Setelah kejadian kecelakaan kerja di laboratorium miliknya saat sedang meneliti sebuah obat untuk wabah penyakit yang sedang menyerang hampir setengah penduduk bumi, Alena terbangun di suatu tempat yang asing. Segala sesuatunya terlihat kuno menurut dirinya, apalagi peralatan di rumah sakit pernah dia lihat sebelumnya di sebuah museum.
Memiliki nama yang sama, tetapi nasib yang jauh berbeda. Segala ingatan tentang pemilik tubuh masuk begitu saja. Namun jiwa Alena yang lain tidak akan membiarkan dirinya tertindas begitu saja. Ini saatnya menjadi kuat dan membalaskan perlakuan buruk mereka terutama membuat sang suami bertekuk lutut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Apa Tuan menyesal menceraikan Nona Ruby?
Los Angeles, Amerika Serikat.
Beberapa potong pakaian miliknya sudah dimasukkan dengan rapi ke dalam koper. Rasa rindu yang mendalam pada negara asal tak lagi terbendung. Telah lama Yasmin menunggu saat ini, setelah hampir 10 tahun lamanya tinggal dan menyelesaikan pendidikan di Amerika. Kondisi sang oma yang sudah membaik dan atas izinnya pula, Yasmin memberanikan diri kembali ke Indonesia sementara waktu. Tentunya tak sabar pula bertemu cinta pertamanya di tanah air.
Tiket pesawat sudah dipesan sejak sebulan yang lalu, usai operasi jantung Oma Lela dinyatakan berhasil. Yasmin sengaja tidak memberikan kabar akan kepulangannya kepada seseorang sengaja untuk kejutan tak terduga. Tepat lusa Yasmin akan berangkat menuju Indonesia, semua persiapan telah selesai hanya membawa sebagian kecil pakaian. Yasmin merasa pakaiannya selama di Amerika tidak akan cocok dengan kultur masyarakat di Indonesia yang cenderung berpakaian lebih terbuka.
“Aaahhhh sudah ga sabar deh bertemu sana Abang Al. Beberapa tahun ini Abang hilang kontak sama sekali. Gara-gara ponselku dijambret gelandangan mungkin masih tersimpan nomor telepon Abang Al. Tante Salma juga ga ngasih nomor telepon Abang, katanya Yasmin ga boleh ganggu Abang yang lagi sibuk membangun perusahaan. Yasmin kangen banget Abang,” ucap Yasmin sambil melihat sebuah poto pria di dompet miliknya.
Yasmin teringat bagaimana tangis Althaf saat dirinya hendak pergi ke Amsterdam mengikuti Oma Lela dan Tante Yasmin. Bahkan Althaf merengek ingin ikut serta namun pamannya yang selama ini merawatnya melarangnya.
“Yas….” seseorang memanggilnya dari arah belakang, Yasmin pun membalikkan kepalanya.
“Oma…. Kenapa kesini? kan bisa minta tolong pelayan untuk memanggil Yasmin. Kalau ada apa-apa sama Oma, Yasmin akan merasa bersalah,” sahut Yasmin sambil menghampiri Oma Lela yang berdiri di ambang pintu.
“Oma ingin jalan -jalan Yas, rasanya pegal-pegal kebanyakan tidur. Lagian Oma sudah merasa sangat sehat,” jawab Oma tersenyum, Yasmin memapah Omanya duduk di atas ranjangnya.
Oma Lela melihat koper dan beberapa barang yang sudah rapi. Ada rasa khawatir akan kepulangan Yasmin ke Indonesia. Beberapa tahun ini Oma Lela agar Yasmin menunda kepulangannya ke tanah air. Apalagi gadis manjanya itu baru beranjak dewasa dan belum pernah merasakan bagaimana pahit manisnya kehidupan. Selama ini Oma Lela begitu menjaga dan menyayangi Yasmin meski hanya berstatus cucu angkat. Hanya Yasmin yang begitu sabar dan telaten menjaganya selama dirinya sakit.
“Sudah semua dipersiapkan, Yas? Tak ada yang kelupaan kan? Uang, tiket, oleh-oleh, kartu kredit, ATM?” tanya Oma Lela memastikan, cucu kesayangannya itu sedikit ceroboh.
Yasmin menggenggam tangan Oma yang berkeriput, “ sudah semua Oma, tenang aja. Kan Oma sudah ngasih Yasmin catatan apa saja yang harus dibawa. Lihatlah, semuanya sudah Yasmin contreng dan ada di dalam koper.” Yasmin menunjukkan sebuah kertas catatan.
“Kamu hanya bawa sedikit baju?” tanya Oma, dia melihat isi lemari Yasmin yang masih begitu banyak tumpukan baju miliknya.
“Iya Oma, rencananya Yasmin akan membeli sebagian pakaian di Jakarta nanti. Lagi pula, pakaian Yasmin kan banyak yang seksi, bisa-bisanya Abang Al murka kalau lihat Yasmin pakaian seperti itu,” jawab Yasmin sambil terkekeh.
Oma pun jadi teringat dengan cucu kandungnya yang selama ini tak pernah dia dengar kabarnya. Tak terbayangkan bagaimana kerasnya hidup Althaf di Indonesia yang harus berjuang sendirian padahal ibu dan nenek kandungnya masih ada. Mungkin nanti dia bisa mengetahui bagaimana kondisi Althaf dari Yasmin. Satu hal yang Oma Lela ketahui jika Althaf sudah menikah dan hal itu pula yang dia sembunyikan dari Yasmin selama ini.
Dia tak ingin melihat cucu angkatnya itu kehilangan harapan, dia pula mengetahui jika Yasmin masih memendam rasa cinta pada Althaf.
Membawa pergi Yasmin ke luar kota, rupanya tak mengikis sedikitpun rasa Yasmin pada Althaf. Mungkin jika di Indonesia nanti Yasmin mengetahui kenyataan yang sebenarnya dia bisa lebih menerima. Salma juga sudah memberitahunya jika Zaldo yang akan menjaga Yasmin selama di jakarta.
“Ya sudah jika rencananya seperti itu. Kamu bisa menggunakan uang yang ada di ATM untuk membeli beberapa keperluan selama di Jakarta. Oma harap, kamu segera pulang ya. Oma kesepian jika tidak ada kamu disini.”
“Oma tenang saja, jangan khawatir. Lagi pula disini kan banyak nanny. Dan Yasmin juga akan video call Oma setiap malam ya. Yasmin janji akan bawa Abang Al kesini. Yasmin tahu, Oma juga sangat rindu dengan Abang Al kan,” sahut Yasmin, dia memeluk Oma Lela dengan erat.
...⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐...
Meskipun masalah perusahaannya telah mendapatkan solusi tetapi pikiran Althaf tak bisa tenang. Banyak pertanyaan dalam kepalanya yang belum menemukan jawaban. Terutama bagaimana bisa Alena mendapatkan kontrak lisensi dari perusahaan asing yang nilainya fantastis. Althaf berfikir apa dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga tak mengetahui banyak hal tentang istri kesayangannya itu.
Apalagi perubahan sifat dan sikap Alena sangat mencolok, istrinya itu bukan lagi kelinci kecil yang penurut. Alena kini lebih seperti kucing jinak namun sebenarnya bisa mencakar dan menggigit kapan saja. Apa perubahan itu ada hubungannya dengan amnesia yang dialami oleh Alena? Tidak… Tidak mungkin amnesia bisa merubah karakter seseorang begitu drastis, berputar 180 derajat.
“Tuan…” suara Gilbert menghentikan lamunan Althaf.
Althaf menyandarkan punggung dan kepalanya pada sandaran kursi, berusaha meredam sakit kepala yang dirasakannya sekarang akibat kurang istirahat dan terlalu banyak fikiran.
“Dananya sudah dalam proses pencairan, kemungkinan akan masuk ke dalam saldo perusahaan dua sampai tiga hari kerja. Berhubung hari ini weekend, maka akan terhitung mulai Senin besok. Semua proyek yang tertunda sudah mulai proses pengerjaan kembali dengan estimasi pembiayaan segera setelah dana masuk,” lapor Gilbert sesuai dengan informasi yang dia dapatkan.
“Jadi uang itu benar-benar ada? Bukan omong kosong Alena saja agar saya bercerai dengan Ruby?” sahut Althaf disertai dengan rasa tak percaya. Masih ada ganjalan yang membuat Althaf sulit mempercayai sepenuhnya dengan apa yang baru saja terjadi.
“Apa Tuan menyesal menceraikan Nona Ruby?” Gilbert memastikan
“Bukan… bukan begitu. Kau jelas tahu apa yang aku inginkan sejak lama, Gil. Tapi….”
“Sebaiknya Tuan fokus saja terhadap perusahaan untuk saat ini. Dan saya hanya berpesan, Tuan harus lebih menjaga Nyonya. Pak Mahyadi tentu tidak akan tinggal diam tentang perceraian anaknya. Saya pamit Tuan, permisi.”
Gilbert pergi begitu saja meninggalkan Althaf dalam ruang kerjanya, meskipun sebenarnya Gilbert pun berpikiran yang sama dengan perubahan Alena. Terutama saat tadi tak sengaja dia menyaksikan bagaimana Alena memberikan hukuman kepada Diyah. Gilbert urung melaporkan apa yang dilakukan Alena kepada Diyah.
Walaupun terlihat Althaf tak begitu peduli dengan Diyah, Gilbert juga paham jika Althaf pasti akan marah andai terjadi sesuatu pada calon anaknya yang disebabkan oleh Alena. Tentu Gilbert tak ingin Alena kembali dalam bahaya, Althaf bisa mengamuk kapan saja.
“Pak Gilbert… Pak Gilbert… tunggu!!!”
Seseorang memanggilnya dari arah belakang. Padahal beberapa langkah lagi menuju pintu depan, terpaksa Gilbert menghentikan langkahnya dan berbalik
“Pak… Nyonya pingsan… tolong Nyonya!!” rupanya seorang pelayan yang melaporkan.
Mendengar hal tersebut, Gilbert langsung berlari kembali ke dalam rumah tanpa bertanya dimana Alena tergeletak pingsan. Seorang Gilbert,tahu dimana posisi Alena.
maka ny cepat2 sadar diri ,,
sblum jatuh ny harga diri ,,
/Smug//Smug//Smug//Chuckle/
Pak su diam dlu aj yx ,, sayangi nyawa anda yx Pak su ,, 🤭🤣🤣🤣
nama udh keren2 di panggil ny kodok buruk ,, 🤣🤣🤣
lah suaminya ngga ada fungsinya.
aturan Alena Ama Gilbert aja.