true story....
Noviant Juan adalah seorang pria yang tertutup, dia seakan punya dunia sendiri tapi semua berubah karena kedatangan seorang gadis di hidupnya.
Meyda Shakira harus mu hidup bersama orang yang tak mengharapkan kehadirannya.
Naira putri Noviant adalah cahaya cinta keduanya.
akankah mereka bahagia?
atau Vian akan kembali pada cinta lamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
teman lama..
Vian dan Kadir baru sampai di Bandara, Fandi langsung cek on karena sudah sedikit mepet.
Vian pun mendapat sebuah pesan di ponselnya, "wah, ku kira mau titip apa, ternyata Aira minta boneka," gumam Vian tersenyum sendiri.
"ada apa juragan?" tanya Kadir.
"ini istriku, dia mengatakan jika Aira ingin boneka yang di belikan ayahnya," jawab Vian.
"kita beli di kota saja juragan, kebetulan kita akan menemui seseorang kan," kata Kadir.
"ya kamu benar,tapi aku kadang heran dengan istriku yang tak pernah meminta apapun saat aku bepergian," kata Vian.
"juragan malah harus bersyukur, jarang wanita yang tak menuntut, dan akan menerima semua hadiah dari suaminya, meski itu hanya setangkai bunga, bukan kayak istri yang lain," curhat Kadir.
"ya sudah, ayo pergi, aku takut telat, kau tau sendiri kan bagaimana orang itu," kata Vian tertawa.
keduanya pun menuju ke pusat kota Surabaya, mereka pun berhenti di restoran tempat janjian.
Vian dan Kadir turun dan masuk kedalam, Vian melihat seorang pria melambai ke arahnya.
"hai," kata Vian membalas lambaian pria itu.
Vian dan Kadir pun langsung menghampiri pria itu, Vian pun bersalaman dan berpelukan sekilas.
"bagaimana kabarmu David Hertanto, gila ya, pak pengacara sibuk terus," kata Vian.
"ya kau tau lah, bagaimana kabar semua orang, maaf ya kemarin saat menikah aku tak bisa datang," kata David.
"tak masalah, tapi sebulan lagi pernikahan om Hamka, jika kamu tak datang bisa habis kamu, apalagi kamu tak rindu Anis?" tanya Vian.
"aku hanya belum bisa menerima kemarahan Anis, kamu tau dia begitu marah saat tau aku meyakini agamaku saat ini, itu yang membuatku tak bisa menikahkan dia dengan Fandi," kata David sedih.
"dia selalu merindukan kakaknya David, jadi coba pulang dan temui dia, dan nanti aku juga akan memperkenalkan istriku padamu," kata Vian.
"baiklah, tapi sekarang kita makan dulu, kasihan Kadir sepertinya begitu kelaparan," goda David yang melihat Kadir.
"tunggu kita foto dulu yuk," ajak Vian.
Kadir pun mengambil foto keduanya, setelah itu Vian pun menjadikan status WhatsApp, dan yang melihat pertama adalah Akira.
di rumah saat Anis dan Akira sedang membongkar belanjaan, Aira memainkan ponsel baru milik Akira.
Aira pun melihat status milik sang ayah, "ibu kecil ini siapa?" tanya Aira menunjukkan status Vian.
Anis langsung melihatnya berulang kali dengan air mata yang menetes, dia sangat merindukan sosok pria itu.
"ada apa mbak?" tanya Akira binggung.
Akira pun melihat foto Vian dan seorang pria, Anis langsung memeluknya bahkan.
"itu saudara mbak Anis?" tanya Akira.
"iya mbak, sudah lima tahun ini kami hilang kontak, aku membencinya karena dia meyakini agama yang berbeda dengan ku," jawab Anis.
Akira langsung memeluk Anis, "mbak Anis dia adalah saudara sedarah, sekuat apapun mbak membencinya tak menggubah kenyataan, dari pada membencinya lebih baik berdamai, dan menerima pilihannya," kata Akira.
Anis langsung mengangguk, "kita telpon saja," kata Akira.
Akira mencoba menelpon Vian malah tak aktif, dan ponsel uan kehabisan baterai karena lupa tak di cas.
Vian masih membahas beberapa berkas dengan David tentang perubahan data, dan juga pelimpahan kekayaan.
David akan membantu sahabatnya itu, apalagi dia bisa seperti ini sekarang juga berkat bantuan keluarga Vian dulu.
"baiklah semuanya aku bisa menyiapkan satu bulan lagi, nanti aku akan membawanya saat datang ke nikahan dari Hamka," kata David.
"baiklah, dan terima kasih kau mau membantuku," kata Vian.
mereka pun berpisah, di mobil Vian baru mengisi daya ponselnya, Kadir pun mengemudikan mobil.
mereka pun menuju kesebuah mall di kota Surabaya, untuk membelikan boneka Aira.
Vian dan Kadir berkeliling mencari boneka yang lucu, tapi dia malah melihat Hamka yang berjalan dengan seseorang.
Kadir pinjam ponsel mu," kata Vian.
Vian pun menghubungi Hamka, dan tak lama Hamka pun menerima panggilan Vian.
"iya Kadir, ada apa tumben kau menelpon ku?" tanya Hamka dengan sedikit kesal.
"waw.. om mau menikah masih jalan sama cewek lain, ini kalau sampai ibu tau bisa marah om," kata Vian.
"Vian, kamu dimana? kenapa bisa tau," binggung Hamka.
Vian mematikan telpon, dan menghampiri mereka berdua, Hamka kaget melihat Vian yang sudah di sampingnya.
"kau mengejutkan ku Vian," kata Hamka.
"kenapa, karena ketahuan, wah om parah," kata Vian mengeleng.
"otak mu jangan berpikiran macem-macem, ini salsa, kau lupa, dia anak bang Heru, yang tinggal di Kebraon," kata Hamka.
"ya aku ingat paklek Heru, terus kenapa salsa ikut om Hamka, bisa jadi fitnah itu," kata Vian.
"dia membantuku memilih beberapa kain Dan baju untuk seserahan nanti, dan dia kan tau daerah sini, kebetulan aku tadi kan main ke rumah om Heru," kata Hamka.
"oh... kalau begitu aku pergi ya, ingat jangan macem-macem, sebulan lagi mau nikah," kata Vian meninggalkan keduanya.
sedang salsa dari tadi masih termangu melihat paras tampan Vian yang begitu tegas, dengan senyum yang menawan.
"siapa itu tadi om?" tanya salsa.
"dia anak pertama mbak Ageng, kenapa kamu naksir, tapi sayang dia udah nikah dan punya anak," kata Hamka.
"kalau jadi yang kedua juga mau kok om," saut salsa.
"apa!" kata Hamka kaget.
"gak om, bercanda doang, pease," kata salsa yang takut melihat mata tajam Hamka.
Vian melihat sebuah boneka kelinci berukuran besar, Vian pun membeli boneka itu dua buah, yang satu untuk putri Kadir.
"sekarang kita pulang Kadir," kata Vian.
"terus nih ibu juragan gak di belikan sesuatu gitu juragan?" tanya Kadir.
"aku sudah memiliki hadiah untuknya di rumah, sekarang kita beli kue baru pulang," kata Vian.
setelah semuanya yang di inginkan dapat, mobil itu pun menuju ke Jombang.
sedang di rumah Vian begitu ramai, karena kedatangan dua keluarga lagi, Vera dan Ela.
Robi menyerahkan sebuah amplop berisi uang pada Akira, "apa ini bang?" tanya Akira binggung.
"itu hasil penjualan rumah bang Vian mbak, tadi kata bang Vian mbak disuruh menyimpannya," kata Robi.
"tapi bagaimana dengan komisi bang Robi?" tanya Akira.
"tenang mbak, aku sudah dapat kok komisinya, jadi sekarang mbak simpan dulu uangnya, sesuai perintah bang Vian," kata Robi.
sedang Anis masih menceritakan tentang ATM BCA yang akhirnya kelar dari dompet Vian.
"apa kamu yakin, wah tak mengira bang Vian beneran ksih ATM itu," kata Ela tak percaya.
"idih beneran tau, tapi untung loh mbak Akira itu bukan cewek yang boros, belanja aja dia begitu terstruktur rapi, bahkan dia tak gampang tergoda seperti kita yang belanja suka bengkak," kata Anis.
"aduh, tiga wanita ini kalau menggosipkan orang gak lihat tempat ya," kata Bima yang mendengar pembicaraan ketiganya.
Kalau berkenan boleh mampir dan support karyaku yang berjudul Sungguh Mencintainya 🙏😉☺️
tegas mirip Romo Jalal
pernah suatu waktu anaknya nangis g mau diam.lsg dibawanya kerumah.alhamduliah begitu kami gendong si baby lsg tenang.
aku sarankan untuk mencari ustadz yg berpengalaman.krna anak ini ada yg jagain.jdi klo ada yg niat g baik dg mengirimi sesuatu, penjaganya marah. itu yg buat si anak rewel..
alhamdulillah..skrg si anak sdh balita.
semangat Thor..🤩🤩
cerita ini sesikit banyak mengingatkan tentang kampung halaman.
pohon rambutan kembar di depan pintu. dijaga macan loreng putih. begitu diceritakan banyak yg tak oercaya dan beranggapan hanya bualan.
giliran surup (menjelang magrib datang) ada balita yg membagikan jajanan beng-beng ke maung di dwpan beberapa ibu2 tetangga.
padahal mrka tak melitah apapun didepan balita itu.
begitu ditanya,si balita bilang..jajannya buat miong yg duduk baik.
nah loh.. kicep lsg para emak2 yg denger.auto bubar masuk rumah masing2..😁😁
apakabar akira selama ini vian..??
hempaskan susukk..😆😆😆
g ada yg nyangka klo jenasah blm mau pulang tanpa maaf dri orang tsb.
jagalahblisan dan perbuatan. krna kadang tanpa kita sadari kita menyakiti orang lain tanpq sengaja dan meninggalkan luka yg mendalam.