Perjuangan seorang gadis muda yang sedang mencari pekerjaan di kota besar demi bisa mewujudkan mimpi nya untuk menjadi seorang designer. Namun, gadis itu harus merelakan mimpi nya untuk menjadi designer karena dia di tuduh berbuat mesum dengan seorang laki-laki yang sama sekali dia tidak kenal bahkan bisa di bilang itu adalah pertama kali gadis itu bertemu dengan laki-laki tersebut.
Mampukah gadis itu menjalani kehidupan pernikahan nya dengan laki-laki yang dia tidak kenal, dan apakah gadis itu bisa mewujudkan mimpi nya untuk menjadi designer walaupun dia sudah berstatus sebagai seorang istri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mei18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 32
" Chika, sekarang kamu meminta ijin kepada suami kamu dulu. Kalau suami kamu mengijinkan itu artinya kamu bisa bekerja tapi, kalau suami kamu tidak mengijinkan maka kamu tidak boleh menentang keputusan suami kamu. Mengerti?! " ujar bunda.
" Iya bun, Chika mengerti " jawab Chika sambil mengangguk.
" Aduh! Bagaimana caranya meminta ijin kepada orang ini ya?! " batin Chika bingung.
Chika melirik kearah Arjun.
" Tuh kan! Belum bicara saja, aku sudah takut duluan kalau nanti bakal tidak mendapat ijin " batin Chika sambil menundukkan kepalanya.
Arjun yang melihat Chika seperti itu langsung berkata " Kamu boleh bekerja, asalkan masih bisa membagi waktu ".
Chika terkejut saat mendengar perkataan Arjun, dia reflek langsung menoleh ke arah sang suami.
" Benar mas, aku boleh bekerja?! " tanya Chika memastikan dia tidak salah mendengar.
Arjun terkejut saat Chika memanggil nya dengan sebutan ' mas '.
" Apa? Wanita ini tadi memanggil ku dengan sebutan 'mas'?! " ucap Arjun dalam hati.
" Biasa nya cuman dia ( wanita yang Arjun cinta ) yang memanggil ku dengan sebutan 'mas' " batin Arjun.
" Tapi kenapa saat wanita ini memanggil ku 'mas' aku tidak marah ya? Padahal biasanya aku akan marah jika ada yang memanggil ku seperti itu?! " batin Arjun.
" Apa mungkin karena saat ini ada bunda nya ya?! " batin Arjun.
Chika yang melihat Arjun diam saja pun baru sadar dengan apa yang dia ucapkan tadi.
" Aduh! Mati aku! Kenapa tadi aku memanggil dia dengan sebutan 'mas' ya? Wajarlah kalau dia sekarang diam saja, mungkin dia sedang marah tapi tidak mau sampai bunda tahu kalau sebenarnya dia marah, dan dia tidak mau bunda mengetahui hubungan ku dengan dia tidak baik-baik saja " batin Chika.
" Ini juga mulut, kenapa tidak bisa di filter dulu sih kalau mau bicara!? " rutuk Chika dalam hati atas apa yang sudah dia ucapkan tadi.
Fero yang melihat nya pun langsung mendekati Arjun dan berkata " Hei!! Malah diam saja " sambil menepuk bahu Arjun.
Fero tersadar dari lamunannya saat Fero menepuk bahu nya.
" Hah!! Apa?? ".
" Itu, istri kamu tadi tanya, dia benaran diijinkan bekerja sama kamu?! " ujar Fero mengulangi perkataan nya.
" Iya boleh kak, aku ijinkan " jawab Arjun sambil mengangguk.
Mendengar itu Chika langsung mendongakkan kepalanya karena tidak menyangka jika Arjun akan menjawab seperti itu.
" Serius mas??! " tanya Chika lagi-lagi reflek memanggil Arjun dengan sebutan 'mas'.
" Iya " jawab Arjun sambil mengangguk.
Mendengar jawaban Arjun, Chika langsung tersenyum lebar karena ternyata suami nya memberikan ijin dirinya untuk bekerja.
" Alhamdulillah, ternyata dia mengijinkan aku bekerja " ucap syukur Chika dalam hati.
" Berarti, aku sekarang harus bersiap-siap untuk berangkat?! " ujar Chika dalam hati.
" Dan itu artinya, aku harus tinggal satu atap dengan suamiku dong?! " pikir Chika.
" Huh! Karena kemarin engkau tidak membuat pernikahan kami batal jadi, hamba akan berusaha untuk menjadi istri dan menantu yang baik " ucap Chika dalam hati.
" Meskipun aku tahu, kalau pernikahan ini terjadi karena keterpaksaan dan kesalahpahaman tapi, aku akan berusaha untuk mempertahankan pernikahan ini " ucap Chika dalam hati.
" Bun, aku pergi ke kamar dulu ya, soalnya mau menyusun baju "ucap Chika.
" Memang kamu mau membawa baju apa saja Chik, bukan nya baju kamu banyak yang di rumah kakak?! " ujar Fero.
" Oh! Iya, kenapa aku bisa lupa " sahut Chika.
" Yasudah! Nanti saja packing nya?! " ujar Chika.
Chika melihat perubahan ekspresi wajah sang bunda pun langsung bertanya " Bunda kenapa? " sambil mendekati sang bunda.
" Tidak apa " jawab bunda sambil menggelengkan kepalanya.
" Bunda menangis?! " ucap Chika terkejut saat melihat sang bunda menitikkan air mata.
" Tidak! Bunda tidak menangis " ucap bunda sambil mengusap air mata.
" Bunda bohong! Sudah jelas, aku tadi melihat bunda menangis masih mengatakan kalau bunda tidak menangis " sahut Chika.
" Ini air mata bahagia sayang?! " ujar bunda.
" Mana ada airmata bahagia, yang ada kalau menangis itu artinya sedang sedih, bukan bahagia " jawab Chika.
" Bunda menangis itu karena bunda sudah berhasil menepati janji bunda dengan ayah kamu " ujar bunda sambil mencubit hidung Chika.
" Aw!! Sakit bun " ucap Chika mengaduh kesakitan.
" Memang bunda janji apa dengan ayah? " tanya Fero penasaran.
" Iya bun, memang bunda janji apa dengan ayah? " timpa Chika yang juga penasaran dengan ucapan sang bunda.
" Kamu ini ikut kepo saja!! " kata bunda sambil mencubit pipi Chika.
" Aw!! Kenapa aku di cubit lagi sih bun! " protes Chika.
" Biar kamu tidak ikut kepo seperti kakak kamu!! " jawab bunda.
" Iya bun Chika paham, tapi ini di lepas dulu iya bun. Sakit " ucap Chika dengan ekspresi memelas.
Bukan nya melepaskan cubitan di pipi Chika, sang bunda malah kini mencubit kedua pipi anak perempuan nya itu.
" Arrrggghhh... Ampun bun! " teriak Chika kesakitan.
" Kak bantu aku dong " ucap Chika meminta bantuan sang kakak.
" Sorry Chik! Tidak berani kalau bunda sudah keluar tanduknya " ucap Fero sambil angkat tangan.
Mendengar itu Chika langsung mengerucutkan bibirnya karena kesal dengan sang kakak.
" Bun, tolong lepaskan dong bun. Nanti pipi Chika jadi bengkak " ucap Chika mencoba membujuk sang bunda agar mau melepaskan cubitan nya.
" Kalau pipi ku bengkak, nanti mas Arjun tidak mau dengan ku bagaimana bun?! " imbuh nya.
Mendengar itu, sang bunda langsung berkata " Kalau Arjun yang meminta bunda untuk melepaskan cubitan ini baru mau melepaskan nya ".
" Aduh! Bunda aneh-aneh saja persyaratan nya " ucap Chika dalam hati.
" Bagaimana cara nya aku bisa membuat laki-laki ini membantu aku ya?! " batin Chika bingung.
Saat Chika sedang memikirkan cara untuk meminta tolong kepada Arjun agar mau membantu nya, tiba-tiba...