NovelToon NovelToon
Hati Seluas Samudra

Hati Seluas Samudra

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Cinta Murni / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:52.3k
Nilai: 5
Nama Author: 𝙼𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚒𝚂𝚎𝚗𝚓𝚊

cerita yang mengisahkan tentang suami yang harus bersandiwara dan berakting demi menjalankan sebuah misi. sehingga menimbulkan kesalahpahaman, antara dirinya dan sang istri.
lalu apa yang terjadi dengan mereka?mampukah mereka mempertahankan rumah tangganya ditengah belenggu masalalunya yang datang tanpa diundang, dan tanpa bisa dihindarinya?
Bagaimana kisah mereka selanjutnya?

penasaran???
mari kita ikuti kisahnya yuk...cekidot

Tolong baca per bab ya guys,
jangan lompat bab
karena dukungan kalian sangat berarti buat author

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙼𝚎𝚗𝚝𝚊𝚛𝚒𝚂𝚎𝚗𝚓𝚊, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Barra yang Perhitungan

*

Selamat membaca⬇️

***

"Papa sama Mamah lagi ngapain?" tanya Vino.

Anak itu terlihat bengong, menyaksikan kedua orangtuanya yang sedang berpandangan.

Sementara Rissa dan Barra, langsung gelagapan begitu ketahuan oleh buah hati mereka.

"Oh, tangan Mama tiba-tiba sakit. Jadi Papa memegangnya. Iya begitu," jawab Barra beralibi.

"Mamah tangannya sakit? Mana yang sakit, Mah?" Vino berdiri dari duduknya, lalu memegang tangan Rissa yang terangkat. Kemudian dengan gayanya yang lucu, anak itu memeriksa tangan mamahnya.

"Sudah mendingan, sayang. Kan sudah dipegang sama Papa," sahut Rissa.

Vino kembali duduk, namun matanya tetap menelisik. Menatap ke arah papa dan mamahnya.

"Kenapa Mamah dan Papa suka sekali berlihat-lihatan, sih?" tanya Vino dengan agak ketus, sembari melipat kedua tangannya.

Rissa dan Barra sontak menatap satu sama lain. Bibir keduanya mengatup mengulum senyuman.

"Tuh kan Papa sama Mamah lihat-lihatan lagi," protesnya

Pasutri muda itu sudah seperti terdakwa, yang sedang diinterogasi.

"Kenapa Mamah sama Papa, tidak menghabiskan makanannya? Kenapa lihat-lihatan terus? Kata mbak Lulu, kalau makan harus dihabiskan. Kalau hanya dilihat tidak akan habis, kan belinya pakai uang." Gaya Vino separti orang dewasa yang menasehati anaknya.

Barra bangkit dari duduknya, lalu memeluk Vino.

"Anak siapa sih ini? Hebat banget, heum?" tanya Barra gemas

"Anak Papa sama Mamah lah!" jawab Vino

"Sayang, ayo kita habiskan makanannya. Nanti bisa ditegur sama Bapak Vino," ajak Barra sambil terkekeh.

Rissa hanya mengangguk sambil tersenyum. Lalu melanjutkan makannya yang tadi sempat tertunda.

Sementara Vino, dia masih terus mengawasi kedua orang tuanya yang sedang makan.

Selesai makan, Rissa segera membereskan bekas makan mereka. Sedangkan Barra dan Vino mencuci tangan. Setelahnya kembali ke dalam kamar.

"Kalian menginap saja di sini ya!" pinta Barra.

"Aku belum memberi tahu mbak Mira, Mas," jawab Rissa.

"Ya sudah telepon dia. Katakan padanya kalau kamu sama Vino mengunjungi aku, di luar kota!" titah Barra.

"Tidak bisa Mas. Kalau sekarang kesannya mendadak sekali. Besok saja ya, kan besok malam minggu. Jadi gampang alasannya." Rissa beralasan, lalu membisikkan sesuatu pada suaminya.

Barra tersenyum lebar, karena dijanjikan sesuatu oleh istrinya.

"Bener ya, awas kalau bohong!" ancam Barra.

"Iya-iya. Benaran." Rissa meyakinkan. Lalu menoleh ke arah Vino.

"Sayang, ayo kita pulang, Nak!" ajak Rissa pada Vino yang masih asyik dengan mainannya.

"Kok kita pulang Mah? Kita tidak menginap di sini?" tanya Vino.

"Tidak malam ini, Sayang. Besok ya kita ke sini lagi," jawab Rissa.

"Memangnya, kenapa?" tanya Vino lagi

Rissa menarik nafas panjang sebelum menjawab.

"Sayang, kita belum bilang sama tante Mira dan tante Anita kalau mau menginap. Besok saja ya kita menginapnya, Vino mau kan?" Rissa berusaha membujuk Vino agar mau diajak pulang.

"Nanti Papa takut sendirian di sini," sahut Vino seraya menatap kearah papanya.

"Papa kan orang dewasa, jadi tidak ada rasa takut," elak Rissa

"Mas, tolong dong bujuk dia," mohon Rissa pada Barra.

"Besok double pokoknya, tidak mau tahu," bisik sang suami.

"Astaga, begitu saja perhitungan." Rissa bersungut.

Barra menghampiri Vino yang masih bergeming. Lalu membawanya ke dalam pangkuannya.

"Vino sayang, sekarang pulang dulu ya. Besok boleh ke sini lagi sama Mamah, oke!" Barra memberi pengertian. Dielusnya lembut kepala bocah itu, kemudian mencium pipinya.

Bocah tampan itu pun menganggukkan kepalanya, dan balas mencium pipi papanya.

"Papa sayang Vino, banyak-banyak," ucap Barra.

"Vino juga sayang Papa, sayang Mamah, banyak-banyak," sahutnya lantas berajak dari pangkuan papanya.

"Mamah, ayo kita pulang," ajaknya pada sang mamah.

"Tapi besok kita ke sini ya, Mah," imbuhnya kemudian.

"Siap Captain!" sahut sang mamah seraya memberi hormat.

"Sayang, salim sama Papa dulu, Nak!" titah Rissa.

Vino dengan segera menyalimi papanya.

"Vino pulang dulu ya, Pah. Assalamu'alaikum," pamit Vino pada papanya.

"Wa'alaikumsalam. Hati-hati ya, Sayang," pesan Barra pada buah hatinya.

"Aku pulang dulu, Mas," pamit Rissa, lalu mengulurkan tangannya untuk meraih tangan sang suami. Namun yang terjadi, Barra malah menariknya ke dalam pelukannya. Lalu pria itu menciumnya dengan lembut. Rissa tidak membalas, dan hanya membiarkan sang suami, melakukan apa yang diinginkannya.

"Sudah, terimakasih," ucapnya dengan tersenyum puas

"Tidak lihat situasi dan kondisi. Kalau Vino melihat kita bagaimana coba!" protes Rissa. Dia takut jika Vino melihatnya, sebab bisa berbahaya.

"Yang penting kan dia tidak lihat," sanggahnya cepat dengan smirk di bibirnya

"Sudah ah. Aku pulang dulu ya. Assalamu'alaikum," pamit Rissa seraya mencium punggung tangan suaminya.

"Wa'alaikumsalam. Hati-hati ya kalian," pesannya pada sang istri.

"Iya, Mas. Bye." Rissa melambaikan tangan lalu masuk ke dalam mobilnya, dan duduk di belakang kemudi. Sementara Vino sudah duduk manis, dari tadi sejak pamit pada papanya.

Barra melambaikan tangan, sampai mobil sang istri hilang dari pandangannya.

***

Pagi hari di rumah Rissa.

 Setelah sholat subuh, dia langsung menuju dapur, untuk membuat sarapan. Dia memasak banyak, sebab akan membawanya juga ke tempat sang suami.

Di halaman rumah tampak Vino dan Anita sedang bermain. setelah seharian kemaren dia mengeram di kamar. Mira juga ada di sana mengawasi mereka dari kejauhan, sambil menyiram bunga.

Sejauh ini Anita hanya sebentar saja, jika berbincang dengan Mira. Mungkin karena baru kenal.

Tapi Mira tidak putus asa untuk mendekati Anita. Dia mendapatkan mandat dari Rissa, agar melakukan pendekatan dengan Anita. Bahkan Rissa memberikan buku-buku psikologi pada Mira untuk dipelajari.

Dan dia mempraktekkan apa yang telah dipelajarinya tersebut. Hasilnya Anita sekarang sudah mulai sedikit terbuka kepadanya.

Meski Rissa terkesan sering meninggalkan mereka berdua, tetapi sebenarnya dia tidak melepaskan perhatiannya begitu saja. Dia meminta pada salah satu teman di kantornya yang ahli di bidang IT, untuk membuatkan kamera tersembunyi sekecil mungkin. Yang keberadaannya tidak disadari oleh orang lain, dan langsung tersambung ke ponselnya. Jadi meskipun dia tidak di rumah, dia tetap bisa mengawasi, apa yang dilakukan oleh orang-orang yang berada di dalam rumahnya.

Selesai memasak, Rissa menuju halaman depan rumahnya.

"Mbak Mira, sini!" panggilnya pelan

Merasa ada yang memanggil, Mira lantas menoleh ke sumber suara.

"Iya, Bu," sahut Mira. Dia meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri Rissa.

"Ada apa, Bu?" tanya Mira kemudian

"Ayo, kita sarapan. Saya sudah selesai memasak," ajaknya pada Mira.

"Baik, Bu," jawab Mira

"Ya sudah. Saya mau ke mereka dulu ya," pamitnya pada Mira.

"Sayang, sudah ya mainnya. Ayo kita mandi dulu, lalu sarapan. Kamu juga ya Nita, ayo masuk dan sarapan!" titahnya. Kemudian menggandeng lengan Vino, mengajaknya masuk ke dalam rumah.

Sementara Anita masih bergeming. Pandangannya nanar ke arah Rissa. Sesaat kemudian dia melangkahkan kakinya dan bergegas menghampiri wanita yang tengah menggandeng buah hatinya tersebut.

Dan tanpa diduga Anita langsung menghambur memeluk Rissa dengan menangis histeris.

Haaahh...ada apa dengan Anita???

Mari ikuti terus kisahnya mereka...

Stay tune....

...----------------...

Mohon di baca per bab ya guys, jangan lompat bab, jangan pula boom like.

Dukungan kalian sangat berarti buat author

Jika suka dengan ceritanya jangan lupa tinggalkan jejaknya

Like

Komentar

Vote

Terimakasih dan salam sehat selalu

🙏🙏🙏😍😍😍

1
Patrick Khan
aku suka😍🤩
Enda büë čáh gûâñtëñg
Luar biasa
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: terimakasih sudah mampir 🙏😍
total 1 replies
zian .
knpa gk aprt ajh kn brkas d tmpti nit"aprt sndri bara api yng beli kn..trus tntng aprt ny gmna
zian .
sx x pngin komen pdhl gk mo komen soalny dh tamat bru bca 🤗🤗
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: gpp, silakan komen gak dilarang kok
total 1 replies
zian .
shabat lucknut emng si jen"🤣🤣🤣🤣 yp ak skaa..brhasil mgerjain si bara api🤣🤣
zian .
Luar biasa
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: terimakasih bintang nya beb
😍😍😍
total 1 replies
Amelia
oooo.... padahal dia egk gerti 🤭🤭🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚙 𝚊𝚓𝚊 𝚗𝚐𝚎𝚛𝚝𝚒
total 1 replies
Amelia
wkwkwk.....🤭🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
total 1 replies
Amelia
ikut aja risa kasian tuh muka... entar nangis dia
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: /Grin//Grin//Grin//CoolGuy/
total 1 replies
Amelia
🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭😅😅😅 betul itu..
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚝𝚎𝚖𝚊𝚗 𝚝𝚊𝚔 𝚊𝚔𝚑𝚕𝚊𝚚 𝚖𝚎𝚛𝚎𝚔𝚊
total 1 replies
Amelia
hadeh....... siapa suami, siapa istri nya..
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚋𝚎𝚐𝚒𝚝𝚞 𝚕𝚊𝚑 𝚔𝚕𝚘 𝚜𝚞𝚊𝚖𝚒 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚔𝚊𝚕𝚎𝚖 𝚍𝚛 𝚒𝚜𝚝𝚛𝚒 /Facepalm/
total 1 replies
Amelia
hahahaha.... waduh bara kebalik tuh ...
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝙱𝚊𝚛𝚛𝚊 𝚑𝚊𝚝𝚒𝚗𝚢𝚊 𝚕𝚎𝚋𝚒𝚑 𝚕𝚎𝚖𝚋𝚞𝚝
total 1 replies
Amelia
kasih kesempatan dong kasian.....😭😭😭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚐𝚊𝚛𝚊 𝚐𝚊𝚛𝚊 𝙹𝚎𝚗𝚊 𝚗𝚐𝚎𝚛𝚓𝚊𝚒𝚗 𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐
total 1 replies
Amelia
waduh 🤭🤭🤭🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚗𝚊𝚛𝚜𝚒𝚜 𝚅𝚒𝚗𝚘
total 1 replies
Amelia
selama masi gugatan msh bs di patahkan kok....ayo semangat go go....
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚒𝚢𝚊 𝙱𝚊𝚛𝚛𝚊 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚔𝚎𝚝𝚊𝚔𝚞𝚝𝚊𝚗
total 1 replies
Amelia
aduh bikin ngiri...
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗...𝚝𝚒𝚏𝚊𝚔 𝚒𝚖𝚋𝚊𝚗𝚐, 𝚗𝚐𝚊𝚗𝚊𝚗 𝚊𝚓𝚊 /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Amelia
cie cie bucin nya...tp egk apa" lah malah senang aku
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚊𝚔𝚞 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚜𝚎𝚗𝚎𝚗𝚐 😍
total 1 replies
Amelia
betul itu...
Amelia
Kamu terlalu baik... apa nanti tidak di manfaat kan..
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚔𝚊𝚔
total 1 replies
Atha Diyuta
5🐠🐠🐠🐠🐠1🌹
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞: 𝚝𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚋𝚎𝚋 😍😘😘😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!