Pindah YouTube aja ya.. hihihi...
https://youtu.be/8rop2hbSCWA
ustadz sholehku SEASON 2.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diah rahma18w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
أثنان و ثلاثون
Gilang dan Ghita akhirnya pasrah. " Kak, gimana? " Dengan muka yang sangat lesu.
" Gagal! Gagal sudah. "
" Gagal jemput ya? Astagah kakak kakak.. Kan Ghita udah bilang, jangan ngebut ngebut! Ini mah kakak nggak percayaan sama adiknya. "
" Terus gimana dong dek. Kakak kan udah janji sama Ambu, kalau akan menjemput Bu Citra. "
" Gampang. Bagi duit dong, 500 ribu aja. Semua masalah pasti nambah. "
" Apa! Kamu ini, kakaknya sedang kesusahan kok malah kamu nya yang aneh. Sumpah! "
" Ah kakak pelit. Ghita itu mau bikin vlog untuk menjadi vloger yang terkenal dan pastinya di bayar. "
" Udah ah, jangan bahas yang lain. Jawab aja, punya uang cash 500 ribu nggak? Kakak lupa narik tadi. "
" Nggak ada kak. Udah ya, adik mau jemput Bu Citra dulu. Bye-bye kakak.. " Blub.
Citra kemudian naik ke pinggir jalan, untuk mencari kendaraan yang akan membawanya ke sekolah. Setibanya di sekolah, Citra memang sudah menunggu seperti yang Ambu Aisyah bilang, kalau dia akan di jemput oleh mobil. " Kira-kira, aku harus menunggu berapa jam lagi ya? Masa, aku harus menunggu terus. Kasihan nenek, pasti dia merasa sangat sangat kesepian. Sabar ya nek, Citra bentar lagi pulang. Citra mau kasih tunjuk kalau citra sudah dapat rumah baru. Eh maksud citra kontrakan. "
Sebuah taksi berwarna kuning, berjalan mendekat. Tin tin tin " Mbak yang bernama Citra? "
" Iya, pak. Ada apa ya? "
" Silahkan masuk mbak, mbaknya sudah di tunggu ol,- "
" Hay,- "
Tiba-tiba dari belakang ada sebuah taksi lagi berwarna biru. " Bu Citra, jangan naik. Dia itu penculik. "
Langkahnya mundur seketika. " Kamu siapa? "
" Ayo ikut! " Sopir itu turun. Ketika Citra tak jadi masuk lalu memegang pergelangan Citra dengan sangat kuat.
" Akh! Lepas, ku mohon. "
" Teruslah sayang, suaramu sangat indah. Belajar mendes*h yang bagus. "
Dengan gaya melompat-lompat bak kodok Bangkok. " Hiya! " Ciuman terlontar dari sepatu yang baru saja terinjak tai ayam.
Brukkk Tendangan itu terkena pada sudut kiri bibir si penculik. Dan akibat benturan yang diterima bibir itu tergores, bukan main sepatu Mach and Mach Ghita hari ini adalah sepatu kaktus. " Bagaimana? Sedap bak adonan donat toh? "
" Huahahaha! Tidak semudah yang sepeti kau katakan anak kecil. Luka ini tak sebanding nikmatnya dengan dia. Dia sudah di jual oleh orang tuanya sedari ia masih bayi. "
" Anda umurnya berapa? Sudahlah pak tua, jangan mengada-ngada. Mau saya hantam lagi itu bibir atau.. "
Brraaakkk Satu tendangan merobohkan atau bahkan membumi hanguskan tongkat sun go kong. " Auh! Anak kecil! Kau mau lari kemana! Akh,.. " Menutupi area sensitif nya.
" Mau pulanglah. Dah ya, aku takut di cariin Abah dan Ambu. Bye-bye om batok kelapa. "
***
Saat dalam.taksi.
" Bu, ibu baik-baik saja kan? Ya Allah, tangan ibu.. " Baru menyadari bahwa tangan yang sedari tadi ia genggam penuh dengan lingkaran seperti gigitan nyamuk yang memerlukan beberapa menit untuk menghilang.
" Ah ini, nggak apa kok. Bentar lagi paling sembuh. Oh iya, kemana kembaran kamu? "
" Biasa Bu, lagi piknik yang seru. "
" Wah tumben dia nggak bilang dulu. "
" Hehehe bukannya nggak mau bilang Bu? Kak Gilang tadi ketangkap polisi gara-gara mengemudi nya amburadul. Masa sudah tahu polisi tidur di babat abis. Mana pas pos pol polisi lagi, polisi yang berjaga kebetulan bangat dia lihat. "
" Astagfirullah alladzhim.. Kenal bisa begitu? Apa kamu ada yang terluka? "
" Eh, nggak nggak ada. Paling cuma jidat aja sedikit kepentok. "
***
" Lalu, apa kita langsung ke rumah sakit aja? Atau kita ke kantor polisi? " Tanya Citra.
" Kita ngapain ke rumah sakit, Bu? Bukannya semuanya, sudah baik-baik saja? "
" Kamu ini gimana sih Ghita, eh maaf bukan kasar. Tapi kan? Nenek nya ibu masih disana, jadi ibu harus kesana. Apa ada yang salah? "
" Jelas salah Bu. Orang nenek Ida sudah di bawa pulang sama Ambu dan Abah. "
" Ya sudah, kita ke kantor polisi dulu aja. Kalau kita tidak kesana, kita akan bingung akan menjawab kalau di tanya oleh Abah dan Ambu. "
" Kita narik uang dulu Bu di ATM. Bayar tilang biasanya pakai uang buat ngurus sidang nya sekalian. "
" Iya ibu tahu. "
****
Kantor Polisi Bandung.
" Permisi, mbak? "
" Iya, pak. "
" Boleh saya lihat isi tas nya? Saya di tugaskan untuk mengamankan. "
" Oh, iya pak. Ini. "
" Baik, tidak ada barang yang haram dan tajam. Silahkan tulis identitas anda dahulu pada buku ini. "
" Baik pak. "
****
Sampai di depan pintu kantor polisi Bandung.
" Maaf, mbak. Boleh saya geledah dahulu? " Ijin polri cantik yang berjaga dan bertugas untuk menggeledah tamu perempuan yang datang.
' Haduh! Ribetnya masuk.. Tapi, kalau nggak gini... Mana mungkin aku di ijinkan masuk. ' Batin Ghita.
***
Setelah urusan mereka selesai. Mereka kembali kerumah bersama. " Ehemp! " Batuk yang dibuat-buat.
" Apa sih om? Udah nggak usah Ahem ehem segala! Ghita capek banget. " Ujarnya berlalu meninggalkan Abdul yang masih memegangi kopi di tangannya.
" Om, Gilang masuk dulu. "
" Hemp. . . "
" Eh Gilang, tunggu! "
' Aduh! Ngapain lagi di stop. Kalau begini, pasti om Abdul akan melaporkan kedekatan ki dengannya kepada Abah. ' Khawatir Gilang.
" Ada apa? Apa seharian ini kurang di temani oleh duo G? "
" Bukan, om. Anu, kamarnya nenek saya? Eh Maksud saya, dimana nenek saya di tempatkan? "
" Oh, kalau soal itu.. Gilang, sini kamu. " Teriaknya memanggil Gilang.
Gilang pun turun kembali setelah menaiki 3 anak tangga. " Iya, om. "
" Ajak dia ke kamar nomer 12. "
" Baik om. Ayo, Bu. Biar aku antar. " Sopan karena takut. 😟
***
" Gilang, kamu kenapa? Dari tadi nunduk dan nggak berkata sepatah pun? "
" Lagi irit aja. Udah sampe, mending kamu masuk ke kamar itu. Nenek mu pasti membutuhkanmu. "
***
' Aneh sekali sikap dia? Apa ini gara-gara tatapan yang diberikan om nya itu? ' batin Citra lalu masuk kedalam kamar.
***
" Assalamualaikum, nenek.. "
" Ets! Mau ngapain? Cuci baju dan ganti pakaian dulu. Sana sana, ibu nenek kamu harus steril kalau nggak nanti bakal sakit lagi. Kamu juga yang akan kerepotan? " Ujar Aisyah..
" Bai,-baik Bu. "
****
Setelah selesai bersih-bersih nya. " Nah gitu dong, udah wangi. Ayo kita kebawah aja, biar nenek yang akan menjaga nenek kamu. " Ajak Aisyah.
' Kasih sayang kah ini? Apa kasih sayang seorang ibu seperti ini? Tuhan, aku memang tidak pernah merasakan kasih sayang ibu atau pun ayah. Tapi, jika kau mengijinkannya.. Semoga hamba akan hidup berdampingan dengan keluarga ini. Keluarga yang sangat penuh dengan kasih sayang. Yang tak pernah aku dapatkan, dari orang tua kandungku sendiri. ' batin Citra.
sangat ditunggu kelanjutannya 👍