NovelToon NovelToon
Falling

Falling

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: ariista

Damar Priambodo Wibisono, 32 tahun lelaki tampan berlesung pipi, CEO dingin sebuah perusahaan multinasional harus berhadapan dengan wanita masa lalunya yang selalu menganggu aktifitas sehari-harinya.

Diandra Paramitha Maheswari Sadewa, 28 tahun, gadis cantik berlesung pipi, seorang manager marketing sebuah perusahaan automotif dan juga seorang penulis novel menjalani hari-hari hidupnya jauh dari keluarganya.

Pertemuan antara Damar dan Diandra yang tidak di sengaja membuat keduanya jadi sama-sama saling terpesona tanpa keduanya sadari pertemuan-pertemuan selanjutnya merupakan takdir yang membuat keduanya semakin dekat dan saling memikirkan satu dengan yang lainnya, tanpa pernah ada yang memulai untuk melanjutkan ke hubungan dengan status seperti layaknya pasangan pria dan wanita inginkan.

Bagaimanakah kisah perjalanan falling in love keduanya, konflik apakah yang akan mereka lalui nantinya, yuk ikuti kisah baru karyaku yang selalu saja bikin geregetan dengan ke-uwuan dua sejoli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diandra Paramitha Maheswari Sadewa

Gadis cantik dengan pesona di dirinya berjalan dengan percaya diri memasuki kantornya, sebuah perusahaan automatif, sebuah dealer dan showroom mobil mewah di mana dirinya memiliki jabatan sebagai Manager Marketing.

Rambutnya yang panjang sebahu tanpa poni di ikat satu, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus. Bibirnya akan tersenyum tipis jika ada staf karyawan yang menyapanya.

Diandra Paramitha Maheswari Sadewa, 28 tahun putri dari Fabyan Alkandra Sadewa dan Mikhaila Danya Bimantara (Menangis Tanpa Airmata), gadis berlesung pipi yang mahal senyumnya itu sangat disegani oleh para stafnya.

Sebagai seorang Manager Marketing dari perusahaan bonafid dengan pelanggan tetapnya para eksekutif muda yang selalu tampil menawan dan wangi, seorang Diandra sering di goda oleh para pelanggan yang biasanya ingin membeli mobil mewah yang limited edition.

Memang tidak semua pelanggan yang mencoba mendekatinya, ada beberapa yang ingin mendekatinya tetapi Diandra punya berbagai cara untuk menolaknya.

"Selamat pagi Nona," panggil Gea sekretarisnya yang sangat menghormati atasannya ini.

Diandra tersenyum tipis dan membalas sekedarnya saja.

"Pagi," Diandra berjalan masuk ke ruangannya.

Gea mengikuti di belakangnya dan ikut masuk ke dalam ruangan pimpinannya itu.

"Maaf Nona, mengingatkan kembali mobil yang di pesan atas nama Bapak Damar sudah ready, Saya akan memberitahukan ke Pak Vano asisten Pak Damar yang kemarin memesannya,"

Diandra hanya menganggukkan kepalanya.

"Semua sudah beres mengenai surat-surat dan kelengkapan mobilnya? Apa ada masalah? Bukannya kemarin info darimu ada seorang wanita yang juga mau memesan mobil yang sama dengan mobil Bapak Damar? Bapak Damar? Sepertinya pernah dengar namanya?"

Diandra mengerutkan keningnya mencoba mengingat siapa yang pernah menyebut nama Damar.

"Tidak ada masalah Nona, Saya akan hubungi Pak Vano karena yang memesan dan berhubungan dengan Saya itu Pak Vano,"

"Oke Gea, kabari kalau ada masalah ya,"

"Baik Nona Diandra, Saya permisi dulu,"

"Hem" Diandra tidak menoleh ke sekretarisnya lagi dirinya sedang fokus dengan berkas di mejanya.

Bagi Gea yang sudah 2 tahun menjadi sekretaris Diandra hal tersebut tidak masalah. Gea sudah mengenal karakter pimpinannya itu. Wanita cantik dengan wajah lembut dan berlesung pipi itu tidak banyak bicara, terkesan angkuh, padahal kalau sudah kenal, pimpinannya itu sangat ramah dan humble.

Ponsel Diandra berbunyi nyaring, dilihatnya siapa yang menelpon.

Ganendra mau apa lagi nelpon, pasti mau kasih tau kalau Papa dan Mama kangen, batin Diandra menebak-nebak kembarannya Ganendra Maheswara Sadewa menelpon dirinya.

"Assalamu'alaikum, iya Gan, ada apa?"

"Waalaikumsalam, Diandra, kamu di kantor?"

"Iya, ada apa? Gak jawab aku tutup nih,"

"Waduh, galak banget, itu Amara ayank aku mau ke kantor kamu, katanya janjian sama kakak sepupunya laki-laki mau ambil mobil baru kakaknya itu. Kamu kenal sama Kakaknya, Ndra?"

"Nggak kenal,"

"Hmm, ya sudah, tolong temani Amara ketemu sama sepupunya, jangan gak Kamu temani,"

"Hmm," jawab Diandra singkat.

"Oh iya Ndra, Dewa ada nanyain Kamu itu,"

"Hmm,"

"Jangan gitu dia sahabat aku pingin deketin Kamu,"

"Udah Ganendra, Aku sibuk, bye," Diandra langsung menutup ponselnya.

Diandra tidak pernah ladeni siapapun yang mencoba mendekatinya. Diandra tidak suka jika cowok yang suka dengannya sok kenal dan sok dekat.

Banyak laki-laki yang menyukainya tetapi Diandra tidak bisa membalas perasaan laki-laki yang suka dengannya begitu saja.

Di usianya yang sudah matang seharusnya dirinya sudah memiliki anak-anak yang lucu, kedua orang tuanya sudah sering menanyakan tentang pacar kepada dirinya, hanya saja Diandra tidak pernah menjawabnya.

Orangtuanya Papa Alka dan Mama Mikha, sudah sering menanyakan kapan akan menikah, tetapi Diandra punya seribu satu jawaban yang membuat Papa dan Mamanya tidak bertanya lagi.

Tok, tok.. terdengar pintu di ketuk.

"Masuk,"

"Nona Diandra, maaf kalau menganggu, ini ada tamu mau bertemu dengan Nona,"

Diandra tidak mengangkat kepalanya saat berbicara dengan Gea sekretarisnya.

"Ayo Nona, silahkan masuk, Nona Diandra sangat sibuk,"

"Baik Saya paham, tidak apa-apa nanti Saya akan menyapanya,"

"Baik Nona, silahkan duduk,"

"Baik terimakasih," Amara gadis cantik dengan pembawaan kalem yang mampu meluluhkan hati Ganendra kembarannya si Diandra duduk di sofa tidak jauh dari meja kerja Diandra.

"Diandra, Kamu sibuk?"

Diandra yang mengenal suara wanita cantik kekasih kembarannya itu kaget. Diandra mengangkat kepalanya dan melihat calon iparnya itu sedang duduk di sofa di dalam ruangannya.

"Amara, ternyata Kamu sudah datang,"

"Iya Diandra, kok Kamu tau Aku datang?"

"Ya siapa lagi tadi Ganendra baru telpon aku,"

"Oh ya? Kembaranmu Ganendra itu terlalu takut ada apa-apa dengan Kamu, Andra,"

"Hmm,"

Tok.. tok.. kembali terdengar pintu di ketuk.

"Masuk,"

Gea membuka pintu dan masuk ke ruangan.

"Nona, di luar ada tamu yang datang, katanya mau bertemu Nona,"

"Bertemu Aku? Ya sudah suruh masuk,"

"Baik Nona,"

Terdengar suara tapak sepatu di lantai masuk ke ruangan Diandra.

"Kak Damar, Kakak sudah datang, kirain masih lama datangnya," teriak Amara begitu melihat Damar.

"Amara kamu di sini dari tadi?" Cowok yang barusan masuk belum menyadari siapa yang duduk di depan meja sibuk dengan berkas-berkasnya tanpa menyambut tamu yang datang.

"Nona, ini tamunya Pak Damar dan Pak Vano sudah datang, mereka mau membicarakan mobil yang mau di ambil hari ini," Gea mengingatkan bosnya.

Diandra mengangkat kepalanya, wajahnya tampak kaget, tetapi ia segera mengubah mimik wajahnya agak kelihatan biasa saja tidak kaget. Diandra berdiri dari duduknya.

"Silahkan duduk, Pak," Diandra berjalan manjauhi meja kerjanya dan menyambut kedatangan tamunya.

Damar dan Vano kaget dengan wanita yang baru mereka lihat, Damar memang sudah langganan di dealer mobil mewah yang sekarang mereka datangi ini. Biasanya hanya Vano yang mengurus mobil yang ingin di beli Damar.

Tapi kali ini karena mobil yang Damar beli merupakan limited edition, dirinya sudah tidak sabar ingin melihat langsung dan membawa pulang mobil tersebut.

Amara adik sepupunya memang mengetahui jika dirinya sedang membeli mobil baru limited edition.

Damar menarik bibirnya tipis saat melihat wanita yang pernah di ciumnya itu ternyata bekerja di perusahaan ini.

"Sepertinya kita pernah ketemu, Nona," terdengar pelan suara Damar bicara.

"Silahkan duduk Pak, langsung saja ke intinya Pak, mau ambil mobil Bapak bukan?"

"Hm" Damar menjawab singkat.

"Maaf Nona, Bos Saya Pak Damar ingin bertemu dengan Nona sebagai Manager Marketing untuk membicarakan mobil barunya. Apakah sudah langsung bisa di bawa pulang hari ini?" Vano sebagai asisten Damar yang lebih banyak bicara ke Diandra.

"Oh jika masalah ini bisa langsung ke sekretaris Saya juga kan ya, untuk membawa mobilnya, silahkan mobil yang di pesan sudah datang dan Bapak sudah bisa membawanya pulang, apakah ada yang mau di tanyakan lagi?"

"Tidak ada Nona, Bos Saya hanya ingin mengucapkan terimakasih langsung ke Nona, dan ingin memberikan bingkisan buat Nona, karena sudah mengurus mobilnya dengan segera sampai ke tangan Bos Saya Pak Damar," ucap Vano sambil menatap wajah Diandra.

Damar terus memperhatikan wanita cantik di depannya ini, Damar yang lama tidak berhubungan dengan wanita, entah mengapa melihat wajah wanita di depannya ini perasaannya menjadi tenang dan senang.

"Kak Damar, Kakak suka dengan Diandra ya?" tiba-tiba saja Amara tanpa basa basi membuat Damar kaget begitu juga Diandra.

Damar dan Diandra saling memandang secara refleks, dan Diandra langsung mengalihkan pandangannya ke bawah saat kedua mata mereka saling menatap.

"Maaf Pak, Saya tidak bermaksud untuk menolak pemberian Bapak, tapi menurut Saya itu tidak perlu, sudah tugas Kami untuk melayani customer

agar puas dengan pelayanan kantor Kami,"

"Sudah Vano, tidak perlu berikan apapun dengan Nona.. maaf dengan Nona siapa?"

"Diandra Kak, memangnya Kak Damar gak kenal dengan Diandra? Diandra ini kembarannya Ganendra pacar Aku, Kak," Amara menjelaskan ke Damar siapa Diandra.

"Oh ya? Aku baru tau, terimakasih Nona,"

"Untuk?" Diandra menatap heran dengan tamunya ini.

"Untuk hari kemarin," Damar menarik tipis ujung bibirnya.

Blush.. wajah Diandra tiba-tiba saja merona. Diandra jadi malu, ingatannya langsung terbayang ke kejadian 2 hari yang lalu. Belum lama kejadiannya.

"Diandra wajahmu kenapa? Kamu demam?" tanya Amara yang tiba-tiba panik melihat wajah putih halus Diandra merona.

Diandra diam saja.

"Ayo kita lihat ke bawah mobil Pak Damar," Diandra tidak bisa membiarkan tamunya berada lama di ruangannya. Detak jantungnya sudah tidak normal lagi rasanya tantrum seperti ada genderang perang yang terdengar bertalu-talu dan nyaring bunyinya.

Sekali lagi Damar tersenyum tipis dan samar melihat reaksi wanita di depannya yang tampak merona dan salah tingkah.

1
🥑⃟ A⋆˚࿔𝜗𝜚₊˚KαYα❥␠⃝ ͭ🍁ѕ⍣⃝✰
dasar Diandra, bermuka ular🤬
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️
harus semngat kak ay🥰
🥑⃟ A⋆˚࿔𝜗𝜚₊˚KαYα❥␠⃝ ͭ🍁ѕ⍣⃝✰
mampir dulu ahh🤭🤭/Chuckle//Chuckle/
semangat onell /Determined//Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Nah...nah...nah.... mulai deh...
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: ulat nangka mam gak bs diem klo Clara.. caper trs ke Damar 😬
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Here come the trouble..... siapkan diri Damar
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: Terimakasih mam msh lanjut bc.. mau aku lanjutin trs sampai selesai mam😊
total 1 replies
❤️⃟𝘞ᵃ𝘧 ѕємєѕтα♉🥑⃟🍁❣️
𝐦𝐚𝐦𝐩𝐢𝐫. 𝐚𝐤𝐮 𝐤𝐚𝐤 𝐀𝐫𝐢𝐬𝐭𝐚🙏
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih kak mesta🤗🥰
total 1 replies
Lisa
Aq mampir Kak
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih kak 🤗
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Clara salah pilih lawan... rasakan
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: haha iya mam Clara terlalu pede 🤭
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ulat bulu satu ini ikut-ikutan wae
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: iya mam mau nempel trs dia mam/Facepalm/
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Well, saat drama queen datang pastinya akan ada drama
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Ya ampun kasihan si mas nya udah manggil Dinda bukannya dibalas panggilan kanda malah dipanggil bapak... nasibmu Mas 😂
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih mam udh mampir🤗🥰
total 1 replies
Wang Lee
Mampir thor
Wang Lee
Ceritanya bagus
ˢ⍣⃟ₛ 𝐓𝐞𝐬𝐚🤎GD ❥␠⃝ ͭ🍁
mampir kesini Nelcan semangat buat karya terus dan terus 💪😘🤗
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih kak Tri🤗 🥰
total 1 replies
Sleep
tes meninggalkan jejak biar bisa pj
🔵❤️⃟Wᵃf⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ𝐀⃝🥀🍁ariis❣️: terimakasih bng max pj nya🤗🙏👍👌
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOLѕ⍣⃝✰
cieee yg sdg jatuh😁🏃🏃🏃
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOLѕ⍣⃝✰
akhirnya kau menemukannya☺️
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOLѕ⍣⃝✰
pak Vano kh🤔
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOLѕ⍣⃝✰
aiihhh pak Damar terlupakan 😁
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻNOLѕ⍣⃝✰
oh novel sequel ya 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!