NovelToon NovelToon
Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Ketos Tampan Itu, Kekasihku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Ketos / Tamat
Popularitas:223.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bella Kristy Cecilia

Berkisah tentang hubungan asmara yang rumit antara Dinda Challista dan Ryan Jonathan.

Dinda Challista adalah siswi SMA Tunas Bangsa II Kelas XI D (XI IPA 4) yang memiliki kepribadian yang rendah hati. Ia disukai semua orang karena cantik dan rendah hati. Dinda termasuk siswi yang pintar karena dirinya selalu berada di ranking 3 besar.

Ryan Jonathan adalah siswa terdisiplin di sekolah SMA Tunas Bangsa II. Ia berada di kelas XI A (XI IPA 1). Ia diangkat menjadi Ketua OSIS karena kedisiplinannya. Ia merupakan siswa yang paling digemari terutama oleh murid-murid perempuan karena ia tampan, cerdas, dan memiliki aura badboy yang tak tertandingi oleh siswa lain. Selama ini, Ryan selalu mendapat ranking 1. Ia juga merupakan kapten basket di sekolah.

Suatu hari tanpa sengaja keduanya bertemu di trip sekolah. Pada awalnya, hanya Ryan yang jatuh cinta pada Dinda. Namun, Dinda masih tidak yakin dengan hatinya sendiri. Apakah dia sebenarnya juga mencintai Ryan?

MOHON UNTUK TIDAK MENJIPLAK!!

IG author: @bellakristyc_
E-mail: bellakristyc@gmail.com

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bella Kristy Cecilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa Aku Jadi Seperti Ini?

"Ryan, untuk apa kamu memikirkannya? Dia tidak penting." kata Ryan dengan suara pelan.

"Tapi, kenapa aku tidak suka saat melihatnya mengobrol berduaan dengan Ronald?" tanya Ryan kepada dirinya sendiri.

Mengakulah pada Dinda bahwa kamu jatuh cinta padanya.

Ryan malah kembali mengingat kalimat yang Dokter Lucy pernah katakan.

"Tidak. Itu tidak mungkin. Dia tidak penting. Dia tidak menganggapku sebagai siapapun. Jadi. tentu saja aku juga tidak harus menganggapnya sebagai siapapun." kata Ryan sambil menggelengkan kepalanya. Ia mengambil pulpennya lagi dan hendak mencatat materi lagi tetapi pikirannya malah memikirkan Dinda terus menerus.

Ryan, untuk sekarang kamu memang tidak sadar. Tapi, kamu juga bukan tidak tahu kalau kamu menyukainya, 'kan? Kamu hanya berusaha menghindar dari ini.

"Tidak sadar? Aku menyukainya? Menghindar? Siapa yang menghindar? Aku? Aku tidak. Tidak. Tidak mungkin. Aku tidak mungkin menyukainya." kata Ryan sambil berusaha untuk mengusir pemikirannya yang hanya menuju kepada Dinda.

Kenapa? Takut ditolak sama dia?

"Hah, mana ada. Aku.. Siapa takut? Aku bahkan tidak menyukainya. Ya, benar. Aku memang tidak menyukainya." kata Ryan meyakinkan dirinya sendiri sambil menarik napas panjang dan membuangnya dengan kasar.

Haha. Ryan, lihatlah dirimu. Kamu setampan dan sepintar ini. Mana ada wanita yang akan sanggup menolak cintamu?

"Benar. Dinda juga tidak akan sanggup menolakku." kata Ryan sambil menyunggingkan sebuah senyuman tipis yang nyaris tidak terlihat.

"Hah! Apa! Apa yang kamu katakan barusan, Ryan!" bentak Ryan kepada dirinya sendiri. Ia juga mengacak-acak rambutnya karena ia sendiri merasa bingung terhadap dirinya. Jatuh cinta memang seperti itu, diri kita yang dulu bukan lagi kita yang sedang jatuh cinta.

"Dokter Lucy ada-ada saja!" gerutu Ryan. Ia hendak menelepon Dokter Lucy. Namun, niatnya terurungkan saat melihat ada panggilan telepon yang masuk duluan.

Ci Cilla

[Halo, Ryan. Apa kabar?] tanya Priscilla sambil menunjukkan senyuman manisnya di video call.

[Halo, ci. Ryan baik. Kalau cici?] sahut Ryan sambil tersenyum juga.

[Cici baik. Ryan, selamat ya atas kemenanganmu. Maaf cici tidak bisa datang melihatmu bermain basket secara langsung.] kata Priscilla cemberut.

[Tidak apa-apa, Ci Cilla. Ryan mengerti. Apa cici senang selama disana?] tanya Ryan masih sambil tersenyum.

[Iya, Ryan. Cici baik-baik saja.] jawab Priscilla.

[Syukurlah kalau begitu.] kata Ryan.

[Ryan, cici punya kabar baik dan kabar buruk. Kamu mau dengar yang mana duluan?] tanya Priscilla.

[Kabar buruk.] jawab Ryan singkat.

[Kabar buruknya adalah cici tidak akan bisa menemanimu lama-lama saat cici diperbolehkan pulang nanti.] kata Priscilla.

[Lalu? Apa kabar baiknya?] tanya Ryan tidak sabar.

[Kabar baiknya adalah papa memperbolehkan cici pulang minggu depan!] jawab Priscilla dengan sangat antusias. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan adiknya satu-satunya.

[Jadi, cici akan kemari minggu depan? Berapa lama cici berencana akan menetap di Indonesia?] tanya Ryan sambil tersenyum. Ia rindu dengan cicinya yang sudah setahun tidak kembali ke Indonesia.

[Iya. Mungkin hanya 3 hari saja. Kamu merindukan cici?] tanya Priscilla.

[Tidak sama sekali.] jawab Ryan acuh.

[Jangan berbohong! Bukankah cici selalu mengingatkanmu untuk tidak berbohong? Cici tau kamu merindukan cici.] kata Priscilla.

[Baiklah. Iya. Aku merindukan Ci Cilla. Kenapa?] tanya Ryan sambil memasang wajah sombongnya.

[Itu baru adikku. Baiklah, Ryan. Cici harus menyelesaikan beberapa file yang masih tersisa. Tidurlah, sekarang sudah pukul 22:40.] kata Priscilla.

[Iya, ci. Ryan bukan anak kecil lagi. Cici juga tidurlah setelah menyelesaikan semuanya.] sahut Ryan.

[Kamu tetap anak kecil di mata cici, Ryan. Baiklah. Sampai besok, dah.] Priscilla pun mengakhiri panggilan video callnya.

"Baiklah. Aku akan mencatat dan berlatih sampai bagian sini saja." kata Ryan sambil menunjuk ke arah layar laptopnya yang tertera jelas ada banyak rumus dan latihan soal fisika.

Setelah menyelesaikan semuanya, Ryan pun beranjak pergi ke tempat tidurnya. Ia meletakkan lengannya di bawah kepalanya. Ia memang selalu tidur seperti ini setiap hari. Namun, hari ini dia tidak bisa tidur.

"Si*l, kenapa harus dia lagi?" gerutu Ryan. Ia kesal dengan pikirannya sendiri karena terus menerus memikirkan Dinda.

"Ah ini benar-benar membuatku gila." kata Ryan.

"Hei otak, bekerja samalah." kata Ryan sambil memegang kepalanya seolah ia memerintah kepada otaknya.

"Berhenti memikirkan gadis itu." kata Ryan dengan posisi yang masih sama seperti semula. Memegang kepalanya, lalu menarik napas dan membuangnya. Ia mengambil gelas berisi air penuh yang ada di kamarnya dan meminumnya sampai setengah.

"Oke. Ayo tidur lagi!" kata Ryan mengajak dirinya sendiri untuk tidur lagi. Namun, tetap saja tidak berhasil. Ia pun bangkit untuk duduk bersandar di headboard ranjangnya.

"Hah.. Kenapa aku tidak bisa tidur karena dia? Kenapa aku jadi seperti ini?" tanya Ryan sambil memgacak-acak rambutnya. Malam itu, ia sama sekali tidak bisa tidur.

Bersambung.....

1
Qaisaa Nazarudin
kenapa mana2 novel tuh visual peran pendukung(temen2)nya lagi cantik or tampan dari peran utamanya ya..
Supriatun Khoirunnisa
Luar biasa
Mukmini Salasiyanti
aaah
awet muda nih thor...
cus ah read.... 😊🤝👍
Angel
Penulisan ceritanya bagus, alurnya sesuai dengan kehidupan anak SMA, penulis bisa mengajak saya masuk ke dalam ceritanya
senjani
mampir
Bella: halo kak, makasih ya udah mampir ☺️ semoga suka sama ceritanya ❤️
total 1 replies
seblak dower
Brother and love.. menyapamu..
Bella: halo kak, makasih udah mampir 😊
total 1 replies
Laluna
lanjut thor...update yg banyak ya😊👍
Bella: Iya, makasih ya 😊🙏
total 1 replies
Egik
moga semuanya lancar thur dan g ada dendam lgi antara papanya ryan ama papanya dinda
Bella: Amin 🙏
total 1 replies
Egik
g asik papanya ryan kenapa dri dulu g perna merestui ryan ama dinda malas thur bacanya 🤣🤣
Laluna
sweet banget ryan🥰🥰
Bella: Iya dong 🥰
total 1 replies
🌻Ruby Kejora
Sukses sll kk😆
Bella: makasih banyak kak ☺️❤️
total 1 replies
🌻Ruby Kejora
Salam kenal DNA sukses bwt kk❤️❤️🌼
Bella: makasih kak ❤️❤️
total 1 replies
Laluna
up lagi thor yg banyak👍👍👍😊
Bella: oke, ditunggu ya 😊
total 1 replies
Laluna
akhirnyaaaaa😍💖
Laluna
lanjut thor seru ni👍😊
Bella: halo, aku udah up ya, cuma masih direview sama editornya... mungkin malem ini baru muncul babnya, makasih ya udah baca ☺️
total 1 replies
muhammad fitriadi
cerita nya bagus tpi boleh yah dksih nama yg ngomong biar kita nya paham gtu
Bella: Iya kak, di episode-episode selanjutnya udah aku kasih nama, makasih sarannya 😊
total 1 replies
Egik
dinda ama moga aja selalu terbuka dlm menghadapi masalah apapun mereka selalu jujur 1sama lain
Laluna
lanjut thor...ketagihan baca novel ini😊
Bella: Halo, up bab barunya udah ada ya, lagi di review sama tim editornya makasih banget udah setia mendukung novel author yang masih jauh dari sempurna ini, semoga karya author ini bisa menemani hari-hari kamu yaa 🥰❤
total 1 replies
Arandiah
Halo kak, aku mampir ... semangat ya 🥰
Arandiah: masama Kakak 🥰
total 2 replies
Egik
moga aja ayahnya Ryan ngerti cinta tulus nya Ryan am dinda biar di restui amiiinnn
Bella: Amin 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!