Setelah di jatuhkan talak 6 tahun lalu dalam keadaan hamil yang ternyata tidak mengubah apapun dalam kehidupan Saffana.
Sakit hati yang dia terima membuat Saffana tetap mengakhiri pernikahan itu dengan laki-laki yang pasti dia cintai.
Semua keputusan itu di ambil dengan melibatkan sang pencipta.
Setelah 6 tahun. Saffana yang akhirnya hidup masing-masing dengan mantan suaminya. Tetapi hubungan mereka tetap baik. Karena mereka masih saudara dan juga masih ada anak yang bernama Alisha buah hati mereka berdua.
Hubungan mantan pasangan suami istri itu tetap baik dan kompak dengan merawat Alisha. Tetapi tetap harus berjarak.
Seiring berjalannya waktu, Saffana dan Aksa sama-sama menemukan pasangan hidup mereka masing-masing untuk memulai kehidupan baru setelah 6 tahun lebih sendiri.
Saffana yang sedang dalam proses perencanaan pernikahan.
Bagaimana kehidupan Aksa dan Saffana saat mereka berdua memutuskan untuk memulai kehidupan baru dengan pasangan masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 32 Perasaan Itu Aneh.
Permintaan Saffana yang tiba-tiba jelas membuat Rachel sangat terkejut. Saffana berbicara kepada Rachel juga terlihat sangat gugup yang sejak tadi memencet jarinya.
"Mau pindah?" tanya Rachel memastikan. Saffana menganggukkan kepala.
"Kamu itu masih keras kepala saja, kamu tidak dengar apa yang dikatakan Aksa kemarin. Situasi masih belum baik-baik saja. Sangat bahaya jika kamu tinggal sendirian," sahut Rachel yang pasti tidak setuju dengan permintaan Saffana.
"Saffana merasa tidak enak dengan posisi Saffana yang memang seharusnya tidak bertahan di rumah karena masih dalam bahasa Iddah," ucap Saffana.
"Irene mengatakan apa kepada kamu?" Rachel langsung mengerti arah pembicaraan Saffana kearah mana yang pasti sudah berkaitan dengan Irene yang tadi datang.
"Saffana hanya memikirkan semua ini memang benar dan memang tidak pantas Saffana harus tinggal satu atap seperti ini dengan kak Aksa. Karena kami bukan suami istri lagi," ucap Saffana.
"Saffana kamu itu bukan hanya mantan istri dari Aksa. Tetapi kamu juga keluarga dan kamu menjadi tanggung jawab saya dan juga Papa Aksa. Jadi kamu jangan memikirkan apapun yang dikatakan Irene dan jangan kemana-mana dan hanya di rumah ini dan kamu juga melaksanakan masa iddah kamu dengan benar. Sudahlah kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh dan jangan coba-coba untuk berpikir pergi dari rumah ini. Saya sudah mengatakan khawatir kepada kamu dengan Alisha. Kamu baru boleh tinggal di tempat kamu seperti semula ketika Andre sudah di penjara!" tegas Rachel dengan penuh penekanan pada setiap kata yang diucapkannya.
Saffana tidak berani berbicara seperti lagi. Karena Rachel memang tipe emak-emak yang tidak mau kalah dan pasti selalu merasa benar. Padahal Saffana hanya merasa tidak enak kepada wanita yang dia tahu jika wanita itu adalah calon istri dari Aksa.
Saffana sangat memahami posisi Irene karena dia juga seorang wanita. Tetapi dia juga tidak ingin berpisah dari Alisha. Karena untuk sekarang ini memang Saffana tidak aman dan apalagi Andre juga belum ditemukan. Jadi semua masalah ini membuat Saffana menjadi serba salah.
***********
Saffana baru saja selesai membacakan Alisha dongeng dengan Alisha yang sudah tertidur. Saffana menutup buku tersebut dan membaringkan posisi tubuh Alisha agar nyaman. Saffana juga menyelimuti Alisha dengan mengusap-usap pucuk kepala Alisha yang tidak lupa mencium kening Alisha.
Lalu Saffana turun dari ranjang menuju jendela kamar. Saffana yang ingin menutup jendela kamar. Namun Saffana melihat Aksa yang baru pulang kerja dan terlihat membuka bagasi mobil yang mengeluarkan barang-barang dari dalam mobil tersebut.
"Kamu tahu bukan jika aku adalah calon istri Aksa!" tiba-tiba Saffana mengingat perkataan Irene.
"Saffana aku turut prihatin dengan pernikahan kamu yang gagal untuk kedua kalinya. Tetapi bukan berarti kamu juga ingin membuat hubunganku dengan Aksa menjadi goyah. Karena kehadiran kamu. Aku berharap kamu paham dengan apa yang aku sampaikan. Kamu juga seorang wanita dan kamu seharusnya mengerti dengan posisi ku saat ini seperti apa di dalam kehidupan Aksa?" tegas Irene.
"Kamu sangat tidak pantas harus dekat dengan calon suami orang lain dan aku tahu kamu hanya melakukan peran sebagai seorang Ibu. Tetapi kalau kamu sadar. Kamu juga akan mengerti bagaimana posisi kamu dan bisa menghindari segala sesuatu!" tegas Irene.
Wajah Saffana yang tampak sendu yang terus memikirkan perkataan Irene yang memang sempat menghampiri Saffana dan mengatakan semua apa yang dia tidak sukai.
"Apa yang aku lakukan memang salah. Mungkin ketika seorang wanita yang dalam status janda sangat tidak pantas harus melakukan tindakan ini," batin Saffana yang penuh dengan kesedihan.
Mata Saffana melihat kembali ke bawah dan ternyata Aksa yang sudah melihat Saffana. Bukannya malah mengalihkan pandangan. Saffana dan Aksa saling beradu pandang dengan tatapan mata mereka berdua yang sangat dalam.
"Ada apa dengan Saffana. Apa Irene mengatakan sesuatu kepada Saffana dan karena itu Saffana terlihat sangat sedih," batin Aksa yang juga bisa melihat ekspresi Saffana yang terlihat tidak baik-baik saja.
"Aku seharusnya tidak berada di antara kamu dan Irene. Kamu juga berhak memulai hidup baru bersama wanita lain dan sama dengan aku yang juga sudah memulai hidup baru dan walau gagal," batin Saffana dengan perlahan memejamkan mata.
Saffana yang melanjutkan menutup jendela kamar dan menutup tirai jendela kamar yang kembali menghampiri tempat tidur yang tertidur di samping Alisha.
*********
Rachel dan Adam pagi-pagi seperti ini sudah berada di meja makan dengan mereka berdua yang mengobrol serius. Yang lain belum berada di meja makan.
"Jadi itu yang membuat wajah kamu sejak tadi di tekuk seperti itu?" tanya Adam yang meneguk air putih.
"Mama sangat tidak mengerti dengan Irene. Padahal sejak awal Mama mengenalkan dia kepada Aksa dia sendiri yang mengatakan tidak ingin buru-buru menikah dan ingin mengenal lebih dalam dan saling mengerti satu sama lain dulu. Tapi sekarang dia malah mengatakan ingin melangsungkan pernikahan secepatnya," oceh Rachel kesal.
"Namanya juga seorang perempuan. Bukankah wanita itu selalu butuh kepastian dan pasti Irene yang ingin kejelasan dalam hubungan dia dengan Aksa," sahut Adam dengan positif.
"Ya tapi kenapa baru sekarang. Mama malah berpikir. Jika Irene ragu dan tidak jadi melanjutkan pernikahan itu. Karena status Aksa sebagai seorang ayah dia juga dia juga tidak terlalu dekat dengan Alisha," sahut Rachel.
"Kamu yang sejak awal yang sudah mengurus semua ini. Kamu yang punya ide untuk mencarikan pendamping bagi Aksa dan Aksa hanya menuruti apa yang dikatakan kamu dan sekarang kenapa kamu malah yang resah dan seperti tidak menyukai keinginan Irene?" sahut Adam bingung.
"Aku pikir dengan aku melakukan semua itu akan membuat Saffana cemburu dan dia juga tidak menjalin hubungan dengan laki-laki lain dan bisa rujuk dengan Aksa. Tetapi Saffana malah menikah dan Saffana sudah bercerai dan aku berharap dia dan Aksa bisa rujuk lagi. Tetapi Irene malah tiba-tiba menuntut pernikahan dan kemarin juga dia menceramahi ku," batin Rachel dengan wajah kesal.
Di tengah pembicara itu. Aksa yang menghampiri meja makan yang bersamaan dengan Aliyah. Mereka berdua langsung duduk di meja makan.
"Aksa Irene sudah menyampaikan apa yang dia inginkan kepada kamu?" tanya Rachel.
"Menyampaikan apa?" Aksa bertanya kembali.
"Aku tidak sempat berbicara Irene dan kami juga belum ada berkomunikasi baik secara langsung maupun lewat telepon," jawab Aksa.
"Memang ada apa mah! Tumben sekali Irene di bawa-bawa?" tanya Aliyah penasaran.
"Apa lagi jika bukan karena Irene yang tiba-tiba ingin mempercepat proses pernikahannya dengan Aksa," sahut Rachel yang membuat Aksa kaget.
Aliyah juga terkejut yang tidak percaya mendengar perkataan Rachel. Ternyata Saffana yang ingin menghampiri meja makan dan menghentikan langkahnya ketika mendengar perkataan Rachel.
"Ibu ayo kenapa berhenti?" ajak Alisha membuat semua orang melihat ke arah Saffana yang ada di sana. Aksa menelan salivanya saat melihat Saffana.
"Apa mungkin memang tidak ada harapan untuk hubungan Saffana dan Aksa kembali," batin Rachel yang tampak lemas.
"Ibu ayo!" Alisha yang kembali menarik tangan Saffana.
"Iya sayang," sahut Saffana dan langsung menghampiri meja makan dengan perasaan gugup dan tidak enak.
Tidak tahu kenapa saat mendengar jika Aksa akan menikah kembali menikah membuat Saffana merasa ada sesuatu dengan hatinya.
Bersambung
please lah...