NovelToon NovelToon
Aluna : Bayang - Bayang Luka

Aluna : Bayang - Bayang Luka

Status: tamat
Genre:Dokter / Pelakor / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Naik ranjang/turun ranjang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Aluna terjebak dalam pernikahan neraka. Di mata dunia, dia adalah istri Arvino Hardinata. Namun di balik pintu tertutup, dia dianggap sebagai "pembunuh" oleh suaminya sendiri. Aluna bertahan demi Lili, satu-satunya sumber kekuatannya, sambil berharap suatu hari Arvino melihat ketulusan cintanya—sebelum penyakit dan kelelahan batin menggerogoti Aluna sepenuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Sentuhan yang Terluka

​Pagi itu, suasana di Rumah terasa asing. Kedamaian telah kembali, tetapi disertai kehati-hatian yang menusuk.

​Papa, Mama, dan Nenek datang pagi-pagi, ingin memastikan keputusanku. Aku memberitahu mereka bahwa Arvino telah setuju untuk mengakhiri permusuhan, dan aku memutuskan untuk menarik gugatan cerai.

​Di ruang tamu, di depan Papa, Mama, dan Nenek, Arvino, yang duduk di kursi roda dengan kaki berbalut gips, membuat pengakuan yang menyakitkan.

​"Pa, Ma, Nek... Aku minta maaf," kata Arvino, suaranya tulus dan penuh penyesalan. "Aku telah menyiksa Aluna. Aku menuduhnya sebagai pembunuh karena aku terlalu pengezqcut untuk menghadapi kebenaran tentang Sarah dan rasa bersalahku sendiri."

​Dia menatap Papa. "Aku minta maaf, Pa. Aku telah menghina putri Papa yang telah menyelamatkan nyawaku. Aku tidak layak mendapatkan pengampunan ini."

​Papa Hardinata, yang matanya berkaca-kaca, hanya menghela napas dan mengangguk. "Papa hanya ingin kalian bahagia, Nak. Papa ingin Lili tumbuh dalam keluarga yang utuh."

​Arvino mengalihkan pandangannya padaku. "Aluna, aku tahu aku tidak bisa menghapus apa yang terjadi. Tapi aku akan membuktikan padamu bahwa aku akan menjadi suami yang layak. Aku akan belajar untuk mencintaimu dan menghormatimu. Aku berjanji."

​Sore harinya, saat kami berdua sendirian, Arvino memulai langkah pertamanya. Dia berusaha meraih tanganku yang sedang menyuapinya.

​Aku terkesiap, tanpa sadar menarik tanganku menjauh, nyaris menjatuhkan sendok.

​Ekspresi Arvino berubah. Kekecewaan, ya, tapi yang lebih dominan adalah kesadaran pahit. Dia melihat insting pertahananku.

​"Maafkan aku," bisik Arvino. "Aku tidak bermaksud menakutimu."

​"Aku butuh waktu, Kak," kataku, suara pelan. "Sentuhan Kakak... sentuhan itu mengingatkanku pada saat Kakak mencengkeramku dalam amarah. Aku tidak ingin takut padamu lagi."

​Arvino mengangguk. "Aku mengerti. Aku akan menunggu. Aku akan memastikan sentuhanku hanya membawa kenyamanan, bukan ketakutan."

​Dia kemudian menatap Lili, yang sedang tidur siang di kamarnya. "Lili tumbuh sangat cepat. Dia sangat cerdas. Kau merawatnya dengan luar biasa, Aluna. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa hidup tanpa keahlianmu."

​Aku merasakan kehangatan yang asing. Ini adalah kali pertama dia memujiku tanpa nada sinis.

​Malam harinya, saatnya tidur. Aku membantu Arvino menyiapkan kamar tidurnya di lantai bawah.

​"Aluna," panggil Arvino. "Aku tahu aku tidak bisa naik ke atas, tapi kamar ini cukup besar. Jika kau mau, kau bisa tidur di sini. kau tidur di ranjang, dan aku bisa tidur di sofa. Aku janji, aku tidak akan menyentuhmu."

​Aku melihat ranjang yang nyaman dan sofa di sebelahnya. Aku tahu ia menawarkan ini karena ia tidak ingin aku tidur di kamar Lili yang sempit, dan dia ingin aku ada di dekatnya—untuk berjaga dan untuk dirinya sendiri.

​Aku menggeleng. "Terima kasih, Kak. Tapi aku akan tetap tidur di kamar Lili. Aku... aku ingin Lili tetap ada di sisiku malam ini. Dan aku akan kembali ke kamar utama besok."

​Arvino tampak kecewa, tetapi dia mengangguk. Dia tahu aku sedang membangun kembali batas-batasku.

​"Baiklah. Tapi tolong, Aluna. Jangan pernah lari dariku lagi. Jika kau merasa tertekan, datang dan bicaralah padaku. Jangan pergi."

​"Aku tidak akan pergi," janjiku. "Aku akan tinggal. Tapi aku butuh ruang. Aku butuh tahu bahwa aku aman, Kak."

​Aku pergi ke kamar Lili. Aku tidur di sebelahnya, memeluk tubuh mungilnya. Aku menang. Aku menang dalam perang, tapi aku tahu aku harus memenangkan peperangan yang lebih besar: memulihkan diriku dari trauma dan belajar untuk kembali percaya pada pria yang kini memohon kesempatan.

​Aku tahu, jika Arvino benar-benar tulus, kami akan melewati ini.

...**************...

Bersambung....

Terima kasih telah membaca📖💞

Jangan lupa bantu like komen dan share❣️

1
Yulianti Yulianti
suka bngt sama cerita nya kak ❤️sehat slalu
Mymy Zizan
kak ini ceritanya sama yg judulnya turun ranjang ya? cuman beda nama sama tempat
umi istilatun
👍
Ririn Nursisminingsih
ayo jg lemah aluna
Ririn Nursisminingsih
jg bodoh karena cinta aluna
Ririn Nursisminingsih
egois banget kmu arvino kan udah diingatkan aluna tpi kmu ndak percaya
Sri Ismi
Yg janggal diceritakan mereka muslim,tp kok Sarah dimakamkan dng peti mati???
Paradina
suka dengan ceritanya, singkat padat dan jelas

tidak banyak tokoh yg diceritakan.

ditunggu cerita selanjutnya kak
leahlaurance
ya mengajar kan kita bahawa,separah apapun luka itu,jika kita mampu memaafkan dengan iklas walaupun tidak akan membuat pecahan kaca bisa utuh kembali.
falea sezi: luka perselingkuhan g bs sembuh mbk yakin deh klo yg pernah ngalamin
total 1 replies
falea sezi
bodoh aja harga diri di injak mau balik bilang aja lu gatel bodoh bt di jadiin ban serep doank lu mau najis
falea sezi
laki menjijikkan
falea sezi
egois ne si sarah uda mati aja nyusain
falea sezi
enak jaa minta maaf dihh
falea sezi
move on donk masak mau bekas kakak sendiri
leahlaurance
kabur aja menjau sana aluna.hatinya tetap untuk sarah istrinya
leahlaurance
tungu aja istri mu mati ,mungkin rasa bersalamu sampai masuk kubur
leahlaurance
kenapa si kamu bodoh amat wajai perempuan tingalin aja dia
اختی وحی
trllu bertele² ceritanya, sampe bab ini msih bgitu² aja,kejadian berulang
leahlaurance
kan ada pengasuh
leahlaurance
makanya jangan bodoh,masa enga ada kamar lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!