NovelToon NovelToon
Ibu Pengganti

Ibu Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:953.5k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Jangan lupa tekan jempol dan tulis apa pun di kolom komentar. Itu semua sangat membantu penulis untuk terus update dengan semangat. Terimakasih sudah membaca. Lanjutan dari novel Abang Penjual Sate, Imamku.

********

Ayra, balita berusia lima tahun yang kehilangan ibunya saat baru beberapa Minggu dilahirkan. Mengenal sosok ibu dari cerita semua orang di keluarganya.

Suatu hari, ia meminta pada ayahnya untuk tidak pernah menggantikan ibunya yang pergi. Karena menurutnya, Aisyah tidak akan pernah bisa tergantikan.

Namun, berbeda cerita saat ia bertemu dengan seorang wanita sederhana dari masa lalu sang ayah. Beberapa Minggu bersamanya, Ayra sadar bahwa ia sangat membutuhkan sosok ibu.

Dia meminta pada ayahnya untuk menjadikan wanita itu sebagai ibunya.

Ikuti kisahnya di sini!

Cover: PicsArt

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ide Gila

"Apa!" Razka memekik kuat. Matanya membelalak lebar, dengan hidung yang kembang kempis karena sebuah gejolak yang terusik. Rendy dan Sam bersama-sama memejamkan matanya kaget.

"Ini gila!" pekiknya semakin geram. Rendy masih terdiam setelah memberikan ide konyol itu pada Razka. Setidaknya itu menurut Razka.

"Tapi kita memang harus melakukan ini, untuk memberinya pelajaran," tukas Rendy dengan santai. Dia yang memberikan ide ini, dan Sam hanya mengangguk setuju. Razka geram dan kesal.

Rendy yang berhasil mencegah Sam pergi, membawa laki-laki itu untuk berdiskusi di ruangan Razka di lantai dua restaurannya.

"Kita? Apa kau mengatakan kita?" ketus Razka dengan murka. Bisa-bisanya dia mengatakan kita, sedangkan yang menjalankan ide itu hanya dia sendiri.

Rendy mengangguk tanpa dosa, Sam hanya mengikuti apa yang dilakukan Rendy. Jika Rendy mengangguk, ia akan mengangguk. Jika Rendy menggeleng, ia akan menggeleng.

"Seandainya Rendy menceburkan diri di gunung berapi, maka kau harus mengikutinya, Sam!" hardik Razka semakin kesal saat Sam yang memiliki lakon di sini, hanya ikut-ikutan Rendy.

"Karena aku tidak tahu harus melakukan apa? Lagi pula aku setuju dengan ide Rendy," katanya yang justru menambah kekesalan pada diri Razka.

"Tapi kalian mengorbankan aku, dengan menjadikan aku umpan. Cih!" Razka berdecih kesal. Amarahnya bergejolak tak terkendali. Dia yang tidak ingin berurusan lagi dengan Luna, harus melakukan ide gila dari Rendy.

"Tidak akan! Aku tidak ingin melakukan itu! Kau tahu, dia akan besar kepala dan akan semakin berani mengganggu hidupku," ucapnya lagi tidak terima dengan kekonyolan dari Rendy.

"Tapi, memang hanya kau yang bisa melakukan ini. Ayolah, bantu sahabat malang mu ini," ucap Sam memelas dan mengiba pada Razka.

"Karena dia memang mengincar mu, dan hanya kau yang dia mau. Apa lagi? Biarlah untuk kali ini saja kau berkorban," timpal Rendy tanpa merasa bersalah sama sekali.

"Cih, berkorban katamu? Kurang apa aku selama ini, hah?" hardik Razka semakin tak suka, "Aku harus menyia-nyiakannya waktuku hanya untuk meladeninya. Aku tidak Sudi!" tegasnya lagi masih menolak.

Sam dan Rendy mendesah frustasi. Mereka pikir ide itu yang terbaik agar Luna mendapatkan pelajaran dan tidak lagi menyusahkan hidup mereka.

"Tolonglah, aku hanya ingin tahu bagaimana sifat sebenarnya dari Luna. Aku ingin melihat dengan mataku sendiri, mendengar dengan telingaku sendiri, bagaimana dia yang sebenarnya," ucap Sam sedikit menggeram di ujung kalimat.

Razka melirik dengan sudut matanya, ia melihat dari sisi Sam yang dikhianati oleh cinta. Sama seperti dirinya yang dulu hanya dijadikan sebagai bahan taruhan oleh wanita yang sama yang sekarang mempermainkan sahabatnya juga.

'Sial!' Ia mengumpat dalam hati. Dia menilik Rendy yang masih duduk dengan angkuh. Berpegang teguh pada ide yang baru saja dicetuskan.

"Ah, baiklah. Tapi aku tidak ingin mengulur waktu terlalu lama. Jadi, kita akan melakukannya dengan cepat," tukas Razka pada akhirnya.

Rendy tersenyum penuh kemenangan, Sam menepuk bahunya yang ditepis Razka. "Terimakasih, aku tidak akan tahu bagaimana Luna sebenarnya jika saja tidak ada kalian. Yang aku tahu dia seorang gadis yang baik dari keluarga terpandang," ucapnya.

Rendy dan Razka mendengus, Sam telah tertipu oleh keluguan wanita ular itu.

"Kenapa kalian tidak memberitahuku tentang bagaimana Luna sebenarnya waktu itu?" tanyanya menatapi Rendy dan Razka bergantian.

"Jika kami mengatakannya padamu waktu itu, kau tidak akan mempercayainya. Kau akan lebih mendengarkan Luna dari pada sahabatmu," ucap Razka dengan malas.

"Ah, kau benar. Waktu itu aku sedang tergila-gila padanya. Sikapnya yang manis dan lembut juga penuh perhatian dan kasih sayang, aku sungguh tergila-gila padanya. Tapi, dia berubah sejak tiga tahun yang lalu. Dan baru ini aku tahu jawabannya adalah karena dirimu," ucap Sam melirik Razka dengan sudut matanya.

Razka merasa terpojok dengan ucapan Sam, ia tidak terima sikap Sam yang seolah menyalahkan dirinya karena perubahan sikap Luna.

"Apakah ini semua inginku? Menjadi duda dan ditinggal istriku untuk selamanya? Apakah aku memang menginginkan itu? Aku menderita karena harus kehilangan Aisyah, yang saat itu aku sedang jatuh cinta lagi padanya. Apa kau pikir aku ingin hidup seperti ini, hah?" Razka bangkit, menumpahkan kekesalannya dengan menuding Sam yang seolah menyalahkan dirinya dan statusnya sebagai duda atas perubahan sikap Luna.

Dadanya kembang kempis, amarah mulai menguasai hatinya. Ia pun tak ingin hidup seperti ini. Ditinggalkan istri yang ia cintai untuk selamanya.

Sam meneguk ludahnya kasar, ia tidak mengira ucapannya justru memicu amarah Razka. Ia tidak bermaksud seperti itu, tapi ... Ah, sekarang Razka bahkan sudah berkaca-kaca karena ucapannya. Rendy terdiam, terpaku pada kenangan di mana Aisyah pergi tanpa pesan.

"Kau tidak tahu, bagaimana rasanya ditinggalkan istri yang kau cintai. Kau tidak tahu, bagaimana menderitanya aku saat harus dengan rela melepas kepergiannya. Kau tidak tahu, bagaimana sakitnya saat melihat wanita yang kau cintai kau timbun dengan tanah jasadnya. Kau tidak pernah tahu, bagaimana terpuruknya aku setelah Aisyah pergi!"

Air matanya menetes, tatkala kenangan dirinya yang menimbun tubuh Aisyah dengan tanah merah melintas. Razka memalingkan wajahnya dari mereka berdua, ia memukul tiang jendela, dan menangis tersedu di sana. Menunduk dengan dua tangan yang terkepal yang ia pukulkan pada tembok di sana.

"Aku pun tidak menginginkan semua ini, jika boleh meminta aku lebih memilih ikut dengannya meninggalkan dunia ini. Tapi, bagaimana dengan Putriku? Siapa yang akan merawatnya? Jika aku pun ikut pergi. Hanya dia yang aku miliki saat ini."

Suara Razka melemah, Sam merasa bersalah dan menyesal karena telah mengucapkan sesuatu yang seharusnya tidak ia ucapkan.

Rendy merasa terpukul mendengar curahan hati Razka yang selama ini tak pernah ia keluarkan. Ia hanya memendamnya dalam hati. Berusaha untuk bersikap seolah dia baik-baik saja. Kini, Rendy tahu bahwa laki-laki itu begitu rapuh.

Ia bangkit menghampiri Razka, menepuk bahunya, seolah ingin memberitahu bahwa dia tidak sendiri.

"Mungkin Sam tidak bermaksud mengungkit kenangan itu. Dia hanya menyayangkan sikap Luna yang tidak memiliki pendirian. Ayolah! Jangan kembali ke masa lalu, Ayra tidak menginginkan kau kembali terpuruk," ucap Rendy memberi nasihat pada Razka.

Ia masih terisak dengan kepalanya yang menunduk. Bagaimana mungkin semua ini terjadi karena kesalahannya yang seorang duda.

"Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk menyalahkan mu. Sungguh, maafkan aku," ucap Sam dengan kepalanya yang menunduk. Ia ikut tersayat mendengar isi hati Razka. Ia bahkan, ikut menangis takut persahabatannya akan hancur hanya karena masalah kecil seperti ini.

"Maafkan aku!" katanya lagi semakin terisak. Ia telah berdiri di belakang Razka dan Rendy. Dengan wajah yang basah, mata yang terus berair, Sam sungguh menyesali apa yang ia ucapkan.

"Jika kau menginginkan aku pergi, jika kau tak ingin lagi melihatku, aku akan pergi dari mu selamanya. Tapi, tolong maafkan aku. Aku tidak ingin persahabatan kita hancur hanya karena masalah ini. Maafkan aku," ucapnya berulang kali.

Razka bergeming di tempatnya, tidak memberikan respon apa pun pada permintaan maaf Sam. Merasa tidak dipedulikan, Sam berbalik dan mulai melangkah hendak meninggalkan ruangan Razka.

"Selangkah saja kau keluar dari ruangan ku, itu artinya kau bukan lagi sahabatku!" ucap Razka dingin dan tajam. Ia telah berbalik menatap punggung Sam yang berjalan menjauh darinya.

Sam yang sudah sampai pada pintu ruangan, menghentikan tangannya yang hendak memutar pegangan pintu. Ia tertegun mendengar ucapan Razka. Mencerna kembali setiap kata yang diucapkan sahabatnya itu.

Sam berbalik dan melihat Razka yang telah tersenyum menatapnya. Ia menghapus jejak air mata di pipinya. Berjalan kembali pada Razka dan memeluk sahabatnya itu. Rendy tersenyum bahagia. Ia pun sempat merasa takut akan hancurnya persahabatan mereka.

"Aku akan membantumu, hanya siapkan saja skenarionya," ucapnya menepuk punggung Sam sebelum melepas pelukannya. Mereka kembali pada rencana awal dan diakhiri dengan obrolan ringan seputar tiga sahabat itu.

1
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
🌹🪴eiv🪴🌹
si Aul, hadeh bikin repot malahan nanti
菲菲 Dwi L Arema: Terlalu banyak drama dia
total 1 replies
🌹🪴eiv🪴🌹
kanapa Ibrahim jadi batu

bayi dong
🌹🪴eiv🪴🌹
hiks.....mewek saiya
🌹🪴eiv🪴🌹
tenda - tenda
🌹🪴eiv🪴🌹
apakah kita akan menghabiskan tisu juga disini 🤭
Aisy Hilyah: sepertinya
total 1 replies
Ummu Ayyas
MasyaaAllah nangis jadinya teringat ibu yg telah tiada
Ummu Ayyas: oke shiaap 💖💖💖
total 2 replies
susi 2020
🥰🥰🥰
susi 2020
😘😘
susi 2020
😍😍
susi 2020
🥰🥰
susi 2020
😍😍😍😘
susi 2020
😘😘
susi 2020
x🥰🥰
susi 2020
😘😘
Faris Setyawan Fais
Novel bagus betul, cuman aku gak sanggup baca sampai habis, selalu ingat Aisyah jadi nyesek
Rosmawati/jnr
Bagus banget
Sativa Kyu
👍👍👍
Maura
visual Ayra dan yang lainnya dong thor biar tambah semangat membaca🙏
Aisy Hilyah: ada ga ya, aku lupa. hehe
total 1 replies
Maura
visual jangan lupa thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!