Seorang perempuan bernama Olivia Al Farish, ia adalah seorang ibu dari putri bernama Yasmin Putri Permana.
Olive sudah berpisah dengan mantan suaminya, sejak delapan bulan yang lalu.
Banyak orang yang mempermasalahkan dengan status "Janda" memang apa yang salah dengan status seperti itu.
Tidak ada yang menginginkan rumah tangganya hancur, dan mendapatkan status seperti itu.
Olive atau pun orang lain tidak ada yang menginginkannya sekali pun.
Seberat dan sepahit apa pun, hidup ini harus terus berjalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitriRahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ungkapan perasaan 2
Jam 15.00 WIB.
Olive akhirnya pulang dan berpamitan kepada Azzam asistan Boy.
Olive berjalan pelan-pelan dan memikirkan tentang Arjuna yang menyatakan perasaannya. Tidak tau harus bagaimana, ada perasaan senang setelah mengetahui Arjuna menyukainya tapi sedihnya Olive bukan perempuan single melainkan ibu beranak satu dengan status janda. Itu yang membuatnya semakin sedih.
Angkot berhenti didepannya dan menyadarkan Olive yang sedang melamun.
Ia menaiki angkot menuju rumahnya.
Jalanan tidak macet Olive sampai dengan cepat. Olive membayar pada sopir angkot. Dan segera melangkahkan kakinya.
Lagi-lagi pikirannya melayang jauh. Memikirkan lelaki yang telah berlabuh dihatinya. Lelaki yang beberapa bulan ini dekat dengannya. Olive seperti orang yang sedang jatuh cinta. Kadang tersenyum kadang sedih...
Tin tin.....
Suara klakson motor Adnan menyadarkan Olive yang sedang melamun lagi.
Olive terkejut dan berteriak...
Adnan mematikan motornya dan bertanya kepada Olive. "Liv, kamu baik-baik aja?"
"Iya aku ga apa-apa, maaf." Jawabnya singkat dan kembali berjalan.
Adnan tidak memanggilnya, hanya memandang wajahnya yang cantik sepintas saja. Ada keinginan untuk lebih dekat lagi tapi kejadian akhir-akhir ini atas perbuatan ibunya mengurungkan niatnya.
Adnan kembali menyalakan motornya.
Dirumah bude.
"Assalamualaikum." Olive mengucapkan salam sesampainya dirumah bude dan matanya melihat Yasmin yang sedang tertidur dikursi.
"Waalaikumsalam. Masuk aja Liv, bude lagi mandi."
Olive pun masuk kedalam, menaruh tas dikursi. Duduk didekat Yasmin, memandang wajahnya yang lucu.
Suara ponsel Olive berbunyi dan langsung melihat pesan diponsel.
Ternyata dari mantan suaminya yang memberi tau bahwa uang bulanan Olive sudah dikirim dan meminta untuk bertemu dengan Olive.
Ada apa lagi! Mau ketemu! Untuk apa? Batinnya kesal.
Tangan Yasmin bergerak-gerak dan matanya mulai membuka perlahan... "Mama." Panggilnya kepada perempuan yang duduk disampingnya.
"Ya sayang. Kita pulang kerumah ya!" Ajak Olive dan diiyakan oleh Yasmin.
Yasmin bangun dan duduk dipangkuan mamanya.
"Liv udah lama?"
"Iya bude! Aku sama Yasmin mau pamit pulang." Kata Olive yang berpamitan kepada bude.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Olive dan Yasmin pulang kerumah, melewati gang sempit yang banyak orang berlalu lalang.
Dilihatnya ada penjual kue pancong yang sedang duduk beristirahat.
"Yasmin disana ada kue pancong. Kamu mau sayang!" Ucapnya dan mendekati penjual kue pancong.
"Aku mau mama." Sahutnya dengan nada pelan dan berjalan mengikuti mamanya.
"Pak, kue pancongnya lima ribu ya!" Ucapnya pelan.
Penjual pancong memberikan kue pancong yang masih hangat kepada Yasmin dan tersenyum.
"Terima kasih."
Olive dan Yasmin melanjutkan perjalanannya kerumah.
Jam 17.00 WIB.
Mereka berdua sampai dirumah , membuka pintu dan mengucapkan salam.
Yasmin duduk dikursi dan memakan kue pancong. Sedangkan Olive berjalan kekamar dan meletakkan tasnnya dikamar.
"Yasmin, sayang! Mama mandi dulu ya. Kamu tunggu disini. Mama kunci pintunya ya, jangan dibuka sama kamu ya sayang!" Perintah Olive kepada anak perempuan yang sedang makan kue pancong.
"Ya mama."
Olive pun berjalan kekamar mandi dan meninggalkan Yasmin sendirian yang sedang asyik makan kue pancong.
...-----------------...
Dikafe ....
Arjuna, Boy, Kevin dan Reza sedang berkumpul bersama disebuah Kafe.
Sedang asyik membahas rencana wisuda, tiba-tiba Reza spontan menanyakan hubungan Arjuna dan Olive.
"Oh ya hubungan Juna sama Olive bagaimana? Ada kemajuan ga?"
"Tuh ada orangnya tanya aja langsung?" Sahut Boy dan matanya melirik kearah Arjuna.
Arjuna yang mendengar, tapi enggan menjawab pertanyaan. Ia memilih untuk diam dan tangannya terus memainkan sendok didalam gelas yang berisi kopi.
"Oh ada yang lagi jatuh cinta rupanya!" Ujar Kevin yang terus memperhatikan Arjuna yang terus cuek.
"Udah sana samperin aja! Semangat, maju terus pantang mundur." Ungkap Kevin yang melihat Arjuna tetap diam.
"Balik duluan ya..." Ucap Arjuna pelan dan berjalan meninggalkan teman-temannya.
"Kenapa ya, dengan Juna ga biasanya?" Kata Kevin yang heran melihat tingkah Juna yang aneh.
Arjuna menaiki mobilnya, berpikir sejenak.....
hening....
hening..
Arjuna melajukan mobilnya kesebuah toko mainan.
...------------...
Keesokan paginya..
Jam 07.00 WIB.
Olive sudah mengantar Yasmin kerumah bude. Ia melanjutkan untuk bekerja dengan menaiki ojek online yang sudah dipesannya.
Jalanan pagi hari ini tidak begitu macet, sehingga Olive sampai restaurant begitu cepat.
"Ini, bang! Ambil aja kembaliannya." Ucapnya pada abang ojek online dengan memberikan ongkos ojek.
Kemudian berjalan masuk kedalam yang masih nampak sepi. Dengan para pekerja yang belum datang.
Olive bergegas melaksanakan pekerjaannya dengan semangat.
Ketika sedang mengelap meja terdengar suara langkah kaki mendekat kearahnya.
"Permisi mba, dengan mba Olivia Al Farish. Ini ada paket." Ucap seorang kurir paket.
"Ya benar, saya sendiri. Paket dari siapa ya? Tapi saya ga pesan!"
"Ini mba, sepertinya ada yang ngirim buat mba! Tolong diterima ya." Paksa seorang kurir yang terus ditolak oleh Olive.
"Tapi.. tapi saya ga mau terima. Saya aja ga tau ini dari mana? Sebaiknya dikembalikan saja."
"Mba tolong diterima."
Aduh nih kurir ribet amat, maksa lagi! Batin Olive kesal. Akhirnya Olive menerima paket tersebut. Ditaruhnya paket tersebut dilemari gantinya.
Baru melangkah sebentar suara dering ponselnya berbunyi. Dilihatnya ternyata Arjuna, tetapi tidak diangkatnya.
Olive kembali meletakkan ponselnya didalam kantong celananya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Jam 09.00 WiB.
Restaurant mulai buka, untuk mencari sarapan atau cuma sekedar minum kopi atau teh. Olive mulai melayani pesanan pelanggannya.
"Pagi Liv?" Sapa Boy yang baru datang kepada Olive yang sedang sibuk melayani pelanggan.
"Pagi mas."
"Liv, nanti keruangan aku ya." Suruh Boy pada Olive dan Olive pun mengangguk.
Olive pun berjalan keruangan Boy. Dilihatnya Boy yang sedang mengecek pembukuan.
"Permisi mas, ada apa ya? Mas Boy, panggil aku"
Liv, kenapa kamu tadi ga angkat telepon dari "Juna. Apa kamu marah banget?" Boy bertanya dengan serius kepada Olive.
Dengan ragu Olive pun menjawabnya. "Aku sedang sibuk mas, jadi belum sempat mengangkatnya. Apa ada yang lain lagi mas, yang mau ditanyakan lagi!"
"Arjuna serius sama kamu Liv, dia juga lelaki yang baik. Aku harap kamu memikirkan lagi. Satu hal lagi dia sangat kacau ga ketemu kamu beberapa hari ini." Ucap Boy serius kepada Olive.
Olive hanya diam tidak menjawab pertanyaan Boy, Olive pun berpamitan pada Boy.
Melangkahkan kakinya perlahan dan jantungnya berdetak sangat kencang. Olive mulai mencerna kata-kata Boy. Ia merasakan sakit yang teramat sangat. Kerinduan akan kebersamaannya beberapa hari ini sudah tidak ada.
"Liv, ngapain disini ayok cepat pelanggan lagi banyak." Ajak salah seorang pelayan restaurant yang membuyarkan lamunan Olive.
Olive melanjutkan pekerjaannya, Melayani pesanan pelanggan. Tiba-tiba ia melihat lelaki yang ia rindukan sedang berdiri dihadapannya dan tersenyum lebar kearahnya.
Lanjut.....
harus nya itu olive yang di bela bukan nya Wina,
harus nunggu di suruh bapaknya baru berangkat,jd greget saya Thor 😂
heeeee warbinasahhhh bengalnya andah pak!!!!