NovelToon NovelToon
Takdir Cinta

Takdir Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:277.1k
Nilai: 5
Nama Author: miopay_17

Sesion 2 sequel DUDA KEREN YANG TAMPAN


Kisah ini menceritakan tentang putra-putrinya Yudha Pradipta dan Kania Larissa, yang sedang tumbuh remaja.

Keluarga kecil Tommy Wijaya dan Intan Wicaksono, beserta dengan putra-putrinya yang sudah beranjak remaja.

Kenzi Pradipta anak sulung dari pernikahan terdahulunya dengan mendiang istrinya, mommynya Kenzi.

Kenzi menjadi primadona di sekolahnya, ketampanannya mewarisi dari Daddy-nya yang terkenal sangat tampan, meskipun sudah memiliki lima orang Anak, tetapi pesonanya seperti seorang CEO yang belum pernah menikah.


Banyak teman-teman sekolahnya yang mengejar-ngejar Kenzi, meskipun Kenzi hanya menganggapnya teman, tetapi mempunyai arti yang berbeda dengan teman-teman perempuannya.

Sedangkan di sisi lain Kenzi sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, Khairani Az-zahra Putri perempuan yang menjadi pujaan hatinya.

Sedangkan Khairani Az-zahra Putri tidak ingin berpacaran, maunya langsung menikah saja, menurutnya pernikahan itu adalah ibadah.


Akankah takdir cinta mereka berdua bisa bersatu di pelaminan?
Apakah keduanya akan memilih jalan masing-masing untuk bahagia, atau malah mereka sudah di jodohkan dari kecil?

Temukan jawabannya "Takdir Cinta"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miopay_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31

Khusus keluarga Wijaya

Dert.....dert....

Ponsel di meja kerja dirinya baru saja bergetar, Tom yang sedang fokus memeriksa laporan keuangan yang baru saja masuk, membuatnya mengalihkan pandangannya ke arah ponsel yang bergetar yang tidak jauh dari berkas yang diperiksa nya.

Tom melirik sekilas sebelum melanjutkan untuk memeriksa berkas yang hanya tinggal sedikit lagi.

dert.... derrrtttttt....

Ponselnya Tom kembali lagi bergetar, getaran ini lebih lama tidak seperti biasanya Tom denger. Awalnya ingin melihat saja siapa yang menelepon, tapi rasa penasaran nya lebih tinggi daripada rasa malas karena pekerjaan menumpuk.

Tanpa melihat siapa yang menelepon? Tom buru-buru menggeser layar touchscreen di layar ponselnya.

"Hallo Assalamualaikum...Ini si..."sapa Tom di seberang telepon, fokusnya masih pada berkas di tangannya. Belum juga menyelesaikan pertanyaannya, sudah di putus seseorang dengan sepihak.

"Waalaikumsalam Papa yang tampan..." jawab Aira. Aira menebarkan senyum kebahagiaan, bahagia karena satu minggu yang lalu di pertemukan dengan lelaki masa kecilnya.

Dahi Tom mengkerut, alisnya terangkat, bola mata pun ikut bermain ke penjuru ruangan, hatinya terus saja bertanya-tanya, siapa yang menelepon memanggilnya dengan sebutan Papa? kecuali putrinya Aira yang sedang berada di negara London.

Membuatnya penasaran pada akhirnya, Tom menjauhkan ponsel di telinganya, dan melihat layar ponselnya.

Matanya langsung membelalakkan sempurna, seakan-akan matanya mau keluar dari tempatnya.

Tertera nama putrinya, senyum di bibirnya Tom langsung terbit seperti bulan sabit.

"Kaka apa kabar? Papa kangen Kaka, perasaan sudah lama saja Kaka pergi.." Tutur Tom bertubi-tubi, Tom juga mempertanyakan kabar putrinya yang jauh dari jangkauan nya.

Semenjak putrinya pergi kuliah ke London, dirumahnya seperti ada yang kurang. Biasanya ramai tiba-tiba terasa sepi, cerewet nya tidak menurun ke adik-adiknya, seperti sayur kurang garam.

"Kaka baik Papa, Papa sehat kan? jangan terlalu memforsir pekerjaan, Kaka ndak mau dengar kabar Papa sakit." jawab Aira.

Senyum manis tidak pernah lepas dari sudut bibirnya, siapa yang tak bahagia mendengar suara Papa nya dalam keadaan baik-baik saja, dan lelaki kecilnya yang bikin memporak-porandakan hatinya.

"Bagaimana kabar Mama dan Adik-adik di sana, Pa? Kaka kangen banget sama mereka, rasanya Kaka ingin cepat-cepat menyelesaikan kuliahnya." tanya Aira menanyakan anggota keluarga lainnya, terutama Mama dan Adik-adik nya.

"Mereka baik sayang, seperti halnya dengan Papa! kenapa ndak telepon ke nomor rumah aja? pasti Mama di rumah Kak." Ujar Tom memberikan informasi tentang Mama nya, pasti di jam seperti ini istrinya sedang tidak sibuk.

"Nanti Pa, Kaka telepon! ini pun Kaka sempetin karena Kaka masih banyak tugas yang belum selesai."

"Udah dulu Papa, Kaka tutup!" Pamitnya Aira kepada Papa Tom.

"Iya Kaka sayang, belajar yang rajin biar cepat lulus, kita kumpul lagi di Indonesia." ucap Papa tom.

Sambungan telepon pun sudah di putus oleh Aira, Tom sudah melanjutkan pekerjaannya kembali sebelumnya sempat tertunda karena telepon putrinya.

Tom tidak ada henti-hentinya menebarkan senyumnya, putrinya yang selalu di timang-timang kini sudah bisa mandiri di negara orang.

Rasa membuncah bahagia memenuhi rongga dadanya, bahagia mendengar suara Aira yang baik-baik saja membuatnya senang, bahwa putrinya sehat-sehat.

Papa merindukanmu, Nak!

Tom mengusap layar ponselnya yang ada foto putrinya di galeri. Foto ini yang sedikit bisa mengobati rasa rindunya, dan sedikit menjadi pelipur lara di Kala sedang sibuk dengan pekerjaannya di kantor.

**************

Di rumah Intan sedang dia dengan ketiga balita, alias balita yang sudah besar.

Mereka masih sangat bermanja-manja dengan sang Mama, tingkah, sifatnya persis seperti bayi.

"Kaka bisa diam enggak? kasihan adik, lihat sampai adik enggak kebagian tempat duduk dekat Mama nya." Ujar Intan menengahi konflik antara Kaka dan adik.

Mereka sama-sama tidak mau kalah, sama-sama ingin mendapatkan perhatian dari sang Mama.

"Iya Mama, Kaka diam ndak usil lagi." sahut kakaknya sembari membenahi tempat duduk dirinya.

Mendengar titah dari sang Mama, ketiganya langsung terdiam. Mereka sibuk dengan mainan yang di pegang nya, sibuk dengan urusan masing-masing seakan-akan mereka bertiga bukan saudara kandung. Kenyataannya mereka adalah saudara kandung, tetapi memiliki sifat, tingkah laku yang berbeda-beda.

************

Hari sudah beranjak sore, ketiganya sudah rapi dengan pakaian melekat di tubuhnya. Mereka sedang menonton televisi di ruang keluarga, Chanel kartun adalah kesukaannya...

Terjadi gelak tawa ketiganya di ruang keluarga, mereka menertawakan tokoh animasi kesukaannya yang menurutnya sangat lucu.

"Hiyat Kaka meleka lucu, bikin Kali ndak Isa berhenti teltawa!" ucap kali Putri bungsu Tom dan Intan. Kali memegang perutnya karena tertawa.

"Hemmmm," suara deheman dari ketiga kakaknya yang berjenis kelamin laki-laki, menandakan mereka biasanya saja.

Mereka berdua memiliki sifat yang cuek, tetapi sangat usil kepada adiknya.

"Kaka iiihh jawabnya hmmm, kali ndak tahu maksud Kaka apa?" tanya kali dengan bibirnya sudah mengerucut ke depan, bibirnya persis seperti ikan lohan, dan ikan hiu.

Ketiganya tidak lagi menimpali pertanyaan adiknya yang sedikit rusuh, mereka fokus menonton animasi yang sedang tayang.

Melihat kedua kakaknya diam saja, Kali celingak-celinguk mencari keberadaan sang Mama untuk di mintai bala bantuan.

"Mama kakaknya nakal..."Kali beranjak dari tempat duduknya untuk turun.

Kakinya sudah di hentakan-hentakan, siapa yang melihatnya pasti bilang sangat lucu.

Kali berlari kecil dengan kedua matanya sudah berkaca-kaca, mencoba mencari keberadaan sang Mama dengan teriakan melengking nya.

"Mama.... Mama....di ana?" teriaknya kali memekik gendang telinga bagi yang mendengarkan nya.

Intan berjalan tergopoh-gopoh mendengar suara putrinya, suara khas ingin menangis. Intan tahu betul siapa putrinya, manjanya tidak ketulungan.

"Kenapa sayang? kog adik teriak-teriak seperti berada di hutan saja.." Tutur Intan mengelus lembut rambut putrinya. Intan berjongkok menyamakan tinggi putrinya.

"Kakaknya nakal, peltanyaan kali ndak di jawab sama kaka, cuma hmmm saja! kali kan ndak tahu apa maksud Mah!" Adunya kali kepada Mama Intan.

Intan yang mendengarnya hanya tersenyum tipis, dan geleng-geleng kepala melihat ekspresi putrinya baginya sangat lucu.

"Yuk ikut Mama saja ke dapur, bantuin Mama masak sebelum Papa pulang dari kantor, oke tuan putri!" Ujar Intan mencoba mengalihkan perhatian dari putrinya, mencoba untuk tidak cemberut dan bisa tersenyum kembali..

"Gimana ya Mah? ikut apa ndak? ndak tapi pengen ikut!" Kali memperagakan gaya centilnya, seolah-olah dirinya sedang berfikir dengan jari telunjuknya di letakkan di pelipis kepalanya.

"Cup...." Mama Intan menghadiahi satu kecupan di pipi putrinya. Saking gemasnya Intan terus saja memandangi wajah putrinya kelihatan sangat lucu.

"Ya udah kali ikut Mama saja, tapi ental macakin kesukaan kali ya Mama." Ucap tuan putri kali dengan tingkah nya lucu.

Kaki mungilnya berjalan lucu mengikuti langkah Mama nya, tangannya di gandeng sang Mama, kaki mungilnya berjalan untuk masuk ke area dapur.

1
serraanifasah
ceritanya ringan jdi enak di bacaa
serraanifasah
asikkk nih
guest1053342796
ok ka
Miopay_17
❤❤❤
Isah Aisyah
ngk nyambung bgt thorrr, udah sering ketemu kok lupa
Marvel Boy
ini authornya koq gak update update?
Ana Abal
aduh thor lamaaaaàa bangeeeeèeet up ya sdh berapa rembulan nih nunggui
Yusnita Fauziah
yah ga jd enaena🤭🤭🤭🤭🤭
Entin Fatkurina
sabar ken sabar, adik sendiri lo itu, masak mau di usir, kan nggak mungkin, 😊😊😊
Windi Windiawati
semangat
guest1053342796
😂😂😂😂😂
Roroazzahra
next next next next next next
gempur terossssss jangan kasi kendor sampe encok 🤭😅😅😅
ms. yati74
lanjut bang Ken ampe tuu pinggang encok baru istirahat🤣🤣🤣
Yusnita Fauziah
lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut 💪💪💪💪💪😍😍😍😍💋💋💋💋💋
Entin Fatkurina
lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut author
Windi Windiawati
semangat
Mauli_datun
astaga ken,,,,,🤭🤭 kau memang titisan nya daddy yudha gk diragukan lagi 😅😅😅

Aira hamidun kh itu ???? klo bener hamidun berarti bang Ken tokcer 😅😅😅😅😅
Dhian Damayanthi Sutawijaya
aq jd panas dingin thor 😂😂😂
ms. yati74
inget umur papah yudha 🤣🤣🤣🤣
Yusnita Fauziah
ga ank ga bp diatas ranjang Mulu pikiran nya🤭🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!