NovelToon NovelToon
RINDU DIATAS KHIANAT

RINDU DIATAS KHIANAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Tiga tahun menjalani pernikahan, Rindu dan suaminya masih menanti kehadiran buah hati. Di tengah cinta yang mereka bangun, harapan itu perlahan berubah menjadi beban ketika sang mertua terus menyalahkan Rindu dan mendesaknya untuk segera memberikan cucu.

Tekanan yang tak kunjung reda membuat hubungan mereka mulai retak. Di saat kepercayaan dan komunikasi memudar, hadir sosok perempuan lain yang menawarkan perhatian dan kenyamanan kepada suami Rindu. Kehadiran orang ketiga itu menjadi ujian terbesar dalam pernikahan mereka. Kini, Rindu harus memilih terus bertahan memperjuangkan rumah tangganya atau melepaskan cinta yang perlahan berubah menjadi luka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akan terungkap!

Rindu memarkirkan kendaraannya beberapa baris di belakang sedan hitam milik suaminya. Di dalam remang area parkir, ia sengaja memilih posisi di balik bayang-bayang pilar beton besar agar keberadaannya tidak mencolok.

Suara mesin mobil Arsen baru saja mati, namun sang pengemudi belum menunjukkan tanda-tanda akan keluar.

Dada Rindu bergemuruh kencang. Dalam kecamuk emosi yang menghimpit ulu hatinya, jemarinya yang mulai dingin bergerak mengambil ponsel dari atas kursi penumpang.

Dengan sisa rasa percaya yang amat tipis, berharap firasat buruknya salah, ia menekan nama Arsen dan menggeser tombol hijau.

Nada sambung berdering lambat. Setiap detiknya terasa bagai siksaan yang memanjangkan kepedihan. Satu dering, dua dering, hingga pada deringan ketiga, panggilan itu akhirnya terhubung.

"Halo, Sayang," suara Arsen terdengar mengalun lembut dari seberang sana. Nada suaranya begitu tenang, seolah tak ada beban sedikit pun yang ia sembunyikan.

Rindu menelan ludah yang terasa sangat pahit. Ia berusaha keras menata napas agar suaranya tidak terdengar bergetar di telepon.

"Mas, kamu masih di kantor?" tanya Rindu berpura-pura tenang, melemparkan umpan kecil untuk menguji kejujuran pria yang telah menemaninya bersamanya bertahun-tahun itu.

"Iya, Sayang," jawab Arsen tanpa ragu sedikit pun. Suaranya terdengar sangat meyakinkan.

"Tadi kan aku udah kirim kamu pesan. Hari ini aku lembur, jadi kemungkinan larut malam baru bisa pulang ke rumah."

Rindu memejamkan mata erat-erat. Air mata hangat mulai menggenang di sudut kelopak matanya.

"Iya, aku udah baca pesannya. Cuma, siapa tahu mungkin kamu enggak jadi lembur," ujar Rindu pelan, memberi Arsen satu kesempatan lagi untuk membetulkan ucapannya.

Namun, di seberang sana, Arsen justru menghela napas halus, sebuah gestur berpura-pura lelah yang biasa ia tunjukkan saat pekerjaan menumpuk.

"Sayang, di kantor lagi banyak banget pekerjaan. Jadi aku harus stay buat menyelesaikan semuanya malam ini."

"Jadi... Mas benar-benar masih di dalam kantor sekarang?" tanya Rindu sekali lagi. Pertanyaan itu, karena ia ingin membuktikan sejauh mana suaminya sanggup merajai kebohongan.

Matanya kini menatap lurus ke arah sedan hitam Arsen yang terparkir beberapa meter di depannya.

"Iya, aku masih di dalam kantor, Rindu. Kenapa? Kamu mau titip makanan atau sesuatu kalau aku pulang nanti?" tanya Arsen balik, menyisipkan perhatian manis yang kini justru terasa sangat palsu dan mual bagi Rindu.

"Nggak, Mas. Aku cuma nanya aja," jawab Rindu sangat lirih.

"Rindu, Sayang... udah dulu ya. Mas mau lanjut kerja lagi. Ini masih banyak banget dokumen penting yang harus ditandatangani," kata Arsen terburu-buru, mencoba mengakhiri percakapan.

"Iya, Mas," ucap Rindu pasrah.

"Love you, Sayang," tutup Arsen hangat.

Sebelum Rindu sempat membalas, panggilan itu langsung terputus secara sepihak.

Rindu menurunkan ponsel dari telinganya. Tangannya mulai bergetar hebat menahan badai emosi yang meledak di dalam dadanya.

Kenyataan itu menghantamnya tanpa ampun. Arsen dengan sangat lancar membual, berbohong sedang berada di balik meja kerjakan menumpuk dokumen, padahal kenyataannya pria itu berada di dalam mobil yang terparkir di basement apartemen mewah ini.

​Melihat hal itu, dada Rindu makin sesak. Tanpa sadar, tangannya membuka pintu mobil. Diam-diam dan tanpa menimbulkan suara, Rindu ikut turun dari kendaraannya.

Ia melangkah perlahan di balik deretan mobil lain yang terparkir, mengintip dari kejauhan dengan jantung yang berdegup liar.

Rindu menarik napas panjang, berusaha meredam detak jantungnya yang bergemuruh hebat di dalam dada. Setelah memastikan Arsen berada dalam jarak yang aman.

Dengan setengah berlari tanpa menimbulkan suara hentakan kaki, Rindu membuntutinya dari belakang, menyusup melewati pintu kaca otomatis lobi apartemen tepat sebelum rapat kembali.

Suasana lobi itu sangat megah dan eksklusif. Lantai marmernya mengilap memantulkan pendar hangat dari lampu gantung kristal di langit-langit.

Aroma wewangian mewah menyerbak lembut, namun hawa dingin udara pendingin ruangan justru membuat tubuh Rindu makin bergetar.

Rindu bersembunyi di balik sebuah pilar besar berornamen kayu yang tak jauh dari area resepsionis. Matanya menatap lurus ke arah Arsen.

Pria itu berjalan santai melintasi lobi, sama sekali tidak menyadari keberadaan istrinya yang berada beberapa belas meter di belakangnya.

Arsen kemudian menyapa salah satu petugas keamanan lobi dengan senyuman ramah dan anggukan kecil, seseorang yang tampak sudah sangat mengenalnya.

Tak lama kemudian, Arsen melangkah menuju deretan area lift khusus penghuni. Ia menempelkan sebuah access card pada sensor di samping pintu lift, lalu berdiri menunggu dengan tenang seraya memasukkan satu tangannya ke dalam saku celana.

​Dari balik pilar tempatnya bersembunyi, Rindu menatap punggung suaminya dengan dada yang sesak luar biasa. Rasa sakit itu kian meremukkan hatinya ketika mendengar denting halus penanda datangnya lift.

​Pintu stainless steel itu terbuka. Arsen melangkah masuk ke dalam kabin lift. Tepat sebelum pintu tertutup rapat, Arsen membalikkan badan mengarah ke luar, dan untuk sekelibat detik, Rindu melihat raut wajah suaminya yang begitu santai, tanpa sedikit pun beban atau rasa bersalah setelah menyusun kebohongan besar kepadanya.

​Angka indikator di atas pintu lift mulai menyala dan bergerak naik, angka 2, 3, 4, hingga akhirnya berhenti di salah satu lantai atas.

​Rindu berdiri mematung di tengah megahnya lobi apartemen tersebut. Ia melirik access card yang tadi digunakan Arsen, menyadari bahwa tanpa kartu itu, ia tak akan bisa menyusul suaminya lebih jauh.

Namun, kenyataan bahwa Arsen memiliki akses masuk dan menyembunyikan tempat ini sudah cukup untuk merobohkan seluruh dinding kepercayaannya hingga tak berbekas.

Rindu berdiri terpaku selama beberapa detik, memandangi angka di atas pintu lift yang telah berhenti bergerak.

Setelah menata napasnya, ia memantapkan langkah menuju meja resepsionis yang megah di sudut lobi.

Seorang wanita petugas resepsionis berpenampilan rapi menyambutnya dengan senyum profesional.

"Selamat sore, Ibu. Ada yang bisa saya bantu?"

Rindu menelan ludah, berusaha menyembunyikan getar di suaranya.

"Selamat malam, Mbak. Saya mau menemui klien saya, Pak Arsen. Kami baru saja janjian untuk bertemu di sini."

Resepsionis itu mengangguk ramah seraya jemarinya mulai menari di atas papan ketik komputer.

"Baik, Ibu. Bisa diinformasikan nama lengkap Pak Arsen dan unit apartemen berapa yang hendak dituju?"

Rindu menahan napas sejenak.

"Arsenio... saya kurang ingat nomor unit pastinya karena tadi beliau terburu-buru, tapi kami janji bertemu di unitnya."

Petugas itu melihat layar komputernya dengan kening sedikit berkerut, lalu kembali menatap Rindu dengan sopan.

"Mohon maaf sebelumnya, Ibu. Apakah Pak Arsen sudah mengonfirmasi kedatangan Ibu ke pihak manajemen atau memberikan nomor akses tamu?"

"Belum... ponselnya sepertinya baru saja mati," dalih Rindu seadanya, berusaha bersikap setenang mungkin.

"Baik, mohon tunggu sebentar ya, Bu. Untuk prosedur keamanan penghuni, saya harus mengonfirmasi terlebih dahulu ke unit Pak Arsen," jawab resepsionis itu seraya menggapai gagang telepon di mejanya.

Jantung Rindu seketika berdegup kencang. Ia berdiri mematung di depan meja resepsionis, menunggu dengan perasaan membuncah antara takut kebohongannya terbongkar atau kenyataan pahit di atas sana yang akan segera terkuak.

1
Eva Rosita
sangat bagus
Shinta Teja
Thor plis Thor, plisss!!!!!
buatlah rindu bercerai dari Arsen & keluar dari keluarga toxic itu. aku ga rela rindu menderita lebih lama lagi 🥺🥹
Sanda Rindani
jangan bodo rindu
Shinta Teja
jangan lupa minta no unitnya mbak Fina,rindu. jadi kamu bisa sementara sembunyi di apartemen nya....🥺
Sanda Rindani
jangan lembek dong rindu
Ben Aben
Udah mulai seru ya thor
stela aza
sakarepmu sing nulis Thor endinge arep kaya apa Yo ngono ,,, wis bebeh drama rumah tangga yg ngono kui wis biasa Karo wis akeh di setiap novel hampir sama rata 🙏 nek ora selingkuh Karo konco Yo Karo Adine trs sepupu Yo muter2 Ning Kono kui tok 🙏
Maple latte: saya gk tau ya kak kalau novel lain juga sama, saya cuman nulis apa yang terlintas di pikiran aja.
kayak, bikin cerita ini kayaknya seru, selingkuhannya si ini. terus nanti pertengahannya akan jadi seperti ini, dan endingnya akan seperti ini.
jadi semua sudah saya pikirkan, dan semua sudah ada di otak di penulis. gambarannya seperti apa. dan, juga pasti mencari ini akan seru nih cerita seperti ini. jadi, kita itu gk tau ceritanya sama atau tidak dengan yang lain, kalau kakak merasa ceritanya sama dengan yang lain ya, mungkin pemikiran saya dan penulis yang lain sama.
total 1 replies
stela aza
ujung2 nya Nnti setelah cerai baru ketahuan kalau Nia hamil bukan anaknya Arsen ,,, wisss mambu lagu ngono kui ,,, 🤣
Cha Libra
jngan biarkan Rindu lluh thour ma s Arsen .biar rindu kluar gugat cerai suami kga tau diri
Delisa
novelnya good thor
Yantie Narnoe
😭😭😭 sedih x....up lg othor...💪
stela aza
balas rindu jangan diem Bae ,,, balesnya dg cara yg cantik dan apik ,,, hancurkan sampai tak bersisa 2 penghianat itu 🤭
Shinta Teja
terimakasih ya otor,dah dikabulkan permintaan ku...🫰
btw jangan lama² bongkar kebusukannya si Arsen & Nia dong,Thor. kasihan banget di rindu...
tolong buat dia pisah dari Arsen & keluarga toxic nya itu lalu buat dia bahagia ya, Thor....🙏🫵🫰
Shinta Teja
up nya yang banyak dong Thor. masa cuma 1 . mana makin bikin penasaran lagi🫰
Anonim
Wah wah si nia ini pelakor nya ternyata y thor🤭
Shinta Teja
tolong dong,kak. jangan lama² bongkar kebohongan nya Arsen. sebab aku mau si RINDU itu bisa bersikap tegas & keluar dari keluarga toxic itu
Anonim
Rindu jangan lemah dong thor buat jadi cewe badas,gemes ih sama mertua modelan kek gitu pengen kasih rawit sekilo
stela aza
kok rindu diem j di hina di injak-injak harga dirinya,, meneng Bae ,,, lawan donk , jgn jdi perempuan bodoh ,,
Shinta Teja
jangan sampai itu si Nia,sahabat nya rindu🥺🥹
Anonim
Masih muter aja thor kapan nih rindu tau kalau suaminya selingkuhh🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!