menceritakan seorang gadis yang sangat cantik yang menjadi incaran mafia tampan dan kaya raya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luri Purbayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 32
" Apa kamu sengaja mengatakan itu untuk membuat ku malu " ujar Dirga kepada Ariana, Ariana menoleh ke arah Dirga. " Apa maksud tuan, saya mengatakan itu agar tuan tidak malu nanti saat bersalaman dengan tamu tuan, bukan nya berterima kasih tapi tuan menuduh saya yang tidak_ tidak " Gerutu Ariana, ucapan Ariana ada benarnya juga, jika Ariana tidak mengatakan itu, sudah pasti para tamu nya akan membicarakan nya yang tidak_ tidak, terutama ia yang sangat di kenal karena memiliki wajah yang cukup tampan dan sudah di pastikan mereka semua akan menilai bahwa penampilan Dirga sangat lah jorok karena sisah cabay yang tersisa di giginya.
Berapa lama mobil yang dikendarai oleh jems sampai di depan gedung, para pengawal langsung Sigap membukakan pintu untuk Dirga dan Ariana. Dirga turun lebih dulu merapikan setelannya, lalu berjalan menuju pintu mobil yang lainnya. Dia mengulur tangannya ke arah Ariana, namun Ariana hanya menatap tangan Dirga, tanpa menerima uluran tangan itu. Dirga menghembuskan nafasnya secara kasar, dia merendahkan posisinya agar bisa melihat mempelai wanita. Dia mengeluarkan gaun pengantin yang ada di dekat pintu mobil.
" Turunlah " Titah Dirga yang masih mengulurkan tangannya kepada Ariana.
" Tuan Aku mohon, aku tidak bisa menikah dengan Tuan, aku sangat mencintai Kekasihku aku tidak mau menghianatinya." pinta Ariana sambil mengatup kedua tangannya. " Turun " titah Dirga lagi. " Tuan, Aku mohon tolong izikan aku pergi dari tempat ini, aku tidak bisa menikah dengan Tuan. " ujarnya lagi, yang membuat Dirga cukup kesal. " Turun cepat " Dirga merapatkan giginya, karena Ariana yang tak kunjung turun. " Tuan aku mohon aku berjanji akan menjauh dari tuan Tapi tolong Tuan izinkan aku pergi." Dirga mengelas nafas cukup panjang, karena menghadapi sikap Ariana yang membuat nya cukup sabar.
Para pengawal telah menunggu Dirga beberapa menit tapi Dirga tak kunjung melangkahkan kakinya, tidak ada yang berani berujar, mereka hanya memperhatikan saja apa yang dilakukan Dirga kepada Ariana.
" Cepat turun, jika tidak aku akan menyuruh anak buahku untuk membunuh kekasihmu." Ariana menatap tajam ke arah Dirga. walaupun kesal dengan ancaman Dirga, tapi dia tetap menerima uluran tangan Dirga, jika tidak sudah dipastikan kekasihnya akan meninggal, baginya ucapan Dirga bukan lah main_ main.
" Tuan, harus ingat, pernikahan ini hanyalah sandiwara saja, setelah pernikahan ini selesai, aku mohon agar Tuan bisa melepaskanku dengan kekasihku." Dirga menatap tajam Ariana, membuat Ariana menundukkan kepalanya, Dirga berjalan lebih dulu ia sudah sangat kesal dengan sikap Ariana yang terus memohon kepadanya untuk dilepaskannya. " Gaun ini, sangat menyusahkan sekali." Gerutu Ariana, dia mengangkat gaunnya, sambil mengikuti langkah Dirga yang cukup lebar, membuatnya kesusahan mengimbangi langkah Dirga.
" Tuan " Rengeknya, Dirga membalikkan badannya, ia dapat melihat Ariana yang cukup kesusahan dengan gaun penggantinya. " Bisakah Tuan melangkah pelan-pelan saja, gaun ini sangat berat " Rengeknya kepada Dirga, lagi-lagi Dirga menghembuskan nafasnya. Dia sudah cukup sabar menghadapi sikap Ariana. lalu ia berjalan mendekati Ariana.
" Kamu ini sangat merepotkan saja " Gerutu nya, Dirga langsung memeluk pinggang Ariana. melihat itu, jems tersenyum. tapi tidak dengan Ariana yang menatap pria di sampingnya. yang terlihat fokus menatap ke arah depan. Ariana hanya diam saja, jika ia memberontak, itu sama saja, tidak akan ada hasilnya.
" Saya tidak mau menikah dengan Tuan." ucap Ariana lagi, dia menghentikan langkahnya. begitupun dengan Dirga. Ariana berujar dengan mata berkaca_kaca. " Apa tidak ada ucapan lain selain itu." Dirga langsung melanjutkan langkahnya, Tampa harus menunggu jawaban Ariana. Ariana mengikuti langkah Dirga yang sangat lebar, membuat nya cukup kesusahan.
" Tuan Pelan-pelan " ujar Ariana yang sudha sangat kesusahan dengan gaunnya yang sangat berat, ditambah lagi ia harus menyesuaikan langkah Dirga yang sangat lebar.
" Aaaa..." teriak Ariana yang tak sengaja menginjak gaun pengantin,dengan cepat, Dirga langsung memeluk pinggang Ariana menggunakan kedua tangannya. hingga membuat posisi mereka saling berhadapan. tangan Ariana berada di dada bidang Dirga, sedangkan posisi tangan Dirga berada di pinggang Ariana, hingga membuat napas dirga dapat dirasakan oleh Ariana, karena posisi mereka yang cukup dekat, Ariana dapat mencium wangi tubuh Dirga yang beraroma maskulin. tatapan mereka bertemu. Ariana menatap mata Dirga yang sangat sendu, tidak tajam seperti kemarin. Dirga tidak menatap mata Ariana, ia hanya fokus dengan bibir mungil Ariana, yang sangat menggoda menurutnya.
Jems hanya memperhatikan mereka saja, tidak ada niatnya untuk membuat mereka sadar dengan posisi mereka yang cukup dekat. Seketika itu jems langsung melirik jam tangannya, yang mana sudah cukup lama mereka terlambat.
" Ehem..." seketika itu membuat mereka sadar, Ariana langsung mendorong dada Dirga membuat Dirga terdorong ke belakang. Jems bisa saja membiarkan mereka seperti itu. tapi ia mengingat waktu yang sudah sangat banyak terbuang. Ariana diam saja, ia mengatur detak jantungnya yang berdetak cukup kencang. Dirga menggenggam jemari Ariana. Ariana langsung memberontak.
" Lepaskan." "ujar Ariana memberontak, tapi Percuma saja. Dirga semakin mengeratkan genggaman tangannya. " Diam dan tersenyum. " bisiknya yang melangkah sambil menggenggam jemari Ariana. " apa? " Ariana bingung dengan ucapan Dirga yang berbisik itu, tapi ia tetap mengikuti langkah Dirga.
# bersambung