Impian yang dibangun Luna selama bertahun-tahun bersama kekasihnya harus kandas.
Kekasihnya itu pamit tanpa memberikan alasan yang dapat dimengerti.
Luna hancur, padahal kekasihnya itu sudah berjanji akan mengenalkannya pada keluarga besar sang kekasih, setelah ia lulus kuliah.
Tapi malang tak dapat ditolak, kekasihnya itu membatalkan janji dan sumpahnya, tepat sebulan sebelum kelulusan Luna.
Setelah beberapa tahun berlalu, pria yang dulu membuat Luna patah hati kembali datang ke hidupnya.
Luna muak dan semakin membenci pria tersebut.
Akankah cinta Luna tumbuh kembali?
Atau Luna salah mengerti kenyataan? Karena ini adalah cinta yang baru.
Follow ig @poel_story27
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poel Story27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berita Besar
Setelah perbincangannya dengan Mommy Delia, Luna pun beranjak menghampiri Rara.
"Kau kenapa? Bukankah seharusnya saat ini kau lega, orang-orang yang merengut kebahagiaanmu sudah mendapat ganjarannya. Lalu apa lagi yang kau sedihkan?" tanya Luna saat melihat raut sedih di wajah sahabatnya itu.
"Aku hanya kasihan pada Vita, karena ayah bersikeras tidak memaafkannya. Kasihan dia kalau harus menjalani hidup di penjara, dia masih terlalu muda untuk menjalani kehidupan sekeras itu," desah Rara.
"Apa? Kau ingin Vita dibebaskan, setelah apa yang dia lakukan padamu dan Rio?" Luna menggelengkan kepalanya. "Jika Vita dibebaskan, maka aku sendiri yang akan mematah lehernya saat dia keluar dari penjara!"
"Lun, aku dan Rio sudah baik-baik saja. Lagi pula aku yakin Vita sudah menyesali perbuatannya."
"Benalu akan selamanya menjadi benalu, Rara. Kau tidak bisa mengasihani predator, karena dia akan memanfaatkan celah sekecil apa pun untuk menghacurkanmu!" kesal Luna.
Rara terdiam, dia tidak dapat membantah apa yang dikatakan Luna. Setelah mereka berbincang-bincang sejenak, Luna pun pamit pulang, dia malas mendengar kaluhan tidak jelas dari sahabatnya itu.
***
Sementara itu Gio yang kecewa karena sikap keras kepala Luna, pergi untuk mencari sedikit hiburan. Di sinilah Gio sekarang berada, di sebuah caffe berdesain kekinian dengan wallpaper yang dipenuhi berbagai Quote tentang cinta. Ya, tempat yang sangat cocok untuk menenangkan Diri, bagi orang yang sedang patah hati ditemani segelas cappucino di atas mejanya.
"Gio ...."
Gio langsung menoleh saat seorang wanita menepuk bahunya, lalu netra matanya menangkap sesosok gadis yang sangat modis dan seksi. Yang tak lain adalah temannya yang berprofesi sebagai aktris.
"Pantas saja aku tidak pernah bertemu kamu di Milan, ternyata kau di sini!" seru Wanita bernama Noemi seraya itu mendudukkan diri di samping Gio.
"kau mencariku?" tanya Gio sambil menaikkan sebelah alis matanya.
"Begitulah, aku kira kau sudah menghilang ditelan segi tiga bermuda," cibir Noemi.
"Sialan," gerutu Gio sambil tersenyum kecut. " ngomong-ngomong kau sedang apa di sini?'' tanya Gio.
"Syuting film terbaruku, kami ada beberapa scene di Jakarta. Ya, kira-kira selama dua minggu," jawab Noemi. "Oh, iya, Gi. Apa kau pernah bertemu Giselle. Dia terus-terusan mencarimu."
"Giselle ...." Gio mengkerutkan dahinya.
Noemi menggelengkan kepala. "Iya, Giselle Hill. Mantanmu yang super model itu, memangnya masih ada Giselle lain yang menjadi mantanmu selain dia?"
"Oh, dia. Peduli apa aku padanya," sahut Gio acuh. Dia memang sudah tidak ingin mengingat apa pun tentang mantannya yang satu itu.
"Sudahlah, dasar playboy!" Noemi mengibaskan tangannya. "Kebetulan ada kamu di sini, jadi kau bisa menemaniku jalan-jalan saat aku tidak ada jadwal syuting."
Memikirkan dirinya yang ingin sedikit merefresh pikiran karena sikap acuh Luna, Gio pun mengiyakan ajakan Noemi. "Baiklah, kau ingin ke mana?"
Noemi terdiam sejenak, memikirkan ke mana tempat yang seru untuk menghabiskan waktu, saat jadwal syutingnya sedang kosong. Karena Jakarta tidak memiliki cukup banyak destinasi menarik baginya.
"Ah, iya. Bagaimana kalau kita ke puncak saja," usul Noemi.
"Kau tahu tentang puncak?" tanya Gio sedikit heran.
"Ya, aku pernah melihatnya dari google. Katanya itu adalah tempat refreshing terbaik bagi warga jakarta," ujar Noemi yang diiyakan Gio.
"Baiklah, kapan kau ada waktu luang?" tanya Gio.
"Aku sedang tidak ada Jadwal syuting 2-hari ini, jadi kita bisa berangkat setelah ini," jawab Noemi.
Setelah sepakat Gio dan Noemi pun berangkat ke puncak, yang mereka lupakan adalah status sosial mereka di mata publik. Dan tanpa menunggu lama kabar kebersamaan mereka pun menjadi trending topik di berbagai media gosip.
Noemi De Lellis kedapatan tengah jalan-jalan bersama salah satu pewaris dari URM Group
Noemi jalan-jalan ke puncak bersama kekasih barunya.
Tajuk tentang kedekatan mereka pun langsung menjadi topik hangat di media sosial. Berbagai komentar bernada positif maupun cibiran kini memenuhi fans page dan akun Gosip.
Aktris papan atas dan pewaris kaya raya, pasangan yang ideal.
Pasangan yang serasi, yang satu tampan yang satu cantik.
Dia hanya mengincar harta pewaris URM Group saja.
Jangan iri, walaupun Noemi hanya mengincar hartanya. Pria itu tidak akan bangkrut.
Dengan banjirnya kabar dan komentar para netizen di dunia maya, kabar ini pun dengan cepat sampai ke telinga Luna.
Bersambung.
Sementara sblm geovani meninggal blm sempet kasih tau siapa cewek yg harus di jaga gio
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu