NovelToon NovelToon
Obsession

Obsession

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Badboy / Obsesi / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wida Dwi Oktafiani

Karena sebuah ciuman Gibran jadi terobsesi dengan Diandra.

Sebuah ciuman yang membuat Gibran ingin memiliki Dirandra seutuhnya dan hanya untuknya.

"You're my baby Diandra"

Obsesi gila yang menuntut Gibran untuk segera menikahi Diandra sebelum orang lain merebut gadis itu darinya.

Dan obsesi gila yang membuat Gibran nekat melakukan apapun untuk membuat Diandra menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kisah Masa Lalu

Dua bulan sudah usia kandungan Diandra janin yang ada di dalam perutnya sangat sehat, dia baru saja check up bersama dengan suaminya. Rasa bahagia menyeruak dihati keduanya selama perjalanan pulang Gibran terus menggenggam tangan istrinya sambil sesekali menciumnya.

Beruntung sekali Gibran bertemu dengan Diandra meskipun dia menggunakan cara yang salah untuk mendapatkannya, tapi Gibran bersyukur karna sekarang Diandra ada dalam genggamannya. Sesekali Diandra ikut ke butik Sahara juga dia melakukan pekerjaannya sambil mengawasi Gibran karena takut pria itu dekat dengan wanita lain.

Diandra yang dulu bersikap acuh kini sangat pecemburu bahkan Gibran pernah didiami seharian hanya karena salah satu model yang waktu itu melihat hasil pemotretan dikameranya. Tidak main-main bukan hanya mendiamkan Diandra juga tidak mau disentuh oleh Gibran membuat suaminya itu hampir frustasi.

Tapi, Gibran juga senang karena sekarang Diandra sudah tidak malu lagi menunjukkan rasa cintanya.

Diandra bahkan sering memeluknya dibutik atau yang paling ekstrim mencium pipinya dihadapan orang-orang.

"Daddy ayo ke kedai ice cream." Ajak Diandra

"Mau makan ice cream?" Tanya Gibran

Diandra tersenyum dan mengangguk dengan semangat.

"Oke baby kita ke kedai ice cream." Kata Gibran

Senyum Diandra mengembang dengan sempurna dan begitu sampai di kedai ice cream dia bergegas keluar sambil menarik-narik tangan Gibran agar cepat. Sambil menggelengkan kepalanya pelan Gibran merangkul istrinya dengan sayang lalu duduk ditempat yang kosong dan pergi memesan.

"Mau rasa apa baby?" Tanya Gibran

"Emm coklat sama vanilla." Kata Diandra

"Oke tunggu disini ya? Biar aku pesan." Kata Gibran yang dijawab dengan anggukan oleh istrinya

Keadaan kedai siang ini cukup ramai dengan anak sekolahan karena memang harganya yang lumayan terjangkau. Beberapa kali Diandra kesini bersama dengan Gibran dan sekarang dia ketagihan.

Tidak butuh waktu lama Gibran kembali dan tersenyum padanya sambil membawa air mineral.

"Daddy mau minum juga." Kata Diandra

Mengangkat sebelah alisnya Gibran memberikan air mineralnya pada Diandra.

"Habis ini aku mau beli jajan ke supermarket." Kata Diandra

"Apapun untuk kamu baby." Kata Gibran

Sesaat setelahnya pesanan mereka datang membuat senyum Diandra semakin mengembang, dia memakan ice creamnya dengan penuh semangat. Melihat hal itu Gibran merasa senang meskipun usia kandungannya baru dua bulan, tapi Diandra terlihat lebih berisi apalagi pipinya yang semakin tembam membuat istrinya itu terlihat semakin menggemaskan.

Belakangan ini nafsu makan Diandra memang meningkat meskipun setiap pagi dia selalu merasakan mual dan muntah, tapi setelahnya Diandra akan terus makan. Tentu saja Gibran senang, tapi dia tetap mengatur pola makan istrinta agar tidak terlalu banyak makan makanan pedas juga es yang bisa membuatnya sakit.

"Daddy aku mau coba ice creamnya." Kata Diandra

Tersenyum singkat Gibran mengambil sesendok ice cream miliknya dan menyuapi untuk Diandra.

"Enakan punya Daddy aku mau tukar." Kata Diandra

"Baby mau yang ini?" Tanya Gibran

Diandra mengangguk lalu menukar mangkuk ice cream mereka, tidak ada protes Gibran hanya membiarkannya saja.

"Daddy tidak marah?" Tanya Diandra

"Tidak baby kamu bisa dapatkan apapun yang kamu mau." Kata Gibran sambil tersenyum

Diandra ikut tersenyum mendengarnya lalu menghabiskan ice cream milik Gibran dalam waktu singkat. Melihat hal itu Gibran menggelengkan kepalanya pelan apalagi ketika Diandra masih melirik ice cream miliknya.

"Masih mau?" Tanya Gibran

Dengan cepat dia mengangguk lalu ketika Gibran memberikan ice cream itu untuknya Diandra langsung mengambilnya dengan penuh semangat. Tertawa kecil Gibran mencubit pipi Diandra dengan gemas dan memperhatikannya yang begitu lahap menghabiskan ice creamnya.

Gibran hanya makan beberapa suap, tap Diandra menghabiskan sangat banyak.

Tidak masalah hanya sesekali juga karena Gibran setidaknya mengizinkan lagi setelah tiga hari. Tak butuh waktu lama Diandra sudah menghabiskan semua ice creamnya lalu menatap Gibran dengan senyuman.

"Sudah Daddy"

"Pulang?"

Diandra mengangguk singkat membuat Gibran tersenyum lalu pergi untuk membayar. Selesai membayar mereka pergi ke parkiran lalu memasuki mobil dan Gibran langsung melaju pergi ke supermarket.

Entah apa yang mau dibeli istrinya Gibran hanya akan mengikuti saja dan menuruti selagi tidak membahayakan kesehatan istri juga anaknya. Begitu sampai di supermarket Diandra mengambil troli belanja dan meminta Gibran untuk mengikutinya.

Pertama mereka pergi ke rak berisikan minuman lalu Diandra mengambil beberapa kotak susu dan setelahnya pergi ke tempat makanan ringan. Sampai disana senyum Diandra mengembang lebar dia mengambil banyak sekali cemilan membuat Gibran tertawa kecil melihatnya.

"Sudah?" Tanya Gibran ketika Diandra berhenti

"Sudah, tapi mau beli shampoo dulu dirumah habis." Kata Diandra

Mengangguk singkat Diandra bertanya shampoo mana yang biasa suaminya pakai karena dia sangat suka baunya.

"Ini?"

Gibran mengangguk sebagai jawaban dan Diandra langsung mengambil dua lalu memasukkan kedalam troli.

"Sudah ayo bayar terus kita pulang." Kata Diandra

Sekali lagi Gibran hanya mengikuti kemauan istrinya mereka mengantri untuk membayar ke kasir. Setelah selesai Gibran memasukkan kantung belanjaan ke jok belakang dan membukakan pintu untuk istrinya.

Selama perjalanan pulang Diandra diam sambil meminum susu yang tadi dia beli. Sungguh Diandra itu sangat menggemaskan, tingkahnya yang polos membuat Gibran gemas sendiri dan merasa kalau istrinya itu mirip dengan Alana.

"Daddy"

"Iya"

"Emm tidak papa manggil saja." Kata Diandra

Gibran hanya tersenyum dan kembali fokus ke depan hingga akhirnya mereka sampai di rumah.

Iya, rumah milik mereka sendiri.

Sudah satu minggu ini mereka tinggal di rumah baru yang Gibran siapkan semua isinya mereka beli bersama-sama, tapi ada beberapa barang yang Diandra bawa dari rumah lamanya. Sedangkan apartemen mereka akan pergi kesana kalau ingin dan Diandra sangat suka rumahnya.

Tidak terlalu besar dan minimalis, lagi barang-barangnya dia yang memilih. Setelah memasukkan mobilnya ke garasu Gibran mengeluarkan kantung belanjaannya lalu masuk kedalam rumah.

Mereka mendudukkan diri di ruang tamu dan Diandra langsung membuka kantung belanjaannya mencari coklat yang dia beli. Setelah dapat dia mendekat pada Gibran dan duduk dipangkuannya.

"Daddy mau?" Tanya Diandra setelah dia berhasil membuka coklatnya

"Suapi"

Diandra tersenyum lalu meyuapi Gibran coklat yang tadi dia beli dan setelahnya Diandra memakannya untuk dia sendiri.

"Daddy"

"Hmm"

"Aku mau cerita." Kata Diandra

"Cerita apa hmm?" Tanya Gibran

Diandra tersenyum lalu menaruh coklatnya di meja dan mengatakan hal yang membuat wajah Gibran murung.

"Cerita tentang Sagara." Kata Diandra

"Untuk apa?" Tanya Gibran ketus

Nada bicara itu membuat Diandra cemberut dan mengeluh kesal.

"Kok marah?" Tanya Diandra sedih

"Kenapa harus cerita tentang dia hmm?" Tanya Gibran

"Mau ajaa memang gak boleh? Yaudah kalau gak boleh gak papa." Kata Diandra sedih

Menghela nafasnya pelan Gibran meminta Diandra untuk melanjutkan perkataannya.

"Boleh, cerita saja sampai kamu puas." Kata Gibran membuat Diandra kembali tersenyum

"Sagara itu teman aku waktu SMA dia baik bangett kita sering ke perpustakaan dan belajar bareng disana dan Sagara juga sering antar aku pulang sekolah," Kata Diandra.

Percayalah Gibran sudah panas sendiri mendengarnya.

"Kami pernah ke pasar malam terus naik bianglala seneng banget dan disana dia cium kening aku sambil bilang suka dan minta aku buat jadi pacarnya," Kata Diandra.

Gibran semakin panas mendengarnya, dia kesal.

Bayangan Diandra bersama pria lain bahkan ciuman meski hanya dikening itu adalah hal yang membuatnya marah.

"Kami pacaran terus jadi diomongin hampir satu sekolah, tapi setelah kematian orang tua aku kami putus dan aku pergi gitu aja," Kata Diandra sambil tersenyum.

Berdeham pelan Girban menahan diri untuk tidak menghentikan Diandra bercerita.

"Ternyata dia cari aku waktu kita ketemu di acara itu yang Daddy marah dia bilang kalau dia kangen sama aku dan masih suka sama aku terus....hmmp"

Diandra memundurkan tubuhnya ketika Gibran meraih tengkuknya dan menciumnya tanpa permisi.

Sudah cukup Gibran tidak mau dengar, dia kesal sekali meski hanya sekedar cerita dan Diandra sudah menjadi miliknya tetap saja dia tidak suka. Begitu Gibran menjauhkan wajahnya Diandra memukul pelan pipi suaminya dan melayangkan protes.

"Kan belum selesaiii." Keluh Diandra

"Sudah tidak usah dilanjutkan." Kata Gibran

Berdecak kesal Diandra turun dari pangkuannya sambil menghentakkan kakinya kesal dan berjalan menjauh.

"Baby"

"Jahatt aku belum selesai ceritanya!"

Ayolah mana mungkin Gibran sanggup mendengar istrinya itu menceritakan pria lain?

Pria yang merupakan saingannya!

¤¤¤

Update lagiiii😚

1
Shifa Burhan
novel ini bagus tapi author masih ikut cara konflik klasik seorang wanita
ini konflik klasik
*jika pemeran utama wanita (istri) buat salah, kalian akan tutupi dengan pemeran utama pria (suami) dibuat emosi dan buat kesalahan jadi jatuh nya ujung2 sang suami lah yang minta maaf
*jika sang suami yang membuat salah, suami yang berjuang untuk minta maaf dan memiliki memperbaiki kesalahan

ini saran sikit
*jika suami buat salah pasti akan dibuat menyesal, dapat balasan, minta maaf, berjuang dapat kesempatan, dan memperbaiki kesalahan
*yang harus adil juga jika pemeran utama wanita buat salah harus juga dia dibuat, menyesal, minta maaf dan berjuang ini baru novel yang adil

ini dia konflik yang kurang adil menurut aku
*diandra diam saat mau dicium sagara tapi kesalahan diandra ini kalian tutupi dengan kalian buat gibran berbuat salah yang ujung2nya gibran yang merasa bersalah, menyesal, dan minta maaf
*diandra memaksa ingin menemui pria lain, ini kesalahan sadar tidak diandra sudah tidak peka dan melukai perasaan suaminya tapi novel ini malah anggap ini lucu2an dan bukan masalah
Maria Mahdalena Manalu
aku sangat suka banget sama karakter diandra 😍🤩🤩
Dwie adja
ok
Sundari
Aku baca bagian ini jadi sedih dan nangis. Sedih karna ga ada sosok kakk/abang kayak gavin di keluarga aku. Pengen punya abang/adik yg kuak gavin. Perhatian dn sayang sama adek-adek nya
Surati
Gibran dengan cintanya yang tulus untuk Diandra yang masih trauma dengan perceraian orang tuanya, akhirnya karena dengan ketulusan cinta bisa mendobrak hati Diandra yang terluka. semoga berbahagia selalu
rinny
ceritanya sang apik, romantis, AQ suka novel yg bergenre kaya gini.
putia salim
diandra yg sekarang emang pemaaf👍
putia salim
😍😍
putia salim
kalau akur gitukan seneng liatnya
putia salim
hmmmm🤦‍♀️udah ditolak masih aja ngethek
putia salim
gw aq yg cm baca ikutan kuciwo
putia salim
lagian gibran jg...
siapa coba wanita yg g marah,kecewa,dan salah paham kalau suaminya berbohong brpelukan sm mantan di depan istrinya pula
Rina
cinta itu atas dasar kepercayaan.. kalau ngga bisa percaya gimana mau cinta.. buktikan dulu jauhi para cabe, pelakor, ayam dll
Rina
melihat posisi diandra jelas tidak akan percaya sama gibran.. apalagi terkenal sebagai playboy..
putia salim
lebay....🤦‍♀️
putia salim
kalau gw jd gibran auto udah gw sumpel tu mulut pakai sabel setan,
kesel gw,mana ada nyidam ky gitu🤦‍♀️
putia salim
utututuuuu....emesss🤗
putia salim
cb suami gw ...past udah hmmmm🙆
putia salim
yeeeee....baikan👏👏😁
putia salim
anetta minta di🔨🔨⛏️⛏️⛏️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!