NovelToon NovelToon
KEKASIH GELAP WALI KOTA

KEKASIH GELAP WALI KOTA

Status: sedang berlangsung
Genre:POV Pelakor / Konflik etika / Balas Dendam
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Wen Cassia

Dalam setiap imaji tentang masa depan, Summer tidak menemukan gambaran selain Denver dan mata cokelat gelapnya yang hangat. Hidupnya dijejali dengan fantasi manis bahwa kehidupan tentram, jauh dari carut-marut dan kutukan, hanya bisa ia dapatkan jika Denver bersamanya.

Namun, Summer lupa satu hal: Obsesi selalu berkelindan erat dengan kemuakan. Denver akhirnya menemukan cara untuk lepas dari tali kekang Summer, mengesampingkan harga yang harus perempuan itu tanggung agar Denver bisa bernapas dengan leluasa.

Sayangnya, kalkulasi Denver agak meleset kali ini. Summer memang terperosok ke penjara lembap dan dingin, namun di tempat itu pula ia menjelma menjadi iblis yang melafalkan syair pembalasan dendam setiap malam. Dan agar bisa berdiri di podium pemenang, tersenyum congkak layaknya mimpi buruk, Summer harus bisa memenangkan hati Archilles Meridian, sang wali kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wen Cassia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 | PRIA DI DALAM SEDAN

“Aku mulai bosan melihatmu terus-menerus.” Summer menumpukan kepala pada tangan yang bersandar pada pinggiran kaca mobil, melirik masam sang pengemudi yang tampak sedang menikmati lagu yang diputar dengan volume rendah.

“Mau bagaimana lagi, Kian yang mengirimku.” Wajah Alkaios berseri-seri, tangannya lincah memutar kemudi, membelokkan mobil ke jalan raya yang tidak terlalu padat. “Aku tidak bisa menolak permintaan teman.”

“Teman,” cibir Summer. “Kau tidak ada kerjaan, ya? Bukankah kemarin kau bilang kau pemimpin redaksi atau semacamnya?”

“Aku juga cucu pemilik perusahaan—siapa tahu kau lupa.” Alkaios menoleh sebentar sembari menyeringai lebar. “Aku bisa absen selama lima hari penuh dan tidak bakal ada yang berani melayangkan komplain.”

“Bocah manja menyedihkan berarti,” kata Summer santai. “Yah, tidak heran. Aku tidak akan terkejut kalau mendengar kau masih dibacakan dongeng oleh ibu atau tantemu sebelum tidur. Manisnya ….”

Alkaios terkekeh. “Kau menganggapku kekanakan karena aku masih mendapat kecupan kasih sayang?”

“Alangkah lugunya pemikiranmu. Rumah yang nyaman memang membuat seseorang menjadi naif.” Dengan ekspresi miris, Summer memindai Alkaios. “Semuanya. Kau terlihat kekanakan dari semua sisi, seluruh gerak-gerik, setiap perkataan, bahkan rambut yang mencuat di sisi kanan itu juga kekanakan.”

“Kalau tahu kau diam-diam memperhatikanku selama ini, aku akan pergi ke salon kecantikan setiap akan menemuimu. Akan kupakai parfum paling mahal, gel rambut terbaik, dan calir raga paling harum. Yah, konsekuensinya akan semakin banyak yang menjulukiku si Pirang Memabukkan.”

Summer mengernyit najis. “Kau melewatkan poin paling penting: kepribadian. Masalahmu ada di sana. Pengusir setan juga akan kerasukan duluan sebelum bisa menyembuhkanmu.”

“Mereka hanya tidak tahan dengan keindahanku—sejujurnya, tidak ada orang waras yang tahan.”

“Ya, ya. Terserah apa katamu, Narcissus.” Summer mendengus dan mengembarakan tatapannya pada deretan gedung di jalur yang mereka lalui, dalam hati merutuki kakak tirinya yang tidak bertanggung jawab.

Mobil lama Kian yang disumbangkan untuknya mogok pagi tadi di restoran, sementara Summer perlu membeli pernak-pernik Halloween untuk dekorasi kecil-kecilan Ethereal Blue. Sambil mencibir saat Summer mengeluh di telepon, Kian setuju untuk mengantarnya belanja saat jam makan siang. Namun, tak lama setelah mereka sampai di pusat perbelanjaan, Kian yang sibuk itu diharuskan kembali ke kantor karena ada masalah mengenai dokumen tender atau semacamnya—Summer tidak peduli.

Sebelum lenyap ditelan keramaian pusat perbelanjaan, Kian sempat berbalik hanya untuk memperingatkan Summer agar tidak membuat masalah dan kelayapan sendirian sampai ia datang menjemput. Kehadiran Alkaios untuk menjemputnya mengindikasikan masalah di kantor cukup serius. Summer menerka Kian akan pulang larut malam ini—untuk kesekian kalinya dalam beberapa minggu terakhir.

Sejak kapan mereka berteman? Summer memutar mata saat secarik jawaban paling masuk akal melintas di kepalanya. Pasti gara-gara minat bodoh yang sama pada bintang.

“Aku tidak tahu harus mengatakannya sekarang atau tidak ….” Kelengangan terserak saat Alkaios kembali angkat bicara, ada sekelumit keraguan dalam suaranya.

Mau tidak mau Summer meliriknya enggan. “Aku lebih suka kalau kau tidak mengatakannya.”

“Ibuku berencana mengundangmu makan malam—”

Mata Summer seketika membeliak, tangannya nyaris menggebrak dasbor sebelum di detik-detik terakhir ia membelokkannya dengan memukul kaki sendiri. “Sudah gila, ya?!”

Alkaios meringis. “Mereka berpikir ada sesuatu di antara kita.”

“Jangan membuatku merinding.” Dahi Summer berkerut-kerut ngeri, tubuhnya merapat ke pintu mobil. “Bukankah kau seharusnya sudah meluruskan kesalahpahaman itu sejak awal?”

“Tidak kusangka akan jadi serumit ini. Tante Diana sudah membicarakanmu—kita—” Alkaios berdeham saat Summer memberinya pelototan untuk berhenti menggunakan istilah terkutuk nan menggelikan itu. “Tante Diana memberi tahu teman-temannya tentangmu. Ibuku juga sangat antusias—”

“Mending katakan saja kalau besok kiamat. Kuharap bumi luluh lantak mulai jam enam pagi.”

“Kiamat seperti itu akan menyakitkan. Aku lebih suka vacuum decay, jauh lebih efektif dan tidak menyengsarakan.”

Summer memandang Alkaios sewot. “Apa aku meminta pendapatmu? Aku hanya mau kiamat yang konvensional. Apa gunanya hukum alam kalau kiamat terasa nyaman? Orang-orang jahat harus menderita terlebih dahulu agar aku bisa mengolok-olok dan mentertawakan mereka.”

Alkaios melirik Summer, lantas kembali memusatkan tatapan ke depan dengan raut prihatin. “Kurasa kau pun tidak akan masuk surga.”

“Tentu saja. Untuk menyaksikanmu dipenggal dan dihanguskan secara langsung, aku harus masuk neraka terlebih dahulu.” Summer menyandarkan punggung sembari bersedekap tenang.

Tawa kecil Alkaios mengalun renyah. “Tenang saja, akan kubangunkan rumah dari bara api untukmu di sana. Memang udaranya akan lebih panas dari rumah Almaja yang nyaman, kau mungkin akan merasa digodok dan dibakar hidup-hidup sepanjang waktu, tapi setidaknya akan terlindung kalau-kalau terjadi hujan lava.”

“Brilian sekali. Sekalian saja kau buka usaha kremasi di sana.”

“Ide bagus. Bisa kubayangkan keluarga yang berduka berduyun-duyun mengantre untuk mengkremasi anggota keluarga atau teman. Tapi, bagaimana mereka membersit hidung yang ingusan kalau tidak ada sapu tangan dan tisu? Disumpal dengan arang panas?”

“Itulah gunanya kau masuk neraka. Pikirkan ide yang revolusioner. Jangan sungkan meminta bantuan teman-temanmu, para dedemit, kalau merasa kesusahan.”

Mobil Alkaios berbelok untuk memasuki pelataran luas Ethereal Blue. Restoran itu masih sepi, belum masuk jam buka. Alkaios menghentikan mobilnya di tempat parkir yang nyaris kosong, hanya ada mobil putih Summer yang terparkir bisu di sudut. Mekanik baru akan datang senja nanti.

“Aku tidak mau tahu, kau harus menemukan alasan untuk membatalkan rencana makan malam itu,” kata Summer sembari menatap Alkaios yang tengah membuka bagasi. “Segera selesaikan kesalahpahaman itu atau aku akan tamat.”

Alkaios dengan cekatan mengambil delapan kantong belanja Summer, menentengnya seolah ia adalah pelayan seorang nyonya yang gila belanja. Summer mengambil sisanya, dua kantong. Namun, sebelum sempat ia melangkah, dengan tangan kanan yang penuh, Alkaios mengambil alih satu lagi kantong belanjaan dari tangan Summer, menempatkannya di depan dada dengan disangga satu tangan.

“Akan kuusahakan,” kata Alkaios. “Sayang sekali, padahal koki keluargaku pernah bekerja dengan Pierre Gagnaire.”

Summer terkesiap, lalu cepat-cepat berdeham agar tidak terlihat memalukan. “Sayang sekali.”

“Kurasa dia belajar dengan baik. Setiap hidangan yang disajikannya mirip karya seni sampai aku tidak tega memakannya.” Alkaios menghela napas dramatis.

Mati-matian Summer menahan diri untuk tidak terpancing dengan menggigit pipi dalamnya. “Pasti sulit menjadi kau.”

“Kemarin dia menyajikan lobster dengan saus coriander—”

“Diam.”

“Ya?” Alkaios mengerjap polos.

“Kubilang tutup mulutmu.”

Alkaios tertawa berbarengan dengan Summer yang merapatkan bibir dengan jengkel seraya membuka pintu restoran.

Baik Summer dan Alkaios tidak menyadari keberadaan mobil sedan silver metalik di bahu jalan, tidak jauh dari Ethereal Blue. Pria di balik kemudi tidak sekejap pun melepaskan pandangan sejak kedatangan mobil Alkaios.

Cengkeramannya pada setir mengerat ketika interaksi Summer dan Alkaios tersaji gamblang di depan sana, seperti tengah mengoloknya. Tatapan pria itu berlama-lama pada Alkaios, mencermati wajah dan rambut keemasannya yang berpendar tertimpa cahaya lembut matahari. Ia gurat betul-betul wajah itu di benaknya, menera namanya dengan tinta paling kelam.

Ekspresinya memetakan antipati, napasnya terdengar garau … sampai gelegak kesadaran membuatnya terkesiap dengan cara paling menyedihkan. Jeluak ngeri tidak tertahankan. Ia perlu segera menekan gas mobil dalam-dalam untuk melarikan diri.

...****...

Daftar Istilah

Vacuum Decay (Peluruhan Vakum): Hipotesis fisika teoritis mengenai bencana kosmik, di mana alam semesta berpindah dari keadaan stabil semu (false vacuum—minimum energi lokal) ke keadaan energi yang lebih rendah dan stabil (true vacuum). Jika terjadi, gelembung dari true vacuum akan meluas mendekati kecepatan cahaya (sekitar 299.792 km/detik), menghancurkan materi dan mengubah hukum fisika.

Intinya vacuum decay adalah skenario kiamat kosmik, gelembung dari true vacuum melalui fluktuasi kuantum itu akan menghapus struktur materi yang dilewati, termasuk bumi dan kehidupan di dalamnya, dengan kecepatan gila, bahkan manusia tidak akan punya waktu untuk bersiap karena terjadi begitu saja, tahu-tahu eksistensinya lenyap. Bukan tipe kiamat dengan tanda-tanda, terjadi jauh lebih cepat dari kedipan mata dan kemungkinan tanpa rasa sakit. Skalanya juga bukan hanya Bumi atau Tata Surya, melainkan berpotensi mencakup seluruh alam semesta.

Narcissus: Tokoh dalam mitologi Yunani, seorang pemuda tampan putra dewa sungai Cephissus dan nimph Liriope, yang jatuh cinta pada bayangannya sendiri di kolam hingga mati dan berubah menjadi bunga.

Pierre Gagnaire: Chef legendaris asal Prancis yang dikenal sebagai pionir masakan fusion modern dan inovatif, sering kali menggabungkan teknik tradisional dengan pendekatan seni kontemporer. Ia terkenal dengan gaya masakan yang emosional, kreatif, dan mendapat banyak penghargaan bintang Michelin.

1
Nurfi Susiana
lanjut thor,,,ditunggu up berikutnya
aspidiske ☆: insyaallah besok ya kak, masih di luar kota 😞
makasih udah nungguin 💗
total 1 replies
Nurfi Susiana
next thor,,,jangan terlalu lama upnya, pembaca banyak yg mudah lupa😄😄😄
aspidiske ☆: wkwk okay kak, ini bab selajutnya lagi digarap
total 1 replies
Combat 2003
critamu bagus Thor,,,tapi KLO up kelamaan,,sedangkan pembaca ini KLO di suruh nunggu kelamaan mudah bosan,,,, semangat thorrt🙏
aspidiske ☆: noted. makasih sarannya ya kak 🫶🏻
total 1 replies
Amaya Fania
biadab banget si lucas, darah tinggi bacanya
Nurfi Susiana
allura ini sebenarnya juga korban tpi ntah kenapa malah tega tumbalin semmer untuk kasusnya 3 thn lalu😕😕😕
Nurfi Susiana
lanjut thor.,,,kok lama upnya thor???
aspidiske ☆: lagi sibuk banget di dunia nyata kak, huhu. akan diusahakan update lebih rutin yaa setelah ini
total 1 replies
Amaya Fania
asbun banget. nih berdua kayak orang lagi nyawit 😭
Amaya Fania
ini sih top banget, ga berhenti bilang gila sepanjang baca. bahasanya cantik parah dan nggak kerasa AI sama sekali. humornya dapet, alurnya berat tapi seru, karakter2 nya gampang disukai. terus perselingkuhan tapi tanpa cinta dan masing2 karakter punya agenda yang masih belum ketebak, bikin mikir 👍

ayo lanjut kak
aspidiske ☆: terima kasih banyak, kak 🙂‍↕️
total 1 replies
Amaya Fania
humornya kian sama alkaios 🤣
sama2 orang aneh jadi nyambung obrolannya
Amaya Fania
jujur paling suka kalo kian muncul. ketawa mulu kalo lagi berantem sama summer, saling ejek, tapi diem diem sayang adek
Amaya Fania
penasaran lanjutannya, ayo lanjut kak
aspidiske ☆: okaii 😳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!