NovelToon NovelToon
Pelabuhan Cinta Zalina

Pelabuhan Cinta Zalina

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Contest / Patahhati / Romansa Modern / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:69.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Zalina dan Riki sama-sama saling mencintai, mereka menyembunyikan dalam diam hingga waktu yang tepat. Ketika akan meminta izin untuk menikah, tiba-tiba Zalina mengetahui sebuah rahasia bahwa ia dan Riki adalah saudara sepersusuan sehingga haram untuk menikah. Dengan berat hati ia melepas cinta pertamanya.

Sementara Riki tak mudah menerima kenyataan itu, ia terus menteror Zalina. Menuduh hanya mempermainkan perasaannya hingga diminta membuktikan dengan kawin lari.

Zalina tetap teguh. Tak ingin menentang Sang Pemilik kehidupan ini. Berbagai cara ia lakukan agar bisa lepas dari Riki, termasuk membuka hati untuk lelaki lain.

Memang tak mudah menemukan pelabuhan hati meski Zalina punya banyak pengagum. Berbagai hambatan ia temui. Lalu pada siapakah hatinya akhirnya berlabuh?

(Dear pembaca, semoga ada hikmah dari cerita ini yang bisa diambil. Jangan lupa like dan komen yaa :)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Pulang Ke Kampung

"Mau menyenangkan Abi dan Umi, atau Uda belum move on dari kak Tasya?" aku melanjutkan pembicaraan, setelah yakin Uda Rizal terlihat biasa-biasa saja. Ada banyak informasi yang harus aku dapatkan agar semuanya jelas. Demi kebahagiaan Uda dan sahabatku!

"Kamu ini bicara apa sih, Na? Kamu tahu, kan. Tekad Uda sudah bulat waktu mengajukan cerai ke pengadilan. Sebelum itu Uda sudah yakin betul setelah istikharah panjang. Ya, setidaknya ini bisa jadi pelajaran untuk kita bahwa ternyata restu dan keridhaan Umi itu sangatlah penting. Makanya kamu jangan main-main, Na. Kalau Umi bilang sreg sama Sharim, lebih baik jalani dengan sepenuh hati sebab biasanya kalau Umi Ridha maka kamu akan bahagia!" jelas Uda Rizal. "Lagipula kamu tahu watak Tasya, apa-apa saja yang membuat Umi murka padanya. Secara syar'i, sudah tak salah jika menceraikannya. Tapi ya sudahlah, untuk apa kita membahasnya. Ghibah. hanya membuat dosa saja!"

"Iya ... iya. Na ngerti..tapi sekarang kita tidak sedang membicarakan Na dan Sharim. Toh Na sudah setuju dengan permintaan Umi. Tapi sekarang kita membicarakan Uda!"

"Uda? Kenapa?" lagi-lagi ia menatapku bingung.

"Uda kalau mau membuat Abi dan Umi bajagia, maka Uda harus memberikan calon menantu idaman untuk kedua orang tua kita. Nah, itu baru namanya membuat Umi dan Abi bahagia. Uda tahu tidak, betapa kedua orang tua kita berharap mendapatkan cucu dari Uda secepatnya. Sudah enam tahun menanti. Jadi menurut Na, nggak ada alasan untuk menunda-nunda segera menikah!"

"Duh, apalagi itu? Kamu kan tahu, Na. Sekarang Uda fokus bantuin Abi mengurus toko kita yang sedang berusaha bangkit dari keterpurukan. Mana sempat mencari-cari calon istri. Sehari-hari hanya berurusan dengan alat-alat bangunan. Tidak bergaul dengan siapapun juga. Lagipula Uda ingin mandiri juga secara finansial terlebih dahulu agar tidak menjadi beban Abi seperti dahulu-dahulu!"

"Kalau begitu Na yang Carikan, ya? Baik kan Na? Uda tinggal pasrahkan saja sama Na, tapi harus nurut dan percaya bahwa siapapun yang Na pilih InsyaAllah yang terbaik untuk Uda dan keluarga kita. Bagaimana?"

"Hah, kamu? Mau cari kemana Na? Uda tahu bagaimana pergaulan kamu. Yang kenal dekat hanya Ayu. Kamu kan sibuk dengan kuliah, nggak sempat berkenalan dengan banyak orang." Uda Rizal tergelak.

"Tenang saja. Makanya serahkan sama Na. Ya, Da! Lagipula siapa bilang Na nggak gaul, Na itu gaulnya sama anak-anak rohis. Bedalah sama Uda. Lagipula meski pergaulan Na nggak seluas Uda, tapi Na punya calon yang cocok dengan Uda!"

"Hmm, ya terserahlah!"

"Tapi Uda akan setuju, kan?"

"Ya, InsyaAllah."

"Kalau begitu sudah ketemu."

"Secepat itu? Siapa?"

"Makanya Uda harus janji dulu nggak bakalan protes, tapi Uda bakalan mau coba menjalani ta'aruf dengannya. Ya!"

"Siapa calon yang kamu maksud?"

"Janji dulu!"

"Iya iya. Cerewet sekali adik Uda ini. Kalau sudah ada keinginan pasti akan memaksakan kehendaknya."

"Hehehehe. Dengar baik-baik ya. Nama kandidat yang Na ajukan adalah Ayu Larasati!"

"Hah?" Lagi-lagi Uda Rizel mengerem dadakan mobil hingga kami nyaris ditabrak mobil yang berada di belakang kami. Untunglah mereka juga cukup sigap. Bahkan, karena rem dadakan itu kami sampai di teriaki sopir yang mengemudikan mobil di belakang kami. "Maksudnya kamu Ayu sahabat kamu tadi, kan?"

"Iya!"

"Astagfirullah. Zalina, kamu jangan sembarang bicaralah!".

"Na serius Da. Na ingin Uda dan Ayu mencoba untuk ta'aruf, siapa tahu nanti malah cocok."

"Enggak!"

"Lho, kok nolak? Kan Uda sudah janji!".

"Na, Ayu itu kan sahabat kamu. Kalian sedah dekat sejak lama, ia juga sudah dekat dengan keluarga kita. Uda sendiri sudah menganggap dia seperti adik Uda. Bagaimana bisa Uda ta'aruf dengannya. Akan terasa aneh nantinya."

"Justru karena sudah dekat, tidak ada masalah lagi berarti. Sudah sama-sama tahu garis besar watak masing-masing. Tinggal pengenalan lebih dekat lagi. Setelah itu ya sudah. Tidak ada salahnya mencobanya menjalani ta'aruf Da, kalau cocok, Na akan sangat senang sekali, kalau nggak cocok ya sudahlah. Na nggak akan maksa meski Na berharap kalian bisa berjodoh."

"Duh, Zalina Zalina. Kamu itu ya. Nggak malu apa kalau sampai Ayu mendengar? Uda ini sudah pernah gagal berumah tangga, sementara ia masih anak gadis. Seumuran kamu pula."

"Kenapa harus malu? Justru ini ungkapan hati Ayu sendiri!"

Uda Rizal tak menjawab, ia menatapku sekilas. Seperti orang yang tak percaya. "Jangan mengada-ada Na!"

"Sejak kapan Na suka mengada? Na serius lho. Ayu yang mengatakan bahwa ia menyukai Uda, jauh sebelum Uda menikah dengan kak Tasya. Tapi ia menyimpannya sendiri tanpa ada siapapun yang tahu hingga akhirnya ia menyatakannya pada Na. Bagaimana Na bisa mengabaikannya, sebagai sahabat yang baik, ini seperti gayung bersambut karena jujur Na juga suka jika Ayu menjadi kakak ipar Na. Ia anak baik, Umi dan Abi juga mengenalnya. Tak ada salahnya kan?"

"Entahlah Na. Biarkan Uda berpikir dulu."

"Pikirkan baik-baik, Da. Tapi jangan lama-lama, khawatirnya ia keburu dilamar orang!" kataku dengan tegas, sambil tersenyum usil.

Sampai di depan rumah, aku dan Uda Rizal turun bersamaan. Rumah masih sepi, tak ada siapa-siapa dan apapun juga yang terpasang di halaman rumah gadang kami. Aku saja sampai bingung, apakah benar Sharim mau melamarku? Kalai iya, kenapa tak ada persiapan apapun yang dibuat oleh Umi? Biasanya kalau ada acara sejenis ini Umi akan heboh, paling bersemangat, apalagi yang datang melamar adalah pria yang diharapkan Umi.

***

"Tasya?" Uda Rizal melotot saat mendapati Kak Tasya di kursi ruang tamu rumah kami.

"Zal!" Katanya. ia datang bersama salah satu saudaranya.

"Untuk apa kamu ke sini?"

"Zal, aku ingin bicara."

"Apalagi? Kita sudah berpisah, sudah tidak ada ikatan pernikahan lagu, jadi tidak perlu lagi membicarakan apapun. Sebaiknya kamu pergilah!"

"Zal, aku mencintaimu. Aku akan merubah semua. Ayo kita rujuk, Zal!"

"Enggak. Aku tidak mau. Aku tak bisa membimbing kamu jadi lebih baik, makanya kamu pergilah. Cari lelaki lain yang bisa membawamu ke arah yang lebih baik."

"Zal, jangan begitu. Aku sungguh-sungguh mencintaimu. Aku tahu, kita berpisah karena Umi tidak menyukaiku, aku siap minta maaf sama Umi. Aku siap memohon ampun dan menyembah kaki Umi, Zal."

"Tidak perlu nak Tasya. Umi sudah memaafkan kamu. Tapi seperti yang Rizal katakan, kalian tidak cocok. Sepertinya ilmu agama Rizal masih kurang sehingga gagal membimbing nak Tasya." Ungkap Umi.

"Umi ... Kenapa tega bicara seperti itu? Aku sangat mencintai Rizal, tolong jangan pisahkan kami!"

Kak Tasya kembali meraung, ia mengiba agar diizinkan untuk rujuk. Tapi tekad Uda Rizal sudah bulat, makanya ia memintaku menyuruh kak Tasya pergi sementara ia memilih masuk ke dalam kamar karena tak mau melihat Tasya lagi.

Sebagai lelaki, ia merasa harga dirinya diinjak-injak. Saat ia berjuang memberikan kehidupan yang lebih layak, kak Tasya malah pergi bersama lelaki lain, padahal mereka masih terikat pernikahan.

1
Baiti Rahmatika
ok
YAN'ER
widih satu malam aku habis membaca nya keren novelnya g berbelit trs alur nya cepat gk bosan .
tetap semangat dan jaga kesehatan Thor .
semoga yang semua baca ini di jauhkan dari namanya iri dengki Aamiin .
hiks terharu aku semoga calon imam masa depan ku seperti sharim yah Thor hehehheheh .
Narsiyah Arsy
bagus ceritanya
puas saya bacanya
🌹Dina Yomaliana🌹
semoga Zalina, Puti dan Ayu bahagia selalu🥰🥰🥰🥰 semangat terus kak👍👍👍👍 salam dari negeri Minang🙏
🌹Dina Yomaliana🌹
minta dicolok tuh mata Puti🙄🙄🙄
🌹Dina Yomaliana🌹
ihh semakin gila aja tuh si Puti😤😤😤
Lia Harahap
yah, udh tamat aja.

padahal masih banyak yg belum selesau dari cerita2 sebelumnya.
Suri Hadassa: Permisi...
Mau promo karyaku "Buka Hati"
Kalau berkenan mampir ya 😊🙏
total 1 replies
Dewi Tjahjadi
kok pendek episodenya thor ..
StrawCakes🍰
wah sudah tamat 💖💖💖 selamat thor ditunggu karya terbarunya
Eny Suriyani Lestari
alhamdulillah,keputusa yang tepat salim👍
Yun Winarti
gemes liat sikap uni puti ...mengapa uni puti g bisa menerima takdirx
Anissa Magfirah
yg salah ibu uni puti koq , kenapa juga uni puti koq mau berniat jadi pelakor ,hheeddeehh ,balas dendam itu tak akan pernah selesai,
selalu samawa utk za dan sahrim ya thor, urusan umi dan abi biar athor saja yg urus
hhee
🌹Dina Yomaliana🌹
oh Puti... apakah kamu akan tetap benci sama Umi setelah tau semuanya? Umi dan kamu sama2 korban atas aib masa lalu Abi😭😭😭😭 lalu kenapa kamu terlihat sekali berusaha mengambil hati ibunya Sharim? apa dengan begitu kamu bisa mengambil hatinya dan merebut Sharim dari Zalina?😩😩😩 melihat sikap mu, aku ngak bisa berpikiran baik lagi sama kamu Put💔
🌹Dina Yomaliana🌹
sungguh ngak tau aku harus berkata apa😭😭😭😭 semua kesalahan seakan mengarah ke Abi, tapi disisi lain ternyata dia dijebak, apakah itu bisa dijadikan alasan? atau hanya sekedar menenangkan hati Umi?😭😭 ah, tak bisa dipungkiri kalau aku juga kecewa sama Abi😭😭😭 semangat terus up nya kak❤️
Josefien Howan
seru
Anita Jenius
Salam kenal ya kak..
10 like mendarat buat kk.
Lanjut up ya.
Nur Rohma
kata kata nya banyak yang salah
Astirai
nyimak dulu ya thor...
msmpir jg di bukalah hatimu untukku
emmm bagus
🌹Dina Yomaliana🌹
ya Allah 😭😭😭😭😭😭 ngak habis pikir aku sama Abi, ternyata semua yg dialami Zalina dan semua penderitaannya itu karena ulah Abi di masa lalu dan itu berbalik pada Zalina😭😭 baru saja Zalina merasa bahagia, kenapa kesedihan datang lagi😭😭😭😭 lalu Sharim dan keluarganya? setelah tau tentang semua ini apakah Sharim akan tetap bersama Zalina🥺🥺 aku berharap Sharim akan tetap menjadi jodoh dunia dan akhirat Zalina ya thor😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!