Ayu adalah Gadis Cantik yang berasal dari desa mengadu nasib ke Kota..
Ayu anak pertama dari 4 bersaudara..
demi menyekolahkan adik-adiknya..
Ayu harus jadi Tulang punggung keluarga..
Ayah Ayu hanya seorang Petani..
dan Ibu Ayu Hanya seorang Ibu Rumah tangga.
Siapa Sangka Saat Di Kota Dirinya Tiba-tiba dilamar oleh Ibu-ibu cantik..
untuk Anaknya yang bernama Reyhan..
Apakah alasannya..?
bagaimana Ayu bisa menerimanya..?
Reyhan Pemuda Kaya Raya..
Pemilik Investor terbesar di Negara Nya..
dimana pun Reyhan menanam modal bisa dipastikan Perusahaan itu akan melejit pesat..
.
Ikuti Kisahnya Ya... .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
First Kiss
"Pilihkan Bajunya dan Pasangkan...! " perintah Reyhan menyeringai..
"Kakak... Kakak kan bukan Bayi... Kenapa harus dipakaikan baju...? " kesal Ayu tak terima dengan pipi semerah tomatnya..
"diam nggak..? atau.......!?" Reyhan mendekat ke Ayu..
Ayu memundurkan Wajahnya saat Reyhan mendekati Wajahnya..
"Iya.. iya.. aku ambilin dan pakaikan baju buat kakak..! " Pasrah Ayu..
Reyhan pun melangkah mundur sebenarnya Dirinya begitu tertarik dengan bibir mungil Ayu..
"Turunin....! " Ayu merentangkan Tangannya dengan bibir manyunnya..
Reyhan tertawa geli tapi membantu Juga Ayu turun dari duduk nya diatas Kaca Penyimpanan Jam tangannya..
Ayu mencari Baju Formal Reyhan dengan serius..
"Nah... Dapat...!" pekik Ayu Girang tapi dia kesulitan menggapai Hanger Baju Reyhan..
Reyhan bukannya membantu Malah tertawa cekikikan.. Ayu memutar Otaknya untuk bisa menggapai hanger Itu..
Ayu menginjak bawahan Lemari itu dan mendapatkan Hanger itu.. Karna Kehilangan keseimbangan Ayu jatuh kebelakang..
"aaahhh....! " Ayu berteriak memejamkan matanya.
dan tangan Kekar menangkapnya Ayu menghela nafas Lega..
"Makasih Kak.. tinggi banget sih Hanger baju lemari kakak..! " gerutu Ayu menormalkan Tegak Tubuhnya..
Reyhan terdiam menatap tangannya yang menangkap Tubuh Mungil Ayu..
"Ini... Aku pakaikan Kak...! " Ayu meletakkan Baju Formal Reyhan di Meja terdekat..
Ayu mencari Kursi tapi tak ada Kursi di Ruangan Reyhan..
"Cil...? "
"Iya kak...! " sahut Ayu tanpa menoleh ke Reyhan sebab sibuk mencari apa yang jadi pijakannya biar bisa menyamai Tubuh Reyhan..
"Celana Kakak.. Pasang sendiri...! " Ayu membalik Tubuhnya.
Reyhan melakukannya sambil menatap Punggung Ayu..
"Udah Kak...? " Tanya Ayu..
"Sudah...!" jawab Reyhan masih intens nya menatap Ayu..
Barulah Ayu berusaha membantu Reyhan memakai Baju Kemejanya.. walau tinggi Reyhan susah Ayu gapai... dia hanya menjinjit ala kadarnya.. setelah itu Memilih dasi Untuk Reyhan..
"aku nggak nyampe kak...! " Ayu menyodorkan Dasi ke Reyhan..
"sial lu Reyhan.. kenapa kamu mau memakan bibir mungil gadis ini..? dia bukan tipemu...! " Reyhan sedang perang batin..
Saat Sarapan bersama Ayu, Maya dan Ambar beserta Iin pun Reyhan masih menahan diri untuk tidak mencium bibir Ayu..
Ambar tak henti-hentinya menatap Aura Ayu..
Bersinar terang bahkan Aura Reyhan tidak lagi Abu-abu.. Abu-abu nya sudah mulai cerah hampir warna Putih..
Ayu mengantarkan Reyhan ke depan..
"Reyhan Udah punya Aura hampir Putih.. Aura nya nggak abu-abu gelap lagi...! " Bisik Ambar kegirangan..
Maya juga tak kalah bahagianya.. Begitulah kalau mereka sudah berdua hanya bicara tentang Aura dan Ramalan..
Iin memilih pergi kedapur saja.. tidak mau mendengar pembicaraan Nyonya nya.
diRuang Rapatnya Reyhan tak bisa Fokus sebab memikirkan bibir Mungil Ayu..
"Sial.. seharusnya Aku nggak menahannya tadi.. kan Gini Akibatnya.. jadi kepikiran muluk...! " batin kesal Reyhan
Reyhan berdecak kesal hingga Semua karyawan Rapatnya menegang takut. mereka takut ada berbuat kesalahan..
"ada Apa Boss...? " Tanya Ronald yang berdiri disamping Reyhan..
"Ahhh... Ronald tolong lanjutkan Rapatnya.. Aku tidak bisa konsentrasi... !" perintah Reyhan bangkit dari kursi kebesarannya..
"Apa Tuan sedang tidak sehat..? " tanya Ismi.
"Tidak.. hanya memikirkan sesuatu.. Kalian lanjutkan Rapatnya.. Aku kembali ke Ruanganku...! ' Ujar Reyhan setelah Itu Reyhan meninggalkan Rapat..
Ismi dan Ronald saling pandang heran..
"Lanjutkan..! " Ronald memberi perintah..
dan Rapat hari itu tidak diikuti oleh Reyhan hanya Ronald dan Ismi yang mengatasi Rapat itu..
Reyhan memejamkan Matanya di Kamar Pribadinya..
"Kociiillll.... Kenapa Bibirmu selalu ada dipikiranku...? aku tidak bisa konsentrasi......! " Oceh Reyhan mengacak frustasi Rambutnya..
"Okeh... sabar Han.. sabar.. Nanti Bocah Alien itu bakal kemari ngantar Makan Siang....!" oceh Reyhan pada diri sendiri..
Reyhan melihat jam dinding masih pukul 9 pagi. menunggu jam 12 terasa lama bagi Reyhan. Reyhan keluar dari Ruang Pribadinya dan mencoba membaca dokumennya..
.....
"Susah banget konsentrasi Aku...! " kesal Reyhan tak juga bisa menghilangkan Bayangan Bibir Mungil Ayu..
"Boss...? "
reyhan mendongak melihat siapa yang memanggilnya..
"Iya Ronald... bagaimana Rapatnya..? berjalan lancar..? " tanya Reyhan tak bersemangat..
"Sudah Boss.. kenapa Boss tidak bisa konsentrasi..? selama saya mengenal Boss Saya Tidak pernah tau Boss Susah mengesampingkan urusan pribadi dengan urusan Kerjaan.. !" bingung Ronald
Ronald tau Reyhan bukanlah orang yang tidak bisa Fokus.. hal serius apa yang bisa memecah Fokus Seorang Reyhan..
"Si Kocil... Dia ada dikepala ku...! " jawab Reyhan memijit kepalanya..
"Hah...? " kaget Ronald sesaat lalu tertawa terbahak-bahak..
"Sialan lu.. sana pergi lu...! " usir Reyhan melempar map kosong pada Ronald.
"Maaf.. Boss.. saya Pergi....! " Tawa Ronald tak bisa dikondisikan dan lebih memilih pergi meninggalkan Reyhan..
Reyhan menggerutu kesal akan orang kepercayaan sekaligus temannya itu malah menertawainya...
Siang Harinya Ayu membawa Makan siang untuk Reyhan dan Tak ada yang berani menghalangi jalan Ayu.. Ayu sudah keluar dari Lift
"Makasih... Dadaaahh...! " lambai Ayu pada Resepsionis yang menemaninya naik lift..
Ayu tersenyum cerah akan sikap ramah semua Karyawan Reyhan Padahal mereka ramah Karna Ayu Istri Boss besar mereka..
"Nona...! silahkan masuk.. Tuan Muda Sudah menunggu Nona...! " Ronald menyambut Ayu dan membukakan pintu untuknya masuk ke Ruangan Reyhan.
"Kenapa Kak..? Kok aneh sih..? " tanya Ayu curiga..
"Tidak Nona.. saya Permisi...! " tunduk Ronald
"Silahkan Nona...! " ismi menutup pintu Ruangan Reyhan meninggalkan Ayu yang masih tidak mengerti akan senyum bawahan Reyhan itu..
"Kak... aku datang....! " riang Ayu berlari Riang duduk disofa..
"Kak..? " Ayu mencari Reyhan..
dan Reyhan membuka Pintu Ruang Kamar Pribadinya. Reyhan tidak menjawab hanya menatap intens Gadis yang sudah membuatnya tidak bisa konsentrasi sejak pagi tadi..
"Kakak kenapa..? kok basah...? " Ayu berlari kecil mendekati Reyhan tanpa ragu masuk ke Kamar Pribadi Reyhan..
Ayu mendongak bisa melihat Rambut Reyhan yang basah..
"Kakak Mandi ya..? " Tebak Ayu..
Dia bisa melihat Baju Reyhan sudah berganti..
"Ayo Ikut aku kak...!! " Ajak Ayu menggenggam Jari telunjuk Reyhan.
Reyhan tak bisa bersuara.. Dia masih menatap Ayu dengan intens saat Ayu mengelap Rambutnya dengan lembut. Ayu sudah duduk di Sofa yang biasa jadi sandaran Orang yang duduk disofa makanya ayu bisa menyamai tinggi Reyhan..
Saat Ayu selesai mengeringkan Rambut Reyhan. ayu Terdiam saat Tangan Reyhan melingkar di Pinggangnya..
"Kak...? " Gugup Ayu berkedip menatap Wajah sempurna Reyhan...
Ayu mengernyitkan dahinya melihat tatapan Mata Reyhan melihat Bibirnya..
"Kenapa Bibirku Kak..? Apa ada sesuatu..? " Tanya Ayu dengan polosnya mengusap Bibir Mungilnya..
Reyhan yang tak tahan lagi menarik tengkuk Ayu dan mengecup Bibir Mungil Ayu. ayu membelalak kaget saat Bibir mereka bertabrakan..
"Manis...! " batin Reyhan ketagihan..
Awalnya Reyhan ingin menempelkan saja Bibirnya pada Ayu namun ketagihan malah ******* bibir Mungil itu..
Ayu berkedip-kedip saat Bibirnya kini dalam kekuasaan Reyhan tangan Ayu ada didada Reyhan mana bisa Ayu menolak sebab Reyhan begitu lembut melakukannya..
"Dia benar-benar tidak tau cara berciuman..! " batin Reyhan menyeringai dalam hati..
Ayu tidak membalas Ciuman Reyhan, Jujur saja Ini ciuman pertamanya wajar saja Tak tau mau berbuat apa bahkan Mata Ayu masih berkedip-kedip tidak juga memejamkan matanya..
Reyhan melepas pangutannya..
"Maniss...! " Ucap Reyhan mengusap Bibir Mungil Ayu..
Ayu masih sibuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya hingga Reyhan Tertawa Sendiri melihat kepolosan Ayu..
"Kamu tidak bernapas Tadi Cil..? " tanya Reyhan dengan senyum gemasnya..
"Nggak bisa.. ! hosh.. hosh....! " Ayu mengambil oksigen lewat mulutnya..
Ayu juga memegang dadanya yang bergemuruh...
😊😊😊
.....