NovelToon NovelToon
ISTRI YANG TERSIKSA

ISTRI YANG TERSIKSA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:536.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: FRESH NAZAR

BACAAN 18+ Harap tidak dibaca oleh yang di bawah umur tersebut.
Pernikahan Saras yang indah berubah mengerikan karena suaminya Aidan ternyata seorang monster galak. Lebih parah lagi Aidan dan Papanya menyimpan rahasia kelam terhadap Mama Aidan. Tapi kenapa Saras yang hidup tersiksa akhirnya bisa meraih bahagia? Yuk, baca biar gak penasaran....
PERINGATAN: Beberapa tokoh di novel ini tidak biasa. Jangan baper dengan tingkah Aidan dan Papanya yang raja tega. Masih ada tokoh Nerissa, Jhon dan Emaknya Jhon yang rada gila tapi lucu. Baca sampai habis biar tau serunya Emak si Jhon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FRESH NAZAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32. Steak Ikan di Pesawat

Sam mengambil hand phone Heru. Anak buahnya yang lain segera meringkus Heru. Lelaki itu dipegangi dengan kuat oleh dua orang hingga tak bisa lepas.

Sam memberikan hand phone ke Pak Argajaya. “Ini, Boss…”

Pak Argajaya menerima hand phone  sambil tertawa. “Sekarang aku tau siapa yang berhianat di antara anak buahku… Ternyata kamu!” Ia menatap jengkel ke Heru.

Heru diam saja.

“Kau tau apa yang akan aku lakukan ke orang yang berani menghianatiku?!”

Heru bergidik. Paham ada ancaman mengerikan di balik kalimat pak Argajaya.

Sam dan anak buahnya yang lain tau apa yang akan menimpa Heru. Mereka diam saja tak berani bicara apa-apa.

“Aku gak akan buru-buru  menyiksamu. Aku ingin melihatmu sakit pelan-pelan sampai kamu gak tahan lagi dan menyesal sudah berani menghianati majikanmu!”

Heru meronta hendak melepaskan diri. Tapi kedua security dengan mudah menguatkan cekalan mereka ke tubuh Heru.

“Mau kabur kemana kamu?!” Pak Argajaya jengkel melihat Heru meronta.

DUUGG!

Pak Argajaya melayangkan tinju keras ke wajah Heru. Heru menjerit kesakitan.

“Berani sekali  kamu menghianati aku…!”

Heru diam saja.

DUUGG!

Tinju Pak Argajaya kembali mendarat di wajah Heru, lebih keras.

“Oke.  Sekarang kita ngobrol sedikit…." Pak Argajaya melotot ke Heru.  "Siapa yang menyuruhmu berhianat padaku?!”

Heru masih diam. Tak mau menjawab.

“Jadi kamu gak mau bilang?”

Pak Argajaya jengkel. Ia  memberi kode kepada seorang security. Ia menunjuk pentungan yang dipegang security itu.

Security itu paham. Ia segera memberikan pentungan ke Pak Argajaya.

“Ini hadiah buat sarapan pagimu….!” Pak Argaya mengangkat pentungan itu.

BUUKK! Diayunkannya pentungan ke mulut Heru.

”Aaaargghh..” Heru menjerit kesakitan.

Terlihat mulut Heru berdarah.

PLUUKK! Sebuah gigi depan Heru jatuh keluar dari mulutnya. Ada darah juga di gigi itu.

Heru gemetar kesakitan. Tapi Pak Argajaya malah tertawa melihatnya.

“Kau akan menderita lebih sakit  kalau kau tidak mau membuka rahasia siapa orang yang sudah menyuruhmu jadi penghianat!” Geram Pak Argajaya!

Heru menahan sakit dan nyeri. Mulutnya masih tak berhenti mengeluarkan darah.

“Masukkan dia ke ruang bawah tanah!” Perintah Pak Argajaya ke Sam. “Dia akan mendapat siksaan lebih hebat kalau gak mau bilang siapa orang yang menyuruhnya jadi penghianat!”

*

“Sayang…. Kamu mau makan  apa?”

Saras membangunkan Aidan yang tidur di pesawat. Baru saja pramugari menghampirinya sambil membawa trolley yang penuh berisi makanan dan minuman.

Aidan menggeliat dengan malas. Ia masih mengantuk. “Terserah…”

Saras tersenyum ke pramugari bule yang cantik itu. “Dua steak ikan. Minumnya jus apel dan susu.”

Pramugari segera menyiapkan pesanan Saras dari trolley makanannya. Diambilnya dua box steak ikan dan minuman yang lalu ditaruh di baki.

“Sayang, bangun sebentar…” Saras membangunkan Aidan karena pramugari harus menaruh baki makanan di depan Aidan. Sementara meja sandaran di depan Aidan belum diturunkan.

Aidan bangun. Masih mengantuk. Ia menurunkan  meja sandaran di depannya. Pramugari segera menaruh baki makanan berisi steak di meja itu.

“Silakan. Selamat makan.” Pramugari menyilakan dalam bahasa Inggris.

“Thanks.” Saras menyahut ramah.

Saat ini Saras dan Aidan dalam perjalanan pulang di pesawat yang menuju Jakarta. Tak terasa bulan madunya berakhir dan mereka harus sudah kembali ke Indonesia.

“Ini apaan?!” Tiba-tiba suara Aidan kesal.

Saras menoleh. Ia melihat Aidan menunjuk box makanan di depannya.

“Steak ikan…” Sahut Saras.

“Kok steak ikan?! Kenapa kamu gak minta beef? Kan pasti ada beef ditawarin pramugari?!” Aidan melotot.

DEEGG!

Saras jadi gak enak hati. “Sayang, kan tadi aku tanya. ‘kamu mau makan apa?’ Terus kamu bilang terserah. Jadi aku pesanin steak ikan…” Saras menjawab lembut berusaha meredam amarah Aidan.

“Kan kamu yang suka steak ikan! Kenapa aku jadi dipesanin steak ikan juga?! Aku mau beef steak!” Suara Aidan jengkel.

Saras diam. Merasa bersalah.

“Ya udah, nanti kalo pramugarinya lewat. Aku mintain beef steak…. Tunggu ya sayang.”

Lama pramugari tak lewat. Saat itu memang jam makan di pesawat. Para pramugari masih sibuk membagikan makanan dan melayani  para penumpang yang nyaris memenuhi pesawat.

Suasana kaku terasa antara Aidan dan Saras. Hingga Saras jadi  gak enak mau ngapa-ngapain.

“Lama bener pramugarinya balik!” Aidan jengkel. “Mana aku sudah laper…!”

Saras tak berani menyahut ucapan suaminya. Ia menuggu pramugari lewat lagi.

Hampir sepuluh menit kemudian baru pramugari lewat lagi mendorong trolley makanan.

Saras yang duduk lebih dekat jalur tengah (adapun Aidan duduk di dekat jendela), segera berkata ke pramugari.

“Maaf, apa bisa saya menukar steak ikan ini dengan beef?”

“Sebentar saya cek.” Pramugari mengecek makanan di trolley. Kemudian ia menggeleng. “Maaf. Beef steak habis. ini yang masih sisa steak ikan juga.”

Saras kecewa. Ia mengangguk maklum. “It’s oke…”

Pramugari pergi lagi. Saras melihat Aidan cemberut. Steak ikan di baki depannya sama sekali tak disentuh.

“Maaf sayang. Beef steaknya habis. Mau gak mau, kamu terpaksa harus makan steak ikan…”

“Huhhh!” Aidan mendengus jengkel. “Siapa yang mau steak ikan?! Makan ini sama kamu kalau kamu mau…?!”

DEEGG!

Saras kaget dijutekin.

Para penumpang di baris yang sama tapi di seberang mereka menoleh menatap Aidan dan Saras. Orang-orang itu  heran kenapa Aidan jutek ke Saras.

Aidan melotot ke  para penumpang yang menoleh padanya dan Saras.

Para penumpang itu segera mengalihkan pandangan ke makanan di depannya. Mereka  langsung makan pura-pura gak melihat Aidan yang masih melotot galak.

*

“Setaannnn….! Kenapa di hand phone Heru gak ada nama Bu Wicaksono atau nama orang misterius itu?!”

Di ruang tengah villanya, Pak Argajaya kecewa mengamati hand phone Heru. Ada Sam dan para anak buahnya juga disitu.

“Mungkin dia rubah namanya, Boss.” Kata Heru.

“Maksud kamu?”

 “Di hand phone itu nama Bu Wicaksono ditulis jadi Kekeyi Putri Cantikka atau Nikita Mirzani…” Sam menjelaskan.

“Huhh!” dengus Pak Argajaya. “Enggak! Gak Ada nomer Bu Wicaksono disini. Sudah saya cocokkan nomer hand phone Bu Wicaksono yang saya punya dan masukkan disini.  Tapi  nomer itu gak ada di hand phone Heru. Mungkin sudah dia hapus atau apa.”

“Mungkin dia memang gak punya nomer Bu Wicaksono?! Lebih baik kita tanya dia lagi, Boss!”

Semua orang itu lalu turun ke ruang bawah tanah.

Tampak Heru di dalam ruangan itu.  Wajah Heru ditutupi kantung kertas. Kini Heru hanya mengenakan celana dalam. Kedua tangan Heru terbentang lebar ke atas,  kiri kanan. Kedua tangan Heru diikat tali yang disambungkan ke langit-langit ruangan.

SRTTT!

Kantong kertas yang menutupi kepala Heru dibuka Pak Argajaya dengan kasar.  Terlihat wajah Heru yang pucat ketakutan. Ada bekas luka di mulutnya tapi sudah mengering.

“Oke. Sekarang saya tanya baik-baik.” Pak Argajaya menatap Heru yang berdiri  tak berdaya karena tangannya terikat. “Kalau kamu mau menjawab jujur, kamu gak akan saya siksa. Tapi kalau kamu gak mau menjawab…  Sudah pasti kamu  tau apa yang bakal saya lakukan?! Iya kan?!”

Senyum jahat tersungging di bibir pak Argajaya. Sam lalu mendekati Bossnya dan memberikan sebuah cambuk. Pak Argajaya memegang cambuk itu sambil menyeringai seram.

Heru bergidik ketakutan.

“Oke. Siapa yang menelpon kamu saat kita sedang di mobil waktu mengejar Bu Wicaksono?”

Heru berpikir sebelum menjawab. Suaranya gemetar.

BERSAMBUNG……

1
Fitri Yuli
Lumayan
Ani Mendur
biasa jo
Irfan Idris
si Aidan hiperseks
玫瑰
lucu nya 🤭🤣😂😂😂
玫瑰
🤣🤣
玫瑰
Setuju
玫瑰
materialistic..huh
玫瑰
setelah membaca komen dan rekomen dari NT,aku singgah di sini.
Kalee Chan
yaa Alloh gustii...
kui si emak ganggu wae.
sak.e cah cah.. lgi panas panass.e diganggu.. gek Rasane wiiih Ra karuan.. sabaaar yaa narissa.🤭🤭
Jro Ratih
judul sm cerita nggak nyambung banget....
Balqis Shopp
klau aku jadi rama... setelah kejadian itu biar saras di buang sama adian dan mau balikan ke Rama lagi ..gue ogah... biar nangis darah juga saras nya gak sudi balikan termasuk cewe matre ihh benci 🤬
Suryani
lanjut
Umisah Asther
Q suka karyamu thor
choirunissa
mulai bqcq
@Ani Nur Meilan
mampir lagi Dan like

sambil nunggu Boss Barton Up lagi 🤗🤗🤗
Yani mulyani
giru trus bosenn
Yani mulyani
ga ada romantis" nya ..sllu d skip...konflik trus isinya
Yani mulyani
harusnya tadi pendarahan pas d dorong sama c aiden jd biar dia merasa bersalah...bkn don rama ..jd kan nyalahin rama ...
Yani mulyani
knp selalu ada kata JREENG sihhh galfok jd ga enak bacanya
Istri pangeran
sebel jg nih wanita keriput...napa ggu org mlulu kyk gak ada kerjaan
emang dl gak pernah gituan gitu??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!