Novel ini sedang dalam tahap revisi besar-besaran... akan ada beberapa part yang mungkin akan hilang....
Kata orang cinta pertama itu sulit di lupakan. Itulah yang di alami pria bernama Malik. 5 tahun Malik mencari cinta pertama nya, yang pergi tanpa kabar.
Tapi setelah mereka bertemu, cinta mereka kembali di uji. Akankah mereka mampu bertahan?
"Jangan pernah pergi lagi. Aku tidak mau tau, apapun kondisi mu aku tidak peduli. Biarkan aku egois kali ini Nay."
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya sayang.
Follow ig ku yuk amy_asya99
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAKAN SIANG
Mella keluar dari ruangan Malik, dengan wajah merah menahan amarah. Pikirannya kalut memikirkan kemungkinan yang di ucapkan Malik.
"Tidak! Nayra tidak mungkin kembali." Mella menggelengkan kepala nya. Tanpa sadar dia menabrak Dino, yang akan masuk ke ruangan Malik.
"Jalan pakai mata Din!" bentak Mella. Tangannya mengusap dahi nya.
"Seharusnya aku yang berbicara seperti itu kepada mu," sindir Dino. Mata nya menatap tajam ke arah wanita itu.
Kemudian Mella segera berlalu begitu saja meninggalkan Dino. Dia tidak ingin, Dino bertanya lebih kepada nya.
Dino tersenyum smirk memandang kepergian Mella. Lalu berjalan masuk ke dalam ruangan Malik.
Dino dan Mella bekerja di perusahaan Malik. Mereka menjadi manager, di divisi yang mereka pimpin. Malik mempercayakan mereka bukan tanpa sebab. Karena mereka berdua lah yang membantu Malik dalam membangun perusahaannya.
Tapi baik Malik maupun Dino tidak menyangka bahwa kebaikan Mella selama ini, hanya kebohongan semata.
Kena kau!
...***...
"Bang!" Alira menepuk bahu Bayu yang terdiam sepanjang perjalanan. Gadis itu sudah lelah mengoceh, tapi Bayu hanya diam tidak menanggapinya sama sekali.
"Ada apa? Kenapa menepuk bahu ku seperti itu, Ra?" tanya Bayu.
"Habisnya abang diam aja. Alira capek ngajak abang ngobrol dari tadi," sungut Alira. Gadis itu tampak sangat kesal.
Bayu memandang tajam kepada Alira. Berpikir sejak kapan gadis itu berani kepada nya. Yang Bayu tau, Alira sangat menakutinya.
"Maaf bang. Oke aku diam." Alira tertawa kecut, melihat tatapan tajam Bayu.
Mengerikan! Kenapa dia bisa sangat ramah kepada Mbak Nayra? Sedangkan kepada ku, dia terlihat seperti harimau.
"Kenapa kamu?" tanya Bayu ketika melihat Alira menggeleng geleng kan kepalanya.
"Ah-eh gak ada bang. Oiya mbak Nayra tinggal sama abang?"
Bayu menggeleng. Sudah dua hari dia tidak bertemu dengan Nayra. Membuat nya merasa ada sesuatu yang kurang. Ingin rasa nya Bayu menelpon Nayra, tapi pria itu merasa tidak enak kepada Malik.
"Loh jadi mbak Nayra tinggal dimana?" Alira tampak terkejut. Setau dia Nayra tidak memilik keluarga lagi, alias sebatang kara.
"Dengan kekasihnya!"
Jlebbb
Rasa nya hati Bayu sakit, menyebut Malik sebagai kekasih Nayra. Walaupun dia tau, itulah kebenarannya.
Alira tampak melongo mendengar penuturan Bayu. Gadis itu berpikir keras, siapa yang di maksud kekasih oleh Bayu. Tapi kemudian Alira sadar, setelah memperhatikan raut wajah Bayu yang tiba tiba berubah.
"Abang cemburu?" tanya Alira spontan.
"Jaga bicara mu Ra! Ingat aku ini atasan mu mulai besok. Dan satu hal lagi, jangan lupakan tugas yang aku berikan pada mu," jawab Bayu datar.
Setelah mendengat jawaban Bayu, Alira pun terdiam. Dia tidak ingin bicara lagi. Sedangkan Bayu, otak nya masih terus berpikir, tentang ucapan Alira tadi.
Apa benar aku cemburu?Apa aku benar mencintai mu Nay?
...***...
Jam makan siang tiba. Malik segera melangkahkan kaki nya keluar dari ruangannya itu. Setelah hampir setengah hari berkutat dengan tumpukan dokumen.
"Batalkan meeting nanti siang Dit! Aku ada urusan penting," titah nya kepada sang asisten, ketika sudah berada di lobby kantor.
Radit menghembuskan napasnya dengan kasar. " Baik Tuan." Ingin rasa nya pria itu menyeret bos nya, lalu mengikatnya agar bosnya itu bisa menyelesaikan pekerjaannya.
"Kamu mau ikut makan atau tetap berdiri disitu?" tanya Malik tanpa menoleh.
"Iya Tuan." Radit segera berlari menghampiri bosnya itu. Kemudian membuka pintu mobil. Setelah memastikan bosnya sudah masuk, Radit langsung melajukan mobilnya.
"Kita makan siang di mana Tuan?" tanya Radit lagi. Pasalnya sedari tadi bosnya itu hanya diam saja.
"Ke apartemen Nayra!" tandas Malik.
Radit segera melajukan mobilnya, menuju apartemen Nayra. Dia tidak habis pikir, kenapa bosnya itu bisa berubah 180 derajat. Biasanya pria itu tidak senang keluar kantor di jam makan siang, kecuali ada meeting di luar.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka sampai. Malik sengaja membelikan Nayra apartemen yang tidak jauh dari kantornya. Agar dia lebih mudah mengawasi Nayra.
Malik melangkahkan kaki nya dengan cepat, meninggalkan lobby apartemen tanpa peduli kepada Radit. Rasa nya dia sudah sangat merindukan Nayra.
Radit hanya bisa geleng geleng kepala, melihat tingkah bosnya yang lagi kasmaran itu.
Jatuh cinta membuat orang menjadi tidak waras.
Malik segera masuk ke dalam lift, lalu menekan angka tempat apartemennya berada. Dia benar benar lupa akan keberadaan asistennya itu. Sampai sampai Malik tidak sadar, bahwa Radit belum masuk ke dalam lift.
Ting
Pintu lift terbuka. Malik langsung berjalan menuju apartemennya. Lalu menekan kode akses untuk masuk ke sana.
Mata nya terbelalak lebar, ketika melihat Bayu dan Alira di sana. Malik menghela napas panjang, berjalan gontai masuk kedalam.
"Kamu sudah pulang? Dimana asisten mu itu?" Nayra langsung berdiri dari duduknya. Kemudian berjalan menghampiri Malik.
Malik melihat kebelakang, lalu menepuk dahinya. " Sepertinya dia ketinggalan di bawah," kekeh Malik, kemudian mengecup dahi Nayra, dan berjalan menuju sofa di ruang tamu.
Alira tampak sangat terkejut, ketika melihat Malik mencium dahi Nayra. Apa orang ini yang di maksud oleh bang Bayu pikirnya.
Sedangkan Bayu, pria itu membuang wajahnya ketika melihat adegan mesra itu. Dada nya terasa panas, melihat Nayra di perlakukan seperti itu.
Ya di perjalanan dari bandara tadi, Nayra menelpon Alira supaya mampir ke apartemennya. Dia ingin mengajak makan siang bersama.
"Sudah lama bang?" tanya Malik ketika sudah duduk di hadapan Bayu.
"Belum terlalu lama Tuan." Bayu berusaha tersenyum kepada pria itu.
"Jangan memanggilku seperti itu. Aku ini teman Gery, sama seperti Dino dan Doni."
"Iya baiklah."
Mereka pun berbincang bincang, sedangkan Nayra dan Alira menyiapkan makan siang di dapur. Tak lama setelah itupun Radit datang.
"Kenapa lama sekali?" tanya Malik ketika melihat Radit datang.
Belum juga Radit menjawab, Nayra datang dan menyuruh mereka untuk makan bersama.
"Duluan bang. Aku mau ganti baju terlebih dahulu," ucap Malik. Sedangkan Radit, pria itu masih berdiri di dekat pintu.
Bayu pun segera berjalan menuju meja makan. Di sana sudah ada Alira yang sedang duduk manis.
"Zein suruh asisten mu langsung ke meja makan. Seperti nya dia kelelahan!"
Bagaimana aku tidak kelelahan nona... kekasih mu itu meninggalkan ku sendiri di bawah.
Ya Radit tidak tau di lantai berapa apartemen Nayra berada. Karena ini pertama kalinya dia ke sini. Kemarin waktu dia perintahkan untuk mengantar koper Nayra, Malik tidak memperbolehkannya masuk. Dia hanya di perintah untuk menunggu di lobby.
"Dit cepat sana... aku ganti baju dulu," usir Malik. Sebenarnya Malik sengaja melakukan itu, sebab dia sangat merindukan Nayra. Dia merasa tidak leluasa, ketika di hadapan orang orang tadi.
"Baik Tuan." Radit pun segera berjalan menjauh dari kedua orang itu. Radit tau bosnya itu, sengaja mengusirnya.
Nayra berbalik hendak menyusul orang orang yang sudah berada di meja makan.Tapi Malik langsung menarik tangannya, sebelum Nayra berjalan.
"Mau kemana?" tanya Malik. Kini Nayra sudah berada dalam pelukannya.
"Makan. Aku sudah lapar. Cepat ganti baju mu! Jangan lupa habis ini, aku ingin melihat rumah orang tua ku." Nayra berusaha melepaskan pelukan Malik. Dia takut jika ada yang melihatnya.
"Apa kamu tidak merindukan aku?" Malik tidak mempedulikan Nayra yang terus meronta.
Nayra menggeleng. Dia sengaja melakukan itu, agar pria itu cepat cepat melepaskannya.
Malik melepaskan pelukannya. Wajah nya tampak sangat kecewa, mendengar jawaban Nayra.
Nayra merasa bersalah, melihat wajah Malik yang tampak kecewa itu.
"Aku merindukan mu. Tapi sekarang kita punya tamu. Jadi cepat ganti baju mu. Kalau tidak ayo kita langsung makan saja!" bujuk Nayra.
"Iya baiklah." Malik mengangguk pasrah.
Nayra melangkahkan kaki nya menuju dapur. Tapi tiba tiba Nayra berhenti, kemudian berbalik.
Cup
Nayra mencium pipi Malik, dan berlalu begitu saja. Wajah nya merah merona saat ini. Dia merasa malu akan tindakannya itu.
Sementara Malik tersenyum, mendapat serangan tiba tiba dari Nayra.
Aku berhasil!
Akhirnya Malik pun mengikuti Nayra menuju dapur, tanpa berganti baju. Alasan mengganti baju, hanyalah bualan semata. Sebenarnya Malik hanya ingin berdua dengan Nayra.
Mereka berlima pun makan dengan tenang. Walau agak kesal menunggu orang yang katanya akan berganti baju. Tapi ternyata orang itu dengan santai nya, duduk dan langsung makan.
...*****...
Intermezzo
Malik : thor loe kok buat gua malu sih?
Author : auu ah gelap 🙈
Malik : Jangan buat gua kelihatan bucin banget napa thor... malu ama readers 😒
Author : Dari pada di buat konflik mulu... ntar readers puyeng ama konflik loe 😝
Malik : terserah loe deh thor... Lagian yang nulis juga loe 🙄
Author : Nah gitu dong. Jangan bawel ntar gue hapus nama loe dari novel gua, mau ? 😏
Malik : Dasar othor durjana 😤
Author : 😝😝
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya😘😘
ak jdi sedih sendri