NovelToon NovelToon
Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Barr

Ren, seorang pemuda yang hidupnya hancur di dunia modern, terbangun di dunia yang ia kenal hanya melalui layar kaca—dunia Shinobi yang penuh dengan darah, air mata, dan pengkhianatan.

​Tepat saat ia lahir di tengah kekacauan serangan Kyuubi, Ren menyadari bahwa ia tidak memiliki garis keturunan klan hebat, tidak memiliki chakra yang melimpah, dan hanya dianggap sebagai sampah oleh dunia.

​Namun, tepat saat ia menginjak usia 6 tahun, sebuah layar transparan muncul di depannya: [Selamat datang, Ren. Sistem Evolusi Shinobi telah aktif.]

​Dengan pengetahuan tentang masa depan yang pahit dan sistem yang memungkinkan segalanya, Ren bersumpah untuk mengubah nasib. Dari seorang anak yatim piatu yang diabaikan, ia akan bangkit, melampaui para Hokage, hingga menantang para dewa yang bermain-main dengan takdir dunia ini.

​Bukan sebagai pahlawan, bukan pula sebagai penjahat. Dia adalah Faktor X yang akan mengubah dunia Shinobi selamanya.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kematian Shisui

Hawa dingin fajar merayap menembus celah-celah papan dinding panti asuhan, membawa keheningan yang terasa jauh lebih berat daripada biasanya. Tidak ada suara langkah kaki berisik atau tawa renyah dari dua anak yatim piatu di kamar sebelah yang biasanya mengganggu ketenangan pagi. Ketika Ren membuka pintu kamarnya, yang tersisa hanyalah dua ranjang kayu yang telah dikosongkan, dengan kasur tipis yang digulung rapi hingga menyisakan debu tipis di atas dipan yang dingin.

​Di ujung lorong utama, pengasuh panti asuhan berdiri dengan bahu bergetar dan sepasang mata yang sembab. Tangannya yang gemetar terulur untuk menerima selembar perkamen kelabu dari seorang pria bermantel hitam tanpa lambang resmi Konoha. Dokumen itu adalah surat transfer rahasia—sebuah perintah administratif tanpa logo desa yang menyatakan bahwa beberapa anak dengan "potensi sirkuit energi rata-rata" harus dipindahkan ke fasilitas khusus demi alasan keselamatan internal.

​Di luar pintu panti, sebuah kereta kuda tertutup berkapasitas besar telah menunggu dalam kegelapan fajar yang berkabut. Melalui celah pintu yang terbuka sedikit, Ren melihat sosok Kenji—bocah laki-laki berusia tujuh tahun berambut jerami yang kemarin siang sempat mendekatinya dan dengan polos membagi setengah potong biskuit kering kepadanya.

​Saat tubuh kecil Kenji didorong masuk ke dalam kereta oleh cakar dingin agen Root, bocah itu mendadak menoleh ke belakang. Matanya yang ketakutan menangkap siluet Ren yang berdiri di balik bayangan pilar koridor. Kenji mengulurkan tangan kecilnya secara mikro, menatap Ren dengan binar harapan yang rapuh, memohon sebuah pertolongan dari satu-satunya wajah yang familiar di tempat itu.

​Ren berdiri tegak tanpa menggeser kakinya satu milimeter pun. Tidak ada kilatan simpati atau dorongan moralitas pahlawan di dalam sepasang matanya yang sehitam jurang. Alih-alih bergerak maju, Ren justru mengeksekusi perintah pikiran ke dalam Sistemnya, menurunkan fluktuasi energinya hingga ke batas mati suri sipil dan membiarkan tubuhnya membungkuk kaku.

​Uhuk! Uhuk!

​Ren mengeluarkan batuk kering yang parau dan terdengar sangat menyedihkan, sengaja membuang muka dari tatapan Kenji sambil memegangi dadanya seolah-olah dia adalah seonggok daging ringkih yang sedang digerogoti penyakit paru-paru kronis.

​Agen Root yang memegang dokumen transfer melirik ke arah Ren dengan kerutan jijik di balik topeng porselennya. Detektor chakra pasif di tangannya mengonfirmasi bahwa bocah yang sedang batuk itu adalah produk sampah yang tidak memiliki nilai taktis untuk dijadikan mesin pembunuh Ne. Pintu kereta kuda dibanting tutup dengan keras, mengunci jeritan sunyi Kenji di dalam kegelapan abadi, sebelum roda kereta berderit menjauh meninggalkan panti asuhan.

​Ren kembali menegakkan tubuhnya secara perlahan setelah kereta itu hilang di balik kabut. Bagi seorang pragmatis murni seperti dirinya, pengorbanan orang-orang di sekitarnya adalah harga yang sangat murah untuk membayar keamanan penyamarannya sendiri.

​Menyadari bahwa panti asuhan ini perlahan-lahan mulai terkontaminasi oleh radar aktif Root, Ren memilih untuk segera bergerak keluar menuju distrik komersial bawah. Namun, targetnya hari ini bukan lagi toko kelontong biasa yang menjual perban atau ransum standar ninja pelarian. Langkah kakinya membawanya masuk ke dalam gang sempit di sektor barat, menuju sebuah apotek grosir kuno yang biasa memasok kebutuhan bahan mentah untuk para ninja medis kelas bawah.

​"Glikol saline steril konsentrasi tinggi tiga botol, enam buah vial kaca amber dengan sumbat karet kedap udara, dan satu gulungan segel penyimpanan organik tipe sirkulasi beku," ucap Ren, suaranya terdengar datar dan monoton saat menyodorkan beberapa koin perak di atas meja konter yang berdebu.

​Pemilik apotek, seorang pria tua sipil dengan kacamata tebal, menatap daftar pesanan tersebut dengan dahi berkerut. "Cairan saline pengawet jaringan? Dan segel pembeku biologis? Kau diutus oleh perawat panti asuhan untuk mengambil sediaan sampel organ hewan laboratorium?"

​"Benar, Sinshe. Untuk kelas anatomi dasar di Akademi besok pagi," jawab Ren, memberikan senyuman canggung khas murid sekolah yang patuh.

​Orang tua itu mendengus tanpa curiga, lalu berbalik untuk mengambil barang-barang tersebut dari rak bagian dalam. Dia tidak akan pernah menduga bahwa benda-benda yang dibeli oleh bocah di depannya bukanlah alat laboratorium sekolah, melainkan peralatan presisi untuk pemanenan dan pengawetan organ tubuh manusia. Cairan saline steril dan vial amber kedap udara adalah media terbaik untuk menjaga stabilitas selular jaringan biologis yang baru dilepas dari tubuh inangnya, sementara gulungan segel beku akan memastikan bahwa pasokan nutrisi chakra di dalam organ tersebut tidak akan mengalami degradasi selama proses penyimpanan jangka panjang.

​Ren sedang mempersiapkan wadah penampungan untuk Sharingan yang akan ia petik dalam waktu dekat.

​Setelah mengemasi barang-barang mengerikan itu ke dalam tas kainnya dengan sangat rapi, Ren melangkah keluar, menyusuri jalur perimeter luar desa yang berbatasan langsung dengan kompleks pemukiman Klan Uchiha.

​Suasana di sekitar gerbang sektor timur telah berubah menjadi sebuah zona militer yang mencekam. Sebuah barikade kayu besar dengan pasak-pasak besi berduri telah melintang di tengah jalan, memotong akses transportasi sipil sepenuhnya. Di balik barikade tersebut, berdiri empat orang ninja dari Kepolisian Militer Uchiha dengan seragam berlogo kipas merah-putih yang khas. Tangan mereka tidak lagi rileks di samping tubuh, melainkan menempel kaku pada gagang katana yang terikat di punggung. Wajah mereka mengeras, memancarkan aura defensif yang sangat agresif terhadap siapa pun yang mendekat.

​"Kompleks Uchiha berada di bawah status isolasi mandiri atas perintah internal klan. Tidak ada izin masuk atau keluar bagi siapa pun tanpa dokumen segel dari Tetua," suara salah satu ninja Uchiha senior terdengar tegas, menggema dingin membelah kabut pagi.

​Tepat di depan barikade tersebut, berdiri Sasuke Uchiha. Remaja itu masih mengenakan jaket biru tingginya, namun gestur tubuhnya tampak luar biasa tegang. Di sampingnya, seorang instruktur Akademi mencoba memegang pundak Sasuke, namun langsung ditepis dengan kasar oleh sang Uchiha muda.

​"Minggir!" desis Sasuke, suaranya parau dan sarat akan kemarahan yang tertahan di ujung tenggorokan. "Aku harus kembali ke rumah utama. Ayahku... kepala klan tidak punya hak untuk mengunci gerbang distrik saat aku masih berada di luar!"

​Ren merapatkan mantelnya, melangkah perlahan ke balik tumpukan kotak kargo kayu di sisi jalan untuk mengamati interaksi tersebut dari jarak aman yang tidak memicu insting pengingat Sasuke.

​Di dekat barikade, dua ninja pengawal Uchiha yang berdiri di sisi belakang tampak saling berbisik dengan volume suara yang sangat rendah, namun frekuensi akustik mereka tertangkap jelas oleh sensor pendengaran mikro milik Sistem Ren.

​"Apakah kau sudah mendengar kabar dari divisi investigasi bawah?" bisik ninja yang bertubuh lebih pendek, matanya melirik cemas ke sekeliling. "Jasad Shisui-sama... mereka menemukannya mengambang di hilir Sungai Naka subuh tadi. Surat wasiatnya dinyatakan palsu oleh para Tetua."

​"Ssst! Jaga mulutmu, Sasuke-sama bisa mendengarnya!" balas rekannya dengan wajah pucat. "Bukan hanya itu, Itachi-sama juga menolak hadir dalam rapat darurat klan dua jam lalu. Hubungan antara dia dan kepala klan sedang berada di titik paling kritis. Para Tetua mencurigai Itachi sengaja membunuh Shisui atas perintah orang-orang atas desa..."

​Deg.

​Kata-kata "Shisui tewas" dan "Itachi dicurigai" melesat menembus udara, menghantam gendang telinga Sasuke bagai gada besi yang tidak terlihat. Remaja Uchiha itu seketika membeku di tempatnya berdiri. Seluruh dunianya seolah runtuh dalam satu detik linear. Kakak sepupu yang ia hormati telah menjadi mayat, dan kakak kandung yang ia puja kini dituduh sebagai pengkhianat berdarah dingin oleh klannya sendiri.

​"A-apa yang kalian katakan tentang Shisui-san... dan Kak Itachi?" suara Sasuke bergetar hebat, kepalanya berputar patah-patah ke arah kedua pengawal tersebut.

​[Mengaktifkan Analisis Mikro Saraf Optik Target: Sasuke Uchiha]

[Peringatan: Terjadi Lonjakan Adrenalin Psikologis sebesar 450%]

[Fluktuasi Chakra pada Sektor Otak Belakang: Mengalami Distorsi Eksponensial akibat Trauma Emosional]

[Deteksi Anomali Jaringan Ocular: Pembuluh Darah Kapiler pada Retina Mengalami Ruptur Mikro. Struktur Tomoe Mulai Terstimulasi secara Paksa!]

​Melalui mata spektrum Sistem, Ren disuguhi sebuah visualisasi yang luar biasa erotis bagi seorang pemburu kekuatan. Aliran chakra di dalam tubuh Sasuke tidak lagi mengalir menyusuri pembuluh normal; energinya bergolak hitam-merah, memancar secara brutal dari arah otak belakang dan menembak lurus menuju ke kedua saraf optik di balik matanya. Tekanan psikologis akibat hilangnya pilar-pilar pelindung klannya, dipadukan dengan pengasingan politik oleh desa, sedang merobek dinding pembatas genetik Sharingan milik Sasuke dari dalam.

​Warna hitam di pupil mata Sasuke bergetar hebat, berona merah darah pekat selama dua detik penuh, menampilkan siluet satu riak tomoe yang hampir terbentuk sempurna sebelum akhirnya meredup kembali secara paksa karena kapasitas fisik tubuh anak-anaknya belum mampu menahan beban energi trauma yang terlalu masif. Dia sedang berada tepat di ambang kegilaan mental.

​"Kalian semua... membohongiku!" teriak Sasuke, kepalanya mendongak ke langit dengan napas yang memburu liar. Ujung-ujung kuku jari tangan kirinya menekan telapak tangannya begitu dalam, menembus lapisan kulit hingga jalinan urat di lengannya menegang kaku menahan getaran emosi yang meledak-ledak. Dia berbalik dengan sentakan kaki yang keras, berlari meninggalkan barikade menuju rute evakuasi belakang dengan air mata frustrasi yang mengalir di pipinya.

​Ren membiarkan sosok Sasuke yang hancur itu berlari melewatinya tanpa memberikan atensi visual langsung. Dia tetap mempertahankan posisinya, dengan tenang memasukkan botol saline pengawet jaringan biologis ke dalam bagian terdalam tas kainnya. Kombi-taktis antara kepunahan pilar klan Uchiha dan isolasi militer dari Danzo telah bekerja persis seperti mekanisme roda gigi jam dinding yang ia susun.

​Ketika Ren berbalik untuk berjalan kembali menuju panti asuhan, sudut perifer retinanya memperbarui visualisasi garis waktu geopolitik Konoha dengan warna merah yang berpendar konstan.

​[Pemberitahuan Sistem: Analisis Vektor Geopolitik Konoha Selesai]

[Kematian Shisui Uchiha: Terkonfirmasi]

[Isolasi Komunal Klan Uchiha: 100% Sempurna]

​[Hitungan Mundur Menuju Malam Pembantaian Massa: 48 Jam]

​Angka merah di retinanya kini telah merosot tajam menjadi 48 Jam. Dua hari. Waktu yang tersisa bagi klan pemilik mata terkutuk tersebut untuk mengembuskan napas di bawah langit desa ini telah memasuki fase hitungan mundur final. Semua aktor di atas panggung—mulai dari Sasuke yang hancur, para pengawal klan yang paranoid, hingga agen-agen Root yang memanen anak-anak yatim—sedang menari tepat di atas skenario yang ia nantikan. Dan ketika malam merah itu tiba dua hari lagi, Ren akan berada di sana di balik kegelapan, dengan vial kaca steril yang siap diisi oleh kemegahan mata-mata yang bertumbangan.

1
Akbar Rifqi
typo
Axel
seringkih bubur itu apa thor?
Axel
dan kesaduran itu apa thor?
Akbar Rifqi: typo k
total 1 replies
Klarasya
lanjutt thorr, semangattt 😻
Mitha: oyong juahattt
total 2 replies
Klarasya
semangatt thorr 😻
Mitha: oyong juahat
total 1 replies
Klarasya
lanjuttt thorrr 😻
Klarasya
semangatt thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!