NovelToon NovelToon
Purity Of Love

Purity Of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:11.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: nanayu

IG : nanayu_95

Syarat msuk Grup "Tuliskan satu nama pemeran Antagonis novel Author"


Zola Arkana seorang gadis desa yang cantik dan tangguh dengan masa lalu kelam. Harus kehilangan orang yang dicintai.

Karena sebuah alasan dia menikah dengan Seorang pria dingin, arogan dan kaya bernama Reymond Arya Winjaya.

"Aku hanya menganggapnya boneka! " Rey

"Tak peduli siapa dirimu, hanya cintaku yang akan jadi penerang hatimu" Zola

Mampukah Cinta mengambil alih kehidupan mereka. Atau justru menghancurkan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Apa?

Rey menekan kode sandi kamar apartemen dengan masih memegang tangan Zola. Pintu kamar terbuka dan menarik Zola untuk masuk.

Zola melihat sekeliling kamar, apartemen itu sangat besar dan luas. Terlihat beberapa barang mewah disana. Di dekat pintu balkon ada tempat untuk Gym. Dan ada sebuah ruangan tertutup yang diyakininya adalah tempat tidur. Rey masuk ke ruangan itu. Zola merasa sangat kedinginan dan matanya melihat botol minuman berwarna dan 2 gelas kecil disampingnya. Botol itu berada diatas meja sofa. Zola ingin duduk tapi bajunya terlalu basah. Dia takut akan mengotori tempat itu. Jadi dia hanya berdiam diri.

Rey keluar dari ruang kamar dengan bertelanjang dada. Zola yang melihat itu sontak langsung menundukkan kepalanya.

"Kau cepat ganti bajumu, disini hanya ada bajuku. Setidaknya bisa untuk menutup tubuh jelekmu itu" ucap Rey sedikit menghina

"Kalo ngomong kayak pisau dapur, tajam" gerutu Zola pelan.

"Apa kau bilang!! " tanya Rey menautkan kedua alisnya.

"Ah tidak, saya akan ganti dulu" ucap Zola langsung masuk ke kamar.

Zola selesai membersihkan diri dan masih memakai handuk. Dia berjalan menuju Walk in Closet. Matanya mencari baju Rey yang pas untuknya. Dia melihat kemeja putih lengan panjang yang kedodoran jika Zola memakainya. Tapi hanya baju itu yang cocok dan segera memakainya.Didepan cermin tubuhnya seperti anak kecil yang memakai baju kebesaran orangtuanya. Tapi terlihat lebih sexy karna panjang baju itu 2 cm dari lutut. Zola mencari celana tapi dia hanya menemukan celana kerja yang tidak pas untuknya. Terpaksa Zola hanya memakai atasan baju saja dan segera keluar dari kamar.

Saat berjalan menuju sofa dia tak sengaja melihat Rey didapur sedang memasak. Zola memperhatikannya sambil berdiri. Dia tak menyangka laki laki angkuh, sombong, arogan, dan kejam itu bisa memasak. Tubuh tegap dan dada kekarnya yang masih telanjang itu memberi kesan perfect man. Rey masih fokus menyiapkan makanan. Zola mendekat dan berinisiatif untuk membantu.

"Boleh saya bantu Pak? " tanya Zola yang sekarang berdiri disamping Rey.

Rey menoleh kearahnya dan matanya terpukau melihat penampilan Zola. Tubuh gadis itu terbalut baju kemejanya yang hanya selutut dan memperlihatkan kaki putihnya. Dan rambut Zola yang masih basah tergerai panjang dibelakang punggungnya. Rey menelan salivanya dengan kasar. Hasratnya semakin naik ke permukaan kepalanya. Ingin rasanya dia menerkam Zola saat ini.

"Pak kenapa Anda melamun? " tanya Zola, dia melihat sosis di penggorengan sedikit mulai gosong, sontak Zola mendekat dan segera mengambil spatula ditangan Rey dan segera membalik sosis itu.

Sekarang Zola berada di depan kompor dan Rey berdiri dibelakang gadis itu dengan masih memperhatikannya. Bau harum tubuh Zola yang sangat Wangi tercium dihidung Rey. Rey mencoba mendekat ke Zola, hidungnya mencium bau rambut gadis itu dalam dalam.

'Wangi.....' gumam Rey

"Pak tolong ambilkan piring itu, ini hampir matang" ucap Zola mengadahkan tangannya ke belakang.

Rey menghentikan aktivitas tadi, dan segera mengambil piring dibelakangnya dan menyerahkan pada Zola. Setelah beberapa menit Zola sudah selesai dengan acara masaknya. Rey sedari tadi berdiri tak berhenti melihat Zola.

"Pak ini sudah siap, ayo kita makan" ajak Zola langsung pergi menuju meja makan tak jauh dari sana sambil membawa piring makanan dikedua tangannya.

Rey mengekor dibelakang Zola dan mereka duduk berhadapan. Zola menaruh piring berisi makanan didepan Rey dan mengambil sendok dan garpu untuknya. Mereka mulai makan, sesekali Rey melirik ke arah Zola yang lahap dengan makanannya.

Mereka telah selesai makan dan Rey menuju sofa ruang santai sedangkan Zola segera membersihkan tempat makan. Setelah selesai dia menghampiri Rey.

"Pak lebih baik Anda kembali ke kantor, dan saya minta ijin pulang untuk mengganti pakaian dengan memesan taksi. Jadi Pak Rey bisa langsung tiba dikantor. " ucap Zola.

"Duduklah disini" perintah Rey sambil menepuk sofa disampingnya. Rasanya hasrat dalam tubuhnya benar benar mencapai puncaknya.

Zola bingung, kenapa Bosnya itu malah menyuruhnya duduk. Dia tahu Rey itu gila kerja tapi malah bersantai disini. Rey yang tidak sabar segera menarik Zola duduk disampingnya. Dia menatap wajah cantik Zola dan tangannya langsung mengusap halus pipi gadis itu. Zola terkejut dengan sikap Rey dan segera menepis tangan laki laki itu.

"Pak, tolong singkirkan tangan Anda" pinta Zola

"Kenapa, apa aku tidak boleh melakukannya. Sebenarnya sudah berapa laki laki yang berhubungan denganmu. Kau pasti punya banyak persediaan diluar sana kan?," ucap Rey tersenyum sinis

"Jangan menuduh saya seperti itu, saya bukan wanita yang Anda maksut" ucap Zola kesal

"Lalu kau wanita apa? Sudahlah setidaknya berikan aku satu malam ini untuk membuatmu senang. Aku janji akan merahasiakan ini dari keluargaku. Itu kan yang kau mau" ucap Rey

Zola merasa geram, amarahnya ingin meledak saat itu juga. Tangan Zola terangkat dan segera menampar pipi Rey dengan sangat keras.

PLAK!

"Apa yang kau lakukan!! " teriak Rey bersungut marah menatap Zola

"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu!! Serendah itukah aku dimatamu? Asal kau tau, Walaupun aku miskin dan tak punya apa apa, Aku tidak akan menyerahkan diriku pada laki laki yang seperti kau tuduhkan!! " ujar Zola yang saat ini sangat marah. Dia sangat kesal, entah kenapa bisa bisanya Rey berkata seperti itu.

Zola berlari mengambil tasnya dan segera keluar apartemen itu.

Rey yang masih terdiam di sofa segera mengambil botol alkohol dimeja tanpa menuangkannya ke gelas dan langsung meminumnya.

"Siall!! gadis itu sudah berani menolakku, selama ini tidak ada gadis manapun yang buatku tertarik. Tapi dia.. Sial!! Awas kau Gadis bodoh!! "geram Rey

~~

Zola sudah sampai dirumahnya, dan segera menuju kamar. Dadanya sangat sesak, baru kali ini dia merasa sangat direndahkan dimata laki laki.

"Dia sangat keterlaluan, seharusnya aku jedotin kepalanya hingga tersadar. Aku benar benar membencimu Rey Arya Winjaya!!! " teriak Zola suaranya bergema di kamar itu.

Malam tiba, Zola menuju minimarket dekat rumahnya. Setelah kejadian tadi siang Zola tak mau kembali ke kantor. Terserah Rey mau memutus magangnya atau tidak dia tak peduli.

Zola sampai di minimarket dan segera membeli barang yang dibutuhkannya. Saat ingin belok ke rak lain tiba tiba dia melihat Maxim dibagian obat obatan. Zola sebenarnya tak ingin bertemu dengannya tapi karena dia juga teman dikampus akhirnya Zola menyapanya.

"Maxim, kau sedang cari apa? "tanya Zola

Maxim yang mendengar suara langsung berbalik dan wajahnya sedikit gugup.

"Ah, kau Zola,, Emmb aku sedang membeli obat sakit kepala. Tadi aku tak sengaja lewat sini. Jadi sekalian mencari obat. Oh ya kau sedang membeli apa? " tanya Maxim celingak celinguk melihat keranjang Zola

"Aku membeli mie instan dan bumbu masak lainnya. Dirumah sudah kehabisan stock soalnya. " ucap Zola

"Ohh, kalau gitu biar aku yang membayarnya. Anggap saja aku sedang mentraktirmu" pinta Maxim sambil tersenyum

"Tidak usah, aku tidak mau. Sudah terlalu banyak kau mentraktirku. Makasih Max. Kalau begitu aku kekasir dulu ya" ucap Zola beranjak pergi dan meninggalkan Maxim.

"Zola tunggu, aku antar kau sampai rumah ya? " pinta Maxim

"Tidak usah, kau kan lagi pusing. Lebih baik kau cepat pulang" tolak Zola lembut

"Tidak apa apa, aku udah mendingan. Ayo kumohon" ucap Maxim memelas.

Zola berpikir sejenak, kemudian dia menyetujuinya.

BSB............

---------------------------------

Akhirnya setelah 31 episod baru bisa dirilis,, gpp bru permulaan... 😊

Utk cerita slanjutnya akan ada pendatang baru, jd tetap pentengin trus ya,,🤗

Jangan lupa VOTE, LIKE, DAN KOMEN... Thanksyou 😘

1
Siti Aminah
seru thor.....mf aku br baca extra part ny ini jg tdk sengaja krn aku kangen lg bc karyamu ini tuk yg kesekian x ny . eh kok tau2 ada extra part ny...
Andini Muulanaa
visual nya oke oke bngt
yanti
ok
Siti Aminah
aku baca karya mu ini tuk yg kesekian kali ny thor...aku suka cerita ny
Deti Winarsi
salah paham si rey wkwk
maura shi
masa thor g bisa ngenalin suara siapa meskipun g liat wajahnya,oh sungguh drama
maura shi
bagus ceritanya sebelas duabelas sm drama sinetron stasiun ikan terbang hhhhh
maura shi
baru kali ini q baca cerita konfliknya g d kasih lngsung penyelesaian,yg ada konflik d timbun konflik lagi dan lagi enth kpn d beri penyelesaiannya
maura shi
q suka cerita benci jd cinta,kalo cerita poligami benci jd cinta bikin q esmosi karna pasti ceritanya PU nya terlalu lemah&d tindas mulu
Aldita Heryana
lo zola kan pinter karate kenapa ndak bisa lawan, gimsna sih thor ceritanya
Jilioni MD: KEPEMILIKAN adalah cerita dalam novelku, mampir ya terimakasih 😊
total 1 replies
Sri Utami
adduuuhhhh....kenapa aku yg deg²an ya Thor....
Thor mah emang hebat deh... jadi ikutan aku seperti didalam cerita 😁😁😁😁
Sri Utami
ya ampppuuunnnnn..... so sweettt bangeeetttttt
Rikaa
😭😭😭😭
Rikaa
makin seru nih😁
🎯™✡👑OppGan🕎HS⚖🔯
Knp gak test DNA????.
Nayra Syafira Ahzahra
terbayar sudah 🤣🤣🤣
Nayra Syafira Ahzahra
giliran begitu baru nyesal😠😠😠
Nayra Syafira Ahzahra
Zola katanya pinter....tapi d hasut dikit aja udah percaya 😠😠😠
Nayra Syafira Ahzahra
belah duren juga🤣🤣🤣
Nayra Syafira Ahzahra
Saudara kembarnya Alan ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!