NovelToon NovelToon
Balas Dendam

Balas Dendam

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Roh Supernatural / Hantu / Dendam Kesumat / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:63.2k
Nilai: 5
Nama Author: cucu@suliani

Sulastri tak menyangka kalau dia akan jadi korban pemerkosaan oleh pria yang tak dia kenal, dia sampai hamil dan dihakimi oleh warga karena merasa kalau Sulastri merupakan wanita pembawa sial. Sulastri meninggal dunia dan menjadi kuntilanak.

Wanita yang menjadi kuntilanak itu datang kembali untuk membalas dendam kepada orang-orang yang dulu membunuhnya, dia juga terus gentayangan karena mencari siapa yang sudah merenggut kesuciannya.

Jangan lupa follow Mak Othor biar gak ketinggalan up-nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BD Bab 32

Hari sudah malam, Karmila dan juga Juragan Saleh merasa heran karena Dea tak pulang-pulang ke rumah. Padahal ini adalah hari Minggu dan biasanya dia akan memutuskan untuk libur.

"Bun, anak kita itu sebenarnya ke mana? Di telpon juga gak aktif," ujar Juragan Saleh was-was.

"Siang dia pergi, katanya mau ke taman. Di sana biasanya banyak anak-anak, Dea suka. Bahkan dia pergi bawa makanan banyak loh, Yah."

"Tapi kok perasaan hati Ayah gak tenang ya? Apa kita susul aja ya, Bun?"

"Ayo, Yah. Kita susul," ujar Karmila.

Juragan Saleh dan juga Karmila akhirnya memutuskan untuk mencari keberadaan putrinya di taman, tetapi saat keduanya tiba di sana ternyata di taman tidak ada orang sama sekali.

Keduanya tentu saja merasa panik, karena pergi tanpa memberikan kabar bukanlah kelakuan dari Dea. dia merupakan anak yang manja, mau pergi ke mana saja biasanya akan memberikan kabar.

Bahkan, gadis itu biasanya minta diantarkan dan ditemani. Heran rasanya kalau tiba-tiba tidak ada tanpa pemberitahuan, Karmila bahkan sampai menangis karena dia merasakan kekhawatiran yang luar biasa terhadap putrinya itu.

"Sabar, Bun. Kita minta bantuan warga untuk cari Dea, bagaimana?"

"Iya, Ayah. Ayo," aja Karmila tak sabar.

Keduanya kembali ke rumah lalu meminta bantuan warga untuk mencari Dea, mengingat Juragan Saleh yang begitu baik dalam kesehariannya, para warga akhirnya berbondong-bondong mencari keberadaan Dea.

Mereka berjalan kaki sambil meneriakkan nama wanita itu, sayangnya tak ada sahutan. Hingga dua jam kemudian ada salah satu warga yang menyarankan untuk mencari wanita itu di gudang terbengkalai.

"Loh, untuk apa ke sana?" tanya Juragan Saleh.

"Siapa tau dia diajak kuntilanak untuk main di sana, dikerja linglung gitu," jawab salah satu warga.

"Ya udah ayo kita ke sana," ujar Karmila setuju.

Para warga dan juga kedua orang tua dari Dea pergi menuju gudang terbengkalai, mereka mencari keberadaan Dea di sana. Saat mereka tiba di halaman gudang terbengkalai, suasana mistis langsung terasa.

Gudang tua itu berdiri diam di ujung kampung, dikelilingi bayang-bayang pekat yang nyaris menyedot keberanian siapa pun. Kegelapan di dalamnya begitu pekat, tanpa seberkas cahaya, membuat udara terasa dingin dan penuh ketakutan. 

Setelah kematian Sulastri, cerita tentang kuntilanak yang menghuni tempat itu semakin merebak, menebarkan rasa was-was. Salah satu warga menarik napas panjang, lalu menyalakan obor dengan tangannya yang bergetar. 

"Ayo masuk, siapa tahu neng Dea terjebak sama kuntilanak itu," ujarnya dengan suara terbata, tubuhnya sedikit gemetar. 

Warga lain mengangguk tanpa kata, langkah mereka menyusup ke dalam gudang yang bau lembap dan berdebu. Namun, di balik kegelapan, mereka tidak menemukan Dea. 

Sebaliknya, mata mereka tertuju pada sosok tergantung dekat pintu belakang. Wandi. Matanya terbuka lebar, lidah menjulur dan tubuhnya membiru kehitaman. Tubuhnya kaku, seperti tenggelam dalam keheningan abadi. 

"Astagfirullah! Kenapa bisa begini? Kenapa bisa Wandi gantung diri di sini?" 

Suara salah satu warga pecah, penuh kekhawatiran. Sementara yang lain hanya terdiam, masih berusaha mencerna kenyataan yang tak terbayangkan itu. Ini benar-benar sebuah kenyataan yang sulit dipercaya.

"Padahal tadi siang dia masih kelihatan santai, bahkan sempat ngobrol sama saya," bisik seseorang dengan mata berkaca-kaca, terasa ada kepedihan dalam hati yang tak tertahan dan juga kebingungan yang luar biasa.

"Udah jangan banyak omong, cepat turunin jasadnya. Kita kuburkan saja, kasihan itu wajahnya sudah biru." 

Akhirnya beberapa warga menurunkan Wandi dengan jasadnya yang sudah mengenaskan, saat mereka hendak membawa Wandi pulang, salah satu warga berteriak dengan begitu kencang kala melihat ke arah belakang gudang.

"Juragan! Itu bukannya Neng Dea!?"

Sontak semua orang menolehkan wajah mereka ke arah tempat di mana warga itu menunjuk. Ternyata tak jauh dari gudang ada Dea yang sedang duduk di dekat gundukan tanah, tangan wanita itu terus memetik bunga melati dan menyimpannya di atas gundukan tanah itu.

Namun, tatapan mata wanita itu menerawang jauh entah ke mana. Dea seperti orang linglung, begitu banyak orang di sana saja dia tidak sadar.

Bahkan, ketika ada orang yang menghampirinya dan meneriaki nama wanita itu, Dea hanya diam dengan tatapan matanya yang begitu kosong.

"Sayang, ini Bunda, Nak. Sadar, Sayang."

Karmila dengan cepat memeluk putrinya itu, antara sedih dan juga bahagia karena dia bisa menemukan putrinya yang sudah dia cari-cari.

"Sayang," panggil Juragan Saleh.

Dea tetap diam dengan tatapan matanya yang kosong, karena merasa tidak tahan Karmila berteriak sambil menepuk-nepuk pipi wanita itu. Dia menepuk-nepuk pipi Dea dengan cukup kencang, sampai pipi wanita itu terlihat memerah.

"Sayang, sadar!" teriak Karmila.

Dea yang mendapatkan tepukan dan juga teriakan dari Karmila langsung tersadar, dia mengerjapkan matanya. Lalu, menolehkan wajahnya ke kiri dan juga ke kanan.

"Ada apa, Yah? Bun? Kenapa begitu banyak orang? Sebenarnya Dea di mana?"

Juragan Saleh menghela napas berat, dia tak menyangka kalau anaknya kini seperti orang yang baru saja disirep.

"Kita pulang ya, Nak. Jangan di sini," ujar Juragan Saleh.

"Ya," jawab Dea yang sebenarnya masih bingung kenapa dia bisa berada di sana.

Dea lebih bingung lagi ketika melihat para warga yang sedang menurunkan jenazah Wandi, Dea sempat menjerit ketika menyadari kalau Wandi sudah tidak bernyawa lagi.

"Saya pulang duluan, kalian tolong urus jenazah Wandi."

"Ya, Juragan urus Neng Dea saja."

Juragan Saleh dan juga Karmila akhirnya mengajak Dea untuk pulang, wanita itu diajak makan. Setelah itu wanita itu diminta untuk mandi, lalu mengganti baju dengan piyama tidur.

"Bobonya mau ditemani Bunda?"

"Nggak, sendiri aja."

"Oke, jangan lupa baca doa." Karmila mengusap puncak kepala putrinya, setelah itu dia meninggalkan Dea.

Selepas kepergian ibunya, Dea duduk di depan jendela kamar. Lalu, dia mengingat-ingat apa yang sudah terjadi. Dea begitu ingat kalau tadi siang dia ingin pergi ke taman, dia membagikan makanan dan juga minuman untuk anak-anak yang ada di sana.

Setelah anak-anak di taman bubar, Dea juga memutuskan untuk pulang. Namun, Dea malah melihat sosok wanita yang begitu mirip sekali dengan Sulastri.

"Kamu siapa? Kenapa begitu mirip dengan Lastri?" tanya Dea.

"Aku memang Lastri, teman kamu."

"Tapi, Lastri sudah meninggal. Gak mungkin kalau kamu Lastri," ujar Dea.

"Aku beneran Lastri, aku mati karena ulah para warga. Aku belum bisa pulang karena masih penasaran, arwahku dikubur dengan tidak layak. Mau bantu aku gak?"

Dea sama sekali terlihat tidak takut terhadap arwah Sulastri, entah kenapa dia terlihat begitu tenang sekali. Kalau yang lainnya mungkin akan lari tunggang langgang, tetapi Dea malah terlihat santai dan begitu percaya kalau dirinya tidak akan kenapa-kenapa.

"Bantu apa?" tanya Dea sambil memandang arwah Sulastri dengan lekat.

1
Buayi
Bagus mak ceritanya, menginspirasi
Cucu Suliani: Makasih Kakak 🥰
total 1 replies
Mimik Pribadi
Kirain pelaku yng rudapaksa Lastri adiknya juragan Soleh yng kurang ajar itu,lalu apaksh benar Syshdsn??,,
Sri Supeni
nah gini cerita itu nggak usah panjang2
Sri Supeni
semakin serem
Pandra Tour
ini masih flashback atau gimana ya. jadi bingung
estycatwoman
nice 💯👍😘
FiaNasa
neneknya yg bongkar itu
FiaNasa
mimpi kau syahdan
FiaNasa
ayo Salman gercep sebelum sesuatu terjadi Adamu & kluargamu..klau bisa ungsikan dulu istrimu ditempat aman yg sekiranya syahdan & ibunya tidak tahu,mungkin ditempat kluarga istrimu gitu
FiaNasa
baru ketahuan liciknya syahdan
Mega Arum
Luar biasa.. suka dg crta horor author
Cucu Suliani: Makasih Kakak🥰
total 1 replies
yulia ༺⬙⃟⛅
wah....udah tamat...
ditunggu yg baru kk
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
horor horor horor horor horor #nada penuh seeemangat
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
hayoloh nenek😭😭😭😭meninggal juga ya....
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
hiihhh jahatnyaaa
Ayudya
bahagia lah kamu Lastri dan nenek sumira di sana.
Siti Yatmi
alur nya jelas .tidak bertele tele ...
Siti Yatmi
kasian nya sama lastri .,semoga tenang yah Lastri. terimakasih ya thor atas cerita mu..,.bikin lagi ka cerita yg lain ...siap membaca ...
Mar Yati
tunggu cerita selanjutnya thorrr semangat 💪💪💪
Ineke Susanti
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!