NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi Sang Dewa

Jalan Kultivasi Sang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Adit

Di sebuah desa kecil yang terlupakan dunia, seorang anak pemburu hidup dalam kemiskinan sambil merawat ibunya yang sakit parah. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya di hutan demi bertahan hidup, tanpa mengetahui bahwa takdir besar sedang menunggunya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan—ayahnya masih hidup, dan berada di Dunia Atas, tempat para kultivator kuat menguasai langit dan bumi.
Dengan tekad untuk menemukan ayahnya dan mengubah nasibnya, pemuda itu memulai perjalanan kultivasi dari dunia paling bawah. Bersama teman yg ditemui Nya waktu dia masih kecil, ia menghadapi monster, sekte, pengkhianatan, dan perang antar dunia demi mencapai puncak kekuatan.
Sebuah perjalanan dari seorang pemburu desa… menuju penguasa langit tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 - Malam Pertama di Alam Liar

Sore hari perlahan berganti menjadi malam saat matahari mulai tenggelam di balik lautan pepohonan. Setelah berjalan hampir seharian penuh menyusuri jalur hutan yang panjang, Cang Xuan, Tuan Xin, dan Ling Yue akhirnya tiba di sebuah area terbuka yang berada di tengah hutan.

Tempat itu cukup luas dibandingkan daerah di sekitarnya. Hamparan rumput pendek menutupi sebagian besar tanah, sementara pepohonan besar yang menjulang tinggi berdiri mengelilinginya dari segala arah. Cahaya senja yang tersisa menembus celah-celah dedaunan dan menyinari area tersebut dengan warna keemasan yang perlahan memudar.

Tuan Xin mengamati area terbuka itu selama beberapa saat. Tatapannya menyapu pepohonan di sekeliling, kondisi tanah, serta jalur-jalur yang mengarah ke tempat tersebut. Setelah merasa cukup puas, ia menganggukkan kepala.

"Sepertinya tempat ini cukup bagus."

Kemudian ia meletakkan kendi araknya di atas sebuah batu besar yang berada tidak jauh dari sana.

"Kita akan beristirahat di sini malam ini."

Mendengar keputusan itu, Cang Xuan segera memperhatikan keadaan sekitar dengan lebih saksama. Semakin gelap langit di atas mereka, semakin kuat pula rasa waspada yang muncul di dalam hatinya. Bagaimanapun juga, selama enam belas tahun hidupnya, ia belum pernah benar-benar bermalam di tengah hutan tanpa perlindungan apa pun.

"Tuan Xin," panggilnya.

"Hm?"

Cang Xuan menatap ke arah pepohonan yang mulai tenggelam dalam kegelapan.

"Apakah benar kita akan baik-baik saja di sini?"

Nada suaranya terdengar cukup serius.

"Kalau Monster Abyss datang bagaimana?"

Tuan Xin justru terlihat sangat santai. Ia mengibaskan tangannya seolah pertanyaan tersebut bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

"Tenang saja."

Kemudian ia tersenyum tipis.

"Urusan Monster Abyss malam ini biar aku yang menangani."

Jawaban itu membuat Cang Xuan sedikit terdiam.

Ia masih belum mengerti dari mana kepercayaan diri Tuan Xin berasal. Namun mengingat semua hal aneh yang telah diperlihatkan lelaki tua itu sejak mereka bertemu, ia mulai merasa bahwa mungkin memang ada sesuatu yang tidak diketahuinya.

Di sisi lain, Ling Yue yang berdiri tidak jauh dari mereka hanya diam sambil memperhatikan Tuan Xin. Berbeda dengan Cang Xuan, ia sama sekali tidak meragukan kemampuan lelaki tua tersebut.

Jika orang itu benar-benar turun tangan, maka Monster Abyss di hutan ini mungkin justru yang harus merasa khawatir.

Tuan Xin kemudian menunjuk ke arah hutan yang mengelilingi area terbuka tersebut. Meskipun sikapnya terlihat santai, ia tetap tidak melupakan hal-hal dasar yang diperlukan untuk bermalam di alam liar.

"Sekarang lebih baik kita kumpulkan kayu bakar dulu."

Tatapannya beralih ke langit yang semakin gelap.

"Kalau malam tiba tanpa api unggun, itu akan merepotkan."

Cang Xuan dan Ling Yue pun menganggukkan kepala. Mereka segera berpencar ke area sekitar untuk mencari ranting serta batang kayu kering yang bisa digunakan sebagai bahan bakar.

Tidak lama kemudian, suara langkah kaki dan patahan ranting mulai terdengar dari berbagai arah. Sinar matahari yang tersisa semakin redup, membuat suasana hutan perlahan berubah menjadi lebih sunyi dibandingkan sebelumnya.

Di tengah pencarian tersebut, Cang Xuan dan Ling Yue tanpa sadar berjalan ke arah yang sama. Karena area pencarian mereka berdekatan, keduanya akhirnya mengumpulkan kayu bersama-sama.

Beberapa ranting kering berada di tangan Cang Xuan, sementara Ling Yue membawa beberapa batang kayu yang ukurannya sedikit lebih besar.

Di tengah suasana hutan yang semakin tenang, Ling Yue akhirnya memecah keheningan. Sambil membawa beberapa batang kayu di tangannya, ia melirik ke arah Cang Xuan dan bertanya, "Cang Xuan, seperti apa pertama kali kau bertemu dengan Tuan Xin?"

Cang Xuan yang sedang memungut ranting kering berpikir sejenak sebelum menjawab.

"Maksudmu pertemuan pertamaku dengannya?"

Ling Yue menganggukkan kepala.

"Iya."

Setelah mengingat kembali kejadian tersebut, Cang Xuan mulai bercerita.

"Aku bertemu dengannya tepat setelah mengunjungi makam ibuku."

Mendengar itu, Ling Yue langsung mendengarkan dengan lebih serius.

Sementara mereka terus berjalan di antara pepohonan, Cang Xuan melanjutkan ceritanya. "Waktu itu aku baru saja meninggalkan makam ketika Tuan Xin tiba-tiba memanggilku. Dia bilang tertarik kepadaku."

Ling Yue tetap diam sambil mendengarkan.

"Setelah itu dia menjelaskan banyak hal yang belum pernah kuketahui sebelumnya. Mulai dari Dunia Bawah, Dunia Tengah, sampai Dunia Atas. Dia juga menjelaskan sistem kultivasi dan memberitahuku bahwa aku tidak akan bisa berkembang jauh jika terus berada di Dunia Bawah."

Tatapan Cang Xuan sedikit berubah ketika mengingat percakapan tersebut.

"Pada akhirnya, dia berjanji akan membantuku menemukan jalan menuju Dunia Atas."

Ling Yue terdiam selama beberapa saat.

"Oh begitu..."

Suaranya terdengar pelan seolah sedang memikirkan sesuatu.

Cang Xuan yang memperhatikan reaksinya kemudian bertanya, "Kenapa memangnya?"

Ia sedikit mengernyit.

"Bukankah kau dan Tuan Xin sudah saling kenal?"

Untuk sesaat, Ling Yue terlihat sedikit gugup.

Namun ekspresi itu segera menghilang dan digantikan oleh senyum santai.

"Iya, kami memang sudah saling kenal."

Jawabannya terdengar cukup alami.

"Aku hanya penasaran bagaimana kalian bisa bertemu."

Kemudian ia menambahkan dengan santai, "Itu saja."

Mendengar penjelasan tersebut, Cang Xuan mengangguk tanpa curiga.

"Ternyata begitu."

Setelah itu, ia mengangkat pandangannya ke arah langit yang terlihat semakin gelap di balik celah-celah dedaunan.

"Sepertinya kayu yang kita kumpulkan sudah cukup."

Tumpukan kayu yang mereka bawa memang sudah cukup banyak untuk membuat api unggun yang dapat bertahan sepanjang malam.

"Ayo kembali sebelum malam benar-benar tiba."

Ling Yue mengangguk setuju.

Tanpa membuang waktu lagi, keduanya mulai berjalan kembali menuju area terbuka tempat Tuan Xin menunggu. Di sepanjang perjalanan pulang, Ling Yue tetap terlihat tenang dari luar. Namun di dalam hatinya, rasa penasaran terhadap alasan sebenarnya Tuan Xin mendekati Cang Xuan justru semakin besar setelah mendengar cerita tersebut. Sementara itu, Cang Xuan sama sekali tidak menyadari apa yang sedang dipikirkan gadis di sampingnya dan hanya fokus membawa kayu bakar untuk menghadapi malam pertama mereka di tengah hutan.

Tidak lama kemudian, seluruh kayu yang mereka kumpulkan berhasil ditumpuk di tengah area terbuka. Dengan bantuan beberapa ranting kering dan sedikit usaha, api unggun akhirnya berhasil dinyalakan. Nyala api perlahan membesar, menerangi area di sekitarnya dengan cahaya jingga yang hangat.

Sementara malam mulai sepenuhnya menyelimuti hutan, kegelapan perlahan menutupi pepohonan yang menjulang tinggi di sekitar mereka. Suara serangga malam terdengar dari berbagai arah, bercampur dengan gemerisik dedaunan yang sesekali digerakkan angin.

Di tengah area terbuka itu, Cang Xuan, Ling Yue, dan Tuan Xin duduk mengelilingi api unggun. Cahaya api memantul di wajah mereka, mengusir hawa dingin yang mulai turun bersama malam.

Untuk sesaat, suasana terasa cukup hangat dan tenang.

Sulit membayangkan bahwa di luar lingkaran cahaya api unggun tersebut, hutan malam dikenal sebagai tempat yang dipenuhi Monster Abyss yang ditakuti oleh seluruh penduduk Dunia Bawah.

Cang Xuan sesekali menatap ke arah kegelapan di antara pepohonan. Meskipun ia berusaha terlihat tenang, nalurinya sebagai pemburu membuatnya tetap waspada terhadap segala sesuatu yang bergerak di luar jangkauan pandangan.

Sebaliknya, Tuan Xin terlihat sangat santai. Lelaki tua itu duduk sambil memegang kendi araknya dan sesekali menyesap isinya tanpa sedikit pun terlihat khawatir.

Ling Yue yang duduk di sisi lain api unggun memperhatikan keduanya secara diam-diam. Di satu sisi ada Cang Xuan yang masih belum mengetahui banyak hal tentang dunia ini, sementara di sisi lain ada Tuan Xin yang menyimpan jauh lebih banyak rahasia daripada yang diperlihatkannya.

Di bawah langit malam yang dipenuhi bintang, ketiga pengelana itu duduk mengelilingi api unggun yang menyala tenang. Tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa jauh di balik kegelapan hutan, beberapa pasang mata perlahan mulai terbuka, mengawasi cahaya api yang menjadi satu-satunya sumber terang di tengah malam yang sunyi.

End Chapter 19

1
asri_hamdani
tangkap 1-2 kan bisa untuk ganjel perut lapar 🤔
.: karena menurut Cang xuan menangkap hewan hewan kecil seperti kelinci ataupun kucing hutan itu hanya membuang-buang waktu karena hewan tersebut memiliki pergerakan yg cukup lincah Apalagi walaupun berhasil menangkap dia hanya mendapatkan koin yg sedikit apalagi dia mempunyai waktu terbatas yaitu jangan sampai malam hari karena banyak monster abbys yg berkeliaran oleh karena itu daripada membuang buang waktu ke hewan yg memiliki nilai koin yg sedikit menurut Cang xuan lebih baik mencari hewan yg ukuran nya cukup besar dan mendapatkan koin yg lebih banyak dibandingkan harus bersusah payah menangkap hewan ukuran kecil
total 1 replies
Kevandra
B🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!