
"No no no, I don't have the energy to chew (Tidak tidak tidak, saya sudah tidak punya tenaga untuk mengunyah)." Tolak Dani lagi.
"They are very soft. It will not require significant energy to chew. Just accept it. Don't regret later (Mereka sangat lembut. Tidak akan membutuhkan tenaga yang berarti untuk mengunyahnya. Terima saja. Jangan sampai kau menyesal nantinya)." Rayu Putri.
"No, I really don't want it anymore. Keep it for you, miss (Tidak, saya benar-benar tidak menginginkannya lagi. Simpan untukmu saja, nona)." Jawab Dani lagi-lagi menolak.
"I said accept, accept (Ku bilang terima ya terima)!" Paksa Putri sambil memaksa tangan Dani untuk menerima mangkuk itu.
"I said no (Ku bilang tidak)!" Tolak Dani dengan menarik tangannya dengan keras membuat Putri menjadi kesal.
"Take (Ambil)!" Bentak Putri.
"Take it for yourself (Ambil untuk dirimu sendiri saja)." Tolaknya dingin.
"No, this is for you (Tidak, ini untukmu)." Tolak Putri balik.
"For you only. I don't want anymore (Untuk mu saja. Saya tidak mau lagi)." Tolak Dani lagi.
"But I'm already full. You haven't eaten enough (Tapi aku sudah kenyang. Kau kan belum cukup makan)." Kata Putri beralasan.
"Never mind, I told you to ... (Sudahlah, Ku bilang untuk..)"
"Duk.. Duk.."
"Aaakkhh!!" Teriak Dani dan Putri bersamaan.
"Dua anak ini, biarkan saya yang menyimpannya jika kalian tidak menginginkannya lagi!" Ujar Ny.Wang dari belakang denga wajah dingin.
"Mrs. Wang !! Sorry, I didn't mean to dislike your cooking, but I'm really full. Look, he was the one who openly refused (Nyonya Wang!! Maaf, saya tidak bermaksud tidak menyukai masakan anda, tapi saya sungguh sudah kenyang. Lihat, dia lah yang terang-terangan menolaknya)!" Jawab Putri menunjuk Dani.
"Hey, now you make me a villain huh? Even though you were very stingy before (Hey, sekarang kau membuatku menjadi penjahat ya? Padahal sebelumnya kau sangat pelit)!" Jawab Dani tidak terima.
"And I already gave it to you, but instead you ...(Dan saya sudah memberiknnya untuk mu, tapi kau malah..)"
"What (Apa)?!"
"Duk duk"
Lagi-lagi nyonya Wang harus memukul kepala Dani dan Putri dengan sendok agar mereka berhenti berdebt.
"Aissshhh"
"Bisakah kalian berhenti berargumen? Saya akan menyimpan ini untuk nanti. Anda tidak perlu merasa bersalah, nona muda." Ujar nyonya Wang.
"Nyonya Wang baik sekali. Thank's Mrs. Wang (Terima kasih Ny.Wang)!" Seru Putri.
*tiga cangkir. Nama untuk olahan ayam khas china dengan memasaknya menggunakan tiga cangkir bumbu yang ditmbahkan anggur beras dan minyak b*bi.