Retha sudah memutuskan untuk menikahi kekasihnya. Dia berusaha melupakan sang mantan yang sangat dicintainya. Namun seminggu sebelum dia resmi menjadi istri dari Andrian, Bian mantan kekasihnya kembali untuk meminangnya. Lalu apakah Retha akan kembali ke pelukan Bian atau justru memperjuangkan cinta Andrian?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Enjang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LUNCH
Raya Resto. Andrian bersama Retha datang paling terakhir. Di sebuah ruang VIP, Pak Ferdinant beserta staff lainnya sudah duduk mengelilingi meja.
"Mas Andrian, silahkan mau pesan apa?" ucap Pak Ferdinant sambil menyodorkan menu.
"Kamu mau apa Tha?" tanya Andrian pada Retha
"Aku ngikut aja Mas." ujar Retha
"Okelah. Nasi putih 2 sama Gurame bakar madu ya. Minumnya blue ocean 2 ya." pesan Andrian
"Kalian pacaran ya?" Ujar Pak Ferdinant tiba-tiba
"Nggak Pak." balas Retha cepat.
"Kami cuma dekat sebagai rekan kerja Pak. Saya hanya berusaha memjadi atasan yang baik untuk anak-anak gudang." terang Andrian
"Tapi sering saya lihat kalian makan bersama. Pulang dan berangkat bersama. Ya, saya berharap kalian bisa cocok satu sama lain." ujar Pak Ferdinant
"Maksudnya Pak?" tanya Andrian
"Ya saya hanya kasihan dengan kamu yang masih sendiri di usia 30 tahun. Sedangkan rata-rata pemuda seusiamu sudah menikah." terang Pak Ferdinant
Andrian menatap ke arah Retha yang tidak berani mengangkat kepalanya. Andrian tahu kalau gadis di sebelahnya sedang benar-benar malu.
"Doakan saja Pak." goda Andrian sambil melirik ke arah Retha
Retha mendongak ke arah Andrian lalu kembali menunduk.
"Nggak usah malu-malu gitu Tha. Santai saja. Kita semua rekan kok." ucap Pak Ferdinant santai
"Lauknya aja sudah seporsi berdua Pak." seloroh Pak Jamal, SPV Sales di kantor
"Iya kan kalau nggak habis mubadzir Pak Jamal. Ya hitung-hitung sekalian menguatkan chemistry." goda Andrian lagi
Retha pun mencubit kecil pinggang Andrian.
"Eh cubit-cubit. Jangan digodain terus Mas Andrian. Ntar makin nunduk kejedot meja loh kepalanya." seloroh Pak Yuli yang duduk di sebelah kiri Retha
Seketika Retha mendongak melirik ke arah teman-temannya. Semua orang menatapnya dengan senyum di bibir mereka. Kecuali Sari yang menatapnya sinis.
Tak lama kemudian, pesanan mereka diantarkan. Andrian memotong daging ikan dan meletakkannya di piring Retha.
"Makan yang banyak. Jangan sungkan-sungkan, ambil nasiku kalau kurang." ucap Andrian spontan
Retha menatap heran ke arah Andrian.
"Andrian, sudah godainnya. Makan dulu. Sudah merona itu pipinya." Ucap Pak Ferdinant
"Mana mungkin kelihatan Pak. Kan dia.. " sergah Sari terhenti menyadari Andrian menatap tajam ke arahnya.
Sari kemudian tertunduk dan mulai menyendok makanannya. Sementara Retha makan perlahan sambil mengamati sela-sela daging ikan yang diberikan Andrian.
Andrian yang menyadari hal itu berseloroh, "Nggak ada durinya Tha. Gurame itu durinya cuma di tengah sama sisi atas dan bawah."
"Owh." ujar Retha sambil menyendokkan nasi ke mulutnya.
"Enak kan lauk pilihanku?" tanya Andrian
Retha mengangguk sambil menyendok penuh nasinya.
"Cobain sambahnya." ucap Andrian seraya memberikan sesendok sambal jeruk ke nasi Retha.
Retha menyuapkan nasinya kembali bersama dengan daging ikan dan sambal jeruk itu.
"Enak Mas. Mau lagi sambalnya." minta Retha
"Kekanakan banget sih. Kayak orang nggak pernah makan enak aja." ujar Sari ketus
Andrian tersenyum miring ke arah Sari, dengan sengaja Andrian menyuapkan sesendok nasi beserta lauknya ke arah Retha.
"Aaa dulu Tha." ujar Andrian
Retha menerima suapan itu dan Andrian tersenyum senang.
"Ciee lihat Pak Fer." seloroh Pak Yuli
Pak Ferdinant hanya tertawa.
"Menikah sajalah kalian. Lagi pula saya tidak menerapkan aturan tidak boleh menikah sekantor." ujar Pak Ferdinant
Retha pun tersedak. 'Kok Pak Ferdinant ngomong gitu sih? Emang Gue sama Andrian kelihatan sedekat itu apa?' batin Retha
"Nih minum dulu." Ujar Andrian
Retha menenggak habis minuman di gelasnya.
"Haus Tha?" goda Pak Jamal
"Ini minum lagi. Es ku masih banyak Tha." ujar Andrian
"Saya permisi ke toilet dulu." Pamit Retha
"Grogi dia mas." ujar admin satunya
"Biarin aja. Lucu kalau dia lagi salting. Nunduk terus nggak mau nglihat teman-temannya." ujar Andrian
"Perasaan biasa aja." sahut Sari
"Kamu cemburu?" tanya Andrian
Sari gelagapan. "Saya bayar dulu ya Pak." alihnya
Andrian menatap punggung Sari dengan senyum tipis. Retha yang dari toilet pun kembali bergabung. Setelah Sari kembali dari kasir mereka pun pergi.
Andrian menarik pelan lengan Retha.
"Mau es krim nggak Tha?" tanya Andrian
"Mau Mas. Itu di Uncle Dee es krimnya enak. Susunya berasa terus nggak terlalu dingin. Jadi bisa dinikmati." ujar Retha
"Kesana yuk." ajak Andrian
"Tapi nanti dicariin nggak sama Pak Ferdinant?" tanya Retha
"Nggaklah. Kan yang penting kerjaan kita selesai sebelum jam pulang." terang Andrian sambil menggandeng tangan Retha
Retha menatap genggaman tangan itu. Hangat. Persis yang dulu sering dilakukan Bian. 'Andai kamu bisa mengerti Bian. Sampai hari ini, aku masih belum bisa lupain kamu.'
"Retha ayo masuk. Kok bengong?" ajak Andrian
Retha pun segera masuk ke dalam mobil. Andrian memundurkan mobilnya dan berputar ke arah sebaliknya.
Sepanjang perjalanan, Andrian banyak bertanya tentang kebiasaan Retha, kesukaannya bahkan hal konyol yang pernah Retha lakukan. Andrian tertawa lepas. Seolah semua yang Retha ceritakan adalah hiburan baginya.
"Terus ketawa kayak gini ya Mas. Jangan sampai menangis lagi kayak malam itu." Seloroh Retha
"Nggak janji sih. Sudah sampai Tha ayo turun." ujar Andrian sambil melepas safebeltnya.
Retha pun keluar dan menarik tangan Andrian menuju ke kasir. Tanpa sadar Andrian tersenyum melihan tangan kecil Retha mengamit lengannya.
"Dizzy ice Ovaltine satu." pesan Retha
"Matcha latte satu." ujar Andrian
"Matcha nya yang large atau medium?" tanya kasir pada Andrian
"Medium aja deh. Berapa?" tanya Andrian sambil mengeluarkan dompetnya.
Retha melihat sebuah foto masih di pajang di dompet Andrian. Foto Andrian bersama seorang gadis berambut lurus dan wajah yang cantik dengan lesung pipi.
"30 ribu." ujar sang kasir sambil menyerahkan nota.
Setelah membayar, Andrian duduk di salah satu bangku di luar yang menghadap langsung ke jalan.
"Duduk sini aja Tha." ujar Andrian sambil bersandar di dinding
"Mas Andrian, boleh tanya sesuatu nggak?" tanya Retha
"Apa? Tanya aja Tha." balas Andrian
"Tadi nggak sengaja saya lihat foto cewek di dompet Mas Andrian, itu mantan pacar Mas ya?" tanya Retha hati-hati
"Owh, ini." ujar Andrian sambil mengeluarkan foto dari dalam dompetnya
Dua orang itu tampak manis dan serasi.
"Cantik ya. Pantes Mas Andrian nggak bisa move on." ujar Retha
"Cantik sih, dia juga ceria, ramah, supel. Pribadi yang mengagumkan." kenang Andrian
"Sudah berapa lama Mas Andrian putus dari dia?" tanya Retha
"Kurang lebih hampir setahun Tha. Lumayan lama sih. Dia juga sekarang sudah menikah sama mantan pacarnya dulu." terang Andrian
"Es krimnya Mas." ujar seorang pelayan sambil menyodorkan pesanan mereka
"Thank's ya. Dimakan Tha. Seger ini minum matcha siang siang."ujar Andrian sambil menyedot minumannya
Retha menyuapkan es krim itu ke mulutnya dengan senyum puas.
"Sudah lama banget, aku nggak kesini. Kangen sama rasanya es krim yang satu ini." ujar Retha
"Jangan bilang kalau kamu pernah punya kenangan disini sama orang itu?" terka Andrian
Retha merengut. "Sayangnya nggak Mas. Kita nggak pernah pergi bareng. Ya kita dekat cuma pas ekspansi ke luar kota aja sih."
"Sekilas namun berbekas ya." Balas Andrian sambil menatap Retha
"Yah begitulah hehe. Mas Andrian sendiri, pernah kesini sebelumnya?" tanya Retha
"Belum. Baru kali ini." ujar Andrian
Retha hanya mengangguk paham. Setelah minuman mereka habis, mereka pun kembali ke kantor.
...****************...
perjuangan Retha untuk merubah diri sendiri luar biasa
apalagi dua tokoh cowoknya yang ganteng-ganteng meski beda karakter membuat cerita ini hidup
konflik batin diantara mereka bertiga buat otak travelling
bikin baper juga sih
pokoknya karya ini reccomen banget buat dibaca semua kalangan
Lanjutan dari Hati yang terluka
Jangan dong
pak ilhamnya aja yang keliru
ngakak bener baca ceritanya
mampir nih tor. bawa like dan mawar untukmu.
mampir di loser man ya,
semuanyaaa. semoga suka sama cerita mak😊