NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Satisuci Ituaku

Naya terpaksa menggantikan kakak tirinya yang kabur beberapa jam sebelum pernikahan dengan Adrian, seorang CEO dingin yang lumpuh akibat kecelakaan misterius.

Bagi Adrian, Naya hanyalah pengganti yang harus menanggung dosa keluarganya. Di rumah mewah yang terasa seperti penjara, Naya dipaksa menjalani kehidupan penuh penghinaan dan penderitaan.

Namun Adrian tidak mengetahui satu kebenaran besar.

Wanita yang selama ini ia benci adalah orang yang pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya dari maut tiga tahun lalu.

Saat perlahan rahasia itu mulai terungkap dan hati Adrian mulai luluh, Naya justru memilih pergi.

Kini Adrian harus menghadapi satu pertanyaan yang terus menghantuinya:

Masih adakah kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya sebelum wanita yang dicintainya menghilang untuk selamanya? ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Satisuci Ituaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Mereka Mengincar Anakku

Pagi itu, suasana di kediaman keluarga Amarta terasa hangat dan damai.

Sinar matahari menyelinap melalui jendela besar ruang keluarga, menerangi setiap sudut ruangan dengan cahaya keemasan yang menenangkan.

Naya duduk di sofa panjang sambil merajut sepasang kaus kaki bayi berwarna putih.

Perutnya yang kini memasuki usia kandungan tujuh bulan tampak semakin membulat.

Sesekali senyum lembut menghiasi wajahnya ketika merasakan gerakan kecil dari calon buah hatinya.

"Ibu, sepertinya dia aktif sekali hari ini," ujar Naya sambil mengusap perutnya.

Ibu Rahayu yang duduk di sampingnya tersenyum hangat.

"Itu pertanda anaknya sehat."

Tak jauh dari sana, Adrian sedang menjalani latihan berjalan dengan bantuan tongkat khusus.

Meski langkahnya masih perlahan, kemajuannya sangat terlihat.

Setiap langkah yang berhasil ia ambil terasa seperti kemenangan besar.

Naya memandang suaminya dengan bangga.

Pria itu telah berjuang keras selama berbulan-bulan.

Bukan hanya untuk dirinya sendiri.

Tetapi juga demi dirinya dan anak yang akan segera lahir.

Namun ketenangan pagi itu mendadak berubah.

Langkah cepat terdengar dari arah pintu utama.

Dimas muncul dengan wajah serius.

Sangat serius.

"Tuan Adrian."

Adrian langsung menghentikan latihannya.

"Ada apa?"

Dimas membawa sebuah kotak hitam kecil.

"Kotak ini ditemukan di pos keamanan satu jam yang lalu."

Adrian mengernyit.

"Siapa pengirimnya?"

"Tidak ada identitas."

Suasana ruangan langsung berubah hening.

Dengan hati-hati, Dimas membuka kotak tersebut.

Begitu melihat isinya, wajah Naya langsung memucat.

Di dalam kotak itu terdapat satu lembar foto.

Foto hasil USG kandungannya.

Tangannya langsung bergetar.

"Itu hasil pemeriksaan dua minggu lalu..."

Suara Naya terdengar pelan.

Foto itu seharusnya hanya dimiliki keluarga dan dokter pribadi mereka.

Bagaimana bisa berada di tangan orang lain?

Tatapan Adrian langsung berubah dingin.

Sangat dingin.

Aura berbahaya yang selama ini menghilang kembali muncul.

"Dimas."

"Ya, Tuan."

"Cari tahu siapa yang mengirim ini."

"Baik, Tuan."

Namun ternyata masih ada sesuatu di dalam kotak tersebut.

Dimas menemukan secarik kertas kecil.

Perlahan ia membukanya.

Wajahnya langsung berubah.

"Tuan..."

"Katakan."

Dimas menyerahkan kertas itu kepada Adrian.

Di atas kertas hanya tertulis satu kalimat.

'Tidak semua pewaris Amarta akan lahir ke dunia.'

Brak!

Tangan Adrian menghantam meja kaca di sampingnya.

Retakan langsung menjalar di permukaan meja.

Naya tersentak.

Ibu Rahayu memegang dada karena terkejut.

Sementara wajah Adrian berubah kelam.

Tidak ada yang boleh mengancam keluarganya.

Tidak ada.

Terutama anak yang sedang dikandung Naya.

"Aku ingin seluruh sistem keamanan ditingkatkan mulai hari ini."

"Siap."

"Tambahkan personel."

"Baik."

"Periksa seluruh staf rumah."

"Siap."

"Dan temukan siapa pun yang berani menyentuh keluargaku."

Dimas mengangguk tegas.

Ia tahu.

Ini bukan lagi sekadar ancaman.

Ini adalah perang.

---

Siang harinya, kediaman Amarta berubah seperti benteng.

Petugas keamanan berjaga di setiap titik.

Mobil patroli berkeliling tanpa henti.

Seluruh akses keluar masuk diperiksa ulang.

Tidak ada satu orang pun yang luput dari pengawasan.

Di tengah suasana itu, Naya berjalan perlahan menuju taman belakang.

Adrian yang melihatnya segera menghampiri.

"Kamu kenapa keluar sendiri?"

"Saya hanya ingin mencari udara segar."

Adrian menggenggam tangannya.

"Kamu takut?"

Naya terdiam beberapa saat.

"Lumayan."

Ancaman pagi tadi masih terbayang jelas dalam pikirannya.

Siapa yang mengirim foto itu?

Siapa yang mengetahui data kandungannya?

Dan mengapa mereka mengincar bayi yang bahkan belum lahir?

Adrian mengangkat tangan istrinya lalu mengecupnya perlahan.

"Dengarkan aku."

Naya menatap wajah suaminya.

"Tidak akan ada yang menyentuhmu."

Tatapan Adrian penuh keyakinan.

"Tidak akan ada yang menyentuh anak kita."

Suara pria itu terdengar mantap.

"Aku sudah kehilangan terlalu banyak hal dalam hidupku."

Tangannya berpindah ke atas perut Naya.

"Tapi aku tidak akan kehilangan kalian."

Mata Naya mulai berkaca-kaca.

Perlahan ia mengangguk.

"Saya percaya pada Mas."

Tepat saat itu, bayi di dalam kandungan bergerak.

Adrian membeku.

Lalu senyum tipis muncul di wajahnya.

"Dia mendengar kita."

Naya ikut tersenyum.

Untuk sesaat, semua ketakutan itu menghilang.

Yang tersisa hanyalah kebahagiaan sederhana sebagai calon ayah dan ibu.

Namun mereka tidak menyadari...

Di sebuah ruangan gelap yang hanya diterangi lampu meja, seseorang sedang memandangi foto keluarga mereka.

Foto itu dipenuhi coretan tinta merah.

Tepat di atas perut Naya terdapat tanda silang besar.

Pria itu tersenyum dingin.

"Sebentar lagi..."

Tangannya mengambil foto USG yang sama.

Tatapannya penuh kebencian.

"Pewaris Amarta tidak boleh lahir."

Senyuman mengerikan muncul di wajahnya.

Sementara petir menyambar langit malam.

Dan tanpa disadari siapa pun...

badai yang jauh lebih berbahaya sedang bergerak menuju keluarga Amarta.

Bersambung...

1
falea sezi
😒 telat lu bangke
Dinatha: saya follow ya🙏
total 4 replies
Satisuci Ituaku
mksih kk
Rani Saraswaty
knp cpt bgt tau sih??? 🤭
Satisuci Ituaku: mksih udah mampir kk
total 1 replies
Rani Saraswaty
kan kaya...mudah tuh cari yg bw lari uangnya...knp repot2...seluruh kluarga bs msk sel
Satisuci Ituaku
siap kk mksih udh mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!