NovelToon NovelToon
Kakak Itu Jodohku

Kakak Itu Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pajar Wati

"Saya berharap dimasa depan nanti kita akan berjumpa lagi, tapi tidak sebagai teman. melainkan sebagai pasangan yang sudah terikat secara Agama mau pun Negara. Saya akan menjadi seorang Ayah, sedangkan kamu menjadi seorang Ibu bagi anak-anakku kelak." Itulah kata-kata yang diucapkan oleh seorang siswa laki-laki kepada Yuri saat kelulusan sekolah, akankah mereka berdua bisa dipertemukan kembali dikemudian hari? Lalu siapakah siswa laki-laki itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pajar Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 32

“Kamu yakin mau pulang sekarang? Ini sudah

malam, jarak dari sini ke tempat kostan kamu jauh loh.”

“Lalu saya harus apa? Menginap di sini sampai

pagi?”

“Iya, kamu tidur aja di sini. Kamu tidur di

kamar aku tidur di luar.”

“Hah!” Aku melongo mendengar perkataannya, kok

bisa si dia bilang kaya gitu, “kak Alex, tolong jangan bercanda, dalam hukum

agama laki-laki dan perempuan tidak boleh tinggal dalam satu ruangan yang

sama.” Ia terlihat kikuk dan menggarukan kepalanya. Mungkin perkataanku  sedang ia pikirkan.

“Ya, sudah. Saya antar kamu pulang ke rumah.”

Di saat aku bersiap-siap keluar dari pintu apartemen, kami berdua dikagetkan

dengan kedatangan Ali di depan pintu membuat kamu berdua tersentak.

“Kamu lagi ngapain di depan pintu kamar saya?”

tanya Alex mengusap dadanya, melihat ia kaget aku sempat tertawa. Ternyata dia

bisa kaget juga, sama sepertiku.

“Maaf, kalau saya mengganggu kegiatan Pak

Alex, saya tidak bermak—“

“Apa yang kamu maksud dengan kegiatan? Kamu

jangan pikir macam-macam tentang saya ya,” ucapnya tidak terima, melihat bosnya

sedikit marah, bukannya takut. Justru bawahannya malah menahan tawa.

“Saya mau antar dia pulang ke rumah, nanti

kalau sudah selesai saya ke sini lagi.”

“Iya, Pak. Hati-hati di jalan.”

“Ayo,” ajaknya, aku berjalan di belakangnya

menuju lift, tiba-tiba saja lampu seluruh apartemen ini mengalami pemadam

listrik, aku yang akut gelap langsung berteriak kencang.

Aku mengalami panik luar biasa, aku tidak bisa

melihat sekitar. Tanganku terus meraba agar aku bisa berpegangan dengan

sesuatu, aku benar-benar takut.

“Mah, aku takut,” ucapku dalam tangis, aku

terus meraba sekitar. Tiba-tiba ada sesuatu menyentuh tanganku.

“Jangan takut, ada saya di sini.” Aku tahu

suara ini, ini suara kak Alex. Perlahan ia menarik tanganku, dan  mendekap tubuhku dalam peluknya. Aku sedikit

merasa aman karena ada dia di sini.

“Kamu jangan takut, hal seperti ini sudah

biasa. Kalau ada pemadaman seperti ini, biasanya ada perbaikan listrik.”

“Kapan listriknya selesai diperbaiki?”

“Paling lama setengah jam, terkadang bisa

lebih dari itu.”

“Terus kita harus gimana?”

“Kita kembali ke kamar.” Alex merogoh kantong

celana untuk mengambil ponsel di kantongnya dan menyalakan lampu senter,

setidaknya ada sedikit cahaya.

Aku terus memegang erat lengannya, aku tidak

mau jauh darinya. Aku benar-benar takut.

“Pak Alex?” panggil Ali menghampiri kami

berdua, ternyata dia membawa senter dan mengarahkan cahayanya ke wajahku

membuat mataku silau. Melihat aku menutup mataku, tangan kak Alex langsung

menutupi wajahku agar cahaya senter tidak mengenai wajahku.

“Cahayanya tolong jangan ke arah wajah Yuri.”

“Maaf, Pak.”Ali menurunkan senternya dan

mengarahkan ke tempat.

“Yuri?”

“Iya, Kak.”

“Kamu masih mau pulang sekarang? Kalau mau

kita turun lewat tangga darurat.” Dengan cepat aku menggelengkan kepalaku, aku

tidak mau pulang dalam keadaan mati lampu seperti ini. Apalagi lewat tangga

darurat, aku takut ada penampakan lewat di depan mataku.

“Terus kamu mau menunggu di sini?”

“I-iya,” lirihku, sudah setengah jam lebih aku

menunggu di sini. Tapi belum nyala.

1 jam kemudian lampu apartemen menyala.

“Alhamdulillah, listriknya udah hidup lagi.

Yu—“ ucapan Alex terhenti ketika melihat Yuri sudah tertidur pulas di sofa,

bahkan suara dengkuran halusnya terdengar oleh dirinya. Ia terus menatap wajah

Yuri yang sudah tertidur pulas, wajah cantiknya tidak pernah berubah. Masih

sama seperti yang dulu saat pertama kali bertemu di tahun kenaikan kelas 3 dulu

semasa sekolah.

Perlahan Alex mendekatkanYuri, ia tatap wajah

manisnya. Ia sentuh pipinya dengan lembut, membuat Yuri sedikit terganggu akan

sentuhan jarinya. Untung Yuri tidak bangun, karena masih penasaran dengan Yuri.

Sekali lagi ia mengganggu tidurnya, membuat Alex tersenyum senang.

Alex terus saja menatap wajah Yuri, ada

perasaan lain bergejolak dalam dirinya. Rasa ia ingin mencium bibirnya,

perlahan ia mendekatkan wajahnya hingga jarak Alex dan Yuri kurang dari sejengkal.

“Pak Abian!” Tiba-tiba saja Ali masuk ke

dalam, membuat Alex kalang kabut. Ia tidak tahu jika ada Ali masuk begitu saja.

Jantungnya sudah berdetak kencang seperti mau copot.

Melihat tingkah bosnya, membuat Ali merasa

tidak enak. Ia pun memutuskan untuk pergi keluar.

“Ali, mau ke mana kamu?”

“Saya mau keluar, sebelumnya saya minta maaf

kalau sudah mengganggu kegiatan bersama dengan—“

“Kegiatan apa maksud kamu?” Alex sedikit salah

tingkah dengan perkataan Ali, bahkan wajahnya saja sudah memerah bagai udang

rebus. Sebenarnya Ali sempat melihat bosnya ingin mencium Yuri yang tengah

tertidur, ia sengaja melakukan hal itu agar bosnya tidak melakukan sesuatu di

luar batas dengan wanita yang bukan istrinya.

“Pak, saya hanya ingin menyampaikan satu hal.

Kalau bisa sebelum menikah, tolong jangan berbuat terlalu jauh.” Selesai berbicara

dengan bosnya, ia memutuskan untuk pergi kembali ke kamar apartemennya. Alex

terus memanggil nama Ali, sayangnya ia tidak menggubrisnya.

Alex mengacak-acak rambutnya, ia begitu malu

dengan Ali. Ia yakin sekali, Ali pasti melihat perbuatan terhadap Yuri barusan.

“Ya, Allah. Maafkan hambamu ini yang sudah

melakukan tindakan di luar batas.” Alex menyesal atas perbuatannya, seharusnya

ia tidak mencium Yuri. Ia tidak tahu, kenapa dia bisa bertindak seperti itu.

Kalau saja tidak ada Ali, mungkin saja ia sudah menciumnya.

1
Sri Mulyani Yani
Luar biasa
Sitikhumairoh
tor ini q yg bingung ato gimana sih....tiba2 ude adegan Sandra menyandra
dewi
mkasih ceritany.
Juliai Ani
nyimak dulu
aurel
hai kak yuk mampir juga di lapak aku, siapa tau kakka tertarik, jangan lupa tinggalkan jejak
Owin Kupon
bikin hami kgi thor biar meerka bahgia jngn kecewa mlulu dari pertma smapi terkhit nggk ada kebhagian sm sekalipun thor
Owin Kupon
semngt thor berikan kesalamt pada bai merka biar bhgia thor kasian aku lihtnya
Owin Kupon
udah lma berpisah seharusnya udah melmar dn menika balik bolak trus ceritanya
Yati Maryati
lanjut lagi dong thor ceritanya biar seru
Siti Mutmainnah
good luck
sansan
Yuri yg dicium AQ yg melting...
Natasya
lanjutt thor
Endang Winarsih
akhirnya nikah juga, ceritanya seru..
Endang Winarsih
mampir kak, kelihatannya seru nih
Siti Rejeki
keren
Aqila Azka
pemeran utama cewek ya terlalu munafik..pgang g ble..cium g bole..sok suci x..ceritanya pn muter2 trus g da titik temunya..
Karyati Yati
olh PO
Bundy Tristan
tor ...tolong deh si Yuri suruh Nerima cinta si Alek..lama lama bosen ,,takut saya klw cek jual mahal nanti ujung ujungnya di kerjain laki laki..
Lena Sari
semoga kk
Rika Khoiriyah
lihat cogan, makanya gk konsen🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!