Takdir itu lucu.. kamu dan aku hanya akan menjadi kita entah sekarang besok tau kapan pun itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim Senna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KAMU (2)
Kai terus menatap punggu wanita yang berjalan di depan nya itu, terus memperhatika langkah kecil itu yang terus menyusuri jalanan sempit menuju satu rumah. Senyum yang terpancar dari wajah murung itu bagai air yang menyiram tanah tandus untuk hati Kai, entah sudah berapa derita yang harus di lewati nya untuk mendapatkan kebahagian kecil ini
"Hati-hati perhatikan langkah mu..," kata Kai mengingatkan Krystal
"Ya..," jawab Krystal
"Apa masih jauh?" tanya Kai
Krystal menoleh pada Kai "Tuan lelah..," kata nya bertanya pada Kai
"Tidak..," jawab Kai sambil tertawa
Senyum wanita itu kembali mengembang saar tiba di depan satu rumah yang terlihat sedikit usang tak terawat, beberapa tumbuhan juga sudah tumbuh merambat ke dinding nya
Mata wanita itu berbinar sedikit berkaca, membayangkan masa-masa bahagia yang pernah di lewati nya dan orang tua nya di rumah ini
"Ini rumah mu?" tanya Kai sambil mengelus bahu Krystal
"Iya, ini rumah ku.. rumah kami..," jawab Krystal sambil tersenyum lebar
"Awas hati-hati perhatikan langkah mu..," kata Kai saat Krystal mulai melangkahkan kaki nya menaiki anak tangga yang sudah begitu tua
"Krystal..," teriak seseorang dari seberang rumah
"Bu yuni..," teriak Krytal sambil mentap seseorang yang tengah berlari kearah nya
Wanita paruh baya itu memeluk Krystal dengan erat sesekali mengecup punca kepala Krystal
"Sudah sangat lama kau tak pulang nak. Bagaimana kabar mu?" tanya bu Yuni pada Krystal
"Aku baik bu.. Bagaimana kabar bu Yuni?" tanya Krystal
"Ibu baik Krys..," jawab nya sambil melirik perut Krystal yang sedikit membuncit
"Krys kau hamil?" tanya bu Yuni
Krystal mengangguk sambil tersenyum
"Di suami mu?" tanya bu Yuni melihat kearah Kai
Krystal hanya menunduk tak berani mengiyakan, karena nampak nya Kai mau menyembunyikan status mereka. Hanya orang-orang tertentu saja yang tau
Kai menatap heran pada Krystal yang mematung. Bertanya-tanya kenapa wanita itu tak langsung mengiyakan pertanyaan bu Yuni
"Iya bu, perkenalkan saya Kai suami Krystal" kata Kai sambil menyalami tangan bu Yuni sambil tersenyum hangat
Melihat itu Krystal begitu bahagia, hati nya menghangat menyaksikan bagaimana pria itu memperkenalkan diri nya sebagai suami Krystal
"Kenapa tak memberi tau ibu jika kau menikah Krys..," desis bu Yuni
"Maaf bu" kata Krystal sambil menggenggam tangan bu Yuni
Bu Yuni adalah tetangga Krystal, wanita yang begitu perhatian dan baik hati. Bu Yuni dan keluarga nya lah yang membantu Krystal pada saat ayah dan ibu nya meninggal
"Aku kemari untuk memperingati wafat nya ayah dan ibu" kata Krystal mengadu pada bu Yuni dengan tatapan pilu
Melihat itu bu Yuni segera memeluk Krystal, mengelus tengah belakang Krystal untuk memberi nya ketenangan
"Sabar ya nak..," kata bu Yuni
"Iya bu, terima kasih ya bu sudah sangat baik pada ku" kata Krystal
Kai hanya tersenyum simpul saat melihat Krystal yang berpelukan dengan bu Yuni
Sementara Krystal ikut dengan bu Yuni ke rumah nya, Kai menatap rumah tua itu hingga muncul ide untuk memperbaiki rumah itu. Kai yakin rumah ini begitu berharga untuk Krystal
"Tuan..," sapa Kryatal dan mengagetkan Kai yang tengah terbang dalam lamunan nya
"Ada apa?" tanya Kai
Krystal hanya menggeleng, lalu berlahan membuka gembok rumah itu, pintu nya terbuka dan memperlihatkan isi rumah itu, tak ada yang berubah hanya terlihat berdebu saja
"Sudah berapa lama kau tak pulang?" tanya Kai
"Satu tahun lebih.. biasa nya aku rutin pulang untuk membersihkan rumah dan mengunjungi ibu dan ayah" cerita Krystal
"Waaa, ini sangat berdebu" kata Krystal
Sedangkan Kai hanya mengamati ibu hamil yang terus berkeliling di rumah itu
"Aku akan membersihkan nya" kata Krystal tiba-tiba
"Tidak.. kau duduk saja aku yang akan membersihkan nya" kata Kai
Kai berlari kearah rumah bu Yuni untuk meminjam sapu dan alat bersih-bersih lain
"Untuk apa Kai?" tanya bu Yuni
"Membersihkan rumah bu" kata Kai sambil tertawa, memikirkan mungkin seumur hidup dia tak pernah membersihkan apapun sendiri tapi hari ini untuk pertama kali nya dia memegang sapu dan alat lain nya
"Apa kalian akan menginap?" tanya ibu Yuni
"Ide bagus" kata Kai dalam hati
"Ya bu kami akan menginap" jawab Kai semangat dan berharap dengan menginap dia bisa memberikan sedikit kebahagian untuk Krystal
"Tuan bersungguh-sungguh untuk membersihkan semua nya?" tanya Krystal
"Kita lihat saja aku bisa atau tidak" kata Kai terpingkal, sambil menyapu debu yang menempel pada setiap benda yang ada di runagan ibu
"Juna.. tolong bawakan aku keperluan untuk rumah, seprai, selimut, handuk, alat mandi, alat memasak dan beberapa bahan makanan juga. Aku akan mengirim lokasi ku, lakukan sekarang!" Isi pesan Kai pada sahabat nya itu
Sudah satu jam sejak Krystal melihat Kai membersihkan rumah itu bahkan memberihkan sofa dan karpet juga dengan penyedot debu. Hingga ruangan itu terlihat bersih dan rapi
"Kau sangat lucu saat masih kecil" kata Kai sambil mengelap bingaki foto yang memperlihatkan gadis kecil yang begitu lucu, ya itu foto Krystal
Setelah selesai membersihkan ruang tamu Kai berpindah ke kamar, melepas semua seprai lama yang berdebu lalu menyedot debu di kasur nya dengan penyedot debu, dan membersihkan semua nya
"Kau harus beristirahat dulu..," kata Krystal saat melihat Kai mengelap kening nya dengan tangan
Kai terlihat sangat berantakan dengan tangan penuh dengan debu
Mata hari sudah mulai tenggelam, butuh waktu 4 jam lebih untuk Kai membersihkan rumah ini, padahal rumah ini tak terlalu besar hanya terdiri dari ruang tamu, dapur, dua kamar dan satu kamar mandi
Kai membaringkan tubuh nya di sofa dengan paha Krystal sebagai bantal nya. memjamkan mata nya saat Krystal mengelus lembut rambut nya
"Hari sudah mulai gelap..," kata Krystal mengingatkan
"Ayo menginao..," tawar Kai, seketika wajah Krystal berbinar sambil tersenyum
"Tapi kau harus bekerja kan..," kata Krystal
"Tak masalah, kau mau menginap disini?" tanya Kai
"Tentu saja"..," jawab Krystal sambil tersenyum
"Siapa yang datang?" tanya Krystal saat melihat Kai kelur saat mendengar teriak seseorang dari luar
"Kurir pengantar barang" kata Kai terpingkal
"Waaaahh, kau gila!..," teriak juna dengan keringat yang memenuhi wajah tampan itu dengan begitu banyak barang di tangan nya bahkan juna harus meminta bantuan beberapa orang untuk membawakan semua yang di minta oleh Kai
"Maaf kan aku bro, tapi terima kasih banyak..," kata Kai sambil mengambil semua barang yang di bawa oleh sahabat nya itu
Krystal juga membantu untuk membawa barang yang kira-kira bisa di bawa nya, Krystal juga bingung untuk apa barang-barang ini
"Hai Krys..," sapa Juna pada Krystal dan di sahut senyuman oleh Krystal
Kai segera pergi ke kamar memasang sprai baru yang di bawakan oleh Juna tadi, dan tersenyum puas saat melihat seisi rumah itu rapih
"Maaf, tapi kami tak punya apapun untuk di sajikan untuk mu" kata Krystal pada Juna
"Tak masalah Krys" kata Juna
____________________________________
Krystal, Kai dan Juna pergi ke rumah bu Yuni karena dapat undangan makan malam. Ketiga orang itu dengan senang hati pergi karena tak perlu repot memikirkan makan malam lagi
Setelah menyelesaikan makan malam Juna pamit untuk pulang karena besok harus bekerja
Krystal tersenyum begitu lebar saat membaringkan tubuh nya di ranjang nya itu, Krystal begitu merindukan tidur di rumah ini
reader wajib baca ini.