Elza Rose Arabella berniat membalas dendam akibat meninggalnya kakak kandungnya keluarga satu satunya , dia bunuh diri disebabkan oleh kandasnya hubungan percintaan akibat perselingkuhan yang pacarnya lakukan.Elza berjanji pada dirinya sendiri akan menuntut balas pada seorang pria yang sama sekali dia belum kenal.
Tama Aditya seorang pengusaha sukses, perusahaan nya sangat berkembang pesat saat bekerja sama dengan global grup perusahaan milik sahabatnya Arsenio kalandra bramantyo, selain itu pelindung dari perusahaannya adalah TIGER WHITE kelompok mafia nomor satu dinegara ini mampu membuat perusahaan peninggalan mendiang orang tuanya semakin kuat.
Selain kesuksesannya wajah Tama yang Tampan mampu membuat semua wanita manapun tertarik terhadapnya membuat Tama menjadi seorang Casanova dia memacari setiap wanita yang mengutarakan perasaannya. Tidak ada cinta, dia hanya membutuhkan belaian dari para wanitanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tidur
Elza merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, mengistirahatkan tubuh lelahnya setelah hampir kehabisan tenaga saat membersihkan apartemen.
"ahhhh lelah sekali" gumamnya pelan, merenggangkan tubuhnya, ternyata luas apartemen ini hampir lima kali lipat luasanya dari rumahnya sendiri, benar benar melelahkan.
Mata Elza menangkap sesuatu dibawah plafon, matanya menyipit menajamkan pandangannya.
Elza tersentak kaget saat menyadari kalau itu adalah kamera pengawas "ya!! apa apaan ini" pekiknya kesal, dia berdiri diatas tempat tidur dan menatap tajam kamera tersebut.
"padahal tadi gue ganti baju disini" memijit pelipisnya, membuang nafasnya dengan kasar karena keteledorannya barusan.
dreett dreeet
Ponsel yang dia letakan diatas nakas bergetar, membuat wanita cantik itu segera meraih dan kembali merebahkan tubuhnya.
"ya lis" ucap Elza saat ponselnya dia letakan disisi telinga.
"lo dimana el?!" pekik Lisa, terdengar dari nada suaranya Lisa tengah kesal.
"kenapa emang?"
"isshh gue didepan rumah elu, pintu udah gue gedor gedor sedari tadi juga!"
"gue nggak dirumah"
"lalu lo dimana? pakai acara bolos kuliah segala"
"gue ada urusan, dan untuk sementara gue nggak tinggal disitu, nanti kalau kita bertemu gue ceritain deh"
Terdengar helaan nafas dari seberang sana "ck oke gue tunggu, eh iya tadi bang Reza nanyain elu"
Elza mencebik "gue sedang lelah lis, jangan buat gue pusing deh"
"ck gitu aja sewot, doi ganteng kok elu tolak, heran gue! jangan jangan selera elo om om ya?" seloroh Lisa sembari terkikik geli.
"ya lu benar, selera gue sugar daddy"
"hahahaha bisa ae luh, ya udah ya gue mau balik bye!"
tut
Ponsel Elza taruh kembali diatas nakas, kembali mencari posisi nyaman kembali "bagaimana cara mencari data penting milik Tama kalau hampir setiap sudut ada kamera pengawasnya?" gerutunya pelan, dia tak mau kalau sampai terekam oleh kamera yang terlihat menyala itu.
"ck sepertinya gue berusaha tinggal disini hanya akan sia sia!" decak kesal gadis cantik itu,
"ah bodo lah, gue hanya mau tidur, lelah sekali Tuhaaan" Elza memejamkan matanya karena dia merasa benar benar lelah.
Elza terbangun sore harinya, dia benar benar tidur dengan nyenyak.
Kemarin gadis cantik itu sampai tidak bisa tidur akibat memikirkan hendak memasuki tempat yang dia anggap neraka ini.
Menyusun strategi agar rencananya tidak sampai ketahuan oleh Tama.
Elza menjejakan kakinya diatas lantai, dia mencari cari sendal dan setelah menemukannya dia segera bangkit, dia sangat haus dan ingin segera mencari minum kedapur.
"ahh jauh sekali dapurnya" keluhnya.
Dengan langkah gontai Elza sampai didepan kulkas dan langsung meraih satu botol air minum.
gluk gluk gluk
Meminum sampai hampir tandas, setelah lega dia berbalik badan.
Masih dengan begitu malas Elza hendak kembali ke kamar untuk memebersihkan diri.
bruk
"aww... kenapa ada dinding disini" keluhnya saat tanpa sengaja hidungnya menabrak sesuatu.
"dinding?" suara bariton mengagetkan Elza.
Elza tersentak, dia terbelalak saat menyadari sesuatu "ahhkk tuan!" pekiknya , dia hampir saja terjengkang kebelakang kalau saja Tama tak menangkap pinggangnya.
Tama tatap wajah Elza, dia meneliti setiap inci wajah Elza dengan seksama "kamu habis tidur?"
Elza mendongak dan matanya langsung satu kontak dengan Tama, dia mendorong dada bidang Tama agar rengkuhan pria itu terlepas.
Dengan sedikit tak rela Tama melepaskan pinggang ramping gadis itu.
Tama meneliti penampilan sederhana Elza saat ini, hanya mengenakan kaos polos san celana hot pants serta wajah polosnya setelah bangun tidur seolah menghipnotis pria itu.
Elza yang ditatap dengan begitu intens langsung salah tingkah, dia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dan membersihkan sudut matanya takut ada kotoran disana.
Tama terkekeh, dia usap pucuk kepala Elza pelan "tak ada apapun di sana"
Elza berdiri kaku, kemudian meringis untuk menghilangkan kecanggungan "ka-kalau begitu saya permisi membersihkan diri dulu tuan" menunduk dan segera berbalik badan, dia lari menuju kamar.
"menggemaskan sekali" ucap Tama sembari terkekeh saat melihat gadis itu lari dengan sangat kencang, lalu dia segera menuju kamar untuk membersihkan diri setelah seharian bekerja.
Elza segera masuk kedalam kamar, dia menyandarkan tubuhnya dibalik pintu, dia sungguh takut terbawa perasaan saat merasakan betapa manis dan tulusnya Tama saat menatap dirinya, dia tak mau sampai memiliki perasaan yang salah pada pria itu.
Elza menepuk kepalanya sendiri "sadar el! lo memang hendak menggodanya tapi jangan sampai hati lo melembut dan termakan oleh permainan sendiri" ujarnya pelan, dia segera membersihkan diri dan kemudian pergi kedapur lagi untuk memasak makan malam.
👍👍👍👍👍
👍👍👍👍👍