NovelToon NovelToon
ISTRI MANDUL YANG DIKHIANATI

ISTRI MANDUL YANG DIKHIANATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Poligami / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:30.1k
Nilai: 5
Nama Author: vhia azaira

Pernikahan sebuah komitmen yang panjang, istri cantik, pekerja keras, mapan, tetaplah dicari kurangnya. Suami yang tidak bersyukur tidak akan pernah merasa cukup sebaik apapun pasangannya.

***
Kania kehilangan rumah tangga bahagia yang dia bina selama 10 tahun, dia kalah, tersingkirkan bahkan dikhianati karena satu kekurangannya yang belum bisa memberikan keturunan.
Kekurangan itu menjadi alasan untuk membela dirinya saat dia sudah terdesak dari segala arah.

Ditengah badai, sepi, dan sakit, Kania bertemu malaikat cantik yang mandiri, kuat juga selalu memberikan kenyamanan. Pertemuan dengan Alia, alasan utama Nia jika dirinya juga istimewa dan pantas untuk punya kebebasan.

Lanjut baca ya kita lihat penyesalan Amer, kehancuran pelakor, dan jalan baru yang Nia lewati.
***

follow Ig vhiaazaira

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhia azaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KETAKUTAN

Teriakkan Kania terdengar di dalam kamarnya, wajahnya memerah mengingat ucapan bodohnya yang bicara spontan.

"Apa yang kamu lakukan, kebiasaan. Tidak bisakah kamu diam, kenapa harus bicara duluan," bentaknya di depan kaca.

Hentakan kaki terdengar, Nia kesal karena lelaki terlalu lama memakai aba-aba.

"Tenang Nia, Elber tidak mendengar apa yang kamu katakan, sebaiknya fokus." Senyuman Nia lebar.

"Ahhh tidak bisa, aku malu." Kaca ditunjuk, wajah Nia tambah memerah.

Ketukan pintu terdengar, mata menyipit bergegas membuka pintu.

Kedua mata Nia melotot, El berdiri di depan pintu kamarnya sambil tertunduk fokus di depan tablet.

Lama Nia memperhatikan, El sangatlah tampan. Tidak terlihat pria dewasa, masih seperti anak muda.

"Apa di wajahku ada yang manis-manis," godanya.

Kania langsung sadar, dia keluar kamar berjalan ke ruang tamu.

"Nia, rasanya lucu ya. Pagi di rumahku, siang di rumahmu, kira-kira sore dan malam kita ke mana?"

"Hmm, apa itu. Kamu mengajak aku pergi, tapi aku sibuk," balasnya.

Tawa Elber terdengar, dia menatap wajah Nia yang nampak angkuh.

Dari luar berdiri seseorang, tangannya tergempal mendengar suara lelaki lain di rumahnya.

"Sebenarnya ini tujuanmu menyimpan lelaki lain, baiklah. Aku tidak segan lagi, kita lihat siapa yang paling hancur." Amer melangkah mundur.

Kemarahan Amer redup, dia terlihat bahagia saat menatap Dea, tapi Putrinya memalingkan wajah.

"Nak, ini Papa. Kamu tidak lupa kan, Papa kangen Dea," ucapnya.

"Jangan sakiti Ibu," pintanya.

"Papa tidak menyakiti ibu, papa sayang ibu. Sini peluk Papa." Amer memeluk putrinya yang sangat sulit didekati.

Kepala Alia tertunduk, dia tersenyum kecil karena Dea masih di sayangi papanya, tidak seperti dirinya.

"Paman, selamat siang," sapa Lia.

"Kamu, katakan kepada ayahmu jangan mengambil milik orang lain. Aku tahu kamu dan ayahmu punya niat buruk, kalian ingin menguasai harta Kania. Keluarga iblis," caci Amer tepat di depan anaknya.

Amer mengingatkan Dea untuk jauh dari Alia, dia bukan orang yang baik. Ada banyak pengaruh buruk, apalagi dia hanya anak yang terbuang.

"Papa, dia kakaknya Dea. Kasih sayang Kak Alia jauh lebih besar daripada Mama. Jangan bicara begitu." Air mata Dea jatuh, dia sedih melihat Lia direndahkan.

Senyuman Alia terlihat, dia tidak pernah mengambil hati cacian orang. Terserah orang menilai tidak punya waktu untuk menjelaskan soal dirinya.

"Dea, Papa minta tolong berikan ini kepada ibu." Amer meletakkan sesuatu.

Tangan Lia melambai saat Amer pergi, Dea berjalan ke tempat sampah membuang begitu saja.

"Kenapa dibuang?"

"Papa ingin menyakiti ibu, kasihan ibu dipersulit."

"Oke, jangankan katakan apapun. Ibu sedang pusing karena perusahaan, bahkan tidak punya waktu ke rumah sakit," jelas Lia.

"Kenapa Ayah tidak membantu ibu?"

Kening Alia mengkerut, dia tidak tahu cara menjelaskan. Ayah nya tidak setara dengan ibu Kania, mereka beda kasta.

"Ibu, Alia sama adek pulang." Gigi Lia dan Dea nyengir.

Pintu terbuka lebar, senyuman keduanya lenyap saat melihat ayah Elber.

"Kenapa ekpresi kalian berdua, tidak nampak bahagia?"

"Itu karena ayah yang buka pintu, kenapa ayah ada di mana-mana?" Alia menyalami ayahnya.

Tawa Dea terdengar, dia ikut menyalami barulah masuk. Terlihat ibunya sedang fokus menatap tablet.

"Ibu sibuk, kita tidak boleh ganggu ibu." Dea berjalan ke kamarnya.

"Bu, kita pulang." Lia memeluk erat tubuh Nia.

Senyuman Nia terlihat, tabletnya dilepas membalas pelukan hangat.

"Alia, ganti baju sana." Kepala Alia diputar.

El duduk di depan Kania, keduanya saling tatap barulah tersenyum.

"Hati-hati saat bertemu Pak Fatah," ucapnya.

"Kamu tidak ikut denganku?"

Kepala El menggeleng, dia tidak bisa pergi karena ada hal lain yang harus diselesaikan.

Masalah kali ini melibatkan keduanya, Nia tidak boleh menjadi kelemahan El, begitupun sebaliknya.

"Semoga kerja sama kita bisa berlangsung lama." Tangan El terulur.

"Aku titip anak-anak." Tangan dipukul.

Kania pamitan kepada Lia dan Dea, dia harus pergi. Keduanya hanya melambaikan tangan.

"Hati-hati ibu," teriakkan Lia terdengar.

Mobil Kania melaju meninggalkan rumahnya, El juga kembali ke rumahnya bersama Lia dan Dea.

Perasaan Kania sedikit deg-degan, dia harap bisa sedikit tenang.

Tiba di hotel jantung Kania berdegup lebih kencang, dia tidak pernah secemas ini.

"Hai Kania," sapa Vero.

"Kamu, kenapa disini?"

"El tidak cerita, dia mengirim aku untuk membantumu." Vero mempersilahkan Kania berjalan lebih dulu.

Sesekali Nia menatap Vero yang berdiri di depannya, sebenarnya apa yang El rencanakan.

"Ubah mimik wajah panik itu, terlalu mencolok. Aku disini biar kamu lebih tenang."

"Kenapa kamu ada, perasaan tidak ada gunanya," ucapnya pelan.

Vero balik badan, dia tidak habis pikir Kania sepolos itu. Kaya saja tidak cukup, butuh bawahan.

"Anggap saja aku pengacara, atau asisten."

"Aku tidak butuh." Kania keluar dari lift.

Kening Vero mengkerut, dia hanya bisa mengelus dada. Apa yang Elber sukai dari sosok Kania, dia hanya cerdas dan kaya, tapi soal karakter tidak baik sama sekali.

Pintu terbuka, Kania menatap tajam Pak Fatah yang sedang asik merokok.

"Apa maksud kamu melakukan ini." Pukulan diatas meja kuat.

"Santai saja Pak Fatah, ini bukan masalah besar bagimu." Vero nyengir saat wajah Kania memucat.

Tawa menggelegar terdengar, menatap Kania yang duduk bersama Vero.

"Kenapa kamu memberikan ancaman, apa tujuanmu?"

"Bukan kami yang memberikan ancaman, tapi putri anda yang mulai duluan. Jangan anggap kami bodoh, kamu menyelinapkan orang bahkan memanfaatkan mantan suami klien untuk menjatuhkan. Ini sudah melanggar kerja sama," jelas Vero.

Berkas diatas meja dirobek, Kania menyembunyikan kedua tangannya yang terasa dingin.

"Pak Fatah, jika anda tidak mundur, jangan salahkan klien saya untuk menyebarkan aib putrimu," ancamnya.

Fatah meminta Vero diam, dia ingin mendengar semuanya dari Kania. Mereka sudah bekerja cukup lama, tidak mungkin masalah personal melibatkan bisnis.

"Aku akan menghentikan putriku, tolong jangan mengusik bisnis ku," pintanya.

"Tapi, anda juga mengusik Elber. Jangan pikir saya tidak tahu, anda membayar orang untuk mengancam pihak rumah sakit. Ingat, aku pemegang saham disana, siapapun yang mengusik El, berurusan denganku." Kania bersikap tegas.

Wajah Fatah nampak binggung, ada hubungan apa Kania dan Elber. Mereka tidak setara, dan Elber cukup menganggu.

"Satu lagi, jangan ganggu Alia. Aku tahu kalian menginginkan dia kembali karena warisan dari neneknya. Aku bisa mengembalikan itu, tapi jangan pernah Friska muncul lagi." Kania memalingkan wajahnya karena ekpresi Fatah sangat menyeramkan.

"Alia dan Elber, kalian ada hubungan apa?"

"Bukan hak anda untuk tahu, itu hanya penegasan."

Vero menatap tangan Kania, terlihat sekali ketakutan. Dia berdehem mencoba mengalihkan.

"Please Kania jangan menangis sekarang, sumpah bikin malu," batin Vero.

"Vero, kamu urus sisanya." Kania bergegas keluar.

Vero bernapas lega, setidaknya Kania tidak terlihat kepanikan, itu jauh lebih baik untuk rencana mereka.

"Elber, apa mereka ada hubungan?" Fatah menyipitkan matanya.

1
new07
authornya gak ada niatan dilanjut kah????🤭
new07
apa hanya aku aja yg nunggu up nya😌.
kapan mau dianjut pasti othornya males nulis karna gak ada yg komentar menyemangati padahal ceritanya bagus
5Cucu: 🤣🤣 iya sepi banget 😭 tunggu mood balik kak, nanti aku lanjutin
total 1 replies
new07
kapan up lagi ya😢
new07
laah Elber merajuk kayak Lia🤣. apa apaan km El🤣🤣🤣
new07
akhirnya saaaah.
peperangan baru mau dimulai.. si amer bakalan shock kalau lihat kalian nikah
new07
kapan up lagi kak vhi
new07
kenapa kalian tidak tinggal disitu saja ya. perusahaan pusatnya dialihkan ke situ.. tapi gimana juga dengan pasien2nya mereka /CoolGuy/
segera otw dpat SIM
new07
habis dari luar negri langsung gas SiM🤣
Uthie
Liaa lucu 👍😂
Uthie
Sukkkaaa ceritanya 👍👍👍👍👍
Uthie
Sukkaaa bangettt sama kepintaran dan kedewasaan nya Alia👍😍
Uthie
andai yg khianat memiliki problem permasalahan yg demikian 😂
Uthie
Suka di awal mampir 👍👍👍
new07
ngadepin si amer bisa setenang itu.. mungkin nia sudah antisipasi sama pamanya...
weeeh mau malemingguan ber 2
new07
ayolah pak dokter langsung bawa ke KuA saja ..biar cepet selesai masalah🤣
new07
ku tengok lagi belum ada up.
ayoo kak vhia lanjutin dong
new07
itu tandanya apa nia. yg ngisruh si amer napa ngamuknya ke elber🤣.
new07
tadi galak sama vero giliran ketemu fatah radak gimana gitu🤣🤣🤣. kaya saja tidak cukup..kania🤣🤣🤣
new07
ayo pak dokter elber...kamu sudah dilamar bu kania. tuj secara langsung tanpa babibu🤣
new07
gassss kaniaa.. tar kalau dah sama elber jangan terlalu mandiri..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!