Cerita 18+ Seru, Lucu bikin ngakak guling-guling. Banyak kalimat makian dan umpatan. Mohon bijak memilih bacaan.
Ini adalah kisah Tarisa yang menolak saat diminta Abram suaminya untuk menggugurkan kandungan. Lalu sang suami pergi menikahi janda kaya di kota lain. Namun kenapa belakangan Abram ingin kembali ke Tarisa? Apakah karena anaknya baby Rizki yang lucu dan tampan laris jadi bintang iklan? Lantas siapa seorang pemain sinetron yang gagah dan naksir Tarisa? Jangan lewatkan pula Nola Pagina tokoh menyebalkan yang sekaligus bikin pembaca suka padanya. Baca saja dan kamu akan ngakak sendiri mengikuti keseruan ulah Nola Pagina sang penyanyi ternama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FRESH NAZAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32. Celana Sobek Saat Menyanyi
Nola terus bergoyang.
Pemain keyboard makin semangat mengiringinya. Sambil main keyboard lelaki bermuka mesum yang murah senyum itu berkata. “Tarik Sis, semongkooo….!!”
Nola mulai memamerkan goyang ‘PUTER GILING’. Goyangan itu berupa putaran yang mengandalkan goyang pinggul yang diputar-putar dengan seru. Lalu ketika ada beat bunyi gendang, pinggul Nola dihentakkan ke depan secara mendadak.
“Woooow….”
“Mantaaapp…”
Bapak-bapak melotot. Gak berkedip menyaksikan Nola menyanyi. Panggung yang tadinya sepi mendadak diserbu banyak bapak-bapak.
Suara renyah Nola mengalun merdu. Harus diakui suara Nola memang bagus. Ia menyanyikan lagu berjudul BUNGA, yang lebih terkenal dengan ‘Tarik Sis, Semongkooo…’ karena kalimat itu sering diteriakkan saat lagu dinyanyikan.
….kini tinggal aku sendiri
hanya berteman dengan sepi
menanti dirimu kembali
disini kuterus menanti
akan kucoba untuk
menanti dirimu kekasih…
Beberapa bapak-bapak berebut naik ke panggung. Mereka mau joget sambil ngasih uang sawer ke penyanyinya.
“Yang mau nyawer silakan.” Kata Nola di sela-sela lagu. “Tapi yang cuma nyawer dua ribuan silakan nyebur ke got.”
Beberapa bapak langsung ngibas-ngibasin lembaran uang kertas lima ribuan, sepuluh ribuan. Ada juga yang memegang uang dua puluh ribuan dan lima puluh ribuan meski tak banyak.
Nola terus nyanyi sambil bergoyang heboh. Gerakannya luwes, menyatu dengan suara musik.
Seorang pemuda yang tadinya mau nyawer, sudah naik ke panggung tapi turun karena cuma punya modal beberapa lembar uang kertas 2 ribuan, menyetel kamera video di hand phone nya. Ia merekam aksi Nola bernyanyi.
Satu persatu bapak-bapak nyawer. Nola menerima duit sambil nyanyi. Diterimanya duit lima ribuan, sepuluh ribuan dan dua puluh ribuan. Tapi bapak yang pegang uang lima puluh ribuan belum juga nyawer.
Sebagai penyanyi yang jam terbangnya tinggi, Nola tau cara agar si bapak segera nyewer. Didekatinya si Bapak. Diberinya senyum manis semanis gula pasir dirubung semut.
“Ayo, bapak ganteng yang mau nyawer lima puluh ribuan? Mau dikasih goyang puter giling, enggak?”
Si bapak tadi sempat melihat goyang puter giling diperagakan. Dia menelan ludah.
“Mau Pak dikasih goyang puter giling?” Nola menatap menggoda. “Siapin sawerannya kalo mau….”
Si bapak mengangguk. Dikibaskannya lembar duit lima puluh ribuannya.
Pemain keyboard senyum mesum. Dia memainkan musik semakin panas sambil teriak. “Tarik sis, semongkoooo…!”
“… kini tinggal aku sendiri….” Nola kembali bernyanyi ref lagu itu. “hanya berteman dengan sepi…”
Kembali diputar-putarnya pinggulnya dengan seru. Lantas ketika ada bunyi hentakan gendang, (just info di keyboard juga ada setelan bunyi gendang), Nola segera menghentakkan pinggulnya ke depan.
“Wooww…!”
“Croott...!”
“Mantaapp.!.”
Bapak-bapak lain semakin menggila bergoyang. Pemuda yang membuat rekaman video terus asik merekam Nola
menyanyi di panggungnya.
Si bapak yang megang lima puluh ribuan senyum malu malu karena Nola masih goyang-goyang ke arahnya. Ia menyerahkan lembar demi lembar lima puluh ribuan ke tangan Nola. Sambil terus bergoyang Nola menerima lembaran lembaran uang itu dengan senyum lebar di bibirnya.
*
Dari rumahnya Tarisa bisa mendengar alunan musik dangdut bergema riuh. Maklum rumah pak Supardi tak jauh letaknya dari rumahnya. Baby Rizki yang sedang tidur tiba-tiba terbangun.
Bayi itu menangis. “Oeekk.. oeek.. oeekkk…”
“Lho, anak mama bangun.” Tarisa segera menghampiri bayinya. Diangkatnya bayi dari pembaringan dan digendongnya.
“Cepp.. ceepp… ceeepp…” Dilihatnya anak itu sebenarnya masih mengantuk. “Rizki masih mau bobok ya sayang?”
Tarisa menggendong bayinya sambil diayun-ayun pelan agar baby Rizki tenang.
Bu sumarni masuk kamar. “Kebangun ya anakmu?” ia menatap Tarisa yang menggendong Rizki.
“Iya, Bu. padahal Rizki masih ngantuk.”
“Lagian musiknya berisik banget.” Bu Sumarni kesal. “Kalau bukan Nola yang manggung, sudah ibu tegur itu, musiknya keras banget. Mana bapak-bapak yang nonton teriak-teriak juga. Heboh bener!”
“Leon sama Papanya mana?” Tarisa nanya. Soalnya dari tadi ia tidak melihat Gani dan Leonardo Dicaprio di rumah.
“Leon diajak Gani mancing.” Sahut Bu Sumarni. “Gani sengaja pergi karena dia gak suka nonton istrinya nyanyi. Bisa bikin dia jengkel kalo ngeliat aksi Nola di panggung.”
*
Justru aksi Nola di panggung semakin gila.
Uang saweran sudah dapat banyak. Ada kotak kardus di dekat kaki pemain keyboard. Kotak itu dipenuhi lembaran-lembaran uang kertas. Pemain keyboard sampai perlu menekan-nekan uang kertas itu agar turun dan memadat ke bawah. Karena uang kertas yang disawerkan ke Nola makin banyak.
Sesekali saat tangannya sudah dipenuhi lembaran uang, Nola memasukkan uang ke dalam kotak kardus. Dengan demikian ia siap menerima uang saweran baru.
Beberapa lagu sudah mengalun. Pemain keyboard masih semangat. Nola semakin bergairah di punggung.
Anak Pak Supardi yang sunatan, namanya Rafi Ahmad, karena ibunya ngefans sama Rafi Ahmad, ikut terkesima menatap panggung. Bocah sepuluh tahun itu melongo menatap perempuan seajaib Nola bergoyang begitu hebohnya.
“Heh, Rafi gak usah lihat.” Ibunya cemberut. Bu Supardi yang pake hijab rada gerah juga melihat aksi Nola di panggung. Ia gak mengira kalo Nola seheboh itu di panggung. Semula dikiranya Nola nyanyi dan bergoyang biasa saja.
“Acara sunatan anak kecil kok dia goyang heboh bener?” Bu Supardi ngomel. Beberapa ibu tetangganya yang datang namu dan menyaksikan aksi Nola dari teras rumah juga cemberut. Sebagian kesal karena gak bisa goyang sehebat Nola. Sebagian takut suaminya lupa diri.
“Mana dia pake celana kayak gitu.” Ketus Ibu lain. “Gak malu. Apemnya njeplak.”
“Kalo suamiku ikutan nyawer, tak hajar.” Seorang ibu lain mulai panas.
Sementara di panggung Nola kaget. Dilihatnya seorang Bapak naik ke panggung. Tangan si bapak banyak memegang uang kertas seratus ribuan.
Sungguh Nola tak mengira bapak itu mau naik ke panggung. Soalnya si bapak biasanya kalem dan santun. Tau-tau hari ini dia siap nyawer uang seratus ribuan.
“Wah. Wah. Wah. Selamat datang ke panggung pak Agung. Saya siap menyanyi lagu buat pak Agung. Apalagi nyawernya seratus ribuan.” Nola senyum penuh makna melirik banyak uang seratus ribuan di tangan pak Agung. “Pak Agung mau lagu apa?”
Pak Agung senyum malu-malu, berkata ke Nola. “Los dol.” Disebutkannya judul sebuah lagu jawa yang memang biasa dinyanyikan pake irama dangdut.
“Oke… lagu berikutnya.” Nola berteriak pake mic. “Spesial buat Pak Agung yang ganteng dan banyak duitnya. Los Dooolll…!!”
Pemain keyboard segera memainkan musik lagu itu. Nola mulai bergoyang sambil menyanyi.
…. Los Dol, ndang lanjut lehmu WhatsApp-an
Cek paket datane yen entek tak tukokne
Tenan, dek, elingo, yen mantan nakokno
Kabarmu, tandane iku ora rindu
Nanging kangen keringet bareng awakmu…."
Nola bergoyang heboh. Penonton kembali menyambut riuh.
“Kasih goyang puter giling dong.”
“Ayo puter gilinggg…!’
Nola senyum. Ia siap melakukan apa yang diminta penonton. Apalagi Pak Agung menantikan juga goyang andalan Nola.
Musik mengalun seru mengajak bergoyang. Nola kembali memutar-mutar pinggulnya dengan penuh gairah. Lalu suara gendang menghentak. DUUTT. Nola menghentakkan pinggulnya ke depan.
SREEKKK. Tiba-tiba celana yang dipakai Nola robek tepat di bagian tengah selangkangannya.
Bapak-bapak terkesima, kaget.
“Aje gile…!”
“Busyet, anunya jenong…!!”
BERSAMBUNG….
Gimana? Seru gak? Lanjut gaaakkk???!
NOTE : episode 32 ini ditulis author sambil menyimak video musik di Youtube lagu “Bunga’ alias “Tarik Sis, semongkooo…”
Beberapa reader bertanya. Dari mana author mendapat ide menciptakan tokoh NOLA di novel ini? Tokoh NOLA sebenarnya terinspirasi dari seorang penyanyi sungguhan. Author dulu sering ngobrol dengannya di lokasi syuting sinetron yang author tulis. Penyanyi ini pernah terkenal dan sering muncul di TV karena ribut melulu dengan orang lain. Tapi tentu saja tokoh Nola gak seratus persen mirip dia. Author poles lagi agar sesuai dengan kebutuhan cerita. Nola di novel ini adalah seorang ibu punya anak satu, punya suami satu dan tinggal dengan mertuanya. Jadi tidak persis sama dengan si penyanyi tersebut.
Selamat membaca terus Novel “BABY MY LOVE”. Kasih like, vote dan komen agar author semangat melanjutkan ceritanya.
Author kasih bocoran nih. Jangan kaget kalau di beberapa episode mendatang Nola akan jadi artis terkenal dan kaya raya banyak duitnya. Harap sabar…. Orang gila memang mudah terkenal.
trus risa juga oon dah tau suami bejat ninggalin istri malah ga minta cerai..
Glen kasih tahu Gani supaya seludiki Biji Zhakar