NovelToon NovelToon
Suamiku Bukan Pria Tua Buruk Rupa

Suamiku Bukan Pria Tua Buruk Rupa

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Beda Usia / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:502.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Harsie Alive

SEOLAH SEMUA INI MIMPI!!
YA, INI PASTI HANYA MIMPI!
Aku terbangun dari tidurku dan mendapati bahwa aku sudah berubah status dari gadis biasa menjadi seorang istri pria tua buruk rupa yang lebih pantas kupanggil paman atau bahkan ayah!!
Namun sial!
Nasibku sejak lahir tidak sebaik nasib kedua kakakku yang cantik jelita dan disayang Ayah dan Ibu. Kelahiran ku tidak pernah direncanakan. Katanya saat aku lahir seluruh bisnis keluarga kami hancur berantakan. Padahal bukan kesalahanku, tapi mereka (ayah,ibu, kedua kakak bahkan sampai nenek buyutnya pamanku) menyebut aku sebagai anak pembawa sial.
Selama tujuh belas tahun hidup, aku diasingkan di gubuk tua yang jauh di belakang rumah. Dan hebatnya, saat aku diasingkan, bisnis keluarga kami kembali membaik. Apa mungkin aku benar benar seorang pembawa sial?
Kesialan itu tidak berakhir, hingga aku dipaksa menikahi seorang pria tua yang datang ke rumah untuk melamar. Kenapa aku dipaksa? padahal aku anak kandung mereka juga!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Harsie Alive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32 Apakah Dia Memiliki Dua Wajah

Hari baru yang luar biasa dimulai kembali. Kediaman Gamaliel Falcon kini semakin meriah dan penuh hiburan karena tingkah jenaka para bocah kematian Ruby, Robin, Mikael, Angel dan Leroy.

Angel dan Leroy meminta pada orangtua mereka untuk tinggal di kediaman Gama, dan hal itu disetujui oleh tuan besar Breta juga tuan Baron dan istrinya.

Sedangkan Johan, dia masih seperti biasa, acuh tak acuh dengan keadaan putranya. Justru dia merasa dengan tinggal di kediaman Gamaliel, dia bisa tenang bekerja tanpa mengkhawatirkan putranya.

Hari sibuk lainnya telah menyambut kediaman itu. Di dalam kamarnya bersama Gama, si gadis cantik itu sedang memakai seragam sekolah yang sama dengan milik Angel.

Hari ini dia akan memulai kelas khusus di sekolahan elit di mana anak-anak kalangan atas bersekolah.

Dengan senyuman mengembang di wajahnya, gadis itu menatap dirinya di depan cermin. Seragam abu-abu bermotif kotak-kotak itu tampak sangat cocok dengan tubuh pendek dan kecil ya.

Di bahunya ada seekor burung Pipit yang bertengger, sedang mengkawal penuh sang putri hutan sebelum dia berangkat ke sekolah.

Rambutnya di kuncir setengah dan diberi pita hitam dengan rumbai yang indah, persis seperti gambar model rambut di majalah yang dia baca kemarin malam.

Dia tersenyum manis," Bagaimana, aku cantik!?" tanya Ruby pada burung Pipit kecil itu.

Seolah hewan itu paham, burung itu terbang ke sana kemari seraya berkicau ria merayakan hari pertama Ruby masuk sekolah.

"Hahahah.... Terimakasih Burung Pipit!" seru Ruby.

Dia sangat manis, bagaikan boneka yang hidup di dunia nyata.

Gadis itu berbalik dan tanpa sengaja kedua netranya berpapasan dengan Gama yang baru keluar dari ruang ganti dengan setelan kemeja lengkap, bersiap untuk berangkat ke kantor.

Gama terhenyak menatap penampilan Ruby yang sangat berbeda, dia terkejut melihat Ruby.

Untuk sejenak, waktu seolah berhenti, Gama belum terbiasa dengan serangan mengejutkan seperti ini. Dia sampai menatap Ruby tanpa berkedip!!

Wahhh... Sepertinya pesona sang putri hutan telah merusak pertahanan dan dinding batu yang keras di hati si pria angkuh dan keras kepala itu.

"Paman!! Paman!! Kenapa bengong!?? Ruby jelek ya!?"

"Paman!!"

"Apa Ruby sejelek itu!?" tanya Ruby memanggil Gama yang malah melamun menatap dirinya.

" Cantik!" ucap Gama keceplosan sampai dia tersadar dengan apa yang barusan dia ucapkan.

Ruby tersipu malu, " Hahahha... Terimakasih paman," balas Ruby sambil tersenyum manis.

"Cih... Pakaianmu yang cantik, jangan merasa aku memuji dirimu!" ketus Gama yang langsung melenggang begitu saja meninggalkan Ruby di kamar itu.

Gama mengusap tengkuknya, dia menggelengkan kepalanya beberapa kali seolah tak percaya kalau barusan dirinya sangat mengagumi gadis kecil yang tingginya membuat orang berpikir kalau Gama adalah ayah gadis itu..

"Ada apa denganku!? Apa otakku sudah tidak beres!? aku harus ke dokter!! Mungkin ini karena kelelahan bekerja!" batinnya berharap dirinya tetap normal.

Tapi bagaimana bisa dia tetap normal kalau ada jelmaan malaikat cantik di sisinya sekarang ini!?

Selain wajah yang mempesona, sikap, kerendahan hati, kecerdasan dan kepolosan serta segala tingkah aneh Ruby telah merusak pertahanan pria itu tanpa dia sadari.

Keduanya turun dari lantai dua, langsung melenggang menuju meja makan.

Dan seperti biasa, si gadis pengganggu itu hadir lagi di kediaman Gama.

Jessica langsung menyambut Gama dan menarik lengan pria itu.

"Gama, kenapa kau tidak rapi!? Dasimu miring, apa istrimu tidak tahu cara memasangkan dasi!?" sindir Jessica seraya meraih dasi Gama dan merapatkan tubuhnya pada Gama saat melihat Ruby mengekori Gama.

" Menjauh!!" hardik Gama. Pria itu melirik Ruby yang tampak biasa saja saat melihat Jessica mendekati dirinya

Jessica terhenyak sambil tertawa kikuk," Heheh... Aku kan sudah biasa melakukan ini, lagipula Ruby belum paham caranya kan!?" ucap Jessica yang masih ingin menunjukkan bahwa dirinyalah yang berkuasa di sana.

Tak peduli gertakan Gama, dia mencoba merapikan dasi pria itu.

Semakin dilihat, semakin kesal lah hati Ruby. Dia menatap Jessica dengan tatapan menantang, seolah mengancam Jessica agar tidak menyentuh suaminya lagi.

"Kenapa dia selalu berusaha merusak suasana!? Dasar perempuan jahat!!" batin Ruby. Gadis itu menekuk wajahnya, lalu menggigit bibirnya saking geramnya melihat ulah Jessica.

Gama menatap nanar kediamannya sejenak, sepertinya dia mencari seseorang. Hingga dia menemukan siluet seseorang yang berdiri tak jauh dari mereka sedang bekerja tapi seolah-olah mencuri dengar dan mengawasi mereka.

Bibir Gama tersungging, tiba-tiba dia mendorong Jessica dari hadapannya," Aku sudah menikah Jes, kau tidak boleh sedekat ini dengan pria yang sudah menikah!" tegas pria itu.

"Ta.. Tapi... Aku... Aku sahabatmu Gam, aku sudah kenal lama denganmu dan aku tahu segalanya tentangmu!!" protes Jessica.

Dia sangat terkejut saat Gama menolaknya. Biasanya Gama tidak akan menolak jika Jessica memperbaiki dasinya. Tentu saja karena Gama menganggap Jessica sebagai adiknya, bahkan tidak ada niat sedikit pun di dalam hati pria itu untuk berpikiran aneh terhadap Jessica.

Penolakan Gama membuat Jessica malu, entah mau ditaruh di mana wajahnya saat ini.

Gama menghampiri Ruby, lalu menggenggam tangan gadis itu," Perbaiki dasiku," ucapnya dengan suara berat yang menggema di ruangan itu.

Gadis itu mendongak ke atas, tubuh Gama terlalu tinggi.

"Paman menunduk, Ruby gak sampai!!" ucap gadis itu, mereka malah terlihat sangat menggemaskan.

Gama merenggangkan kedua kakinya, mensejajarkan tingginya dengan Ruby.

"Nah, begini baru bagus!" ucap Ruby sambil tersenyum manis.

"Lakukanlah," ucap Gama.

Gadis itu menyentuh dasi suaminya, tetapi dia bingung, apa yang harus dia lakukan. Karena ini kali pertama dia memasang dasi laki-laki.

"Kenapa diam?" tanya Gama seraya menatap kedua netra gadis itu.

Sorot mata kecoklatan milik Ruby menembus netra kehijauan sang Gama, membuat jantung Gama berdebar kencang seolah dia tenggelam dalam pesona kristal mengagumkan itu.

"Ruby nggak tahu cara masangnya paman, ajarin dong!" balasnya sambil tersenyum polos dengan wajah memelas tak berdosa itu.

"Pfthhh... bahahahhahaha...... Ruby, kakak pikir kamu tahu cara masangnya!!!" seloroh Robin.

"Aduhh... Dasar bocah, sini ikutin kakak, biar kakak contohkan, kamu tiru ya," ucap Mikael seraya menarik Robin dari kursi dan menjadikan pria itu sebagai kelinci percobaannya.

Ruby mengangguk paham," Hu um! Ruby mau coba!" seru gadis itu dengan wajah serius sampai pipinya menggembung.

Semuanya menatap Ruby dengan tatapan melongo, mata bulat besar, pipi gembul dengan pipi merah alami, rambut panjang cokelat terang dan kulit seputih susu itu terlihat sangat menggemaskan saat ini.

"Kenapa diam kak!? Ayo di mulai!" ucap Ruby yang seketika itu juga menyadarkan mereka semua.

"Ahh iya.. Iya, kakak mulai!!" ucap Mikael.

Pria itu mulai mengajari Ruby cara mengikat dasi yang benar. Dan...

Tada!!!

"Wahhh Ruby bisa!!!" seru Ruby sambil bertepuk tangan meriah dan melompat-lompat kegirangan. Angel dan Leroy juga bertepuk tangan memuji gadis cantik itu.

Sedang Jessica hanya berdecih kesal di ujung meja, bahkan enggan menatap mereka.

Bi Mirna dan pelayan lainnya juga tersenyum melihat mereka.

"Cih... Apa hebatnya, dasar kampungan!" ejek Jessica.

Robin, Mikael dan Gama menatap Jessica dengan tatapan kesal. Tapi mereka hanya bisa sabar dengan kelakuan sahabat mereka itu.

"Kamu hebat Ruby, sekali coba langsung bisa!" puji Mikael.

Ruby tersenyum manis, lagi-lagi Gama menatapnya dengan tatapan intens sampai dia melongo dengan wajah kecil nan menggemaskan itu.

"Pipinya gembul sekali, ingin ku gigit!!!" batin Gamaliel.

Tiba-tiba...

"Arrkhhhh...... Mikaaaaeeelllll kampreett.... errgkkkhhh Kaa...uuuu... Mencekikkuuuu....." Suara pekikan Robin terdengar lantang.

Pria itu menggelepar kehabisan nafas karena dicekik oleh Mikael yang asik menatap Ruby.

" Pfthh...Hahahahahhahaha...... Maaf bro, aku lupa ada kau di depanku, ku pikir sapi yang diikat bahahahhahaa......" Mikael tertawa terbahak-bahak.

"Arrkhhhh dasar keparat sialan, kemari kau Mikael!! Beraninya kau mencekikku keparat!!!!" pekik Robin sambil berlari mengejar Mikael.

Hahahahahhaa.....

Semua orang tertawa terbahak-bahak di dalam ruangan itu. Rumah itu sangat ramai dan penuh dengan tawa.

Gama melirik Ruby yang tertawa dengan begitu manis, lagi-lagi bibir pria itu tersungging.

Di sudut sana, entah siapa yang sedang mengawasi mereka tengah melaporkan semua itu pada seseorang.

" Tuan, sepertinya kita bisa bergerak dan mulai menargetkan istri Gamaliel, hubungan mereka tampaknya sangat baik!!" ucap orang itu.

"Hmmm...tunggu sebentar lagi, masih kurang, masih belum cukup, aku ingin mereka bertengkar hebat!!"

"Tunggu selama tiga bulan, sampai hari peringatan kematian Kiara tiba!"

"Kita beraksi di sana, dan hasut salah satu orang kepercayaan si berengsek itu!" tutur pria itu.

"Baik tuan, Jaden mengerti!" ucapnya sambil tersenyum smirk.

Pria itu adalah Jaden!!!

Jaden yang sama dengan sosok yang mengawasi Gama dari menara pengawas di kantor, bagaimana bisa!? Apakah dia memiliki dua wajah!?

1
herma0ne
Luar biasa
Delita Nirayana
ini Gama bodoh apa oon ya
Dardi Mauza
/Curse//Curse/aku ikut dndng Thor JD ktw sdnir
Dardi Mauza
selmtkn Ruby thor/Sob//Sob/
Ririn Alfathunisa
semoga cepet sehat kakak author dan semangat berkarya lagi
Halimatus.s
Luar biasa
arlyn1709
semngat trus thor,,tetap berkarya🥰
As Lamiah
semangat tour semoga selalu diberikan kesehatan yg prima sehat lahir batin 🤲🤲🤲🙏
Ibelmizzel
oh begitu,itupun tetap salah besar orang tuany emang Ruby mau lahir dari hasil pemerkos kan dak,seandainy tak mampu liat mukany kasi keorang diam2 dari pada disiksa dan dikasi makanan tak layak semua serba tak layak😠😠😠😠
Ibelmizzel
oorang tua gila seandainy dia kena perkos emang salah ruby kalau Ruby ada betul2 sinting
Ibelmizzel
ya ampun nagis aku😭😭😭😭hatiku yg sakit sesak bacany
Ibelmizzel
sesak,coba Ruby keluar Bali sianida kasi kemereka atau racun tikus pun dak apa
Ibelmizzel
ini sih ibu tiri,mampir Thor 💪
Evy
satu lagi musuh dalam selimut... Jesica...
Evy
siapa yang berkhianat ya ..apakah dokter pribadi keluarga nya...
Widyawulandarii Widi
ternyata uda kebelet kawin 😅😅
Widyawulandarii Widi
ini baru cerita novel yg seru bikin ngak🤣🤣
Ri_na
ini ga pernah up malah bikin karya baru
Widyawulandarii Widi
suka ceritanya ,seru ada sedi ada lucu bikkin terhibur sma sikap bar2nya ruby 😄😆😇
Widyawulandarii Widi
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!