NovelToon NovelToon
Geeky Girl

Geeky Girl

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Tamat
Popularitas:71.3k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Gadis cantik berpenampilan culun bernama Diana sarasvati, dia sudah beberapa kali pindah sekolah karena ada sesuatu yang tidak menyenangkan. Banyak sekali siswa laki-laki di sekolah lamanya yang menyukainya karena kecantikannya, dan membuat dia dimusuhi oleh teman wanitanya. Untuk menghindari hal tersebut dia merubah penampilannya menjadi culun, dan menjadi siswa baru di SMA Nusa Bangsa. Ternyata di sekolah baru bukan menyelesaikan masalah justru karena penampilannya yang seperti orang culun, banyak teman yang membullynya.

Ada seseorang teman laki-laki tampan namanya Galen Ray Suhendra. Dia salah satu siswa yang mau berteman dengan Diana, dan membela Diana saat dibully.

Untung saja Diana siswa yang pandai, dan karena kecerdasannya itu mengharumkan nama sekolah. Dan semenjak itu dia mulai mempunyai teman banyak, walaupun masih ada yang tidak suka dan membully.

Mari kita simak bagaimana perjuangan Diana menghadapi teman- temannya, apakah Diana akan merubah penampilannya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman Buat Siska

Wanita itu ternyata sudah tidak ada, tinggal Diana dan seorang pelayan restoran hotel nampak sedang mengobrol. Mamah Airin berbisik pada suaminya, mungkin salah lihat. Lalu mereka tidak jadi menyusul Diana, karena ada teman Papah Edo yang memanggilnya.

"Sudah Tante, ke toiletnya?" tanya Diana ketika wanita itu sudah kembali duduk disebelahnya.

Diana meminta maaf karena tidak mengantarkan wanita itu, dia takut Papah dan Mamahnya mencari kalau pergi dari taman.

Dari kejauhan Mamah Airin masih memperhatikan Diana, dia khawatir anaknya menghilang. "Pah, Diana sama siapa ya?" ucapnya.

"Sendiri tuh, Mah," kata Papah Edo sembari melihat Diana yang nampak sendirian, padahal ada wanita tadi yang duduk disebelah Diana karena terhalang bunga hiasan jadi tidak begitu jelas dilihat dari kejauhan.

Rekan bisnis Papah Edo mengajak untuk menikmati hidangan yang ada, dari tadi Mamah Airin dan Papah Edo belum sempat mencicipi makanan mereka sibuk dengan teman dan mengawasi Diana.

Di meja yang panjang berbagai jenis makanan tertata dengan rapi, mereka tinggal mengambil mana yang ingin mereka nikmati.

"Pah, cobain pizza ini! rasanya seperti buatan Reni," kata Mamah Airin.

"Mana mungkin Reni yang buat, dia sudah tidak menjadi chef lagi," kata Papah Edo.

Papah Edo mencicipi pizza yang dimaksud oleh istrinya, ternyata benar rasanya begitu sama dengan buatan Reni. Dia kemudian menanyakan pada temannya yang mengadakan pesta mengenai hidangan pizza, ternyata pihak hotel sendiri yang sudah menyiapkan.

Selesai menikmati hidangan itu, mereka mencari Diana di taman. Ternyata Diana sudah berada di dekat parkiran, dia baru saja mengirimkan pesan pada Mamah Airin.

"Diana, kenapa kamu keluar sendiri? tadi Papah sama Mamah sudah bilang jangan kemana-mana," kata Mamah Airin.

Diana keluar dari pesta lebih dulu, karena mengantarkan wanita tadi dan membantu wanita itu membawakan beberapa barang miliknya. "Diana bosen, Mah! lagian berisik sekali, kalau gak karena Papah males ikut," ucapnya.

Papah Edo langsung mengajak untuk pulang, dan menyuruh mereka berhenti berdebat karena malu banyak orang yang berlalu-lalang di tempat parkir tersebut.

Karena sangat penasaran sampai di rumah Papah Edo menanyakan pada Diana, siapa wanita yang tadi bersamanya. Diana tidak menjawab kalau tadi ketemu orang di pesta, dan mengajaknya mengobrol.

"Jangan bohong! Papah tau kalian terlihat sangat akrab sekali," kata Papah Edo.

"Beneran Pah, tadi itu orang yang ketemu di pesta. Memangnya kenapa Pah?" ucap Diana.

Papah Edo mengatakan kalau dia melihat temannya sedang mengobrol dengan Diana, makanya tanya dan penasaran. Kalau bukan teman yang dimaksud, beliau juga tidak

mempermasalahkan semuanya.

###

Keesokan harinya Ray sudah menunggu Diana di depan rumah, dia sengaja menjemput Diana agar tidak membawa sepeda lagi.

"Ray, Diana di dalam! lagi sarapan, masuk aja yuk," ucap Mamah Airin yang kebetulan hendak menyiram bunga di depan rumah dan melihat Ray berada di depan.

Ray menolak masuk ke dalam rumah, dia ingin menunggu Diana di luar saja karena mereka tidak ada janji.

Mamah Airin yang masuk ke dalam rumah, untuk memanggilkan Diana agar mempercepat sarapan paginya. "Diana, di luar ada Ray! cepet keluar sana," ucapnya.

"Biar aja, Mah! Diana mau berangkat naik sepeda pokoknya, gak mau bareng sama Ray. Nanti bisa telat lagi dan dihukum," kata Diana.

Mamah Airin tidak mau tau, dia tetap memaksa Diana untuk menemui Ray lebih dulu. Beliau merasa kasihan dengan Ray yang sudah menyempatkan waktu, pagi-pagi sudah datang ke rumah dan mempunyai niat yang baik.

"Galen, kenapa kamu udah di sini?" tanya Diana.

"Yuk berangkat bareng, udah siang ini," ucap Ray dengan lembut.

Diana menolak ajakan Ray, dia mengatakan kalau ingin berangkat naik sepedanya agar lebih cepat dan tidak terkena macet. Naik mobil menurut Diana hanya akan membuatnya terlambat, dia takut kejadian waktu itu terulang lagi.

"Aku gak mau repot-repot panjat pohon, buat ambil sepeda kamu lagi! sekarang kamu mau barengan aku gak? kalau tidak aku duluan," ucap Ray.

Papah Edo keluar dari dalam rumah, dan mendengar percakapan mereka lalu menyuruh Diana untuk berangkat bersama Ray. Beliau sudah mengira kalau Diana akan banyak dibully oleh temannya, karena penampilan yang sangat culun.

Setelah berdebat Diana akhirnya mengalah, dia berangkat bareng dengan Ray. Perjalanan mereka pagi ini ke sekolah lancar tanpa hambatan, mereka juga tidak telat.

Diana merasa takut saat hendak turun dari mobil, karena Siska dan teman lainnya masih menggerombol di dekat mobil Ray. Dia menundukkan kepala, membuat Ray kebingungan karena diajak turun Diana masih diam saja.

Ray melihat ke arah luar, ternyata ada Siska dan teman lainnya. Dia kemudian turun dari mobil lebih dulu, kemudian berjalan menuju pintu samping dan membukakan pintu untuk Diana. Ray menggandeng tangan Diana, saat mereka hendak berjalan ke kelas melewati Siska dan teman-temannya.

Cewek-cewek pengemar Ray tidak terima melihat semua itu, Siska langsung mengepalkan tangannya. Dia juga kesal, sudah mengagumi Ray sejak dulu tetapi Ray lebih memilih gadis culun.

"Saingan lu, dapetin Ray si gadis culun! mending ma gue aja," ucap Beno saat melintas di depan Siska.

Beno juga lumayan cakep, tetapi lebih cakep dan tampan Ray. Siska lebih memilih mengejar Ray, yang sudah jelas idaman gadis di sekolahnya.

"Ngomong jangan sembarangan lu!" bentak Siska.

"Nyatanya lu gak bisa dapetin Ray! tuh anak baru, langsung bisa dapetin Ray," ejek Beno lalu meninggalkan Siska yang masih merasa kesal.

Bel masuk kelas sudah berbunyi, semua siswa sudah memasuki ruang kelas masing-masing. Saat ini Bu Mirna sudah kembali mengajar, karena kepala sekolah sudah mengembalikan saham milik Papah Siska. Jadi sudah tidak ada lagi yang akan mengancam Bu Mirna, semua sudah bebas.

"Udah gak ngambek lagi, Bu," ucap Siska.

Bu Mirna tidak menghiraukan ucapan Siska, beliau melanjutkan mengajarnya. Siswa di kelas itu pun sekarang sudah tidak berani berteriak lagi, bahkan mereka memperhatikan saat Bu Mirna sedang menerangkan pelajaran.

Kali ini beliau juga berani menyuruh Siska mengerjakan di depan kelas, kebetulan Siska juga tidak pernah memperhatikan penjelasan guru jadi tidak bisa menjawab.

Siska memprotes Bu Mirna karena sudah berani menyuruhnya untuk mengerjakan tugas, dia juga mengancam Bu Mirna tetapi ancamannya tidak berlaku.

"Siska, sekarang kamu belajar sama Diana dulu!" perintah Bu Mirna.

"Ogah! benar saja belajar sama culun, yang ada aku tambah bodoh. Ibu ini gimana sih, bisa ngajar gak," ucap Siska.

Bu Mirna lalu menyuruh Siska untuk keluar dari dalam kelas, dan menghukumnya berdiri menghadap ke bendera yang ada di lapangan sekolah.

Siska langsung melotot ke arah Diana, dia memberikan kode agar Diana membantunya terlepas dari hukuman. Maura juga ikut mengancam Diana, membuat Diana menuruti perkataan mereka.

Diana langsung menuju ke kantor untuk memohon pada Bu Mirna, agar membatalkan hukuman untuk Siska.

1
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂𝐋𝐈𝐅𝐅💃🆉🆄🅽🅸🅰
eh dah the end aja🤭
pєkαᴰᴼᴺᴳ: dari pada sedekah 🤭😂
total 1 replies
Andariya 💖
siska, siska ulangan sj gak bisa jawab..sok pintar 🤣🤣🤣🤣🤣
Andariya 💖
apa diana, ini dengan mama reni
Andariya 💖
keren ray, ini icah ingin menguasai harta mu🤭🤭🤭
Andariya 💖
airin ini kok, manja banget sih🙈🤗
Andariya 💖
kasihan diana😍
.
Diana demam apa itu 😊
.: oke siap kak ...otw 🤣🤣🏃🏻‍♀️
total 2 replies
.
aduh ksian banget Diana
jangan ngancam donk ray
.
wah Diana ga fokus deh parah karna Ray
.
wah Diana mulai bucin
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂𝐋𝐈𝐅𝐅💃🆉🆄🅽🅸🅰
jgn ancam ray.. kan diana tmbh takut🤦‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂𝐋𝐈𝐅𝐅💃🆉🆄🅽🅸🅰
gegara jantung jd g fokus🤭
Myra Myra
deg deg....perasaan suka
pєkαᴰᴼᴺᴳ: Masa sih kak🤭
total 1 replies
.
akhirnya tampak juga kecantikan asli diana di depan.teman2 nya...gitu donk Thor
jangan di sembunyikan dan di zholimi mulu ....
.
apakah bnar Melia itu mama nya Amanda ?
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
wah.. jangan2.. jangan2 nich🤭🤭.. aku sich yes mah, kalo bener apa yg aku pikiran adalah mamah Airin dan mamah Reni mah menjodohkan Ray dan Diana🤭🤭
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
hadeeh, kapan matinya sich itu si Cika sama Siska?? si Beno lagi, cowok kok gak tau diri banget, pengen gw tabok aja tuch cowok🙄🙄.. semoga Diana gak percaya sama hasutan nenek lampir satu itu
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂𝐋𝐈𝐅𝐅💃🆉🆄🅽🅸🅰
meninggoy gak🤭
༅⃟🥂ALINA_12࿐✅
Mentang" horang kaya jadi sombong dan bnyak tingkah
༅⃟🥂ALINA_12࿐✅
Ray yg ga mau deket dengan kalian, orang lain yg di salahkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!