Kisah perjalanan seorang manusia yang di anggap biasa bahkan lemah hingga mampu menjadi seorang penguasa alam semesta...
Satu hal yang selalu ia yakini adalah...
Tak perlu menjadi orang lain yang terlihat sangat hebat untuk membuktikan diri...
Cukup menjadi diri sendiri apa adanya dengan penuh tekad dan semangat juga perjuangan menggebu maka apapun yang ingin di capai akan tercapai...
Dan juga tak perlu membanggakan segala pencapaian tersebut sebab itu hanyalah anugrah, cukup diri sendiri dan orang yang tulus yang mengetahuinya jangan orang lain...
Sebab orang lain hanya mengetahui hasil dan tak menghargai proses yang dijalani...
orang lain hanya sebatas memanfaatkan pencapaian diri kita tanpa mau tau apa yang terjadi...
Ciptakanlah duniamu sendiri...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kangduda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah Dengan Penjaga
Selesai mengatur segalanya, Fan Zu hanya duduk santai sambil bercerita ringan dengan empat hewan bawahannya besarta ibu dan adiknya. Setelahnya Fan Zu mengatakan kepada ibu dan adiknya untuk memilih bangunan yang disukai untuk di tinggali, karena nantinya untuk sementara mereka akan tinggal di ruang dimensi ini agar mereka bisa berlatih dengan aman tanpa gangguan sembari menunggu kepulangan ayahnya.
Yue Xi memilih bangunan istana Corvin sebagai tempat tinggalnya yang merupakan istana yang berada di tengah tengah semua bangunan istana yang ada, juga itu merupakan pilihan Fan Huan yang ingin tinggal bersama ibunya sebab dia masih kecil dan tidak ingin menempati 1 istana hanya sendirian.
Karena lelah bercerita mereka semua memilih membubarkan diri ke masing masing tempat yang mereka pilih, didalam istana Corvin Fan Zu memperkenalkan setiap ruangan yang ada kepada ibu dan adiknya. Ada ruang keluarga, ada ruang untuk berkultivasi sebanyak 10 ruang, ada kamar dan ada dapur.
Setelah memperkenalkan semua ruangan yang ada, Yue Xi dan Fan Huan memasuki kamar masing masing sesuai dengan pilihan masing masing. Lalu Fan Zu keluar dari istana Corvin bermaksud untuk berkeliling ruang dimensi sambil memberikan arahan kepada para raja siluman agar tidak mengganggu kenyamanan di sekirar gedung istana yang telah di bentengi, para raja siluman dengan patuh mematuhi perintah Fan Zu sebab mereka juga sangat nyaman tinggal didalam ruang dimensi ini.
Sejak saat itu dimulailah pelatihan kepada Fan Huan di bawah bimbingan Long Biju dan sesuai arahan Fan Zu, sesekali para bawahan lain akan memberikan juga bimbingan jika sedang tidak bersama dirinya di luar ruang dimensi.
Fan Zu yang telah menyelesaikan urusannya di dalam ruang dimensi memilih pindah ke ruang tanaman untuk memetik beberapa buah buahan dan juga beberapa ramuan pill, karena akan menyiapkan beberapa pill yang membantu pelatihan adik dan ibunya. Sekarang ruang dimensi tanaman sudah sangat tebal akan energi alam atau energi spiritual, banyak tanaman dan pohon yang tertata rapi menambah keindahan jika di pandang.
Sesaat Fan Zu menikmati terpaan energi disana dan setelahnya ia berjalan untuk memetik buah dan bahan ramuan pill, dengan santai Fan Zu melakukan pekerjaannya sambil bersiaul bahagia. Buah buahan ia masukkan kedalam keranjang di punggungnya dan ramuan pill di masukkannya kedalam cincin penyimpanannya.
Puas dengan panennya, Fan Zu kembali ke ruang dimensi makhluk hidup lalu menuju tempat tinggal ibu dan adiknya. Disana dia menyimpan berbagai buah buahan yang di petiknya itu ke tempat penyimpanan makanan dan berpesan kepada hewan bawahan agar mengatur pola konsumsi ibu dan adiknya, supaya tidak terjadi luapan energi alam berlebih didalam dentian.
Sehabis berpesan dia lalu keluar dari dalam dimensi ruang karena dia mau berkeliling dan berkunjung ke pasar, mana tahu ada beberapa yang bagus untuk dilihat sekaligus belanja beberapa barang dan bahan makanan untuk melengkapi persediaan.
Fan Zu muncul di teras belakang rumahnya kembali, lalu dia berjalan keluar rumah menuju jalanan umum. Dengan santai dia menuju pintu masuk wilayah inti yang sebelumnya ia terobos tanpa di ketahui karena menghindari pertanyaan seperti kejadian di pintu masuk wilayah tengah, di pintu masuk dia di hadang oleh penjaga karena para penjaga baru melihat Fan Zu dengan tampilan yang baru.
"Anak muda, dari mana kau," ucap penjaga 1 bertanya.
"Aku dari rumah senior," ucap Fan Zu singkat.
"Rumah? Rumah siapa maksudmu, kami baru melihatmu disini dan setahu kami tidak ada keluarga tetua atau keluarga penting yang baru pindah ke wilayah inti," telisik penjaga 2.
"Jelas aku bukan penghuni baru, aku Fan Zu anak Fan An." Fan Zu menjelaskan.
"Hah, membual saja. Fan Zu si sampah anak senior An sudah lama mati di hutan kematian, jelas kami tidak percaya bualanmu itu," kejar penjaga 1.
"Terserah senior percaya atau tidak yang jelas paman Kokcu, paman Kim dan paman Jiang sudah melihatku sewaktu aku datang. Kalau tidak percaya coba pergi tanyakan paman Wu karena pasti dia tahu," ucap Fan Zu yang mulai bosan berdebat.
Mendengar itu, para penjaga menjadi bimbang karena jika benar dia adalah Fan Zu dan mempersulitnya mereka akan menerima hukuman dari Fan An dan terlebih lebih dari ke tiga jenderal kerajaan dari keluarga Fan. Tapi jika hanya bualan dan seorang penyusup maka mereka juga akan sangat di salahkan karena membiarkan penyusup pergi, manakah yang akan mereka ambil tindakan sekarang?
"Komandan Wu dan ketiga Jenderal sedang tidak berada di kediaman mereka, untuk sementara kami menahanmu sampai mereka kembali. Jangan melawan atau kami akan bertindak dengan kekerasan," gertak penjaga 2
"Harap senior tidak memprovokasiku, karena aku sudah berkata jujur dan jika tidak percaya dengan perkataan saya itu terserah kalian yang penting aku tidak ingin berlama lama," ucap Fan Zu tegas.
"Jangan sombong kau anak muda, aku perintahkan untuk menangkap pemuda ini jika tidak kita akan mendapatkan akibatnya dr komandan dan jenderal," perintah penjaga 1 kepada para penjaga lain disana.
Dengan cepat para penjaga yang terdiri dari 10 orang mengelilingi Fan Zu dengan pedang terhunus di masing masing tangan mereka, Fan Zu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah para penjaga sebab mau tidak mau dia terkendala menuju pasar.
Salah satu penjaga maju menyerang Fan Zu dengan menebaskan pedangnya vertikal ke arah perut Fan Zu, dengan santai Fan Zu menghindari tebasan itu. Walau para penjaga ini masih tergolong kultivator rendah di tingkat Tranformasi *8, Fan Zu tidak mau merasakan sakit akibat tebasan itu walau kenyataannya tidak dapat menggores kulitnya, tapi sakit dari hasil tebasan itu lumayan juga karena terbuat dari besi.
Fan Zu terus menghindar dari serangan itu tanpa mau membalas, penjaga yang mengetahui jika serangannya terus di hindari menjadi murka. Dengan membabi buta dia menyerang Fan Zu dan mengeluarkan seluruh kemampuan bertarungnya sampai ke puncak, Fan Zu masih dengan santai terus menghindar sampai akhirnya dia lelah terus kesana kesini. Dengan satu langkah Fan Zu menghindar serangan yang mengarah ke lehernya dan tangan kiri meraih pergelangan tangan penjaga itu lalu menyentil lembut yang membuat si penjaga terhuyung jatuh 10 meter dengan mengasilkan tangan yang di sentil oleh Fan Zu menjadi bengkak, bengkak yang lumayan membuat pergelangan tangannya sampai siku tidak dapat di gerakkan dan pedang yang di pegangnya tadi telah terlepas.
Penjaga 1 dan penjaga 2 yang melihat itu membuat mereka berdua menjadi emosi sebab dengan gampang salah satu penjaga di buat menderita, mereka merasa di anggap remeh oleh Fan Zu dan tidak memandang bahwa mereka adalah prajurit keluarga Fan yang di segani.
Emosi mereka bertambah lagi saat melihat Fan Zu membelakangi mereka setelah membuat satu penjaga menderita di bagian tangannya, dan masih dalam keadaan santai pula Fan Zu berkata, "senior, ini hanyalah perbuatan sia sia. Sudahi sampai disini saja sebab aku tidak mau membuat kalian babak belur hanya karena kesalah pahaman belaka."
"Bocah Ba***at, berani sekali kau menganggap remeh kami penjaga kediaman Fan," ucap penjaga 1 murka sebab selama ini tidak ada seorang pun yang menganggap remeh para penjaga dari keluarga Fan karena mereka adalah prajurit yang sangat di segani di kerajaan Yong.
"Hah, jadi ada apa jika kalian adalah penjaga atau bahkan pasukan yang disegani dari keluarga Fan, apakah karena hal itu kalian dengan mudah berbuat seenaknya saja," ucap Fan Zu tidak kalah sengit.
"Ba****an *dan, rasakanlah akibat dari kesembonganmu itu. Serang! " Perintah penjaga 1 yang langsung menerjang Fan Zu di ikuti oleh semua penjaga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupakan sedekahnya gaes...
Terima kasih 😘
sangat ber kelas
sukses author .....
cukup 1 - 2 halaman saja
pasti sma pmbaca jg pda di skip g di baca ....
kurang jauh jg maen nya author ini